
"Ahhh menyebalkan!!!😫😫" Gumam seorang pria kecil berusia 8 tahun. "Hahahaha... Kamu memang tidak berbakat😂" Sahut pria dewasa yang tepat berada di sampingnya. "Hufftt.. kenapa sih tembakan panahku selalu meleset, Ayah?😥". Ya, pria kecil tersebut sedang berlatih memanah dengan ayahnya yang sangat dia cintai. "Karena kamu belum dewasa anakku sayang, kamu memanah masih menggunakan nafsumu bukan menggunakan hatimu. Jika kamu ingin menembak tepat di sasaranmu kamu harus menyatu dengan panahmu, rasakan setiap perubahan gerakannya dan..." *Splash tembakan panah sang ayah mengenai sasaran* "fokuslah pada targetmu" Sambung sang Ayah. Pria kecil itupun hanya mengangguk dan meminta gendong pada sang ayah. Sang ayahpun menggendongnya dengan penuh gelak tawa bersama.
Tidak terasa haripun mulai gelap. Pria kecil itu bergegas membersihkan dirinya karena ketika sedang berlatih memanah bersama ayahnya, dia sempat terjatuh sehingga tubuh dan baju yang dia kenakan menjadi kotor.
__ADS_1
Di dalam ruangan lain, sang ayah hanya terdiam memikirkan bagaimana nasib anak semata wayangnya. Sambil menatap foto sang istri yang amat dia sayangi tak terasa air mata mulai bercucuran. Setiap kenangan yang pernah dia lalui bersama, setiap suka duka yang dia rasakan seketika membuat dadanya sesak tak karuan. Ya, hanya kenangan yang tersisa, tidak ada lagi sentuhan lembut dari istrinya karena istrinya telah pergi untuk selamanya.
Penyesalan demi penyesalan yang ada didalam hati sang Ayah hanya dapat membuatnya bersumpah, siapa saja yang telah membunuh istrinya akan mendapatkan kutukan tiada henti dari Sang Dewa.
__ADS_1
Sang Ayahpun hanya tersenyum dan mengajak pria kecil untuk merebahkan badannya di atas tumpukan kapuk yang sudah mulai menipis. Sambil bersenandung sang Ayah mengusap kepala pria kecil dengan lembut berharap anaknya akan cepat tertidur pulas. "Shata... Jadilah anak yang kuat, anak yang selalu bahagia, maafkan ayahmu ini yang tidak becus menjaga bunda sehingga kamu tumbuh tanpa adanya sosok bunda, Ayah bersumpah siapa saja yang telah membunuh bunda, suatu saat nanti akan mendapatkan balasan yang lebih keji dari Sang Dewa, Ayah berjanji sampai kapanpun Ayah akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu". Ucap sang Ayah seraya memeluk sang anak untuk tidur bersama.
Shata adalah nama pria kecil itu, nama pemberian bundanya tepat ketika dia dilahirkan. Nama yang indah dan penuh makna, nama yang mengandung doa dari sang bunda agar menjadi anak yang cerdas dan tangguh. Sayangnya, sang bunda tak dapat menemani pria kecilnya tumbuh, mulai dari tengkurap hingga bisa berlari. Serta, tak dapat mendengar kata "bunda" untuk pertama kalinya dari mulut sang anak.
__ADS_1