Kisah Cinta Anak Sultan

Kisah Cinta Anak Sultan
Itu Baru Istri Bang Adip


__ADS_3

Jingga duduk termenung di sudut kamarnya. Sesaat dia perhatikan seisi kamar. Sepi, hening, seperti sebelumnya.


Jingga kemudian memencet layar ponselnya berharap suaminya mengabari sudah mendarat di kampung eyangnya. Meski baru beberapa menit berpisah rasanya Jingga tak sabar ingin kembali mendengar suara teduh yang selalu membuatnya menjadi ratu.


Namun ponselnua tetap sepi. Peswat dari Ibukpta ke kampung Eyang Adip kan sekitar 1- 2 jam.


Jingga pun melempar ponselnya dengan menatap lesu.


Dia pun teringat kata Nila, Jingga mencoba meresapinya meski hatinya tetap menolak dan tak seirama.


"Nila hanya ingin bahagiakan Baba, Kak. Baba kan ingin tunaikan janji sama Pak Dhe Farid. Alloh kan Maha membolak balikan hati manusia,"


Kata itu yang cukup menyentil hati Jingga, tak pernah Jingga pikirkan sebelumnya, Jingga tak pernah ada keinginan menyenangkan hati Babanya. Yang ada Jingga berharap Baba mengerti mau Jingga.


Tapi semua yang Jingga temui sekarang, melijat bagaimana perlakuan Baba ke Adip setelah kenal Adip. Bahkan tanpa Jingga kira, tabungan Baba yang tadinya akan dialokasikan untuk menanam saham di luar negeri dan beli klun sepak bola, justru Baba alihkan untuk bangun pulau P.


Belum lagi Jingga juga menyadari, Jingga salah jalan salah saat Jingga menyepelekan nasihat Baba dan Buna menganggap Tama baik ternyata mengerikan.


Jingga sendiri mengakui Adip yang menjengkelkan satu- satunya orang yang dulu memperlakukanya tidak menjadi Putri Gunawijaya, mengerjainya merasa kesal dan terasa tersisihkan, terus merendahkan Jinhga dan menyadarkan Jingga untuk tidak.payah dan manja. Kini Adip jadi suaminya.


"Dewasa sekali pikiranmu, Dhek, kenapa Kakak tidak berfikir demikian?" batin Jingga merebahkan tubuhnya.


"Ya... kakak yakin niat tulusmu demi Baba akan sadarkan Pak Rendi. Kenapa Kaka takut kamu sakit kalau hati adik Kaka sekuat itu, Pokoknya kalau sampai Rendi menyakitimu Kakak akan buat perhitungan. Kakak akan sadarkan dia jugaa" batin Jingga.

__ADS_1


Adip kemudian ingat Adip. Saat kita sudah berusaha sekuat tenaga melakukan sesuatu tapi tak bisa sesuai mau kita. Serahkan sama Alloh, Alloh yang akan bantu dan selamatkan semuanya.


"Semoga Alloh jaga hati kamu Dhek!" batin Jingga lagi.


"Belajar rajin, harus lulus tepat waktu!"


Ucapan Adip pun terngiang di telinga Jingga.


Jingga kemudian bangun, dia ingat ada tugas kuliah di hari esok. Jingga segera mengambil laptopnya.


Ya tugas Jingga di Ibukota adalah menyelesaikan tugas agar dia cepat susul Adip..


Jingga sampai membiarkan ponselnya tergeletak di atas bed. Dan fokuse mengerjakan tugas. Sampai pada saat Adip menelpon Jingga malah Jingga mengacuhkanya.


Sampai pintu kamar Jingga diketok.


"Lagi apa Nak?" tanya Buna.


"Ngerjain tugas Bun!"


"Oh Buna, ganggu ya?" tanya Buna


"Nggak kok, udah selesai.Gimana?"

__ADS_1


"Anter Nila belanja sana. Setelah akad kan Nila masuk pesantren tinggal di rumah Umminya Rendi, Buna perutnya udah gede udah cepet capek!" tutur Buna ingin Jingga dampingi Nila.


Setelah Baba pulang dari pulau P, Nila akan lanhsunh diijabkan secara agama agar Nila nanti langsung tinggal di rumah Ummi Rendi. Nila dan dan Rendi juga akan LDR 3 tahun.


"Iya Bun bentar Jingga kirim email.tugas Jingga dulu ma siap- siap!" jawab Jingga tersenyum


"Oke...Buna tunggu ya!"


"Ya Bun!" jawab Jingga.


Dalam.waktu 1 jam Jingga sudah menyelesaikan tugasnya dan sekrang tinggal setor via email. Setelah terkirim Jingga mandi dan mendampingi Nila mempersiapkan pernikahanya.


Sambil berjalan Jingga melebarkan senyum sumringahnya. Untuk pertama kalinya Jingg yang diposesifin Adip.


Adiip sudah 10 kalo miscall dan mengirim.banyak pesan kangen juga beberapa foto di makam. Tapi tak kunjung Jingga baca karena ponsel.Jinhha mode silent.


"Maaf Bang.. Jingga abis ngerjain tugas terus disuruh Buna temani Nila belanja,"jawab Jingga kirim screenshooyan tugas dan foto bersama Nila.


"Beneran kerjain tugas?"


"Iyah beneran. Kan biat Jingga lulus tepat waktu," jawab Jingta.


"Siiip itu baru istri Abang? Sekarang dimana? Bang Adip kangen, VC yah!" tutur Adip lagi.

__ADS_1


Jingga pun berpamitan pada Nila untuk menepi telponan denhan suaminya yang baru 2 jam berpisah.


Pokoknya selama.masih ada signal Jingga dan Adip mau telponan terus.


__ADS_2