
Memasuki jam pulang sekolah triplets Ayyub segera memindahkan istrinya ke ruang istirahat agar ia bisa menjemput buah hati mereka.
Hari ini ia akan datang lebih dulu agar putra dan putrinya tidak akan menunggu lama. Meskipun ia banyak sopir tetapi ia ingin memiliki quality time bersama buah hatinya sehingga memilih menyetir sendiri.
Bersama orang tua murid yang lain Ayyub ikut menunggu di depan gerbang agar triplets bisa langsung melihatnya. Meskipun ia menjadi perhatian mayoritas orang disana tetapi Ayyub memilih abai dan memperhatikan para murid yang sudah mulai berjalan keluar kelas.
"Ayaaaah......." teriakan riang triplets yang berlari bersama tas yang ikut bergoyang di punggung membuat senyum kebanggaan bagi Ayyub.
"Hay anak-anak ayah" sapa Ayyub yang merentangkan tangan agar triplet bisa masuk ke pelukannya.
Mereka berpelukan dan melingkar erat leher ayah mereka membuat Ayyub mengangkat sekaligus triplets di pangkuannya.
Dengan sedikit mengangguk pada guru dan satpam sebagai ungkapan terima kasih Ayyub berjalan bersama triplet yang sibuk berdada ria dengan guru dan teman-temannya.
"Bagaimana hari ini sekolahnya sayang ?" tanya Ayyub pada triplet saat mereka sudah duduk di mobil.
"Seru Ayah, teman-temannya baik tapi aksen bahasanya jauh berbeda dengan di Edinbrugh" ungkap Qee.
"Tentu saja sayang karena sekarang kita berada di daratan Amerika tetapi kalian kan mengerti, anak Ayah kan pintar-pintar semua" semangat Ayyub.
"Missnya juga baik Ayah, Qal dapat bintang hari ini karena Miss bilang lukisan Qal bagus" lapor Qalundra yang diacungi jempol Ayahnya.
__ADS_1
"Anak-anak Ayah memang sangat pintar" puji Ayyub sembari membagi senyum bangga pada semuanya.
"Ayah boleh tidak hari ini kita beli ayam kakek ?" tanya Qai pada Ayahnya.
"Ayam kakek ? Qai pingin sekali ya makan itu, tapi nanti kita beli salad dan makanan lain juga ya nak ?" tawar Ayyub di angguki putranya itu.
Memang junk food itu tetap menjadi idola anak-anak tetapi jika terlalu sering akan berbahaya untuk kesehatan. Beruntung Neera telah mengatur pola makan mereka dengan baik dan istrinya juga memperbolehkan jika sesekali.
Berhubung tempat makan yang dimaksud sudah dekat jadi Ayyub segera saja belok memasuki outline mereka pada bagian drive true. Tidak mungkin ia meninggalkan istrinya terlalu lama sendirian di kantor.
Selagi menunggu giliran Ayyub juga menyuruh asistennya membelikan makanan sehat di restoran terbaik berikut dengan menu yang sehat dan halal tentunya aman dan bagus untuk ibu hamil dan anak-anak.
Sampai di giliran mereka Ayyub membiarkan triplet memesan apapun yang mereka inginkan sekalian ia juga meminta sebuket ayam untuk keluarga dan mashed pototes agar karbohidrat triplets terpenuhi.
Selesai memesan mereka perlahan berputar ke bagian pengambilan hingga akhirnya melaju kembali ke perusahaan saat pesanan sudah selesai dikemas dan diberikan.
Betapa riang hati triplet mendapatkan keinginan mereka dari Ayah tercinta meskipun itu hanya sebuah menu biasa tetapi bagi mereka itu kebahagiaan yang tak terkira karena tidak setiap saat mereka bisa menikmatinya.
Begitu juga dengan Ayyub yang merasa bahagia bisa memberikan apa yang buah hatinya inginkan, memenuhi setiap kebutuhan maupun keinginan mereka tetapi terkadang ia mengerti saat Neera tidak mengizinkan dirinya memberikan semua keinginan triplet di satu waktu justru Neera menunda atau membiarkan triplet berusaha sendiri dulu. Itu semua tak lain demi kebaikan putra dan putri mereka oleh sebab itu ia akan lebih mengikuti peraturan istrinya meskipun sesekali ia akan memberikan secara colongan.
Kini ketiganya tengah asik menikmati es krim dengan taburan syrup dan toping yang mereka inginkan.
__ADS_1
Ayyub memberikan saja meskipun akan mengotori mobilnya yang seharga satu rumah ia bisa membersihkan nanti atau mengganti jok kursinya dari pada ia harus membiarkan istrinya menunggu sendiri atau membiarkan es krim triplet meleleh dan mereka tidak bisa menikmatinya lagi.
Lihatlah betapa menggemaskan wajah polos mereka yang belepotan es krim hingga ke pipi putih yang kini sudah banyak coraknya. Ayyub tidak bisa menghilangkan senyum dari bibirnya saat ketiganya berusaha menjilati es krim yang terus saja meleleh melewati tangan mereka beruntung tadi Ayyub sudah membersihkan tangan mereka dengan tisu basah dan handsanitizer sehingga kebersihannya sedikit lebih terjaga.
Sesekali lelaki dewasa itu mendapatkan jatah suapan dari triplets yang berusaha keras mencapai Ayah mereka. Meskipun Ayyub sudah mengatakan untuk memakannya sendiri tetapi triplet tetap ingin membaginya dengan ayah tercinta mereka. Mungkin sebagai ungkapan terima kasih karena sudah membelikan keinginan mereka.
Tidak hanya dengan Ayyub triplet kerap kali berbagi dengan kembarannya karena es krim yang mereka pesan memiliki rasa yang berbeda. Sungguh kebanggaan tersendiri bagi Ayyub melihat tumbuh kembang putra dan putrinya. Tidak ada istilah kesal ataupun marah saat saudaranya mengambil bagian terlalu banyak bahkan mereka dengan suka rela menyuapi satu sama lain.
Jujur saja hal ini tidak lepas dari peran penting istrinya yang selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan tanpa memaksa sehingga triplet tidak sedikitpun merasa terbebani.
Ayyub masih ingat saat itu triplet menginginkan semua rasa pada es krim, mereka masing-masing mengingkan tiga rasa, ketika itu bunda triplet membawa mereka ke bagian tepi dan berbicara layaknya teman pada buah hatinya.
"Triplet tau tidak kalau terlalu banyak makan es krim maka perutnya dan tenggorokannya akan sakit bahkan bisa demam. Alhasil nanti tidak bisa bermain ke taman atau makan apapun yang triplet inginkan lagi" ujar Neera sembari mengusap bagian perut dan tenggorokan yang disebutkannya.
"Triplets ingin mencoba semua rasa ?" tanya Neera yang kembali diangguki mereka.
"Bunda ada satu cara, bagaimana jika masing-masing pesan rasa yang berbeda, jadi kita bisa sharing dan merasakan semua rasa, selain itu kita tidak akan sakit perut karena terlalu banyak makan es krim, bunda dan ayah juga akan ikut pesan sehingga kita akan menikmati lebih banyak rasa, bagaimana sayang ?" tanya Neera yang diangguki triplet dengan wajah sumringah.
Akhirnya mereka memesan sesuai kesepakatan triplets bahkan ketiganya mengatur untuk pesanan ayah dan bundanya, mereka memesan sendiri tanpa bantuan orang tuanya, Ayyub cukup membayar saja di bagian kasir.
Saat itu Neera juga mengatakan pada triplet betapa beruntungnya kita memiliki banyak saudara sehingga kita bisa merasakan es krim dengan berbagai rasa atau kita bisa pesan makanan yang berbeda dan mencicipinya bersama jadi anak-anak bunda harus bersyukur dan saling sayang dengan saudara sendiri karena triplet berasal dari rahim yang sama yaitu dari dalam perut bunda. Allah baik sekali karena anak-anak bunda tidak sendiri sudah ada saudara sejak dalam kandungan.
__ADS_1
Begitulah penuturan istrinya yang saat itu membuat Ayyub bangga sekaligus diam-diam merasa tersentil. Ia juga memiliki banyak saudara tetapi rasanya seperti orang lain. Mereka sibuk dengan dunia masing-masing bahkan terkadang saling sikut dan tertutup antara sesama terlebih sebelum Neera datang ke kehidupan mereka. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik, Allah mengirimkan mereka seorang istri yang cantik sehingga membantu menyadarkan mereka semua.