
Malam itu kembali mereka memadu kasih, melepaskan segala hasrat dan kerinduan. Benar saja, malam itu Ayyub memakan Neera habis-habisan hingga perempuan cantik itu tidak sanggup bangun lagi dan seluruh kulit mulusnya sudah dipenuhi tanpa kepemilikan yang masih merah.
Seringai puas keluar dari wajah maskulin Ayyub saat melihat istrinya terkulai lemas dibawahnya. Sungguh hal yang paling menyenangkan untuk dilihat. Ada perasaan bangga terbesit di hatinya. Ternyata ia masih sanggat tangguh. Berkat olahraga yang ditekuninya setiap hari.
Setelah semalaman bergulat di kamar itu Neera meminta Ayyub untuk membawanya ke kamar utama mereka. Khawatir jikalau triplets terbangun dan tidak ada bunda disisi mereka.
Dalam hal lain memang triplets sangat mandiri tetapi saat akan dan bangun tidur mereka tidak bisa tanpa bundanya.
Neera seakan memiliki magnet tersendiri bagi ketiganya. Pokoknya mereka harus memegang bunda, mencium tubuh, atau mendengar suara bunda.
Perlahan Ayyub mengangkat tubuh kecil istrinya itu sambil memeluknya erat. Kehangatan dan aroma tubuh Neera, hal inilah yang akhirnya mampu membuat pilot idola itu bertahan hingga tiga tahun lamanya. Pelukan yang menghangkan dan aroma yang menenangkan.
Sesekali Ayyub menciumi Neera penuh cinta. Siapapun akan dibuat iri oleh dua pasutri yang baru bertemu ini.
Lelaki maskulin itu tidak langsung menurunkan Neera ke kasur melainkan merebahkan dirinya dan membiarkan Neera berada di atas tubuh kekarnya.
Terang saja itu membuat kulit mereka hanya dibatasi kain satin tipis yang digunakan Neera. Sementara Ayyub masih tetap polos dengan otot dada dan absnya.
"Sayang, kalo begini aku jadi termotivasi untuk mengulangi lagi" ucap Ayyub sembari tangannya mengelus lembut punggung Neera.
"Astaga Ayyub, sudah begini kamu bilang masih mau ?! ais.."
"What, kamu bilang apa sayang ?" ucap Ayyub dengan nada rendah sementara tanggannya sudah mulai bergerilya.
"Wah... benar-benar. Sayang sudah, berhenti. Apa Uda mau membunuhku huh ?"
"Haha oke oke, Uda cuma becanda sayang, tapi kalo kamu terangsang lagi sok atuh"
"Terangsang ndasmu, pikiranmu itu bisa tidak lurus sedikit. You're too much. Mesumnya kebangetan. Kapok aku sama kamu Uda"
"Salah kamu sendiri sayang, kenapa kamu membuat kesalahan ya harus dihukum agar anak-anak kita mengerti"
"Apa ?! anak-anak. Tidak, aku tidak ingin triplets belajar mesum darimu Uda"
"Haha siapa juga yang ingin mengajari hal mesum pada mereka, Uda cuma ingin mereka jadi bertanggung jawab. Jika berbuat salah ya harus dihukum, seperti kamu ini"
"Aku rasa ini bukan hukuman, ini lebih ke penyiksaan"
__ADS_1
"Penyiksaan yang penuh kenikmatan kan" sambung Ayyub.
"Kenikmatan bagaimana, Uda tidak lihat betapa menderitanya aku"
"Ah yang benar ? Padahal tadi kamu berteriak keenakan, bahkan kamu meminta lebih cepat lagi dan berkali-kali kamu bergoyang dengan hot. Wah... benar-benar peningkatan skill yang membuat aku puas hingga ingin lagi dan lagi. Sungguh sayang, kamu sangat nikmat dan pandai"
"Ah Ayyub, ish mulut besarmu itu berhentilah. Tidakkah kamu lihat anak-anak sedang tidur" dumel Neera yang sudah memerah lantaran bicara Ayyub yang terlalu gamblang.
"Sayang, kamu nakal ya. Sudah dibilang jangan panggil nama, apa harus Uda hukum lagi biar lebih mengerti" ucap Ayyub sembari memukul pantat Neera.
"Astaga, baiklah aku akan berhenti tapi tangan Uda itu bisakah diam. Sungguh sulit kepercaya bagaimana bisa aku memiliki suami semesum ini. Apakah yang sudah Uda lakukan selama tiga tahun ini, kenapa Uda semakin mesum parah"
"Tenanglah sayang, apakah kamu tidak ingat waktu itu Uda datang ke rumah orang tuamu dan melamarmu sayang, tentu saja sekarang kita menikah. Selama ini Uda hanya bekerja sembari membayangkan tubuh indahmu ini" seloroh Ayyub sembari tertawa.
"Dasar laki-laki ini, kenapa Uda begitu menyebalkan hari ini" kesal Neera.
"Tapi sayangkan, tapi cintakan" sambung Ayyub.
"Sudahlah, tolong diam saja dan tidur"
"Sayang, bisakah sekali lagi. Junior sudah bangun lagi ini"
"Tidak sayang, Uda berjanji akan cepat"
"Cepat Uda itu berbeda dengan cepat biasanya, sungguh melelahkan memiliki suami begini" 😓
"Ayolah sayang"
"Memangnya aku bisa menolak"
"Haha benar juga"
Tanpa aba-aba Ayyub menyerang Neera kembali dibawah selimut dengan sebelumnya mereka pindah ke sofa takut membangunkan triplets.
Benar saja, lama yang dimaksud Ayyub adalah satu jam lebih. Tentu saja membuat Neera lelah dan akhirnya tertidur dengan pakaian yang berantakan.
Beruntung suaminya itu bertanggung jawab sehingga dengan sabar ia membersihkan badan Neera dari sisa percintaan mereka dan mengganti baju tidurnya dengan yang lebih tertutup. Setelahnya Ayyub membiarkan istrinya itu beristirahat, begitu juga dengan dirinya.
__ADS_1
Rasanya belum terlalu lama ia tertidur kembali tubuhnya terasa dihimpit makhluk kecil. Tetapi ia menyukai itu, oh tidak ! Malaikatnya sudah bangun.
"Morning sayang, baca do'a dulu nak" ucap Neera lembut pada Qee.
"Oke bunda" setelahnya mereka berdo'a bersama.
"Masyaallah, anak pintar. Bunda sayang kamu nak" puji Neera pada sang anak sembari menghujaninya dengan ciuman.
"I love you too bunda. Bunda, kita selalu memberikan morning kiss, bolehkah Qee kiss ayah bunda ?"
"Tentu saja sayang, dia ayah kalian. You must treat him like me"
"Benarkah bunda ? Apakah ayah akan tinggal bersama kita bunda ?"
"Tentu saja sayang, apakah Qee menyukainya ?"
"Suka sekali bunda, Thank you bunda, i really love you" ungkap riang sang anak.
"Oh, i love you more honey"
Perlahan tubuh kecil itu bergerak diatas tubuh sang bunda dan memberikan pelukan serta ciuman hangatnya di pagi hari.
"Morning ayah, I love you ayah"
"Ah sayang, i love you more sayang" ungkap kembali Ayyub setelah sesaat membeku menerima perlakuan hangat tersebut.
"Sayang, apakah semenyenangkan ini setiap pagimu sayang ?" sambung Ayyub lagi pada Neera berbisik.
"Tentu saja, ini baru satu belum dua lagi" bisik kembali Neera sembari melihat dua malaikat kecil yang berbaring disampingnya.
"Ah.., aku benar-benar bahagia. Inilah hidup yang seharusnya. Belum pernah aku bangun sebahagia ini dalam hidupku semenjak kepergianmu sayang" ungkap Ayyub semabri mencium kening istrinya itu.
"Tenang saja, tidak berapa lama lagi bukan hanya bahagia yang Uda dapat. Jalur roller coaster sudah menunggu Uda di depan" ungkap Neera.
"Apapun sayang, apapun akan Uda lalui asalkan bisa tetap bersama kalian" ucap Ayyub sembari memeluk erat Qeenan dan Neera yang berada dekat dengannya.
"Bunda..., ayah ?" tiba-tiba suara kecil mengejutkan mereka.
__ADS_1
"Morning sayang, praying first"
Mereka berdo'a bersama pagi itu dan saling memberikan pelukan dan ciuman hangat. Setelah lama ndusel-ndusel di tempat tidur akhirnya keluarga itu membersihkan diri dan melaksanakan ibadah subuh mereka.