
Hari ini hari tepat satu minggu Lesya berada di rumah omanya. karena hari ini hari terakhirnya berada di korea, ia memutuskan untuk mencari oleh-oleh untuk keluarganya di indonesia.
"ma, Lesya mau keluar ya. mau cari oleh-oleh buat keluarga di indonesia!"
"apa tidak bisa kamu disini lebih lama lagi sayang, apa kamu tidak menyayangi omamu yang sudah tua ini?" ucap omanya yang baru datang dengan kursi rodanya.
Lesya lalu memeluk omanya dari belakang. "oma jangan bicara sepeeti itu.." ucap Lesya penuh rasa bersalah. "maaf oma, Lesya harus segera pulang ke indonesia. Lesya gak bisa ninggalin kantor terlalu lama"
Lesya sebenarnya merasa enggan untuk meninggalkan omanya dalam keadaan yang belum sembuh total, namun dengan berat hati Lesya harus segera kembali ke tanah air untuk mengurus kantor yang cukup lama ia tinggalkan.
"jangan bersedih sayang, oma hanya bercanda. oma tau kamu sangat nyayangi oma" terukir senyum diwajah rentanya.
Lesya pun kembali memeluk omanya dengan sangat erat.
selepas berbicara dengan omanya, Lesya pun bergegas untuk pergi kesuatu tempat.
tidak memakan waktu lama, Lesya telah sampai dimana disitu ia bisa menemukan banyak barang untuk ia beli. namun ketika Lesya hendak memilih-milih barang, ia tidak sengaja menabrak seseorang dan menjatuhkan semua barang bawaan orang yang ia tabrak.
"joesonghabnida geureon tteusi anieosseoyo"
[maaf,aku tidak sengaja]
Lesya terus menunduk sembari memunguti barang orang yang ia tabrak, dengan di bantu orang tersebut.
"gwaenchanha, ireol pilyo eobseo"
[tidak apa-apa, kau tidak perlu seperti ini!]
balas pria tersebut sembari melihat wajah seseorang yang menabraknya. pria tersebut mengerutkan dahinya, ia berpikir sesuatu tentang Lesya.
"Lesya?"
mendengar orang yang ada dihadapannya, menyebut namnya,Lesya terperangah. pasalnya ia merasa tidak mengenal seseorang yang saat ini beraamanya. namu akhirnya Lesya pun menatap wajah pria tersebut dengan seksama.
"urineun seororeul algo issseubnikka?"
[apa kita saling kenal]
Lesya terlihat sangat bingung saat pria itu mengetagui namannya.
pria berperawakan tinggi dan berwajah oriental tersebut menyunggingkan senyum dan menatap Lesya dengan tatapan yang membjat Lesya semakin bingung.
"apa kamu lupa Lesya? aku Yoo joon, Lesya. sahabat kecilmu!" pria tersebut menggunakan bahasa indonesia cukup fasih karena ia berdarah Indonesia-Korea. namun sejak kecil ia menetap di korea bersama kedua orangtuanya yang memiliki bisnis ditempat itu.
__ADS_1
saat mengetahui nama orang yang ada di hadapannya, Lesya kembali terperangah."apa kau Kim Yoo joon?"
"iya Lesya, ini aku!"
Lesya segera menghambur kepelukan pria itu. ia merasa sangat bahagia karena bertemu dengan sahabat kecilmya setelah sekian lama tidak bertemu. dikarenakan Lesya yang harus pindah ke indonesia, ia harus berpisah dengan sahabat kecilnya.
"kau sangat berbeda Yoo joon! dan kenapa aku harua susah-susah menghafal bahasa, kalau orang yang aku tabrak itu kamu!"
"aku lebih tampan bukan?" ucap Yoo joon dengan menarik sudut bibirnya.
"emm kau lebih menyebalkan sepertinya" Lesya dan Yoo joon pun kembali terkekeh
"ataga, Yoo joon. aku tidak bisa berlama-lama, aku harus mencari oleh-oleh karena besok aku harus kembali ke indonesia!"
"secepat itu?"
"enggak Yoo joon, aku sudah lama meninggalakn perusahaan. dan aku harus segera kembali"
"baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu berbelanja oleh-oleh. tapi setelah ini kau harus mentraktirku!"
"tawaran yang bagus,deal."
Lesya dan Yoo joon kini memulai kegiatan mereka. sementara Saga di Indonesia, ia begitu sibuk mengurus tugas kelompoknya. ia sampai lupa mengurus dirinya, karena ia terus mencari bahan untuk kerja sekolahnya.
"beneran?" tanya Liyora dengan wajah imutnya.
"iya Yora.."
"eemm babe, sesekali kayaknya kita harus ke salon deh. lihat diri kamu, kamu kelihatan kucelkan kamu kaya kurang tidur gitu?" ucap Liyora sembari membenarkan pakaian Saga.
Saga kemudian melihat dirinya di layar ponselnya, dan benar apa yang dikatakan oleh Liyora bahwa dirinya terlihat sangat tidak terurus.
'dan ini gegara tu yang namanya mba Lesya. gak tau kenapa tiap malem gua kepo sama Instastorynya. oh iya gue belum ngecekkan hari ini?'
-
setelah saga selesai, kini giliran Liyora yang menjalani treatment di salon langganannya. sembari menunggu Liyora, kini Saga mulai berselancar untuk melihat unggahan terbaru dsri istrinya.
"bener-bener freak"
"kenapa Saga?"
"e-enggak Yora ini cum-" belum selesai Saga menjawab pertanyaan Liyora, kini Liyora sudah lebih dulu merevut ponsel milik Saga.
__ADS_1
"Saga!kenapa kamu diem-diem stalking IG nya istri gadungan kamu?"
"jadi kamu tau dia istri aku Yora?"
'aduh kenapa pakek keceplosan si?'
"emm itu gak penting, yang penting itu kenapa kamu stalking dia?" untuk mengalihkan pembicaraan yang akan menyudutkannya, Liyora segera mrncecar Saga dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat Saga terlihat bersalah.
"bukannya gitu Yora, aku cuman pengen tau dia itu orangnya gimana? masa iya gue mau nikah sama dia?" itulah alasan Saga.
"kamu mau tau dia kaya apa? ni kamu liyat sendiri!"
"huh, dia sama siapa?"
"itulah yang kamu gak suka sama dia Saga. dia itu suka nemplok sana sini, ditambah dia itu selalu cari cowok yang kaya."ucap Liyora yang tersenyum licik dengan ucapannya yang selalu meracuni pikiran Saga.
'siapa cowo ini, kenapa mereka keliyatan deket banget? untung aja gua gak terpengaruh sama sikapnya selama ini. dasar peremuan licik. gua bakal kasih dia pelajaran setelah dia pulang nanti' Saga menarik sudut bibirnya tersenyum smirk
"emm Yora, aku harus pergi! ada sesuatu yang harus aku urus." tanpa menunggu persetujuan dari Liyora, Saga sudah lebih dulu meninggalkan Liyora.
Saga segera menuju basecamenya dan memanggil kedua sahabatnya. saat itu Saga terlihat seperti pendiam, namun penuh misteri.
"kenapa si Ga lu tiba-tiba ngajak kumpul disini? ini hari libur, gua mau rebahan dirumah!"protes Alden.
"iya Saga, sebenernya kita mau ngapain?" Dikta pun menimpali ucapan Alden.
"gua cuman mau tanya sama kalian" Saga menjeda ucapannya dan kemudian mengeluarkan ponsel dsri sakunya. "kalian tau siapa cowok yang lagi sama mba Lesya!"
"mana gua liyat!" Alden mengepalkan tangannya hingga buku-buku tangannya memutih. "kurang ajar banget ni cowok, berani-beraninya deketin Lesya!"
"mungkin cowo itu temennya disana!" sahut Dikta.
"gua bakal jadiin foto ini buat bikin dia pergi dari kehidupan gua! selama ini dia sok-sokan baik sama keluarga gua dan jadi istri gua. ternyata kelakuannya kaya gini!"
"jangan gegabah Saga! lagi pula ingatan lu belum balik. gua takut lu bakal nyesel!" Dimta kembali menenangkan Saga ya g begitu menggebu-gebu.
"gua gak perlu ingetan gua buat ngusir perempuan licik kaya dia. dan gua bakal bales dia dengan cara yang smaa!"
sorot mata Saga terlihat seperti membunuh, penuh dengan amarah.
'gua suka kalo Lesya pisah dari Saga! tapi gak dengan cara kaya gini. gua gak rela kalo Lesya dipandang rendah sama orang lain. kalo gua cerita semua masalalunya sama Lesya, gimana sama kesehatan Saga?' ingin rasanya Alden menceritakan semuanya, tapi ia harus menahannya karena mengingat kondisi Saga saat ini.
.bersambung
__ADS_1
.