Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
Kehidupan di Kerajaan


__ADS_3

Sesampainya di gerbang istana, penjaga gerbang langsung memberikan hormat dan mempersilahkan pangeran Tara dan Shata masuk. Mereka di sambut oleh penghuni istana kerajaan dengan penuh suka cita. Salah seorang dayang yang melihatnyapun langsung menuju ruangan sang ratu dan memberitahu mengenai kedatangan Pangeran Tara dan Shata.


"Salam Yang Mulia Ratu, Pangeran Tara beserta pengawalnya Shata telah berada di istana" Ucap Naira salah seorang dayang ratu dari luar ruangan sang ratu.


"Benarkah? Tolong sampaikan bahwa aku akan segera menemui mereka di ruangan Pangeran Tara" Jawab Sang Ratu dengan penuh suka cita karena sesungguhnya dia sangat merindukan anaknya.


"Baik Yang Mulia Ratu akan saya sampaikan. Saya mohon pamit" Ucap Naira.


Nairapun bergegas menuju kepala penjaga kerajaan, dia menyampaikan pesan sang ratu yang kemudian kepala penjaga kerajaan memerintahkan salah satu pasukannya untuk menyampaikan pesan tersebut secara langsung kepada Pangeran Tara.


......................


Disisi lain, Pangeran Tara dan Shata telah sampai di bangunan milik Shata yang telah di janjikan oleh Pangeran Tara sebelumnya.


"Ini bangunan milikmu dan ayahmu" Ucap Pangeran Tara.


"Wah.. Bagus sekali Pangeran, apa sekarang boleh masuk?" Tanya Shata.


"Tentu, aku juga akan bercerita mengenai siapa Zio karena aku tahu kamu pasti sudah sangat penasaran" Jawab Pangeran Tara.


"Siap Pangeran, Pangeran tahu saja. Mari silahkan masuk Pangeran" Jawab Shata sembari membukakan pintu bangunan.

__ADS_1


Shata sangat takjub melihat bagian dalam dari bangunan tersebut. Semuanya sangat tampak mewah dengan ruangan dan perlengkapan bertemakan warna merah dan emas.


"Wah.. Bagus sekali Pangeran. Terima kasih. Saya tidak menyangka akan tinggal di tempat semewah ini" Ucap Shata.


"Iya. Lantas kapan kamu mempersilahkan aku duduk? Apa aku harus berdiri seperti ini terus? seperti para penjaga di luar?" Jawab Pangeran Tara.


"Eeh.. Silahkan duduk Pangeran Tara. Maafkan saya hehehe.. Saya sangat takjub melihat ini semua, rasanya seperti mimpi saja" Jawab Shata.


Tiba-tiba.....


"Salam Yang Mulia Pangeran" Ucap salah seorang penjaga kerajaan. Penjaga kerajaan tersebut tahu bahwa Pangeran Tara sedang berada di bangunan Shata karena Shata tidak menutup pintu bangunan tersebut, Sehingga Pangeran Tara terlihat dari luar.


"Mohon izin menyampaikan bahwasannya ratu akan menemui anda di ruangan anda, Pangeran" Ucap penjaga kerajaan.


"Baiklah aku akan segera ke ruanganku, terima kasih atas informasinya" Jawab Pangeran Tara.


"Baik Pangeran, saya pamit" Ucap penjaga kerajaan sembari memberikan hormat pada Pangeran Tara.


"Wah.. Sang ratu akan menemui anda Pangeran. Mari bergegas menuju ruangan anda" Ucap Shata.


"Iya, seharusnya aku yang menemuinya terlebih dahulu. Malah, beliau yang menemuiku. Kalau begitu ayo cepat, kita keruanganku" Jawab Pangeran Tara.

__ADS_1


"Siap Pangeran" Jawab Shata sembari menaruh buntalan pakaian dan oleh-oleh dari Ibu Alysa.


Mereka berduapun meninggalkan bangunan milik Shata dan beralih menuju ruangan pribadi Pangeran Tara. Shata sudah membayangkan betapa megah dan mewahnya ruangan milik Shata. Mengingat bangunan miliknya saja sudah cukup mewah.


sesampainya di depan ruangan Pangeran Tara, para penjaga secara langsung membukakan pintu. Pangeran Tara dan Shatapun masuk ke dalam. Seperti yang ada dalam bayangan Shata, ruangan itu sangat mewah, elegan, dan sangat luas. Banyak terdapat ornamen-ornamen berbentuk naga berwarna emas. Ruangan itu di bagi menjadi beberapa ruangan kecil lagi, ada bagian ranjang, tempat membaca buku, ada taman bunga kecil, serta ruangan untuk menyambut tamu.


"Wah... Luas dan bagus banget pangeran" Ucap Shata takjub sembari melihat sekeliling ruangan.


Pangeran Tarapun duduk di ruang tamu dan hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang dinilai sangat norak tersebut.


"Salam Yang Mulia Ratu" Ucap penjaga di luar ruangan.


Pangeran Tarapun bergegas berdiri kembali. Ketika Ratu masuk, Pangeran Tarapun langsung memeluk ibundanya. Tidak hanya Shata, Pangeran Tarapun selama tinggal di luar istana kerajaan sangat susah menemui ibundanya. Shatapun hanya tertunduk melihat kejadian tersebut, dia sangat terharu melihat ibunda ratu dan pangeran tara berpelukan sembari menangis.


"Buka topengmu nak, Ibunda ingin melihat wajahmu" Ucap sang ratu.


Ya, selama berada di istana kerajaan ataupun kuil Pangeran Tara selalu mengenakan topeng untuk menunjukkan identitasnya sebagai pangeran. Dia telah memakai topeng tersebut sedari kecil. Hal ini dilakukan karena adanya isu penerus kerajaan Baradha yang akan membunuh pangeran dengan maksud ingin merebut tahta kerajaan selanjutnya. Untuk itulah, selama dia tinggal bersama Shata di desa, tidak ada satupun warga yang mengenali Pangeran Tara termasuk Shata karena yang mereka tahu, Pangeran selalu mengenakan topeng berwarna emas miliknya. Bahkan tersebar rumor bahwa pangeran mendapatkan kutukan dari raja kerajaan Baradha dan siapa saja yang melihat wajah Pangeran secara sengaja ataupun tidak, dia akan langsung mati.


"Aku sangat merindukanmu, Ibunda" Ucap Pangeran Tara sembari melepas topeng miliknya.


......................

__ADS_1


__ADS_2