
Andi dan Via hanya saling terdiam hingga mereka sampai dirumah mereka. jujur saja saat itu Via masih terbayang dengan kejadian ketika ia tidak sengaja mencium Andi. sejak saat itulah mereka tidak saling berbicara.
perutnya yang kosong membuat Via bergegas untuk segera memasak sesuatu.
ia membuka lemari es untuk melihat stok sayuran dan juga daging untuk dia olah.
kala itu Via masih mengenakan pakaian kantornya. dengan kemampuannya, Via memasak hidangan dari Korea yaitu bibimbap.
'lebih baik aku mandi baru aku memanggil Andi untuk makan malam'
akhirnya Via memilih untuk langsung membersihkan diri. selang beberapa menit, Via keluar mengenakan piyama tidur dengan make up tipisnya.
ketika ia keluar, Andi juga keluar dari dalam kamarnya. dan ketika pandangan mereka bertemu, rasa canggung itu kembali muncul.
"emm Andi"
"ya, ada apa Vi? "
"gue udah masak, kita makan malam yuk Ndi"
Andi mengangguki ucapan Via.
ketika sampai di meja makan, Andi merasa menang lotre, karena Via memasak salah satu makanan kesukaannya. dengan segera Andi menghabiskan makanan yang sudah disiapkan oleh Via.
"emm masakan lo enak banget Vi" Andi memuji Via begitu saja.
"sorry Vi.. " Andi mengambil makanan yang ada di sudut bibir Via. seketika kejadian siang tadi muncul di benak Andi.
"oh ya Vi, kaki lo gimana? "
"udah mending kok Ndi, palingan besok juga udah lebih baik" Andi pun mengangguki ucapan Via. meskipun begitu, pandangan matanya terus melirik ke arah sana, dimana tadi siang dirinya lah yang menyentuhnya pertama kali.
entah sejak kapan ia menjadi tertarik dengan bibir Via. Andi menelan salivanya dengan susah payah.
"gue udah selesai Vi, gue ke kamar dulu ya. capek banget rasanya. "
Andi berbaring dan menatap langit-langit kamar. perlahan ia mengingat detik-detik dimana Via mengecup bibirnya. tersungging senyum manis saat ia kembali mengingatnya.
"manis"
"eh apaan? barusan gue senyum-senyum karna inget Via nyium gue? gila, ini si gila. gak mungkin kan gue suka sama Via? inget Andi, Via itu sahabat lo! jangan rusak persahabatan lo dengan rasa-rasa yang lain. gue cuman gak mau kalo gue cuman nyari pelampiasan setelah bu Kesya baikan sama suaminya."
__ADS_1
"tapi tadi itu manis, gue gak bohong" Lagi-lagi Andi mengukir senyum setiap mengingat kejadian tersebut.
-
Lesya sengaja pergi ke arah dapur untuk menghubungi Alden. sebelum itu ia melihat sekelilingnya berharap agar tidak ada yang mendengar pembicaraannya dengan Alden.
"halo Al"
"iya mba Lesya, apa ada yang terjadi dengan Dikta? "
"tidak..tidak aku hanya ingin bertanya sekali lagi denganmu Alden. apa kau yakin akan meninggalkan Cinta setelah perjuangan yang kalian lakukan?"
"sebenarnya aku sangat terluka, tapi aku yakin orang yang paling terluka adalah Dikta mba Lesya! "
suara sedih terdengar diseberang sana. bahkan Lesya pun ikut merasakan kepedihan yang Alden rasakan. karna itu juga pernah ia rasakan sebelumnya.
"jika kau tau itu, kenapa kau tetap ingineninggallkan Dikta saat keadaannya memburuk seperti ini.
" tidak ada pilihan mba Lesya. dan mungkin ini hari terakhir ku disini karena besok aku akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan disana!"
Lesya menarik nafas dalam, ia mengatur nafasnya dan kembali mendengar keluh kesah dari dunia.
"Saga ada apa? "
awalnya Saga hanya diam. namun Lesya merasa ada yang berbeda hingga ia menanyakan nya kepada Saga.
"apa ada yang menganggu pikiranmu Saga? kenapa kamu mendiamkanku? "
Saga menatap datar Lesya. ia lalu duduk dan memainkan ponselnya. dan setelah beberapa saat, Saga menunjukkan ketika dirinya tengah menyuapi Dikta.
deg
"siapa yang mengirimkan ini padamu Saga? "
"siapa yang mengirim itu tidak penting Lesya. tapi kenapa kamu menyuapi Dikta dan bahkan kalian hanya berdua didalam apartemen? "
"ini tidak seperti yang kamu bayangkan Saga. ini hanya sebuah kesalahpahaman."
"lalu apa yang akan kamu jelaskan Lesya? "
Lesya terdiam. ia berpikir bagaimana menjelaskan apa yang terjadi kepada Dikta. ia ingin sekali menjelaskan semuanya dan mengatakan semuanya kepada Saga. namun ia mengingat hubungan yang dimiliki oleh Dikta dan juga Alden melarangnya untuk memberi tau Saga yang sebenarnya.
__ADS_1
"aku hanya membantu Dikta yang terluka Saga. dan aku menyuapinya hanya karena alasan kemanusiaan Saga! "
"tapi apa yangrnvuat Dikta seperti ini Lesya?"
"Dikta terluka karena apa dan siapa Lesya? "
"entahlah Saga. yang jelas ada orang yang ingin menghajarnya."
"tapi dari mana kamu tau kalau Dikta terluja Lesya? "
"tadi Alden yang memberi tahu ku Saga. "
"lalu dimana dia, kenapa dia tidak ada disitu? apa benar Alden yang memberi tahu ku? "
"ada apa dengan mu Saga, kenapa kamu meragukanku seperti ini? "
" aku hanya tidak ingin istriku membohongi ku dan bertemu dengan pria lain dibelakang ku Lesya"
"tapi orang yang kaunmaksud adalah sahabatmu yang terluka Saga! "
"entahlah, aku masih belum menemukan alasan yang tepat yang keluar dari mulutmu Lesya. dan aku tidak bisa mencernanya saat ini" Saga lalu melenggang pergi meninggalkan Lesya sendiri.
'mampus lo Lesya, ya walaupun gue gak tau permasalahan apa yang kalian hadapi. tapi yang penting aku sudah berhasil membuat Saga marah sama lo cewek tua. lagian gue heran, sebenarnya apa si yang dialamin sama Dikta sama Alden? kelihatannya itu serius.' batin Liyora yang diam-diam mengawasi Lesya dengan Saga.
Sementara itu Lesya saat ini merasakan gundah dan dilema. ia merasa ia harus jujur dengan suaminya, namun janjinya untuk menjaga rahasia Dikta dan Alden tidak membiarkan untuknya jujur kepada Saga.
Lesya memutuskan untuk menyusul Saga didalam kamar. sesampainya disana ia mendapati Saga yang sudah terlelap.
"lebih baik aku mengganti pakaianku. selang beberapa saat Lesya sudah duduk ditepian ranjang sembari menatap suaminya yang tidur memunggunginya. " maaf Saga, aku belum bisa mengatakan apapun. dan entah siapa yang memberitahu mu tentang ini"
Lesya pun membaringkan dirinya kemudkemudian berusaha memejamkan matanya ditengah rasa gundahnya.
dan ketika Lesya sudah terlelap, giliran Saga yang membuka matanya.
sebenarnya Saga memang belum tidur, ia hanya berpura-pura tidur. "sebenarnya apa yang kamu tutupi dariku Lesya. aku juga sebenarnya tidak nyaman jika harus bersikap seperti ini denganmu sayang. tapi aku harus melakukannya untuk membuatmu jujur sekaligus membuat yang mengirimiku foto itu merasa puas. karna aku yakin orang yang mengikutimu adalah orang yang dekat dengan kita"
tanpa sepengetahuan Lesya, Saga merasa curiga dengan seseorang. ia sanksi jika ada orang yang dekat dengan mereka ingin membuat mereka renggang. tetapi Saga harus mengikuti permainan tersebut sekaligus untuk mengetahui apa yang sebenernya diketahui Lesya tetapi tidak dengannya.
.
. bersambung
__ADS_1