
Setelah pulang dari restoran, Yoo joon membaringkan tubuhnya diatas sofa. ia memejamkan matanya yang terasa berat. "sepertinya aku butuh istirahat!" Yoo joon baru saja memejamkan matanya dan mulai memasuki alam mimpi, namun ia segera bangkit dengan kedua amta yang terbuka lebar.
"Gadis itu, kenapa dia masuk kedalam mimpiku?" Yoo joon menenggak segelas air yang ada diatas nakas.
"tapi gadis itu sangat kiyowo bukan?" Yoo joon tersenyum simpul ketika mengingat tentang gadis yang ada didalam mimpinya.
_Flashback On
"aku akan ke toilet lebih dulu sebelum pulang" ujar Yoo joon meninggalkan mejanya dan bergegas ke toilet pria yang berada disebelah toilet wanita.
namun ketika ia melintas didepan toilet wanita, ia mendengar seorang gadis yang berbicara karena kekagumannya terhadap dirinya. dan setelah perwmpuan itu keluar, ia melihat bahwa suara itu berasal dari seorang gadis witers yang sempat mengobati tangannya yang terkena pecahan gelas.
Yoo joon lalu keluar dari restoran, tetapi ia tidak langsung pergi dari area parkir restoran tersebut. hingga akhirnya lampu restoran yang padam, dan ia melihat seorang gadis yang menuju area parkir khusus karyawan. gadis tersebut adalah Dita, ia membawa sepeda motor matic yang ia gunakan setiap hari untuk pergi kesekolah dan juga bekerja.
Yoo joon sengaha mengikuti Dita dengan mematikan lampu mobilnya. hingga suatu ketika Dita berhenti didepan pekarangan rumah yang tidak terlalu besar, namun rumah itu terlihat sangat indah dan rajin. saat itu ketika ia membuka pintu rumahnya, seorang anak kecil laki-laki menyambutnya dan memeluknya dengan erat.
"hei super hero, kenapa kamu belum tidur hemm?"
"aku nungguin kamulah cantik, kenapa kamu pulang terlambat? apa kamu melupakan pahlawanmu ini hemm?"
"ouh maaf super hero ku, aku sangat tidak bisa melupakanmu bahkan sedetikpun. tapi aku harus bekerja, jadi aku harus pulang terlambat." balas Dita sembari mengacak pelan rambut adiknya.
"tapi ada sedikit masalah!" ucap adik Dita dengan sendu sembari menatap lekat Dita. dan tiba-tiba adiknya meletakkan telapak tangan Dita di dadanya. "terkadang ini bekerja lebih keras, dan aku sangat tidak suka jika aku harus mengkhawatirkanmu yang pulang terlambat" sambungnya.
"maafkan aku ya super hero.. lain kali aku akan mengabarimu lebih dulu, agar kamu tidak merindukanku!" ucap Dita dengan senyum lembutnya.
itulah yang biasa dilakukan Dita dan adiknya, mengucapkan hal-hal seperti itu, seolah-olah adiknya adalah seorang pria dewasa.
_Flashback Off
__ADS_1
Yoo joon kembali merebahkan dirimya sembari menatap langit-langit kamarnya. ia masih tersenyum mengingat perbincangan Dita dengan adiknya.
sementara itu, saat ini Arga terduduk di sebuah sofa yang ada dikamarnya. pikirannya terganggu ketika mengingat Saga yang saat itu mencium kening Lesya dan mengangkatnya kedalam rumah.
"aku gak habis pikir, kenapa Lesya tidak marah. harusnya dia bertengkar dengan bocah itu kan? tapi ini, Lesya justru menunggunya sampai terlelap. jika seperti ini akan susah buat misahin mereka" Arga mengepalkan tangannya.
ia kemudian memeriksa ponselnya, ia melihat kabar mengenai Saga yang dekat dengan selebgram cantik yang kini tengah menjadi buah bibir.
bahkan saat ini keluarga Darmawan pun sudah tau mengenai kabar kedekatan yang tersebar dijejaring sosial.
"Saga benar-benar keterlaluan. bisa-bisanya dia berbuat seperti ini!" ucap tuan Darmawan.
"memang ada apa pi, kenapa papi menyalahkan Saga?" sahut nyonya Darmawan.
"lihat ini mi!" tuan Darmawan menunjukkan gambar ketika Saga bergandengan dan menatap lekat Elsa.
"mami, mami seharusnya ingat,Liyora dulu sudah menipu kita kan? tidak mustahil kalai waktu itu mami juga ditipu olehnya!" ucap tuan Darmawan.
"apa yang papi bilang emang bener pi, apa lebih baik mami nyabut semua tantangan mami ke mereka?"
"syukurlah, akhirnya mami yang papi kenal sudah kembali."
"iya pi, mami juga gak mau kehilangan menantu mami yang sangat mami sayang pi. tapi.." nyonya Darmawan menghentikan ucapannya sejenak. "tapi apa Lesya mau tinggal serumah lagi sama kita setelah sikap mami selama ini?"
"Lesya adalah anak yang bijak mi, lebih baik mami segera meminta maaf dan membujuknya untuk kemvali kerumah ini bersama Saga. dengan begitu kita akan kembali seperti dulu kan mi?"
"iya pi" nyonya Darmawan mengembangkan senyum di wajahnya.
"ini gak bisa dibiarin, aku harus membuat mami tidak memanggil mereka kembali kerumah ini!" ternyata tanpa mereka tau, saat itu Saka mendemgar semuanya dari ruang tamu, sementara ketika iti orangtuanya berbincang di ruang tengah.
__ADS_1
"aku harus membuat mami sementara ini tidak menyukai Lesya. tapi setelah mereka pisah, dan Lesya jadi istriku, aku akan meluruskan kesalahpahaman dan membuat mami menyukai Lesya kembali." gumam Saka. setelah itu Saka segera bergabung dengan kedua orang tuanya.
"sayang, dimana Ella? apa dia tidak ikut kesini?" tanya nyonya Darmawan.
"Ella tidak bisa ikut mi, dia sudah tidur karena ini sudah latu." balas Saka. "dan kenapa kalian belum tidur?" sambungnya.
"kami belum bisa tidur karena memikirkan perbuatan adikmu Saka!" ucap nyinya Darmawan.
"apa maksud mami?" Saka mengerutkan dahinya menatap penuh selidik.
"adikmu membuat skandal dengan seorang gadis Saka!"sahut tuan Darmawan.
"aku justru kesini juga ingin membahas tentang itu pi, mi."
"maksud kamu apa Saka?" tanya nyonya Darmawan.
"aku tau kenapa Saga bersikap seperti itu, aku yakin Saga hanya mecari seseorang yang mau menemaninya mi!" Saka menatap ibunya dalam. "asal mami tau, Lesya saat ini bekerja dan emmbantu perusahaan saingan kita mi. dan saat ini perusahaan kita terancam mi!"
"tapi bagaimana bisa Lesya melakukan itu sayang?" nyonya Darmawan kembali memastikannya dengan Saka.
"mungkin saja dia masih tidak terima karna mami udah bikin dia tidak memiliki apapun. dan aku yakin Lesya mau keluarga kita merasakan apa yang dia rasakan karena kita tidak mempunyai apa-apa mi"
"kalau begitu mami tidak jadi untuk menyuruh mereka kembali"tukas nyonya Darmawan dan melenggang pergi dari ruang tengah.
saat ini Saka merasakan kesenangan karena berhasil membuat ibunya mengurungkan niat untuk membuat Saga dan Lesya kembali. Saka memang tidak pernah berubah, ia akan membuat apa keinginannya terwujud. begitupun dengan keinginannya merebut istri dari adiknya.
Saka manarik salah satu sudut bibirnya. ia merasa kali ini dia akan berhasil memisahkan Lesya dan Saga. ditambah dengan berita tentang Saga, ia tidak akan membuang kesempatan itu. ia akan memghasut Lesya untuk tidak percaya kepada Saga dan meminta pisah.
namun ia juga lupa, tidak ada kejahatan yanh sempurna. saat ini Dikta mencari bukti tentang Saka yang ingin menghancurkan rumah tangga Saga dan Lesya. Dikta juga mecari kebenaran tentang Friska yang ia duga tidak mengakhiri hidupnya sendiri.
__ADS_1