Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 167


__ADS_3

Flasback On


"Ada apa sih Yub, kenapa kamu marah seperti tadi sampai-sampai triplets kaget" tanya Hakim yang ternyata masih menyimpan rasa penasarannya.


"Abang lihat ini, ternyata laki-laki itu memang bajingan" ujar Ayyub menyodorkan laptop kehadapan Hakim.


Perlahan Hakim memutar video yang dilengkapi oleh suara itu, ternyata apa yang ia lihat sungguh membuat ia murka tidak heran Ayyub bersikap demikian.


Dio, lelaki itu bahkan juga melakukan hal tidak senonoh dengan semua perempuan di rumah kecuali mama. Bahkan yang lebih parahnya ia juga melakukannya bersama Nola, adik perempuan mereka. Tidak hanya sekali bahkan berkali-kali lebih parahnya lagi gadis itu terlihat begitu senang dan sangat menikmati perlakuan iparnya.


Bukan hanya Nola ternyata Kiki istri Fazreen tidak absen dijamah juga olehnya. Bahkan di meja makan tangan lelaki itu tidak segan-segan masuk ke rok kerja Kiki yang tidak satu orangpun menyadarinya.


"Bajingan, kita harus menghajar laki-laki itu" kesal Hakim dengan muka yang sudah merah padam.


"Tenang dulu Bang, kita harus memikirkan masalah ini dengan baik. Kita tidak bisa langsung labrak dan menuduh tanpa bukti, biarkan Ayyub ambil rekaman ini sebentar. Tapi untui sekarang kita jangan beri tau Oaoa dan Mama dulu Bang mengingat kondisi kesehatan mereka. Kita selesaikan saja masalah ini bersama" ujar Ayyub berusaha berpikir logis.


"Iya kamu benar Yub, terlalu banyak hal yang terjadi belakangan beruntung kita segara mengetahuinya, ini semua karena kamu begitu teliti dan bisa diandalkan" ujar Ayyub.


"Bukan Bang, sebenarnya Neera yang membuat Ayyub memikirkan tentang hal ini. Dia tidak menyuruh tapi hanya memberi clue" ujar Ayyub sembari sibuk mengotak atik laptopnya.


"Ya, adik ipar yang satu itu memang luar biasa. Kita semua bersyukur memilikinya di tengah keluarga kita. Jagalah dia dengan baik, itu adalah anugrah dari yang Maha Kuasa" lirih Hakim menepuk pundak Ayyub.


"Iya Bang, Alhamdulillah. Insya Allah Ayyub akan menjaganya dengan sepenuh jiwa" balas Ayyub.


"Ohiya Pak, tolong segera urus mengenai semua aset saya dan aset istri saya yang masih bisa saya tarik karena masih dibawah pembayaran kartu saya bersama notaris. Tolong juga uruskan surat perceraian saya di pengadilan dan bapak bisa membawa semua bukti ini" ujar Hakim pada pengacara mereka.


"Dan kamu, tolong blokir semua kartu Shintia dan tarik apapun yang masih bisa diselamatkan" perintah Hakim pada asistennya.


"Baik Pak, kalau begitu kami pamit dulu. Kalau ada perlu silakan hubungi kami lagi" pamit sang asisten yang mewakili pengacara. Mereka berdua pamit pada Ayyub dan Hakim dan berlalu menuju pintu keluar.


Flashback off


Tepat saat keduanya keluar, Neera juga keluar dari kamar setelah menidurkan triplets. Melihat keadaan yang sudah kondusif dan terdengar pembicaraan mengenai Dio Neera yakin Ayyub sudah memberitau Hakim masalah tadi.

__ADS_1


Baru ia akan melangkah lagi terdengar dering ponsel Ayyub yang ternyata berasal dari Fazreen saudara mereka.


"Assalamu'alaikum Bang, ada apa ?" tanya Ayyub langsung ke intinya..


"Wa'alaikumsalaam Yub, Duh gawat Yub. Kamu cepat kesini, Abang bingung mau ngapain lagi. Bang Hakim juga tidak ada di rumah" suara panik dari seberang.


"Tenang dulu Bang, ceritakan pelan sebenarnya ada apa ?" tanya Ayyub yang juha bingung apa maksud Fazreen.


"Si Nola pingsan di dapur terus Abang khawatir abang suruh dokter periksa dan ternyata dia hamil" ujar Fazreen dari seberang dengan nada panik.


"APAAAAA ?!" teriak Ayyub yang membuat semua orang terkejut.


"Iya, dia hamil enam minggu dan Abang tidak tau siapa yang menghamilinya" ujar Fazreen terdengar berbisik.


"Iya tenang dulu, Ayyub akan kesana bersama Abang Hakim. Jangan dulu kasih tau Papa dan Mama takut mereka nanti shock dan kesehatannya terganggu" ujar Ayyub.


"Iya cepetan, Mama dari tadi juga sudah menanyakan Nola sakit apa abang juga belum bilang apa-apa beruntung dokternya sudah pulang dan Nola saat ini masih belum sadar" jelas Fazreen.


Begitu panggilan itu berakhir, Neera segara menyusul Ayyub dan Hakim di ruang tamu.


"Ada apa Yub ?" tanya Hakim yang tidak mendengar isi pembicaraan tadi.


"Nola hamil Bang dan saat ini ia tengah pingsan. Kita harus kembali sekarang" jelas Ayyub.


"Apa ?? bagaimana bisa ?? Jangan-jangan..." putus Hakim yang dipahami maksudnya oleh Ayyub dan Neera.


"Kita tidak bisa juga menyimpulkan bahwa itu anaknya Kak Dio Bang. Maaf bukan maksud Neera mengatakan bahwa Nola memiliki pergaulan yang buruk, sungguh sama sekali tidak ada maksud seperti itu. Tapi kita harus memastikannya dulu melalui Nola apa benar itu anak Bang Dio atau bukan" jelas Neera lembut dan terdengar halus.


"Tapi bagaimana caranya, kita tidak ada bukti apapun selain rekaman itu" tanya Ayyub.


"Bisa saja, nanti Abang sama Ayyub bisa langsung mendengar dari Nola sendiri" jawab Neera yang langsung memberitau cara agar Nola bisa mengaku sendiri kepada saudaranya.


Neera juga memberikan plan B jika ternyata rencana pertama tidak berhasil disamping itu Neera juga menyarankan Ayyub untuk menyelidiki pergaulan dan keseharian Nola selama beberapa bulan belakangan.

__ADS_1


Akhirnya setelah membicarakan cara yang akan mereka tempuh nanti dan mencari beberapa titik penyelesaian secara garis besar Ayyub dan Hakim izin berangkat pada Neera.


Hakim yang hari ini akan menyetir turun ke bawah duluan karena akan mengambil mobil sementara Ayyub minta waktu sebentar ke kamar untuk melihat buah hatinya.


"Sayang, boleh Neera berbicara sedikit ?" ungkap Neera.


"Ya sayang, bicara saja apapun itu kenapa harus selalu minta izin" jawab Ayyub.


"Neera hanya ingin mengingatkan Uda sebagai istri, Neera harap nanti Uda akan lebih tenang menghadapi masalah ini. Neera tau ini bukan masalah kecil sangat, sangat berat, tapi Uda harus ingat emosi tidak akan menyelesaikan semuanya malah akan membuat semakin runyam"


"Jangan menyelesaikan segalanya saat sedang emosi, tenangkan diri Uda dan banyak istighfar sayang, satu lagi Nola saat ini sedang hamil emosinya sudah pasti tidak stabil begitu juga dengan dirinya. Nasi sudah menjadi bubur, marahpun tiada guna yang harus kita lakukan adalah mencari jalan keluar terbaik"


"Uda harus ingat, bayi dalam kandungan Nola tidak bersalah ia hadir karena izin yang Maha Kuasa, yang berdosa adalah orang tuanya yang membuat dia hadir keperut ibunya dengan cara yang salah. Jadi jangan sampai membahayakannya atau terbesit niat untuk menghilangkannya ya sayang"


"Neera hanya bisa menenangkan Uda dan memberi kekuatan untuk suami Neera. Mungkin semua orang yang ada di rumah akan diliputi emosi saat tau apa yang sudah berlaku tapi harus ada satu yang mencairkan, yang memadamkan amarah. Neera harap Uda bisa mengendalikan diri dan bertindak secara rasional. Neera akan selalu mendo'akan Uda dan semua keluarga dari sini. Semoga masalah ini cepat berlalu dan mendapatakan penyelesaian terbaik" tutup Neera yang menatap dalam mata suaminya.


"Iya sayang, terima kasih banyak istriku sudah selalu mendukung Uda. Sudah banyak membantu dan mengingatkan Uda. Do'akan Uda ya sayang, semoga Uda bisa menjadi sosok anak dan saudara yang nanti akan berguna" lembut Ayyub sembari membalas tatapan lembut itu dan mencium lama dahi istrinya.


"Peluk dulu sayang, Neera hati-hati di rumah ya. Jaga diri dan anak-anak kita, telepon Uda jika ada apa-apa" ujar Ayyub memeluk istrinya erat.


"Iya sayang, Uda juga hati-hati ya. Mengemudinya jangan sembarangan dan jaga diri" pesan Neera.


"Iya sayang, Uda berangkat ya. Nanti akan Uda kabari lagi" ujar Ayyub.


Setelah mencium triplets Ayyub berjalan keluar sembari merengkuh tubuh istrinya.


"Bye Sayangku, I love U. Assalamu'alaikum" pamit Ayyub saat sudah didepan pintu.


"Bye Sayang, wa'alaikumsalaam" balas Neera setelah mencium punggung tangan Ayyub.


Ayyub lalu melangkah masuk menuju lift dan melambaikan tangan pada istrinya saat pintu besi itu kian menutup.


Setelah memastikan Ayyub pergi Neera juga berbalik menuju pintu dan menutupnya kembali. Memberikan do'a terbaik untuk suaminya dan menunggu lelaki itu pulang kembali.

__ADS_1


__ADS_2