Kisah Cinta Anak Sultan

Kisah Cinta Anak Sultan
Dasar Adip....


__ADS_3

Fajar datang, Adip yang sesudah bercocok tanam langsung mandi junub istirahat sangat tenang dan nyaman. Alarm sholat sunnah fajar membangunkanya.


Saat pertama dia membuka matanya sesaat kaget. Adip masih belum terbiasa bangun dan melihat ornamen serba pink sweet dan kamar empuk dingin dan luas.


Adip mengerjapkan matanya lagi, membukanua hati- hati. Mengumpulkan kesadaranya.


"Eeeemmmmpt," Jingga yang berada di bawah ketiak Adip menggeliat dan Adip baru menyadarinya.


"Oh iya. Aku bersama istriku di kamarnya," batin Adip tersenyum konyol, kenapa sampai lupa. Adip sudah berulang kali menggagahi Jingga kan.


Adip kemudian memiringkan tubuhnya. Ditatapnya lekat istri cantik dan imutnya itu. Lalu dikecup keningnya lembut.


"Bangun, Sayang," panggil Adip lembut.


"Mmmhhh," Jingga hanya mendengus lagi tubuhnya malah semakin masuk meringkuk ke tubub Adip. Tidak memeluk tapi nyungsep mencari perlindungan hangat. Lucu sekali buat Adip.


Adip tersenyum. Tapi sesaat senyumnya menghilang pudar berganti ekspresi getir. Adip menelan ludahnya, lalu merengkuh Jingga dan mendekapnya.


"Hhhh... Abang juga ingin tiap pagi selalu kamu yang pertama Bang Adip lihat, Sayang," batin Adip sedih.


Tanpa Jingga tahu Adip meneteskan air matanya.


"Bertahanlah, Bang Adip yakin Sayang. 1 tahun itu sebentar!" batin Adip lagi mengeratkan pelukanya.


Karena Jingga meringkuk tapi dipeluk kencang akhirnya terbangun karena sesak.


"Mmmm.. sesak," gumam Jingga terbangun.


Adip segera melonggarkan pelukanya dan menyeka air matanya.


"Hehe. Kamu bangun rupanya?" jawab Adip nyengir.


"Hhhh...aku nggak bisa nafas kalau peluknya gitu. Gini lho peluknya," jawab Jingga dengan suara khas manjanya, masih sayup- sayup malah ngajarim cara peluk yang benar Jingga memeluk Adip dari samping dan meletakan kepalanya di dada Adip.


Sesaat Adip tersenyum membiarkanya dan mengusap kepalanya.


"Bangun.. yuk! Sholat yuk!" bisik Adip lembut.


"Masih petang..Jam berapa sih?" tanya Jingga malas malah merapatkan tubuhnya lagi.


"Jam 03.40!" jawab Adip.


"Mmmm, masih malam, masih ngantuk. Ngapain bangun?" tanya Jingga.


"Sholat yuk!" ajak Adip.


"Sholat apa? Kan belum subuh. Isya kan udah sholat Bang! Bang Adip lupa ya. Sebelum enak- enak kan kita udah sholat!" jawab Jingga lagi.


"Sholat sunnah," bisik Adip.

__ADS_1


"Hah?"


"Yuk bangun Yuk!" ajak Adip lagi.


"Malas dingin ngantuk!" jawab Jingga lagi .


"Bang Adip mohon. Sebelum Bang Adip berangkat. Kita doa biar Alloh mudahkan kita untuk berkumpul lagi. Alloh kuatkan kita menahan semua goda selama kita berjauhan," tutur Adip lembut dengan tatapan tajamnya.


Mendengar kata sebelum berangkat, sesaat hati Jingga tersentil. Ada rasa ngilu yanh datang. Ya siang nanti Adip akan meninggalkan ibukota, mampir sebentar ke makam Eyang dan Ayahnya. Lalu berangkat ke pulau P.


Jingga terdiam dan langsung mengangguk. Kantuk dan malasnya langsung terhempas jauh sekali.


"Ayo Bang!" jawab Jingga cepat.


Untuk pertama kalinya. Jingga kemudian banguan di sepertiga malam akhir melawan dingin..


Mereka berdua mengambil wudhu. Lalu keduanya bersimpuh di atas sajadahnya. Bersujud dan sama- sama memohon doa.


"Hiks...," Jingga mendengar Adip terisak.


Jingga kemudian memeriksa, menunggu sebentar dan memperjelas pendengaranya, ternyata berlanjut dan semakin keras.


"Bang Adip nangis?" tanya Jingga lembut.


Adip kan lagi khusuk berdoa malah ditanya. Jingga yang dengar suaminya nangis juga tidak konsen.


"Nggak!" jawab Adip berbohong, berbalik dan tersenyum.


"Jadi Abang sering nangis sendirian begini?" tanya Jingga lembut.


Adip diam tidak menjawab.


"Abang nangis kenapa?" tanya Jingga lagi.


"Enggak. Ngaji yuk!" ajak Adip lagi.


"Bang Adip aja yang ngaji. Jingga yang dengerin!" jawab Jingga


"Nggak. Kamu kan udah pernah denger Abang ngaji. Abang yang belum, dengar kamu. Sekarang kamu!"


"Malu!"


"Please... Kamu bisa kan? Anak Buna pasti bisa. Bang Adip rekam yah?"


"Lah kok gitu?" tanya Jingga, heran.


"Please Sayang. Biar kalau Bang Adip kangen. Abang bisa selalu denger suara ngaji kamu, istri Bang Adip yang solikhah dan cantik," ucap Adip lembut.


Mendadak hati Jingga jadi mengembang dan berdebar.

__ADS_1


Sejujurnya. Jingga sudah lama sekali tidak mengaji. Meski Buna dan Oma sering nasehatin, tapi Jingga memilih manyun dan masuk ke kamar. Jingga lebih suka nonton film dan ngegame.


"Jingga lama nggak ngaji, Bang!" jawab Jingga.


"Nggak apa- apa!" jawab Adip tersenyum.


Adip melihat sekeliling. Di Kamar Jingga yang luas ternyata tak ada mushaf.


"He...," Jingga nyengir tahu apa yang Adip cari.


"Al Qur'anya ada di mushola keluarga. Mamang- dan Oma yang sering baca di bawah," jawab Jingga.


"Hmmm... harusnya di kamar juga ada," jawab Adip.


"He...iya. Jingga ambilin?" tanya Jingga nawar


"Nggak usah. Di tas Bang Adip ada kok! Di hp juga" jawab Adip.


Adip bangun, benar ternyata di tas Adip selali ada mushaf kecil.


Adip kemudian mengambil ponsel dan mushafnya. Mushaf dia berikan ke Jingga, Adip pegang hp.


"Suara Jingga jelek Bang. Jingga lama nggak tadarus. Masa direkam? Malu,"


"Nggak. Suara istri Abang adalah suara paling merdu buat Bang Adip. Apalagi kalau lagi itu? Ah.. ah.. gituu.." jawab Adip malah bercanda.


"Issshhh. Sempet- sempetnya. Kita lagi mau ibadah lho, Bang!" jawab Jingga sewot.


"Laah, kita begituan kan juga Ibadah. Makanya, jangan cuma pinter meendeesah. Ngaji juga. Ayok! Sampai subuh doang!" jawab Adip.


"Subuh masih lama. Banyak dong!"


"Astagjfirulloh istri Abang, nakalnya.... Ini kita ngaji pahala lho. Belum dilakuin udah ngeluh lama. Satu surah aja. Gantian Bang Adip nanti," jawab Adip.


"Oke! Surah Al- ikhlas aja kalau gitu!" jawab Jingga bawel.


"Haissshh!" desis Adip kesal tapi mau jitak nggak mau batal


"Heheh kan katanya 1 surah?"


"Al mulk!" jawab Adip cepat.


Jingga manyun sambil membuka mushafnya.


"Cepat... Bang Adip nyalain videonya! Yang bagus yaa!" ucap Adip.


"Ya!" jawab Jingga bersiap.


"Abis sholat subuh, kasih Banh Adip jatah lagi ya!" tutur Adip lagi cengengesan

__ADS_1


Jingga yang sudah mau baca tangawud langsung mendelik gemas. Dasar Adip...


__ADS_2