
Pagi ini sesuai dengan rencana mereka bertolak ke tanah air dengan menggunakan jet pribadi.
Awalnya Neera menolak keinginan suaminya akan tetapi setelah mempertimbangkan keadaan Ayyub dan anak-anak mereka akhirnya Neera menyetujui usulan suaminya.
Bagaimana tidak lelah, kemarin mereka hampir mengelilingi Edinburg untuk berburu oleh-oleh. Tanpa terasa mereka menghabiskan waktu hingga makan malam.
Malam harinya Neera harus packing kembali barang-barang serta oleh-oleh yang mereka beli. Belum lagi Neera juga harus mempersiapkan pakaian serta kelengkapan mereka esok hari.
Sebenarnya Ayyub agak ngeri melihat semangat Neera hari ini. Ia baru tahu sedari pagi istrinya sudah kesana kemari mengurus apapun itu mengenai kepulangan mereka tetapi saat siang mereka berangkat Neera tetap semangat empat lima.
Memang benar jika belanja untuk orang yang disayanginya Neera sangat bahagia berbanding terbalik dengan berbelanja untuk dirinya sendiri.
Jadilah saat ini mereka tengah tertidur di dalam jet pribadi menikmati penerbangan yang membutuhkan setidaknya 27 jam di udara.
Tidak ada dari keluarga yang mengetahui kepulangan mereka karena ini merupakan surprise untuk keluarga Ayyub maupun Neera.
Lama tertidur akhirnya Neera terbangun juga akibat usapan lembut di kepalanya yang berulang-ulang.
"Loh Uda, sudah bangun. Ada apa, apa Uda butuh sesuatu ?" tanya Neera yang kaget mendapati Ayyub ada didepan mukanya dan tengah memperhatikannya saat membuka mata.
"Gak ada sayang, Uda cuma pengen lihat kamu lebih dekat. Uda kangen banget sama kamu" ucap lembut Ayyub sembari memberikan kecupan di dahi istrinya.
"Tumben banget, gak biasanya Uda kayak gini. Ada apa sih ?" tuding Neera yang merasa aneh suaminya bersikap manis tanpa sebab.
"Kamu suuzhan aja sih sama suami sendiri, emang biasanya Uda gak romantis ?" tanya Ayyub.
"Iya, mana pernah kecuali kalau ada maunya terutama kalau udah mau yang enggak-enggak baru gini nih, jangan aneh-aneh ya Uda kita di pesawat nih. Ada anak-anak juga loh" cerocos Neera yang mulai waspada.
"Masya Allah sayang, sama suami sendiri pikirannya buruk banget sih" gemas Ayyub dan menjawil hidung Neera.
__ADS_1
"Yaiyalah Neera jaga-jaga aja, Uda kan suka nekat sampai gak lihat situasi dan kondisi" sungut Neera yang sakit habis dijawil.
"Ya ampun sayang, kamu gemesin banget sih. Makin kesel makin cantik, tau gak ? Jadi pingin cium" seru Ayyub yang mulai menghujani muka Neera dengan kecupan.
"Udah dong Uda, basah nih" kesal Neera yang mulai engap.
"Yah sayang, Uda mau romantisan juga. Ntar dibilang lagi suaminya gak manis, cuek" sungut Ayyub yang masih setia dengan pelukan dan ciumannya.
"Udah dong Uda, Neera bisa engap nih dikekepin tubuh hulk Uda. Gak sadar banget deh sama badan sendiri" kesal Neera yang mulai kesusahan bernapas karena kelelep badan suaminya yang besar.
"Haha sayang, kamu lucu banget deh. Bisa hilang gitu ya di tubuh Uda. Hmmm sayangnya minion aku" gemas Ayyub yang malah semakin mengapit Neera.
"Uda, udah dong. Neera susah napas ini" kesal Neera yang lantas menggigit dada Ayyub karena bagian itulah yang bisa ia gapai mengingat tangan dan kakinya terbelit tubuh semampai suaminya.
"Awwww yang, sadis banget sih. Sakit tau, nanti bangun yang lain Uda gak mau tau lo, Neera harus tanggung jawab" ringis Ayyub yang langsung melonggarkan Neera dan beralih mengusap bagian yang digigit.
"Enak aja Neera disuruh tanggung jawab, salah Uda sendiri, ngapain ngebekap istrinya kalau kehabisan napas gimana ?" sungut Neera yang sudah acak-acakan.
"Udah ah.., aneh banget sih Uda hari ini" kesal Neera masih berusaha menjauhkan muka Ayyub dengan tangannya.
"Sesekali yang, Uda kan pingin romantis juga tapi kan..." ucap Ayyub gantung ragu untuk diteruskan.
"Tapi gengsi, sok-sokan cuek sih padahal pingin disayang juga" potong Neera langsung telak mengenai hati.
"Yah maaf sayang, lagian kita kan juga jarang punya waktu berdua. Oleh sebab itu, harus kita maksimalkan untuk membuat adiknya triplets, biar cepat menuju kesebelasan. Lagian ya yang, Uda bingung deh. Neera kok belum hamil-hamil juga ya, padahal Uda usahanya maksimal loh" bingung Ayyub yang mulai mengarah pada hal intim.
"Hmmm yaa gak tau sayang, mungkin belum dikasih aja sayang" jawab Neera mulai lirih.
"Tapi kamu gak pake kontrasepsi kan sayang ?" tanya Ayyub.
__ADS_1
"Ya enggaklah, kan Uda tau sendiri Neera gak mau. Lagian kan Uda lihat sendiri Neera gak pernah juga minum pil" bela Neera.
"Iya sih, tapi kenapa ya. Padahal Uda keluarnya selalu didalam loh, berkali-kali lagi dan lama juga. Apa jangan-jangan benihnya udah gak berkualitas lagi ya. Apa Uda harus periksa ke dokter ?" cemas Ayyub pada dirinya.
"Sudahlah Uda jangan dipikirin dulu, mungkin bukan belum rezeki kita. Lagian kita sudah punya triplets masih kecil juga lagi" hibur Neera membesarkan hati suaminya.
"Tapi sewaktu kamu hamil, melahirkan dan membesarkan mereka hingga dua tahun Uda tidak pernah ada disamping kamu, Uda juga ingin merasakan menjadi suami siaga saat istrinya tengah mengandung hingga melahirkan" kisah Ayyub.
"Ya sudah kita sabar saja terus banyak-banyak berdo'a" nasehat Neera.
"Tapi sayang, kok kamu gak ada sedih-sedihnya sih. Apa kamu memang tidak ingin memiliki anak dari aku lagi ?" tanya Ayyub yang melihat Neera santai sedari tadi.
"Bu bukan begitu sayang, Neera mau lah. Tapi kan belum dikasih mungkin waktunya belum pas aja" kilah Neera sedikit gugup, pasalnya ia ikut berperan dalam kejadian ini.
Bukan Neera tidak ingin memiliki anak lagi, pasalnya mereka saat ini tidak dalam kondisi yang memungkinkan. Restu dari keluarga Ayyub belum sepenuhnya dikantongi bahkan keluarga suaminya itu cenderung menolak dirinya.
Ditambah lagi keadaan Ayyub dan dirinya yang masih belum stabil secara emosional. Bahkan kemarin saja mereka bisa berpisah lebih dari sebulan tanpa kabar. Belum lagi sifat Ayyub yang belum sepenuhnya ia mengerti.
Datang lagi permasalahan orang ketiga dan kesibukan Ayyub dan dirinya. Apa jadinya jika ia mengandung, yang ada dengan keadaan emosional yang tidak stabil akibat hormon akan memperumit masalah.
Hal ini saja susah sekali mengumpulkan sabar bagaimana jika ia mengandung dan sensitif maka semua akan runyam dan berakhir kekacauan.
Triplets akan terabaikan, kerja akan berantakan dan rumahpun akan terasa panas. Oleh sebab itu ia harus memikirkan dengan matang mengenai rencana kehamilan ini.
Makanya tanpa sepengetahuan Ayyub ia mengatur kalender periodenya sendiri dan akan berhubungan dengan Ayyub jika itu dimasa ia tidak subur.
Entah Ayyub yang terlalu cuek atau Neera yang terlalu cerdas, suaminya itu selalu saja terkecoh dan ujung-ujungnya menuruti kalender Neera.
Sejauh ini Neera masih aman dan Ayyub sepertinya juga belum menyadari hal ini. Meskipun sedikit ragu akhirnya ia bisa menerima.
__ADS_1
"Yaudah deh yang, mungkin memang belum rezeki kita, nanti kita usaha lebih keras lagi ya" pasrah Ayyub yang membuat Neera susah untuk menelan saliva yang ada di tenggorokannya.