It'S Perfect

It'S Perfect
Jangan Panggil Aku Sayang


__ADS_3

"Alden.." Dikta terlihat cemas melihat Alden dalam keadaan pingsan.


"ada apa sama Alden, kenapa dia bisa seperti ini?" Dikta menatap beberapa pegawainya yang sempat membawa Alden keruangan milik Alden.


"kalian bisa perg, aku yang akan jelaskan" sahut Dita yang kini berdiri disebelah ranjang Alden. "tadi waktu gue nyiapin tempat duduk, gue lihat Alden turun dari atas dengan tergesa-gesa. Dan Alden terjatuh gara-gara terpeleset daei tangga Dikta.."


Dita menceritakan semua yang ia lihat saat itu.


'kenapa, kenapa Alden keluar dengan tergesa-gesa?' itulah yang mebjadi pertanyaan dibenak Dikta. "emm ya sudah Dit, lo bisa balik ke kerjaan lo lagi"


"siap boss" Dita pun segera beranjak meninggalkan ruangan Alden.


Selang beberapa saat Alden pun terbangun dari pingsannya. Pandangannya beredar menilik setiap sudut ruangan. Ia bernafas lega karena berada didalam ruangannya.


"akhirnya lu udah sadar Al" ujar Dikta smmbari membawa sebuah nampan yang berisi satu mangkuk bubur dan air putih.


Dikta lalu meletakkan nampan di atas nakas dan ia duduk ditepian ranjang dekat dengan Alden.


"jangan deket-dekat Ta, munduran gua bilang!" tukas Alden.


"lu kenapa si Al, gua cuman bawain lu bubur. Tapi kenapa lu malah ngusir gua?" bukannya menjawab pertanyaan Dikta, Alden justru diam dan perlahan menarik selimut untuk menutupi dirinya. menyadari apa yang saat ini Alden lakukan membuat Dikta tersadar bahwa sikap aneh Alden adalah akibat daru perbuatannya ketika didalam chilled room.


"astaga Alden, apa lu kaya gini gegara semalem gua-" sekelebat bayangan saat ia memeluk Alden sontak menguasai pikirannya. Ia lalu terkekeh "lu jangan salah paham Al, gua semalem gak ngapa-ngapain lu kok" jelas Dikta untuk meyakinkan Alden.


"kalo lu gak ngapa-ngapain gua, kenapa lu lepas baju gua dan meluk gua. Habis itu gua pingsan dan gua gak inget Lagi" Alden mencecar Dikta dengan pertanyaan yang sempat ada didalam dibenaknya.


"Alden, gua lakuin itu karna gua perduli sama lu. Dan itu satu-satunya cara biar kita gak mati karna kedinginan Al. Lu pahamkam apa yang gua omongin"


perlahan Alden melepas selimut yang menutupi dirinya. Matanya melihat kesembarang arah sembari mencerna apa yang dikatakan oleh Dikta.

__ADS_1


'lu bener Ta, mana mungkin lu lakuin sesuatu sama gua. Jelas-jelas gua ini sesuatu yang mustahil buat lu. Dan.lu gak bakalan punya perasaan yang sama dengan gua. Goblok banget si gua!'


Dikta terus menatap Alden.yang kini hanya terdiam dengan memimirkan sesuatu. 'kenapa Alden diem ya? Apa dia curiga kalo gua sebenernya punya perasaan sama dia? Jangan sampek dia tau, bisa-bisa dia jauhin gua. Dan gua gak bisa lu jauhin gua Al. Gua tau perasaan gua ini salah, tapi semakin gua berusaha kubur perasaat ini, justru semakin pengen gua milikin lu Al!'


Kini keduanya saling diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Keduanya memiliki perasaan yang sama, namun tidak ada satupun yang berani menyatakannya. Kita tau dinegara kita perasaan sesama jenis masih menjadi hal yang tabu. Tetapi kita juga tidak tau kapan cinta itu akan tumbuh dihati kita sekalipun dengan orang yang tidak seharusnya.


_


Arga segera masuk kedalam air untuk menyelamatkan Sharena yang terjatuh kedalam air. Awalnya Sharena ingin mendorong Lesya, namun Saga yang sigap segera menarik Lesya setelah melihat pergerakan Sharena.


Seketika keadaan menjadi riuh. Setelah beberapa saat Arga berhasil membawa Sharena keluar dari dalam air dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Lesya kamu gak pa-pa sayang?" Saga terlihat sangat cemas dengan mengusap lembut wajah Lesya.


"aku gak pa-pa Saga, tapi itu sepupunya pak Arga pingsan." Lesya segera berjalan turun dan diikuti oleh Saga beserta orang-orang yag ada di atas.


Sesampai dibawah, Lesya melihat Arga begitu mencemaskan Sharena. Berulang kali Arga berusaga membuat Sharena sadar, namun saat itu Sharena tak kunjung membuka matanya. Arga terus memberikan pertolongan pertama yaitu CVR untuk seseorang yang baru tenggelam. Hingga beberapa kali akhirnya Sharena sadar.


"apa tidak sebaiknya kita bawa kerumah sakit pak Arga!" ucap Doni.


"nggak, aku nggak mau dibawa ke rumah sakit. Aku cuman butuh baju ganti." balas Sharena


"ini handuk untuk kalian" Dylan saat ini menyodorkan dua handuk untuk Sharena dan juga Arga. Hubungannya dengan Arga memang masih sangat baik, pasalnya Lesya tidak pernah mengatakan apapun tentang Arga dan juga Sharena yang ternyata adik dan sepupu dari Arvin. Lesya memang tidak ingin mempengaruhi bisnis Dylan dan Yoo joon jika ia mengatakan tentang Arga yang sebenarnya.


Mungkin saat ini Dylan tidak akan sebaik ini jika mengetahui apa yang pernah Sharena lakukan kepada Lesya ketika ia masih bekerja di Arles company.


"Lesya, kenapa diem? Kamu baik-baik aja kan sayang"


"Saga berhenti, jangan panggil aku sayang"

__ADS_1


"oke mba istri, aku gak akam panggil kamu sayang didepan banyak orang. Aku tau kamu pasti malu ya, ayo mba isyri jujur deh" Saga tidak bosan-bosannya terus menggoda Lesya.


"Saga!"


"jangan dekat-dekat dengan Lesya Saga! Lebih baik kamu cari temlat lain yang tidak terlihat oleh kami."ucap Dylan yang segera meraih tangan Lesya.


"Aku berhak karna Lesya adalah istriku, dan kau tidak bisa melarangku dekat dengan istriku sendiri Dylan"


"udah-udah jangan ribut disini, disini banyak rekan kerja kita. Jangan sampai mereka menganggap kita tidak punya sopan santun!" Lesya menengahi Dylan dan juga Saga yang sedang beradu mulut.


"benar apa yang dikatakan Lesya, Dylan. Dan untuk kamu Saga, lebih baik kamu juga jangan memancing permasalahan disini."


"aku tidak memancing permasalahan Yoo joon. Aku hanya berusaha melinsungi istriku dari cewek badas kayak dia" ucap Saga dengan melihat kearag Sharena yang tengah diantarkan oleh Arga ke ruang ganti.


"apa malsudmu mengatakan nona Sharena badas Saga?"


"apabkalian berdua tidak tau, perempuan itu sengaja ingin mendorong istriku. Tapi karna aku menarik Lesya lebih dulu, makanya dia tidak bisa mengerem langkah kakinya dan terjatuh sendiri"


seketika Dylan dan juga Yoo joon terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Saga. Mungkin hal itu sangat mengejutkan bagi Dylan dan juga Yoo joon, namun tidak bagi Lesya. Karna Lesya sudah tau jika Sharena memang tidak menyukainya.


"kamu tidak perlu menjelekkan orang lain Saga!" tukas Dylan.


"untuk apa aku menjelekkan perempuan itu, gak ada untungnya buat aku. Kalau kalian gak bisa lihat niat buruk orang, gimana kalian bisa buat lindungin Lesya hmm?"


'apa yang dikatakan Saga memang benar, untungnya apa buat dia menjelekkan Sharena. Sepertinya aku harus mengawasi perempuam itu'


sementara itu Sharena yang menyadari diperhatikan oleh Dylan. Ia terus tersenyum dan sesekali membenarkan rambutnya. 'aku yakin Dylan tertarik denganku. Buktinya dari tadi dia teris merhatiin aku!' itulah yang ada dibenak Sharena saat ini.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2