Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 204


__ADS_3

Selesai menurunkan dan membereskan barang Ayyub masuk ke kamarnya yang kebetulan juga Neera juga sudah selesai dari aktifitasnya.


Jadilah saat ini mereka duduk di sofa kamar yang sama sekali tidak berubah dengan terakhir kali Neera tinggalkan. Hanya seprei saja yang selalu diganti bahkan wanginyapun tetap sama.


"Ah.... rindu sekali aroma kamar ini" ujar Neera yang malah merebahkan tubuhnya ke sandaran sofa.


"Kangen ya yang sama suasana kamar Neera ?" tanya Ayyub sembari mengusap lembut pipi mulus istrinya.


"Iya Uda, kangeeeeeen banget" ujar Neera sembari merengangkan tangannya menggambarkan betapa besarnya kerinduan itu.


"Alhamdulillah sayang, akhirnya istri Uda yang cantik ini bisa kembali berjumpa dengan dunia kecilnya" Ayyub sembari menggasak halus pucuk kepala Neera yang sudah melepaskan hijabnya.


"Ummm bukan sayang, dunianya Neera kan Uda dan anak-anak sekarang. Lagian ini juga bukan kamar Neera tetapi kamar kita hehe" cengir wanita dengan lesung pipi itu.


"Hmm istri Uda ini paling bisa deh" gemas Ayyub yang mencuri satu kecupan di bibir istrinya.


"Uda, mau mandi sekarang gak. Biar Neera siapkan baju ganti Uda" tanya Neera yang melihat baju Ayyub yang sudah dipenuhi keringat.


"Hmmmm iya sayang, sepertinya Uda mandi dulu tapi alangkah lebih baiknya jika kita mandi berdua sayang, Neera kan juga seharian ini sudah berkeringat" goda Ayyub sembari menaik turunkan alisnya.


"Gak mau ah, Uda saja dulu nanti gantian sama Neera" tolak Neera yang tahu isi kepala suaminya.


"Tidak ada penolakan sayangku" ujar Ayyub yang langsung mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi sembari tetap memberikan kecupan-kecupan diseluruh wajah Neera.


"Uda... udah dong, basah semuanya nih muka Neera. Geli tau Uda" rengek Neera yang kini sudah di dudukkan di westafel perpaduan klasik estetik.

__ADS_1


"Gapapa sayang, namanya juga cinta air liurpun terasa jus mangga" canda Ayyub yang kini tengah membantu istrinya membuka baju


"Uda, biar Neera sendiri aja. Kayak bayi aja buka baju dibukain" rengek Neera yang tak enak pada suaminya.


"Loh kan Neera bayi nomor satu nya Uda. My everlasting baby" lembut Ayyub sembari terus melanjutkan membuka bawahan istrinya.


"Yasudah kalau begitu Neera juga bantu bukain baju my big baby number one juga" ujar Neera yang meraih ujung kaos suaminya dan menariknya keatas.


Akhirnya terjadilah adegan saling membantu, saling memandikan dan menggosok badan hingga akhirnya Ayyub yang sudah tidak sanggup lagi membawa tubuh istrinya ke kamar tidur dan menggarap tubuh mulus yang selalu memberikan rasa nikmat tiada dua baginya.


Disiang menjelang sore itu mereka habiskan untuk meneguk madu kenikmatan rumah tangga ditemani nyanyian burung dan deruan angin yang menggoyang pepohonan sekitar.


Memang mereka membiarkan kaca jendela Neera yang tidak tertutup gorden karena kaca tersebut tidak tembus pandang dari luar tetapi orang di dalam bisa melihat jelas kearah luar.


Hampir dua jam mereka habiskan dengan beberapa kali jeda dan perpindahan tempat dari sudut, tengah hingga atas meja. Semua mereka eksplor hingga sofapun juga tidak ketinggalan.


Beruntung Ayyub dan Neera sudah mencapai puncak mereka yang entah sudah keberapa kali. Dengan berat hati Ayyub terpaksa melepaskan istrinya yang kini sudah terkulai lemas di atas meja sofa.


Ayyub yang merasa bertanggung jawab membersihkan sisa cairan yang ada ditubuh istrinya, menggambilkan baju dan pakaian dalam istrinya dan memasangkannya dengan rapi. Setelah itu Ayyub mengangkat tubuh mungil tapi sekal itu ke tempat tidur mereka dan menyelimutinya.


Neera yang sudah kehabisan tenaga memilih untuk menurut dan mencoba mengistirahatkan badannya agar nanti tenaganya terisi kembali.


Selesai dengan istrinya Ayyub bergegas kearah pintu karena suara panggilan triplets sudah mulai meninggi dengan kenaikan level hingga gedoran pintu.


Segera Ayyub memutar kunci yang membuka lebar pintu kamar mereka. Jelas saja kedatangannya disambut wajah kesal triplets yang sedari tadi sudah lelah memanggil orang tua mereka yang kenyataanya sedang asik bermain kuda-kudaan.

__ADS_1


"Ayah kenapa lama sekali buka pintunya sih ?" sunggut si cantik Qal yang sudah terlihat kusut dan kotor.


"Iya, padahal kan kita mau mandi terus juga ganti baju Ayah" tambah Qai yang juga tidak jauh berbeda dengan Qal.


"Ayah sedang apa, terus kemana bunda yah ?" tanya Qee yang mulai menjadi keberadaan bundanya.


"Bunda sedang tidur sayang. Ayo sini ayah mandikan kalian. Sudah bau acem sekali nih" ujar Ayyub yang diangguki ketiganya.


Jadilah ayah tiga anak itu kembali ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ketiga buah hatinya. Selesai itu mengeringkan tubuh mereka dan memakaikan baju. Tidak berselang lama Ayyub memberikan mereka susu dan akhirnya ketiganya menyusul sang Bunda menuju alam mimpi karena terlalu lelah bermain bersama Atuk dan unclenya.


Setelah memastikan triplets terlelap Ayyub juga merebahkan dirinya disamping sang istri dan membawa tubuh yang selalu wangi itu kedalam pelukannya.


Rasa nyaman yang ditimbulkan membuat Ayyub semakin tersedot kealam bawah sadar dan akhirnya ikut mengistirahatkan diri bersama anak dan istrinya.


Lain dengan keluarga kecil yang tengah beristirahat, Apa dan Ama malah sibuk memanen hasil sayur dan buah mereka untuk persiapan makan malam nanti. Bukannya tidak ada persediaan tetapi mereka ingin memberikan hidangan terbaik untuk hidangan nanti.


"Pa, senang sekali ya akhirnya putri dan cucu kita pulang juga ke rumah ini. Mereka cepat sekali besarnya. Perasaan terakhir kita bertemu masih berjalan dengan tergeal geol" ujar Ama dengan rasa haru yang tidak pernah habis.


"Alhamdulillah Ma. Allah masih memberi kita rezki untuk bertemu dengan anak dan cucu-cucu. Tentu saja mereka besar kan setiap hari diberi makan sama kakak" canda Apa yang menghangatkan obrolan sepasang paruh baya itu.


"Apa bangga sekali sama Neera dan Ayyub lo Pa, mereka sangat telaten dalam mengurus dan mendidik anak mereka. Bahkan triplets juga bisa bahasa daerah kita meskipun mereka tinggal di luar negri" ujar Ama yang semakin sumringah.


"Iya Ma, Papa juga sangat bangga melihat perkembangan triplets. Bahkan saat tadi kami pergi ke kandang mereka menjawab semua sapaan orang dan mampu berinteraksi dengan baik. Ayyub dan Neera mengajari mereka dengan baik sehingga menjadi anak yang cerdas dan tanggap dengan lingkungan" cerita Apa yang membuat Ama tertarik.


"Benarkah itu Pa ?" penasaran Ama.

__ADS_1


"Iya Ma, bahkan mereka tidak sungkan menyalami pekerja kandang dan setiap orang yang menyapa mereka. Semua orang memuji kepandaian dan kesopanan mereka. Sungguh mereka sudah menjadi idola baru di kampung kita" canda Apa yang disambut tawa keduanya.


"Ya, semoga saja mereka sekeluarga selalu diberi kemudahan dalam menjalani setiap kehidupan dan selalu rukun dan damai. Ama berdo'a semoga rumah tangga mereka sakinah mawaddah hingga mencapai rahmah" do'a Ama yang diAmini oleh Apa.


__ADS_2