It'S Perfect

It'S Perfect
Milik Sahabatku


__ADS_3

Dikta melepas pelukannya, kini ia mendudukkan Alden di atas meja makan. perlahan Dikta menanggalkan kaos yang ia pakai begitupun dengan kaos Alden yang turut ia lepaskan.


"Dikta"


"hemm" Dikta masih Fokus menyusuri tiap inci pundak Alden yang sudah menjadi candu baginya.


"Dikta"


kali ini Dikta menatap kedua manik mata Alden yang menatapnya dalam. pandangan matanya seakan meminta penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh Dikta.


"apa kamu takut denganku? "


Alden menggeleng, seketika Dikta tersenyum dan mengecup bib*r Alden sekilas. dan kini tangannya mulai bergerilya kemanapun yang ia mau. sentuhan tipis-tipis membuat desiran tersendiri yang dirasakan oleh Alden.


"sshh" Alden mendesis sehingga membuat Dikta semakin terpancing. sentuhan tangannya semakin turun dan ketika sampai di bawah sana. seketika Alden menahan dengan tangannya.


"jangan disini Dikta! "


"jadi dilain tempat boleh? "


dengan malu-malu Alden mengangguk ucapan Dikta. senyum puas lolos begitu saja. dan tanpa aba-aba Dikta mengangkat tubuh Alden dan


byur


keduanya masuk ke dalam kolam renang. keduanya saling memberi apa yang mereka jaga untuk satu sama lain.


-


keluarga Guntara mendatangi rumah sakit dimana Lisa dirawat. kedua keluarga yang lama tidak bertemu kini kembali berjumpa. awalnya ketegangan masih terasa, namun Lesya segera membuat suasana mencair dengan kepintarannya.


"pa, ma. pi, mi Lesya dan Saga rencananya mau babymoon. apa kalian mau ikut? "


Sontak Saga melebarkan pandangannya. namun Lesya segera mengedipkan sebelah matanya mengisyaratkan Saga untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh Lesya.


"tidak sayang, papa dan mama harus segera kembali keluar negeri untuk mengurus bisnis kita disana sayang"


"iya Lesya, kamu juga liyat mami kan? mami lebih baik istirahat supaya lebih pulih"


"baiklah kalo kalian tidak ada yang mau ikut sebagai gantinya setelah mami di perbolehkan pulang oleh dokter, kita makan malam dirumah kami ya" ucap Lesya seraya menggandeng lengan Saga mesra.


setelah suasana mencair, kini dua keluarga yang sempat berseteru karena rumah tangga sang anak, kini kembali menghangat meskipun ada masalah tentang perusahaan Darmawan. karena tuan Darmawan pun memaklumi apa yang dilakukan oleh Dylan yang memberi pelajaran untuk perbuatan Saka.


membicarakan tentang Dylan, hari ini Dylan yang sudah melihat pemberitaan tentang Dita segera mendatangi Dita di rumahnya.


tok tok

__ADS_1


"iya cari siapa ya" tanya Dita sembari mengikat rambutnya asal namun terlihat seperti gadis-gadis Korea.


"kak Dylan? " sambungnya lagi.


"malam Dita, apa aku mengganggumu? "


"tentu saja tidak kak, masuklah" ketika melihat kedatangan Dylan, ada harapan tersendiri bagi Dita. ia mencari-cari apakah Yoo joon juga datang bersama dengan Dylan. namun harapannya hanyalah sebatas harapan, ternyata Dylan hanya datang sendiri tanpa Yoo joon.


Dylan sudah duduk dimana seharusnya dia duduk. namun ia mengerutkan dahinya ketika melihat Dita yang masih berdiri didepan pintu dengan pandangan mata keluar seperti mencari sesuatu.


"apa kamu sedang menunggu seseorang Dita?" selorohan Dylan berhasil membuat Dita kembali dengan kesadarannya dan mengukir senyum diwajahnya.


"kak Dylan mau minum apa? tah atau kopi? "


"apapun akan aku minum. oh ya Dita, dimana kenan? "


"Kenan sudah tidur kak, ya sudah aku harus kedalam dulu ya kak"


Dylan menganggu kisah ucapan Dita.


Sembari menunggu Dita membuatkannya minuman, Dylan melihat-lihat foto yang terpasang di atas lemari dan juga dinding. ada satu foto yang menyita perhatian Dylan, dimana didalam foto tersebut Kenan dan juga Dita tersenyum lepas bersama dengan Yoo joon di sebuah wahana permainan.


"kak Dylan" panggil Dita sembari meletakkan secangkir kopi dengan camilannya diatas meja.


"ah iya Dita, ada yang ingin aku tanyakan! "


"emm sebenernya apa hubunganmu dengan Yoo joon? "


tenggorokan Dita terasa tercekat, namun ia sudah tak bisa untuk menutupi perasaannya terhadap Yoo joon. terlebih Dita menganggap Dylan orang yang tepat untuknya menceritakannya. pasalnya Dylan adalah selain orang terdekatnya, Dylan juga orang terdekat Yoo joon.


"kami memang sudah sangat dekat kak"


Dylan masih setia menunggu kelanjutan dari cerita Dita.


"bahkan kak Yoo joon sempat menyatakan perasaannya padaku. tapi aku bilang aku akan menerimanya jika saja Kenan sudah sembuh kak. dan selama Kenan belum sembuh, kak Yoo joon berjanji akan menunggu dan selalu mendukung apapun yang aku lakukan."


'aku pikir keputusanku untuk mempersuntingmu sudah tepat, tapi ternyata kau adalah milik sahabat ku' Dylan tersenyum didalam hatinya sembari memikirkan niatannya yang belum sempat ia utarakan.


"Oh ya kak Dylan, apa sekarang kak Yoo joon sedang sibuk dengan pekerjaannya? "


"sepertinya begitu, ada apa kamu menanyakan itu Dita? "


"Akhir-akhir ini aku merasa.. kalau kak Yoo joon menghindar dariku kak Dylan."


"mungkin itu hanya perasaan mu. setauku Yoo joon jika sudah menginginkan sesuatu, dia akan terus berusaha hingga apa yang ia inginkan dia genggam. dan dia bukan tipe orang yang suka mengingkari janjinya."

__ADS_1


setelah mendengar ucapan Dylan, perasaan Dita mulai lega. dan karena hari sudah semakin larut, Dylan segera berpamitan dan meninggalkan rumah Dita.


keesokan paginya seperti biasa Andi dan Via berangkat bersama ke kantor. namun setibanya di kantor, mereka sudah ditunggu oleh Doni.


"selamat pagi pak Doni" Sapa Via


"pagi"


"apa kalian akan meninjau proyek lagi? " tanya Andi penuh selidik.


"ya, itu yang bu Lesya katakan kemarin. seharusnya tuan Arga langsung yang meninjaunya, tapi dia menugaskan saya yang harus pergi"


"oh jadi pak Arga tidak bisa meninjaunya?" ujar Via dan diangguki oleh Doni.


'aku memang sengaja meminta ini sama Arga'


_Flashback On


"kau datang sepagi ini Doni, tumben sekali" ucap Arga seraya memasuki mobilnya.


"aku memang selalu pagi Arga. kau saja yang terlalu sibuk dengan urusan Lesya sehingga tidak melihat keberadaanku"


Arga terkekeh mendengar ucapan Doni. "oh ya Don, hati ini aku akan meninjau proyek bersama dengan pegawai Lesya, apa kau sudah siapakan semuanya? "


"siapa yang kau maksud Arga? "


"gadis yang sempat kau kejar malam itu di apartement"


"begitukah? kalau begitu biar aku yang meninjaunya"


"emm.. " Arga terlihat memikirkan sesuatu, hingga akhirnya ia menyetujui usulan dari Doni. "baiklah"


_Flashback Off


"pak Doni, kenapa anda hanya diam disitu? "


"ah iya, kalo begitu mari kita berangkat sekarang nona Via"


"aku juga ikut, aku juga ditugaskan oleh bu Lesya"


keduanya menatap Andi heran. pasalnya Andi tidak pernah mengatakan akan ikut meninjau Proyek. dan saat ini ia langsung mengatakan sudah ditugaskan oleh Lesya.


'ah nanti biar aku cari alasannya. aku tidak tenang jika Via harus pergi dengan pak Doni seharian. bisa-bisa dia modusin Via, mana Via polos banget lagi anaknya'


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2