Kisah Cinta Anak Sultan

Kisah Cinta Anak Sultan
145. Syok


__ADS_3

Kecanggihan elektronik dan media online mempermudah orang jaman sekarang dalam berbagai hal terutama informasi baik itu benar atau salah.


Hanya beberapa detik setelah anak buah Tama, pemilik fake akun dan tukang hacker profesional memencet tombol send, foto Jingga dan Adip yang diikat di pohon pinang di tengah keramaian langsung tersebar di dunia maya, utamanya lingkungan kampus. 


“What? What is this?” pekik Faya di sebuah kafe menyekrol layar ponselnya. Matanya terbelalak melihat Jingga berpakaian ala kadarnya hampir telanjang diikan di pohon pinang.  


“Kamu dapat juga?” tanya Amora. 


“Oh my god Jingga! Hooh” pekik Joana membaca timeline berita itu. 


Skandal Putri keluarga Gunawijaya.


Diektahui Putri keluarga Gunawijaya, mahasiswa fakultas kedokteran, terlibat skandal dan melanggar hukum adat bersama seorang veteriner kontrak di pulau P, bla bla bla. 


“Oh my God!” pekik yang lain ikut syok membaca timeline Jingga. 


Semua kemudian meletakan ponselnya, bernafas panjang sejenak, saling pandang dan tidak menyangka. 


“Cowoknya cakep sih! Lebih cakep dari Tama,” celetuk Joana malah melakukan zoom ke wajah dan Adip yang tampak macho dan manly. 


“Kalau nggak cakep Jingga nggak bakalan mau kali!” timpal Faya, ikut memperhatikan.


“Muna banget ya Jingga? Di depan kita aja dia sok polos kek suci banget, diam- diam! Ternyatah! Dia ikut acara itu karena cowok ini?” tutur Amora malah mengatai sahabatnya sendiri dan percaya berita itu.


“Kan udah dibilang, semua orang mah sama, ya udah kita brengsek ma brengsek aja, nyatanya si Jingga yang polos gitu gitu juga, bikin malu lagi, ya kan? Malah lebih munafik dari kita!” sahut Faya semakin menjelekan Jingga.


“Kok bisa ya?” celetuk Joana polos 


“Bisa lah, semua orang seneng ngeewee kali..., apalagi ketemu cowok ganteng gitu, makanya jangan percaya sama tampang polos orang! Temen kita sendiri kan gitu?” jawab Amora masih mengatai Jingga. 


“Ishh.. kalian tuh, ingat Jingga itu temen kita!” jawab Joana. 

__ADS_1


“Ya emang temen kita, temen brengseknya kita, bedanya dia sok polos kalau kita terang- terangan! Hahaha,” jawab Faya lagi tertawa. Joana diam memanyunkan bibir. Jahat bangt ternyata teman- teman, padahal kan mereka suka minta traktir Jingga.


“Apa kabar Kak Tama ya?” celetuk Amora malah kepikiran Tama dan mengambil ponselnya. 


Diam- diam, Amora menaruh hati dengan Tama dan mau menusuk Jingga dari belakang. 


“Udah sih, nggak usah bahas Jingga, film kita mau mulai, yuk cabut yuk!” ajak Faya ke Joana dan Amora.


Mereka pun cabut ke bioskop, menonton film terbaru yang mereka tunggu. 


Selama di bioskop, tanpa Faya dan Joana tahu, bukanya menoonton film, Amora justru chattingan dengan Tama.


Awalnya Amora pura- pura bersimpati dengan Tama, Tama pun bersandiwara tidak tahu. Sampai mereka mebuat janji ketemuan setelah selesai nonton bioskop meski sudah malam.


****


Tidak jauh berbeda dengan respon Faya, Joana dan Amora, mahasiswa dan khalayak umum yang tidak kenal Adip dan Jingga, melihat postinhan itu percaya. Semua mengutuk perbuatan Jingga dan Adip.


Tidak banyak mereka menyamakan Jingga dan Adip dengan pelaku asusila yang tak mengerti norma, seperti di film- film horor dan cerita para petualangan. 


Sementara mereka yang kenal Adip dan mengagumi saling bertanya dalam hati meragukan berita itu? 


“Ini beneran Bang Adip?” gumam teman- teman organisasi Adip. 


“Gunawijaya itu, konglongmerat yang suka kasih sponsor di acara olahraha itu bukan sih?” 


“Iya? Yang usahanya banyak banget!” 


“Pamornya kan baik, keluarganya juga alim lhoh. Kok bisa sih? Bang Adip juga? Yakin nih Bang Adip?"


"Namanya juga manusia? Lihat aja. Ceweknya cantik mulus gitu, anak orang kaya lagi!"

__ADS_1


"Tapi kan Bang Adip alim!"


"Ingat godaan laki- laki harta tahta wanita!"


"Waah Bang Adip nggak bisa tahan iman, sebenarnya mereka cocok sih!” 


Semua orang pun berspekulasi sesuai dengan pikiranya sendiri- sendiri.


Dalam sekejap pamor, nama baik dan wibawa, Adip Gunawijaya dan Jingga terpatahkan.


Padahal selama puluhan tahun, Gunawijaya terkenal keluarga dan perusahaan raksasa yang suka menyumbang. Baik beasiswa anak sekolah, event- event lomba olah raga.


Perusahaan Gunawijaya juga bergerak di banyak bidang dan tidak sedikit yang mendapat penghargaan.


Foto itupun tidak lolos dari beranda media sosial, para karyawan Baba Ardi, keluarga dan kerabat Gunawijaya. Dokter Gery, Dokter Mira, Bunga, Om Farid tidak terkecuali keluarga Rendi, dan Ikun.


Semua pun syok dan tidak menyangka.


"Kita tanya dulu sama yang bersangkutan!" tutur Dokter Gery memecah keributan anak dan istrinya agar Oma Nurma tidak panik. Adip dan Jingga kan keduanya mereka kenal.


Sementara di keluarg Rendi, adik Rendi yang pernah bertemu Jingga sangat syok.


“Astaghfirullohal’adziim, Umii!” teriak Adik Rendi memanggil Umminya agar melihatnya.


*****


Hehehe maaf Upnya dikit.


Authornya mau kerja malam dulu soalnya.


Maaf juga kalau aku jahat ke Jingga dan Adip.

__ADS_1


Biar Jingga dewasa yaa.... Haha


Makasih yang udah baca, pokoknya sll kasih dukungan ya. Like koment dan vote. Makasih


__ADS_2