Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 37


__ADS_3

Neera mulai bergetar dan mengeluarkan sesuatu yang panas dan basah dibagian bawah tubuhnya. Seketika mengembangkan senyuman puas Ayyub.


"Sayang, kamu sudah basah" bisik Ayyub tepat di telingan Neera.


"Hmm., eughh...."


"Sayang, apakah nikmat yang" ucap Ayyub yang masih setia memainkan jemarinya dibawah sana sedangkan tangan yang lain sibuk meremas buah dada Neera.


Neera hanya memerah menahan malu menanggapi pertanyaan Ayyub. Memang ia sangat menikmati itu karena sudah lama sekali ia cuti.


"Biar aku bersihkan yang" perlahan Ayyub menunduk. Kali ini tujuannya bukan bibir atau bagian yang lain tetapi hutan tersembunyi Neera.


"Hmm., yang ini enak banget. Wangi lagi terus lembut bikin gemas" Ayyub terus memuji bagian inti tubuh istrinya.


Lidahnya menyapu bagian bawah itu dengan rakus, menghisap menelusupkan lidah terkadang menggigit kecil bagian berbentuk kacang almond itu.


Sungguh seperti candu bagi Ayyub, merasa tidak puas Ayyub bahkan menelungkup dan mengangkat bagian paha Neera sehingga bagian inti itu tepat berada dihadapannya dan puas untuk ia eksploitasi.


Neera yang sudah tidak tahan berkelinjang menahan sesuatu yang akan kembali keluar sementara Ayyub terus menahan dan menghisap kuat bagian lembek dan tembem itu menggantarkan Neera pada puncak kenikmatan.


Setelah puas bermain disana Ayyub menaiki tubuh istrinya dan mencium lembut bibir Neera. Perlahan tapi pasti mereka menumpahkan segala hasrat dan kerinduan yang terpendam selama ini.


Segera Ayyub membuka celana yang masih tersisa di tubuhnya. Membuka kaki Neera dan bersiap masuk kesana. Segera setelah menggesek-gesekkan juniornya Ayyub memposisikan senjatanya.


"Sayang, tunggu dulu" seru Neera mengalihkan fokus lelaki yang sudah diburu nafsu itu.


"Iya sayang, kenapa ? Jangan bilang kamu tidak ingin" ucap Ayyub yang mulai frustasi.


"Tidak tapi hmmm" ragu Neera.


"Apa sayang, aku mohon cepatlah" desak Ayyub yang sudah tidak tahan.


"Hmmm..., bisakah kamu lebih lembut dan pelan-pelan, aku takut sakit" ucap Neera lirih.

__ADS_1


"Baiklah sayang, I will.. anything for you" balas Ayyub sembari mengecup dahi Neera kilas.


"Are you ready yang ?" sambung kembali Ayyub.


"Hmm" angguk Neera sembari memegang pundak Ayyub.


Pelan tapi pasti Ayyub menekan rudalnya pada lubang surgawi Neera. Sungguh sulit dan berkali-kali melesat lagi. Namun Ayyub tidak berputus asa kembali mengulang dan lebih mengerahkan tenaganya.


Kini ringisan kesakitan terlihat dari wajah merah Neera. Wanita itu sedikit kesakitan menerima junior suaminya yang besar dan panjang di bagian tubuhnya yang kecil.


Neera menggigit bibir bawahnya dan meremas kuat bahu Ayyub. Membuat laki-laki itu merasa tidak tega.


Sejenak Ayyub terdiam dan membiarkan milik Neera beradaptasi dengan juniornya. Setelah agak tenang ia mulai ******* bibir ranum Neera untuk mengalihkan fokusnya dan mulai menekan sedikit kuat.


Neera tiba-tiba tersentak merasakan sakit dan perih dibagian bawahnya. Perlahan air mata meluncur di sudut matanya. Segera Ayyub menghapus dan mengecup kedua kelopak mata indah itu.


Setelah berdiam diri sejenak Ayyub mulai melancarkan serangannya bergerak naik turun. Sedikit sulit tapi membuat matanya merem melek bahkan kini erangan mulai lolos dari bibir sexynya.


Neera mulai terbiasa dan berusaha mengimbangi permainan itu. Tangannya perlahan membelai dada bidang dan perut eight pack itu. Sementara lidahnya sudah melekat di leher maskulin dan menggigit kecil bagian itu meninggalkan jejak merah yang kentara.


Menerima perlakuan itu membuat Ayyub semakin menggila. Dengan semangat ia terus menggempur Neera hingga keduanya mengerang panjang, senjata Ayyub terasa diremas dan dipijit-pijit membuatnya ingin memuntahkan lahar panas.


Ayyub merasakan denyut yang kian mengetat membuat ia tidak tahan dan menekan kuat hingga semua senjatanya terbenam dalam gua Neera.


Kini keduanya telah mencapai puncak kenikmatan dan melayang menikamati surga dunia. Ayyub jatuh menindih tubuh istrinya membenamkan Neera yang terengah-engah mencoba mengatur napas kembali.


"Makasi sayang" ucap Ayyub lembut setelahnya mengecup lama bibir dan dahi Neera.


Neera hanya tersenyum dan membelai pipi Ayyub lembut. Mereka berpelukan sangat erat dan menumpahkan segala rasa yang ada.


Perlahan Ayyub bangkit dan berbaring disamping Neera. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua. Sungguh sangat memuaskan, merasakannya kembali setelah tiga tahun bertahan itulah yang dirasakan Ayyub.


"Sayang, bisakah kita berbincang sejenak sembari beristirahat" tutur Neera hati-hati.

__ADS_1


"Ya sayang, aku juga ingin berbincang denganmu sayang"


"Hmmm, kamu duluan yang"


"Baiklah, aku penasaran bagaimana bisa kamu menjadi wanita karir seperti ini dan siapa itu lelaki yang kita temui di pusat perbelanjaan itu. Bisakah kamu jelaskan padaku sayang ?" tanya Ayyub panjang lebar.


"Sayang, kamu harus mengerti. Saat itu aku sudah putus asa, aku sudah tidak berharap kita akan bertemu lagi. Apalagi mengingat berbagai kejadian pada masa itu, jadi aku hanya menyiapkan segala kemungkinan terburuk yang ada. Aku harus membesarkan triplets seorang diri. Tentu saja aku harus mempersiapkan kebutuhan masa depan mereka dan juga pendidikan yang berkualitas. Karenanya aku harus mulai mengumpulkan uang dan menabung untuk memenuhi kebutuhan masa depan kami" jelas Neera panjang lebar.


"Sungguh luar biasa istriku ini, jadi apa saja yang kamu kerjakan yang ?" tanya kembali Ayyub yang makin mengeratkan pelukannya.


"Aku mulai dengan mengajar sembari melanjutkan S3 disini. Kemudian sebenarnya aku juga sudah memulai bisnis fashion online dan pengembangan peternakan Apa sedari dulu, hanya saja aku mengerjakannya dari rumah dan tanpa kamu tau. Maafkan aku untuk itu sayang ?" lirih Neera menatap mata suaminya dengan wajah memelas.


"Hmmm, kenapa kamu tidak memberitahuku, dasar nakal. Aku akan menghukummu untuk ini" ucap Ayyub sembari memilin satu puncak dada yang berwarna kecoklatan itu.


"Aw, sakit sayang" seru Neera mendelik kearah Ayyub.


"Habisnya gemas, sini aku tiupin lagi" ucap Ayyub yang mulai meniun bagian ujung gunung kembar itu dan berakhir dengan menjilatinya.


"Sayang, itu bukan mengobati" ucap Neera yang mulai kesal dengan ulah suaminya.


"Terus sejak kapan kamu mulai memiliki saham itu dan siapa lelaki yang ada disana ?" ucap Ayyub mulai serius lagi.


"Aku merasa takut jikalau nanti triplets semakin besar dan memiliki keinginan nantinya aku tidak mampu memenuhinya. Oleh sebab itu aku mulai belajar investasi dan menanam saham di beberapa perusahaan. Salah satunya di perusahaan Peter. Kami hanya sebagai rekan kerja tidak lebih. Lagi pula kami sangat jarang bertemu hanya pada saat rapat pemegang saham saja" jelas Neera.


"Lalu bagaiman dengan lelaki yang satu lagi ?" selidik Ayyub.


"Oh dia adalah penjaga arena bermain itu, dia sangat ramah dan berteman baik dengan triplets. Dia sering membantuku menjaga triplets saat sudah kewalahan" terang Neera pada Ayyub.


"Bagaimana bisa kamu berusaha sekeras ini ?" tanya Ayyub lagi.


"Yah..., waktu itu aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk triplets. Secara saat itu mereka hanya memiliki aku jadi sebisa mungkjn aku mengganti sesuatu yang hilang itu dengan memenuhi segala kebutuhan dan keinginan mereka sehingga mereka tidak akan merasakan kekosongan" ucap lirih Neera.


Perlahan Ayyub membawa Neera dalam dekapannya dan memciumi wajah istrinya itu. Ia tidak bisa menyalahkan atau bahkan bersikap keras kepala untuk melarang dan membatasi istrinya. Ia tahu ini adalah hasil jerih payah Neera selama berjuang seorang diri memenuhi kebutuhan mereka.

__ADS_1


__ADS_2