It'S Perfect

It'S Perfect
Canggung


__ADS_3

Andi dan Arga terlihat panik menunggu Via di dalam yang tengah menemani Rea di periksa oleh dokter.


dan setelah beberapa saat Via tengah keluar dengan menggendong putrinya yang harus di pindahkan ke ruang rawat.


"bagaimana dengan Rea, Via?" Andi begitu cemas ketika melihat Rea harus di rawat.


"dia demam Andi, dan dokter menyarankan untuk di rawat. andai saja kita telat, hal itu tidak akan baik untuk Rea, Andi"


Via begitu emosional hingga menitikkan air matanya. ia begitu merasa bersalah ketika putrinya sakit, dan ia tidak mengetahuinya dari awal.


"ini semua salah gue Andi, gue nggak bakal bisa maafin diri gue sendiri kalo sampek terjadi apa-apa sama Rea"


"harusnya kamu lebih memperhatikan Rea dari pada pekerjaan kamu Via. kau benar-benar keterlaluan" ucapan Arga membuat Via semakin merasa bersalah.


"harusnya kau tidak membiarkannya berkembang sejak dalam kandungan kalau kau tidak merawat dan menyayanginya sepenuh hati" sambungnya lagi.


"Hentikan ucapanmu Tuan Arga!" bentak Andi yang merasa semakin geram ketika Arga mengatakan hal seperti itu terhadap Via hingga Arga menjadi naik pitam.


"beraninya kau berbicara seperti itu denganku Andi? "


"kau pikir kau siapa beraninya mengatakan hal buruk kepada Via. kau jauh lebih buruk segalanya karena kau sendiri tidak mau merawat dan mengakui putrimu sendiri."

__ADS_1


Hati Arga mencelos ketika mendengar ucapan Andi. apa yang di ucapkan oleh Andi memang benar apa adanya.


"hentikan, jika kalian mau ribut disini lebih baik kalian pergi. dan untukmu tuan Arga, jangan bersikap keterlaluan atau aku akan melupakan siapa dirimu" tukas Via.


Keduanya seketika terdiam dan terus menatap ke arah Via yang saat itu membelai Rea yang masih terlelap. Via yang melihat anaknya yang masih sangat kecil mengalami sakit seperti itu membuatnya tanpa sadar menitikkan air matanya.


Seolah merasa bahwa ia masih suaminya, Andi mengusap lembut air mata Via yang mulai mengalir. Via yang menyadari hal itupun segera menepis tangan Andi.


"jaga sikap lo Andi, gue bukan lagi istri lo yang bebas lo sentuh"


"apa yang lo bilang Via. lo tau gue ngambil keputusan soal perceraian kita itu karna mama Via"


"gue inget banget! selain karna mama, kita juga gak saling cinta dan lo udah tunangan sama Rizza"


tangannya ingin membelai Rea, namun Via mencekal pergelangan tangan Arga.keduanya saling menatap.


"jangan mengganggu anakku tidur, dan lebih baik kalian berdua pergi dari sini"


"apa maksudmu, aku adalah ayah biologis Rea. jadi jangan pernah melarangku untuk menyayangi anakku Via"


"ck" Via berdecak dan terkekeh. hal itu membuat Arga mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Kenapa tuan Arga, kenapa kau mengakui Rea sebagai anakmu? bukankah Rea anak dari beberapa laki-laki yang sudah menikmati tubuhku? "


"Via" Andi bangkit dan menatap Via sembari menggelengkan kepalanya. "jangan ngomong kayak gitu Vi, lo perempuan baik-baik" sambungnya lagi.


"gue bukan orang baik, buktinya lo aja nggak bisa bertahan sama gue"


Seketika suasana semakin canggung dan ketiganya hanya terdiam satu sama lain.


Sementara itu bukan canggung melainkan tegang yang dirasakan oleh Saga ketika mendengar istrinya menyebut nama laki-laki lain ketika bersama dengan dirinya.


namun saat itu Saga mencoba menenangkan dirinya, ia hanya mencoba untuk berpikir positif.


"mending gue mandi, daripada gue berpikir yang nggak-nggak" Saga memilih untuk langsung pergi ke kamar mandi dan segera mandi air dingin.


Saga sengaja menggunakan air dingin untuk membuat pikirannya lebih tenang. sudah beberapa menit ia berendam, akhirnya Saga segera kembali dan tidur di sebelah Lesya yang masih terlelap.


Saga menyibak helai rambut yang menutupi sebagian wajah Lesya. ia mengusap dengan lembut dan sesekali ucapan Lesya yang menyebut nama Yoo joon terus terngiang di kepalanya. namun Saga terus mencoba berpikir positif.


"aku tau kamu tidak seperti itu Lesya, kamu adalah perempuan terbaik yang aku kenal. dan kamu adalah istri terbaikku."


Lesya yang tidak benar-benar tidur diam-diam menitikkan air matanya. "maaf Saga, aku harus menggunakan Joonie agar kita semua baik-baik saja Saga, terlebih Elgara harus aku lindungi Saga."

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2