
Ruangan dengan nuansa klasik itu kini tengah di penuhi oleh sebagian orang yang ada di rumah besar Kaisar.
Sementara itu Tuan Kaisar sengaja meminta Fazreen dan istrinya untuk mewakili dirinya mengahadiri perjamuan yang diselenggarakan oleh rekan kerja mereka.
Tentu saja hal itu disambut gembira oleh Kiki artinya Tuan Kaisar sedikit demi sedikit telah mempercayai suaminya dan akan memudahkannya dalam menguasai perusahaan keluarga Kaisar.
Kini mereka tengah menunggu kedatangan Nola yang sedang di jemput oleh Mama. Selain itu Ayyub juga telah meminta tolong Neera untuk mengubah bukti rekaman cctv itu menjadi potongan foto beruntut dan mengedit bagian tampilan video cctv sehingga tidak ada lagi yang tau bahwa di rumah mereka terdapat cctv.
Semua orang yang ada di ruangan itu sesak, melihat muka Tuan Kaisar yang serius ditambah dua putranya yang bungkam disisinya.
Riezka dan Dio saling lirik sementara Shintia bingung sendiri. Ia takut jika masalah ini mengenai dirinya. Ingin ia mempercayai dirinya sendiri bahwa semua baik-baik saja tetapi sikap Hakim yang 180° berubah membuat ia cemas.
Semua mata tertuju pada pintu masuk yang berbunyi menampilkan sosok Nola yang dipapah oleh Mama.
"Kamu kenapa dek ?" tanya Riezka yang terkejut melihat penampakan adik perempuannya itu.
"Diam Riezka, kembali ke tempatmu" ujar Tuan Kaisar yang membuat wanita itu bungkam.
"Huhf Baiklah. Semua sudah berkumpul dan Papa rasa kita harus menyelesaikan permasalahan rumit yang terjadi di rumah ini" lugas Tuan Kaisar setelah menghela napas berat.
"Ada apa sih Pa ?" tanya Riezka yang semakin bingung. Ia sama sekali tidak tau tentang permasalah yang diungkapkan Papanya.
"Dio, Saya minta kamu berkata jujur saat ini. Tolong jelaskan apa yang telah kamu lakukan bersama Nola dan juga Shintia atau bahkan bersama perempuan lain di rumah ini sehingga saat ini Nola tengah mengandung anakmu" lugas Tuan Kaisar tanpa basa basi.
"Ah... a a anu Pa. Saya tidak tau maksud Papa" jawab Dio gugup dan segera mencuri pandang pada Nola yang tengah menunduk. Jelas ia tengah menangis dan juga takut.
"Apa maksud Papa, kenapa menuduh suamiku seperti itu. Tidak mungkin Mas Dio melakukannya, apalagi bersama Nola dan Mbak Shintia" bela Riezka yang membuat Dio mengulum senyum melihat istri bodohnya.
"Diam kamu Riezka, Papa tidak akan mengatakan ini jika tidak ada bukti" marah Tuan Kaisar yang melemparkan lembaran photo ketengah meja.
Semua menganga melihat potongan kertas yang menampilkan adegan dewasa itu namun sudah diblur dibagian terlarangnya. Terlihat jelas disana Dio melakukan hal itu pada Nola dan Shintia. Bukan hanya satu tapi banyak sekali dengan tempat, waktu dan pakaian yang berbeda.
"Mas...." lirih Riezka seakan meminta penjelasan dari suaminya itu.
"Sayang, bukan seperti itu. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Percayalah Mas sangat mencintaimu, bukankah sudah sering Mas katakan. Mereka yang merayu Mas dan memasukkan obat ke minuman Mas. Sungguh sayang, kalau kamu tidak percaya kamu tanyakan sendiri perempuan ini bahkan juga memiliki kekasih lain dan berselingkuh" pembelaan Dio yang berakhir dengan tuduhan pada Shintia.
Tamparan langsung mendarat indah di pipi lelaki buaya itu.
"Brengsek, kau yang datang ke kamarku saat suamiku sedang tidak ada di rumah. Kau yang selalu merayuku dan mengatakan bahwa istrimu sama sekali tidak menarik bahkan kau juga ternyata menghamili adik iparmu sendiri" marah Shintia yang tidak sengaja malah membeberkan kelakuan mereka berdua.
"Haha bagus, bagus sekali. Ternyata kau mengakui sendiri perbuatanmu dengan lelaki bajingan ini" tawa sinis Hakim sembari bertepuk tangan.
"Tidak sayang, dengarkan aku dulu. Dia yang memaksaku melakukan itu. Bahkan dia mengancamku jika tidak mau melakukannya. Maafkan aku, bukan aku yang mulai kamu lihat sendiri bahkan dia juga telah menghamili Nola" bela Shintia pada suaminya.
"Tidak sayang, Mas bersumpah mereka yang menggoda mas. Mas sudah katakan bahwa Mas sangat mencintai kamu dan tidak mau mengkhianatimu tapi mereka sungguh keterlaluan memfitnah suamimu ini sayang. Adikmu saat itu dia merayu mas dan memberi minuman yang dicampur dengan obat perangsang bahkan ia berani masuk ke kolam saat mas sedang berenang" bela Dio mencoba meyakinkan istrinya.
"Hah! lucu sekali kau. Apa mungkin setiap orang akan memberikan obat padamu. Kau pikir setampan apa dirimu. Dasar gila !" umoat Shintia yang habis sudah sikap manisnya.
"Diam" ujar Tuan Kaisar yang membungkam mulut semua orang.
__ADS_1
"Bagaimana Nola, apa ada yang ingin kau sampaikan" tanya Tuan Kaisar.
"Maafkan Nola Pa Ma. Nola memang salah, tapi sungguh ini perbuatan Bang Dio. Dia selalu marayu Nola dan melakukannya tanpa pengaman. Memang benar Nola masuk ke kolam renang tapi atas permintaannya dan Nola sama sekali tidak mencampur obat ke minumannya" isak Nola yang merasa malu dan bersalah.
"Si@lan, Dasar p£L@cur murahan. Sampai hati kau menggoda kakak iparmu sendiri" marah Riezka yang mulai bangkit dan menjambak rembut Nola kasar.
"Riezka tenanglah. Kita bicarakan masalah ini dengan baik. Adikmu sedang mengandung jangan membahayakan dirinya kondisinya sedang lemah" ujar Mama menenangkan.
"Tenang Mama bilang, bagaimana aku bisa tenang ma, suami aku direbut oleh adikku sendiri ma. Dimana otak perempuan ini" teriak Riezka yang mencoba meraih rambut Nola lagi.
"Maafkan Nola kak, sungguh bukan aku yang menggodanya dia yang memaksaku melakukan pada awalnya" tangis Nola yang kini tengah bersimpuh di kaki kakaknya.
"Maaf kau bilang, enyah kau dari hadapanku" kesl Riezka yang langsung menendang Nola hingga perempuan itu terjungkang.
"Riezka tenanglah. Bukan begini cara menyelesaikan masalah. Kamu sudah besar dan bisa berpikir Riezka" tegur Tuan Kaisar yang akhirnya dituruti Riezka.
"Dio, bagaimana keputusanmu. Apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Tuan Kaisar yang berusaha menekan emosinya melihat penampakan lelaki itu.
"Saya tidak tau, bukan salah saya" jawab Dio yang langsung mendapat bogeman mentah dari Hakim.
Beruntung Ayyub segera menarik Abangnya sehingga tidak menyebabkan adik iparnya itu babak belur. Tuan Kaisar membiarkannya saja bahkan sejujurnya hal itulah yang ingin ia lakukan sejak tadi namun ia berusaha rasional sebagai kepala keluarga.
"Kau harus bertanggung jawab karena telah menghamili Nola" tegas Tuan Kaisar yang langsung di protes Riezka.
"Tidak bisa, aku tidak mau dimadu. Aku tidak akan mau Mas Dio menikahi j@lang itu" teriak Riezka tidak terima.
"Perempuan yang kau hina itu adalah adikmu kenapa kata-kata mutiara kau itu tidak ditujukan untuk suami br€ngsek mu itu" tanya Hakim yang tidak percaya dengan kebodohan adiknya.
"Tidak, pokoknya aku tidak mau. Kenapa tidak digugurkan saja anak itu toh ia juga anak haram" ucap Riezka yang masih tidak terima.
"Diam kamu Riezka, Papa sudah cukup bersabar dengan tingkahmu. Apa kamu sudah tidak punya cukup akal untuk berpikir dan hati untuk merasakan. Bagaimana janin yang tidak berdosa itu dengan seenaknya kau bunuh" marah Tuan Kaisar mendengar penuturan Riezka.
"Apa kakak ingin menimbun dosa mereka perbuatan mereka saja sudah dosa besar sekarang ditambah dengan dosa membunuh belum lagi kalau anaknya nanti meminta rohnya dikembalikan diakhirat apa kakak bisa memberikannya" ujar Ayyub yang sudah mulai jengah dengan sikap kakak nya.
"Terserah, pokoknya aku tidak mau Mas Dio menikah lagi" putus Riezka setelah mencerna perkataan Ayyub.
"Dan kau Bang Dio, cih berhentilah bersembunyi di balik perempuan. Apa kau tidak malu mengaku sebagai lelaki yang hanya bisa berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab" cibir Ayyub melihat iparnya itu sedari tadi diam membiarkan Riezka yang berbicara.
"Diam kau Ayyub" marah Riezka.
"Cih, aku hanya mengatakan kebenaran kak. Apa kau tidak melihat bagaimana suamimu itu, lelaki mana yang bertindak pengecut seperti itu. Kau akan menyesal nanti saat tau siapa lelaki yang hari ini kau bela mati-matian" ujar Ayyub santai.
"Kenapa kalian semua menuduh suamiku, bukankah dia sudah bilang bahwa dia difitnah. Kenapa kalian masih saja memojokkannya ?" teriak Riezka yang mulai histeris.
"Siapa yang memojokkannya, memang suamimu itu salah" ucap Hakim.
"Diam kau Bang, urus saja istrimu yang tukang selingkuh dan penggoda itu" kesal Riezka membalikkan fakta.
"Kau tenang saja. Tidak perlu mengajariku, aku sudah memikirkan cara mengurusnya dengan baik" jawab Hakim.
__ADS_1
"Sudah, sekarang bagaimana Dio keputusanmu" tanya Tuan Kaisar lagi.
"Maaf Pa, aku tidak bisa menikahi Nola. Mungkin nanti aku akan bertanggung jawab saja pada anaknya. Setelah dia lahir nanti akan menjadi anakku dan istriku" jawab Dio.
"Aku tidak mau" jawab Nola langsung yang menolak ide itu.
"Apa lagi yang kau inginkan lacur ?!" sentak Riezka.
"Sudah untung aku mau menampung harammu itu" sambungnya lagi.
"Aku malu Pa, aku tidak mau jika katahuan hamil tanpa seorang suami" isak Nola yang menghiba pada ayahnya.
"Sekarang baru tau kau malu, terus kemana malumu saat kau menghida suamiku !" hardik Riezka lagi.
"Sungguh bukan aku yang merayu suamimu kak" bela Nola yang langsung mendapatkan dorongan keras dikepalanya dari Riezka.
"Berhenti Riezka, Papa sungguh sangat kecewa pada kalian. Terutama pada kalian bertiga Nola, Dio, Shintia. Saya sungguh tidak menyangka beraninya kalian mengotori rumah saya dengan hal yang tidak seharusnya kalian lakukan. Apa yang kalian pikirkan saat melakukan hal itu, dimana rasa malu kalian, apakah kalian tidak berpikir akan menyakiti hati pasangan kalian. Dan kamu Nola, jika kau ingin menikah kenapa tidak kau katakan pada Papa, kenapa harus melakukan zina. Apa kau tau betapa sedih dan kecewanya Papa mengetahui perbuatanmu" ujar Tuan Kaisar yang membuat semua bungkam.
"Papa sudah putuskan. Dio kamu harus menikah Nola dan Riezka kamu harus terima dengan keputusan ini. Untuk Shintia Papa serahkan masalah ini pada Hakim" putus Tuan Kaisar.
"Tenang saja Pa. Abang sudah punya keputusan untuk itu dan Abang sudah memikirkannya dengan matang" ujar Hakim tenang.
"Untuk Shintia Saputri saya talak engkau dengan talak tiga terhitung sejak hari ini. Telah aku haramkan engkau akan diriku dan akan kulepas engkau dari ikatan pernikahan ini" ujar Hakim didepan Shintia yang disaksikan oleh semua orang.
Seketika luruh sudah air mata wanita dengan tubuh seksi itu. Ia terduduk di lantai tidak menyangka hari ini akan tiba. Penyesalan bercokol dihatinya namun ia tidak bisa berkata lagi. Ia hanya tidak menyangka Hakim akan menceraikannya malam ini.
Semua yang ada di ruangan itu tercengang melihat ketegasan Hakim menceraikan istrinya.
"Kau tinggallah disini untuk malam ini dan tunggu surat dari pengadilan" ujar Hakim yang kembali pada kursinya.
"Sayang....tidak sayang...Hakim jangan begini. Hakim, tidak Hakim. Kamu pasti bercanda kan" ratap Shintia yang lepas dari keterkejutannya.
"Lepaskan tanganmu. Bukan muhrim" sentak Hakim menghempaskan tangan Shintia.
Akhirnya wanita itu pasrah dan memilih keluar dari ruangan yang mewah itu. Ia memilih masuk ke kamarnya.
"Dan kamu Dio, Papa mau kamu besok menikah dengan Nola" tegas Tuan Kaisar.
"Tidak Papa. Aku tidak mau Mas Dio menikah lagi. Aku tidak ikhlas lebih baik kami pergi dari rumah ini" ujar Riezka yang masih tidak terima.
"Silahkan" santai Tuan Kaisar.
"Pa..." ujar Mama yang mencoba manahan namun diam saat Papa menatap mama dengan tegas.
"Baiklah jika itu mau Papa. Kalian jahat mengusurku dari rumah ini" kesal Riezka yang ternyata tidak satupun yang menahannya.
"Siapa yang mengusirmu, kamu sendiri yang memutuskan untuk pergi" santai Papa.
Akhirnya dengan langkah kesal Riezka menarik tangan suaminya dan berjalan menuju pintu.
__ADS_1
"Tunggu" ujar Hakim yang membuat Riezka berbalik dengan sumringah. Sudah ia duga mereka tidak akan tega membiarkannya pergi dari rumah.
"Tinggalkan semua fasilitas yang diberikan oleh Papa, Ayyub dan olehku. Kalian hanya boleh pergi membawa harta kalian sendiri. Kartu dan kunci mobil tinggalkan semua dan kamu Dio mulai detik ini kamu saya pecat dari perusahaan. Bukan karena masalah ini tapi karena kinerjamu di perusahaan juga sangat tidak bagus" ujar Hakim yang membuat Riezka semakin meradang dan malah menghempaskan langkahnya dan membanting pintu.