
"Ouh Shiiittt! Fucking Jerck!" umpat Ikun sangat geram sampai matanya merah dan langsung meremmas foto kakaknya.
Iya dan Iyu jadii ketakutan berpegangan tangan dan melotot. Ikun jauh lebih pendiam dari Amer atau Jingga. Iya dan Iyu tidak pernah melihat Ikun marah, jika Jingga marah mereka malah tertawa dan mengerjai. Kali mereka benar- benar ketakutan.
"Kaakaak!" rengek Iya matanya sudah berkaca- kaca.
Sementara biru mulutnya mulai mengkerucut juga.
"Kalian dapat darimana foto ini?" tanya Ikun serius.
"Iyu tidak tahu!" jawab Biru pucat.
"Huuu huu huu...!" Iya yang menemukan dan matanya sudah berkaca- kaca, langsung merasa tertuduh, tangis ketakutanya pun pecah.
Glek.
"Hadeh kenapa malah mereka yang kena," gumam Ikun garuk- garuk kepala.
Ikun menelan ludahnya sadar. Yang dia hadapi kan adiknya yang masih kecil. Ikun terbawa emosi .
Ikun langsung berjongkok mensejajari adiknya dan memeluknya erat.
"Maafin Kakak... jagoan jangan nangis gini dong!" tutur Ikun sambil menepuk pelan bahu Iya.
Ikun ingin tunjukan kalau dirinya bukan marah ke Iya.
"Hughs... hughsss!" Iya masih sesenggukan meski sudah dipeluk.
"Yang nemuin ini Hijau?" tanya Ikun sekarang lembut.
Iya mengangguk sambil mengelap ingusnya.
"Kamu nemuin dimana?"
"Di kamal Kak Jingga, tadi ada batu dan talinya! Iya pikil itu mainan! Iya buka aja.Iya tidak tahu kalau itu gambal Kakak gak pake baju kaya pas mandi, kaya barby," tutur Iya polos.
Mereka memang sering mandi bersama Jingga dan mengobrak abrik koleksi Barby kakaknya, melepas baju barbynya bahkan melepas kaki tangan dan kepalanya.
Si Biru kemudian mendekat dan menunjukan kertas surat teror yang dilempar anak buah Tama.
Ikun pun dengan cepat membaca surat kaleng yang dilempar.
"Ini Kak!" ucap Biru.
Ikun langsung duduk membaca surat Tama.
__ADS_1
"Hai Jingga Sayang... apa kabar? Aku menghubungi ponselmu berkali- kali tidak ada jawaban. Aku kira kamu masih di pedalaman bersama pacar barumu itu yang miskin.
Ternyata kamu sudah pulang. Welcome back to ibukota Baby.
Gimana kejutanku? Kamu suka? Kamu udah baca kan? Gimana reaksi keluargamu dan dosen bangkotan itu? Pasti marah ya, calonya ternyata selingkuh sama pria miskin?
Gue lupa Babamu kan berkuasa, jadi beritanya cepat surut, tapi tenang Baby. Gue masih punya kejutan lagi buat lo....ini dia.......
Kayaknya ini lebih seru deh kalau di sebar.
Kalau lo mau foto ini tetap aman, temui gue.
Lo masih ingat kan nomer gue? 0852xxxx"
Setelah membacanya, Ikun justru tersenyum. Ikun menyimpan kertas itu baik- baik.
Secara tidak langsung, Tama bunuh diri, dengan memberikan bukti dirinya si penyebar foto Jingga, mengancam dan memberi alamatnya sendiri ke Ikun. Kertas surat Tama juga bisa dijadikan barang bukti.
"Thank you Boy! Udah nggak apa- apa, jangan nangis lagi, maafin kakak tadi kakak bukan marah sama kalian, tapi kakak marah sama orang yang foto Kak Jingga lagi sakit. Foto seperti ini tidak boleh dilihat apalagi buat mainan. Kasian Kak Jingga. Lain kali kalau temuin hal aneh lagi kasih tau kakak ya!"
"Iyah!" jawab Iya dan Iyu kompak.
"Sekarang udah waktunya kalian tidur kan? Yuk tidur sama Kakak!" ucap Ikun sambil mengelus kepala Iya dan Iyu.
Anak Buna pun patuh.
"Bentar!" ucap Ikun ke adik- adiknya mau menemui Babanya.
"Baa.!" panggil Ikun
"Kenapa?"
"Baba sama Kak Amer mau kemana? Ada hal penting yang mau Ikun beritahu!" tutur Ikun sopan.
"Baba mau temui keluarga Rendi dan batalkan perjodohan kakakmu! Ada apa?" jawab Baba.
"Ijinkan Ikun bantu Kak Jingga, Ba!" ucap Ikun
"Huh?" pekik Baba kaget.
Baba masih merasa jagoanya yang bernama Ikun itu anak yang kalem dan sangat suka membaca dan mengerjakan soal. Baba tidak pernah memberi Ikun beban, berbeda kepada Amer yang lebih gaul.
"Ini... Hijau yang temukan ini di kamar. Ikun ingin beri pelajaran ke orang yang bernama Tama!" ucap Ikun sambil menyerahkan surat dan foto Jingga.
"Bedebahh.... Kurangg ajjar, dia mengancam putrikuu!" Baba langsung kembali murka tanganya mengepal sempurna.
__ADS_1
"Ba... tunggu Ba... surat ini berharga jangan dirusak!" cegah Ikun mengernyit.
Amer ikut penasaran, setelah ditunjukan ke Ikun Amer ikut marah.
"Ba..ijinin Amer juga ikut Bantu Ikun!" ucap Amer ikut geram
"Kita bereskan masalah keluarga Rendi dulu. Kamu yakin kamu bisa? Anak buah Dino masih belum bisa melacak anak bernama Tama itu!" ucap Baba memberitahu.
"Percayakan pada Ikun Ba! Adik Amer ini bisa diandalkan!" tutur Amer mempromosikan saudara kembarnya ke Babanya.
Amer tahu saudaranya bisa diandalkan.
"Ikun akan berusaha Ba!" sahut Ikun.
Baba mengangguk boleh.
"Kalian memang anak Baba!" ucap Baba bangga kedua jagoanya yang sudah dewasa.
Baba kemudian pergi ke salah satu kafenya yang di sana sudah menunggu keluarga Rendi dan Farid.
Sementara Ikun tetap menjalankan kewajibanya dulu, membantu Buna menidurkan Iya dan Iyu. Buna masih stand by menunggu Jingga.
Setelah si kembar tidur, Ikun langsung berselancar di dunia maya dengan keahlianya. Dalam waktu dekat Ikun berhasil mendapatlan informasi tentang Tama.
"Orang tuanya hanya pemilik kafe dan ibunya IRT tapi dia bawaanya mobil sport mahal. Waah...!" batin Ikun mulai curiga.
Ikun kan anak Baba, tahu omset penghasilan restoran. Ikun juga tahu harga barang- barang mahal.
Ikun kemudian terus berselancar dengan keahlianya sampai bisa meretas semua akun media sosial Tama mulai dari instagram, tiktok, email, twitter, facebook bahkan whastapnya.
"Hooooh!" Ikun langsung melongo tatkala berhasil membongkar dua percakapan rahasia Tama dengan seseorang.
"Dia mahasiswa gadungan yang ternyata penjahat. Bahaya kalau jadi dokter beneran. Ini harus ditindak!" ucap Ikun lalu mendownload bukti- bukti kejahatan Tama.
"Nggak asik kalau langsung laporin dia ke polisi. Gue kerjain dulu ah!" batin Ikun sifat tengil Babanya adan yang nyantol menurun ke Ikun.
Dengan menggunakan akun Tama sendiri, Ikun mengirim percakapan mesum Tama dengan salah satu teman wanitanya ke laman instagram.
Ikun juga mengirimi pesan ke teman- teman Tama dengan ajakan yang ngawur.
"Pembalasan pertama dimulai. Kita lihat responya!" batin Ikun tidak sabar melihat reaksi Tama, saat tahu Ignya di hack.
****
Met week end.
__ADS_1
Hehehe kira- kira pelajaran apa ya.. yang cocok buat Tama?
Hehe