
Flashback asal usul usaha Adip..
Adip tetaplah mahasiswa biasa. Saat masa orientasi siswa, Adip kenalan denhan kakak- kakak tingkatnya di BEM.Di universitasnya ada lomba kewirausahaan.
Melakukan penelitian, dan membuat usaha baru dari penelitian itu. Adip bersama dua kakak tingkatnya, dia yanh pernah survei ke perusaah ayam potong dan ayam ternak melihat banyak usus yang orang malas mengolah. Kalaupun dijual harganya sangat murah.
Adip pun melakukan penelitian kandunganya apa saja. Ternyata rasanya enak dan bisa sulap jadi jajanan favorit dan bisa awet.
Satu lagi penemuan Adip, saat ke tambak ikan. Orang- orang pada membuang duri ikan. Duri ikan dibuang begitu saja.
Adip pun melakukan penelitian. Duri itu ternyata mengandung kalsium. Bisa dilembutkan dicampur tepunh dan diolah juga. Malah ternyata bisa menciptakan rasa yang khas dan unik.
Adip pun mengajukan propos yang duri ikan. Lalu yanh keripik usus Adip berikan ide itu ke teman lain yang juga ikut lomba.
Ternyata keduanya juara masing- masing mendapatkab uang 20 juta dan 15 juta.
Akan tetapi setelah dapat uangnya, teman- teman Adip tak melanjutkan prosesnya. Mereka hanya mau uangnya saja. Adip pun mengerti iti dan tidak memaksanya.
Karwna Adip yang punya ide, Adip dalat jatah uangnya juga. Adip tak menggunakan uang itu untuk kebutuhan pribadi akan tetapi dia realisasikan.
Adip tetap menjalankan usaha itu. Karena bingung siapa yang menbantunya padahal teman- temanya mulai sibuk denhan kuliahnya. d
Dia curhat ke teman kelompok angklungnya yang bukan mahasiswa.
Dari teman- temanya itulah Adip bertemu dengan ibu- ibu yang butuh pekerjaan. Awalnya sedikit dan sederhana, akan tetapi lama- lama laris. Bahkan ibu- ibu iti ikut memasarkan. Menitipkan ke toko- toko.
Adip memang memisahkan uang usaha dan uang pribadi apalagi kuliah. Jadi jelas laba dan ruginya dan cepay berkembang. Itu sebabnya juga Adip tetap ngojek dan bantu Uwak.
__ADS_1
Adip memasrahkan proses produksi dan pemasaran ke teman- temanya yang tidak kuliah. Adip menjadi pemodal, pencetus ide dan pemilik.
Akhirnya berkembang. Bahkan dikirim.ke luar daerah. Karena teman- teman Adip dari orang yang tadinya terrolonh mereka pun setia dan jujur..
Satu tahun pertama Adip berhasil membeli alat- alat produksi, masih kontrak di dekat kampus. Satu tahun kedua Adip berhasil membeli tanah yang murah, tapi jauh dari kampusnya.
2 tahun kemudian barulah kecicil membeli rumah di belakang PTnya itu. Memang tidak besar, tapi usaha itu berjalan tanpa Adip bekerja di situ, dan menjadi penghasilan berjalan tanpa diketahui.
"Kenapa Abang nggak pernah cerita?" tanya Jingga manyun tapi dalam hati senang.
Mereka berdua duduk di atas kasur Adip yang baru dia beli itu.
"Abang ingin tahu, kamu beneran sayang sama Abang apa nggak?" jawab Adip
"Lah terus kebapa Bang Adip harus merantau? Kenapa Bang Adip harua jadi karyawan kontrak?" tanya Jingga lagi
Adip pun terkekeh.
"Terus kalau nggak mau di kota mau dimana? Mimpi besar apa Bang?" tanya Jingga kaget.
"Bang Adip pingin kumpulin uang untuk lanjut ke sekolah yang lebih tinggi. Bang Adip butuh pengalaman bekerja. Banh Adip penhen jalan-jalan ke tempat yang indah juga.Setelah liat pulau Panorama Bang Adip juha pengen bangun Pulau Panorama!" jawab Adip lagi.
"Terus rumah ini gimana?"
"Kamu nggak lihat, banyak teman- teman Bang Adip yang butuh tempat tinggal dan butuh pekeejaan? Ini bisa jadi rumah singgah. Tuh samping samping itu buat kos temen- temen Bang Adip. Mereka tidak hanya teman kontrak taoi mereka bisa jaga kamu!"
"Nanti kamu kenalan. Selama nunggy Abang, kamu bisa tinggal di sini dan temenan sama mereka.. Kalau kamu udaj lulus. Abamh pulang ke sini!"
__ADS_1
"Abang beneran mau tinggalin Jingga di sini?" pekik Jingga kecewa. "Nggak mau! Jingga nggak mau Bang kita LDR!" rintih Jingga manyun
"Sssstttt...," Adip mendekat dan memeluk istrinya.
"Sebentar doang Sayang,"
"Nggak mau titik!" jawab Jingga lagi merajuk.
Adio pun memeluk Jingga erat.
"Satu tahun itu nggak lama kok," rayu Adip lagi.
"Nggak. Mundur dari kontrak itu atau Jingga cuti kuliah dan ikut Banh Adip. Kasus kebakaran aja belim tahu siapa Banh. Gimana kalau Jingga sendirian tanpa Banh Adip. Pokoknya Jingga may sama Banh Adip. Titik!" jawab Jingga ngotot, malah menguraikan pelukan suaminya.
"Jingga nggak mau LDR. Jingfa nggak peduli mau di sini, di Baba atau di rumah emak. Yang penrung sama Bang Adip. Nggak mau kalau diringgal!" Jingga terus berbicata menuntu.
Adip pun jado pusing.
"Ya sudah. Mandi, sholat kita beli handphone ya! Kita diskusikan ini sama Baba!" jawab Adip.
Adip membuka lemarinya, termyata di dalamnya ada brankas rahasia. Itu tabungan Adip. Jingga saja tidak menyangka.
Sesuai mau Adip, Adip mengajak Jingga memakai motor NMAX yang dia pakai untuk ngojek pergi ke toko handphone.
"Ke rumah Baba sekarang!"
"Ke ruamh nerpati dulu ya!" jawab Adip.
__ADS_1
"Kenapa?" tanyq Jingga
"Hehehe....," Adip malah tekekeh penuh arti.