It'S Perfect

It'S Perfect
Ayah Biologis


__ADS_3

Liyora sempat menolak, namun karena ia ingin semuanya percaya, tanpa berpikir dua kali ia menyetujui untuk tes DNA. meskipun ia ragu, namun akhirnya ia harus mengikuti permainan yang telah ia buat.


"tapi gimana sama bayi gue, nanti kalo dia kenapa-napa gimana? emang kalian mau tanggung jawab!" Liyora masih mengulur waktu.


"udah ayo ikut aja, kalo lu bener-bener hamil lu gak perlu takut Ra"ucap Alden 'dengan begitukan gua bisa leluasa deketin Lesya'


sesampainya di rumah sakit, Liyora sudah ditunggu oleh Saga dan juga Lesya yang ditemani oleh Dikta dan Alden. Saga dan Liyora segera menjalani beberapa serangkaian proses untuk menjalani tes DNA.


"Dikta.." Saga memanggil Dikta yang kemudia ia mendekat. "lu tolong awasin dokter ataupun suster yang bertugas dan juga lab, nanti biar gak ada kecurangan" bisik Saga dan di angguki oleh Dikta yang kini segera pergi untuk menjalankan apa yang diminta oleh Saga.


"sayang ada apa?" Saga melihat kegusaran diwajah Lesya yang berusaha Lesya tutupi.


"tidak Saga, aku hanya sedikit letih"


"kalau kamu letih, kamu istirahat ya. aku gak mau mba Lesya kesayanganku sakit nantinya" ucapan Saga membuat Lesya sedikit rileks.


'aku tau kamu takut jika bayi itu darah dagingku kan Lesya! tapi aku bersumpah, aku bukan ayah dari bayi itu Lesya' Saga berusaha mengukir senyuman untuk membuat Lesya tenang.


selang beberapa saat, Dokter pun datang menghampiri Saga dan Lesya juga Liyora dan Alden yang masih menunggu.


"bagaimana dok, kapan kami bisa mengetahui hasil tesnya?" tanya Saga yang sudah tidak sabar.


"kalian bisa mengetahuinya besok, silahkan kalian datang lagi besok setelah hasil lab keluar."


akhirnya Saga Lesya dan semuanya harus pulang kecuali Dikta yang memang ditugaskan untuk mengawasi dokter dan juga lab.


"Saga, kenapa kamu hanya menyuruh Dikta? kenapa Alden tidak kamu suruh menemani Dikta?"


"aku gak yakin sama Alden sayang, kamu taukan, Alden sangat tidak bisa menahan diri jika ada gadis. aku gak mau dia kecolongan!"


keesokan harinya semuanya tengah berkumpul termasuk orang tua dari Saga dan juga Lesya. semuanya sudah tidak sabar untuk mengetahui hasilnya.


"Dokter, tolong segera beritahu kami hasilnya!" Saga sangat bersemangat untuk mengetahui hasil dari tes yang sudah ia yakini bahwa itu bukanlah anaknya.


senyum terus mengembang di wajah Saga yang saat itu yakin bahwa memang bukan dirinyalah ayah dari anak yang dikandug oleh Liyora. namun berbeda debgan Liyora yang pucat pasih akibat ketakutannya, akan kebohongannya yang akan segera terbongkar.


"baik bapak ibu, hasilnya sudah sayang lihat dan ternyata..." dokterpun sempat menghentikan ucapannya sembari memandang wajah harap-harap cemas yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"ternyata saudara Saga Darmawan memang ayah biologis dari calon bayi yang ada di kandungan nona Liyora.


plak


sebuah tamparan mendarat tepat dipipi Saga. matanya memerah sembari menatap seseorang yang tadi menamparnya.


"kamu benar-benar kurang ajar ya Saga! mami papi tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat seperti itu" nyonya Darmawan mendekat kearah Lesya yang terlihat lemas. ia memeluk tubuh ramping menantunya.


"sayang, maafkan mami. mami gagal mendidik suami kamu, sehingga dia berani berbuat perbuatan yang tidak terpuji seperti ini"


"Sayang, itu semua gak bener. aku berani sumpah bahwa bukan aku ayah dari anak Liyora sayang" Saga menggenggam erat tangan dari Lesya.


namun Lesya hanya diam tanpa membalas ucapan dari Saga, dan hal itu semakin membuat Saga frustasi. Saga kesana kemari meyakinkan keluarganya bahwa bukan dirinyalah yang menghamili Liyora.


"kamu benar-benar brengs*k ya Saga. bayi ini bayi kamu, jelas-jelas hasil tes sudah mebuktikan bahwa kamu ayahnya! tapi kamu, kamu masih menolaknya? aku benar-benar kecewa Saga!" Liyora berlari dan pergi meninggalkan Saga dan yang lainnya.


Namun Saga tidak memperdulikan kepergian Liyora, ia justru masih terus berusaha meyakinkan keluarganya terkhusuknya istrinya yang tentu saja merasa hancur.


"ayo kita pulang Lesya!" Guntara merengkuh lutrinya yang tengah hancur mengetahui suaminya menkhianatinya. "dan kamu Saga, tepati janji kamu. kamu harus jauhi anakku, dan jangan temui dia lagi."


"kamu mengecewakan mama Saga, dan kamu juga melukai anak mama!" sahut nyonya Guntara yang mengikuti langkah kaki Guntara dan juga Lesya.


"papi mami, Sagaa gak bohong!"


"diam Saga, jangan katakan apa-apa lagi" hardik Darmawan memperingatkan anaknya.


orangtuanya pun segera pergi, dan kini tersisa Saka dan Ella yang masih berada didekat Saga.


"akhirnya kamu sadarkan Saga, Lesya itu emang gak cocok sama kamu. makanya kamu cari perempuan lain" celetukan Ella membuat Saga menghunus tatapan tajam kearahnya, dan seketika nyalinya pun menciut mendapati Saga yang terlibat sangat marah.


"sudahlah Ella, lebih baik kita pulang. dan untuk kamu Saga, jangan bermain api jika kamu tidak ingin terbakar." ucap Saka dan berlalu pergi dengan Ella meninggalkan Saga dengan kedua sahabatnya.


Saga menatap kedua sahabatnya yang bahkan tidak mengucapka apapun dan hanya berusaha menenangkan Saga.


💜💜


Liyora duduk disebuah kafe ditemani oleh Friska. ia menatap Friska penuh tanda tanya. "eh kanapa lo liyatin gue kaya gitu, ada yang aneh sama gue?" tanya Friska.

__ADS_1


"gue heran, kenapa hasilnya bisa seperti itu? lo taukan Fris, gue gak hamil!" ucap Liyora.


"ya gue taulah Ra, orang gue tang hamil!"


"lalu bagaimana bisa hasilnya seperti itu? gue kira saat Dokter akan mengambil sample dari bayi gue,dia akan mengatakan bahwa gue gak hamil. tapi ini, kenapa bisa?"


"padahal lo ingetkan Fris? kemarin kuta mau nuker tu samplenya, tapi kita gak berhasil! la terus ini kenapa bisa gitu?"


"kalian tidak perlu pusing karna akulah yang membantumu!" selorohan dari seseorang yang datang membuat Liyora dan Friska bangkit dari duduknya.


Friska dan Liyora saling menatap heran, pasalnya mereka tidak menyangka seseorang itu akan membantunya untuk menjebak seorang lelaki yang sudah bersistri.


"cubit gue Friska.."


tanpa menunggu lama Friska pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Liyora. "aw sakut Friska.." Liyora menggosok tangannya yang terasa sakit.


"ya sorry Ra, abismya lo kan yang nyuruh gue!"


"tapi beneran dia bantuin kita Ra?" Liyora mengangguki ucapan dari Friska.


"kalian tidak perlu heran, aku melakukan ini karna aku memang menginginkanya!"


sebuah kejutan besar bagi Liyora dan juga Friska. dan hal itu membuat Friska berulang kali menanyakan hal itu.


.


.bersambung


terus pantengin kelanjutannya ya teman-teman readers. mampir juga di karya author yang lain.


jangan lupa kasih dukungan kalian dan tinggalkan jejak kalian biar author tambah semangat updatenya virtual hug buat kalian 🤗🤗


.Like


.Coment


.Favorite

__ADS_1


__ADS_2