
"Selamat siang Dok!" sapa Adip sopan ke Dokter Gery.
"Selamat siang juga, Dokter Adip silahkan duduk!" ucap Gery mempersilahkan Adip duduk
Adip duduk dan melirik perempuan di sampingnya. Perempuan kecil yang terlihat seumuran Jingga tapi lebih kecil dua tahun!"
"Perkenalkan dia Bunga, anakku!" tutur Dokter Gery memperkenalkan anaknya yang cantik dan berhidung mancung seperti orang Arab. Istri Dokter Gery memang blesteran timur tengah.
"'Hai, perkenalkan, Adip!" sapa Adip ramah.
"Hai, Bunga!" jawab anak Doktee Gery.
Adip melirik ke kucing manis yang dipangku Bunga. Rupanya Bunga pecinta kucing.
"Aku kesni ingin kamu mengajari anakku merawat kucing. Ada kucing titipan dari saudara dia. Dia bingung cara rawatnya!" tutur Dokter Gery.
"Oh gitu, hehe ya Dok siap!" jawab Adip sigap.
Tapi sebenarnya itu di luar ekspektasi Adip. Adip kira ada pembahasan penting atau apa. Ternyat tentang kucing.
"Enteng!" batin Adip.
"Siap?" tanya Dokter Gery.
__ADS_1
"Siap Dok! Coba sini manis!" ucap Adip hendak mengambil kucig di pangkuan Bunga.
"Eist bukan itu!" tegur Dokter Gery.
"Terus?" tanya Adip.
"Ayo ke rumahku!" jawab Dokter Gery.
Adip melotot dan menelan ludahnya semakin tidak mengerti.
"Ke rumah Doktee Gery?" tanya Adip kaget.
"Ya ayo. Tapi maka dulu. Biar nanti motormu tinggal sini kamu ke rumahku naik mobil hareng kita. Pulangnua kami antar Dokted Adip. Ya!" tutur Doktee Gery memberitahu.
Adip menelan ludahnya membayangkan kucing yang bagaimana? Kan Adip mau segera pulang kampung. Adip ingin ke ilmunya bukan hanya untuk menguruai hewan peliharaan. Tapi lebih ke pegembangan dan perawatan hewan ternak di desa-desa agar bermanfaat. Adip juga ingin belajar tentang hewan hewan liar.
Tapi karena ada yang minta tolong Adip mau mau saja.
Dokter Gery memesankan makanan mewah. Adip jadi tersenyum menikmatinya. Adip makan lahap tanpa malu atau elegan. Bunga yang kedua orang tuanua kaya melihat Adip sedikit heran, tapi Bunga suka melihat Adip yang macho dan pecinta binatang.
Bunga sekarang baru lulus SMA dan hendak melamar kuliah. Meskipun kedua orang tua Bunga dokter spesialis, Bunga malah ingin ambil jurusan Holticultura, sangat jauh memang. Tapi Dokter Gery dan Dokter Mira istrinya membebaskan dan tidak mengekangnya.
Setelah selesai makan, Dokter Gery mengajak Adip menuju ke rumahnya. Mobil Alphard terparkir di depan pintu kafe dengan sopir yang siap membukakan pintu.
__ADS_1
Bunga masuk pertama dan duduk di belakang. Dokter Gery masuk selanjutnya dan duduk di samping Adip. Adip jadi merasa tidak nyaman duduk di samping Pak Menteri.
Sopir menjalankan mobilnya. Adip pasrah saja entah dimana rumah Pak Menteri. Mimpi apa Adip naik mobil mewah dan dijemput Pak Menteri untuk datang ke rumahnya.
Setelah beberapa menit mobil mereka samlao ke sebuah rumah megah. Mereka kemudian turun di depan pintu rumah itu.
Satu hal yang menarik perhatian Adip. Di taman teras terlihat sepasang sejoli yang sudah beruban dan memakai tongkat tampaky merawat anggrek dengan telaten.
"Romantis sekali kakek dan nenek itu!" batin Adip.
"Mari Dokter Adip, ikut saya!" ajak Dokter Gery membuyarkan konsentrasi Adip yang sedang menatap kedua orang tua Dokter Gery.
"Ya Dok!" jawab Adip.
Mereka kemudian berjalan melewati taman rumah Dokter Gery sehingga melewati kakaek nenek itu. Karena Adip kagum dengan keromantisan kakek nenek itu yang kompak merawat Anggrek, Adip menyapanya.
"Siang Kek, Nek!"
****
Maaf pendek..
Insya Alloh besok pagi atau nanti aku edit dan tambahin.
__ADS_1