
Bersamaan dengan habisnya percakapan mereka Tuan dan Nyonya Kaisar masuk ke kamar itu karena mendapatkan kabar bahwa anak perempuan mereka tadi pingsan. Dengan wajah khawatir keduanya masuk dan kaget saat mengetahui kedua putranya sudah pulang.
"Loh, ada Hakim dan Ayyub juga. Kenapa kalian bisa ada disini. Kapan kalian datang ?" tanya Mama yang sumringah mendapati kedua putra yang sudah beberapa hari ini tidak dilihatnya.
"Iya ma, kami belum lama sampai saat tadi Fazreen bilang kalau Nola pingsang" jawab Hakim yang langsung menyalami kedua orang tuanya diikiti Ayyub.
"Ayyub, bagaimana kabar anak dan istrimu. Mereka semua baikkan, mama kangen sekali dengan mereka" seru Mama dengan muka berbinar.
"Alhamdulillah mereka baik Ma. Sebaiknya mama lihat Nola dulu, kasihan dia" ujar Ayyub mengalihkan perhatian mama.
"Ohiya mama sampai lupa. Ya Allah sayang..., kamu kenapa nak. Apa yang kamu rasain sekarang, sudah makan sudah minum obat ?" tanya Mama yang beralih pada Nola.
"Mamaaa....." tangis Nola yang langsung memeluk Nyonya Kaisar. Walau bagaimanapun ia begitu manja pada ibunya hal inilah yang membuat ia berani bersikap semena-mena pada orang.
"Hai kamu kenapa sayang, mana yang sakit ?" tanya Mama yang disatu sisi sedih melihat anaknya sakit namun disisi lain ia juga bahagia melihat Nola tidak marah dan mendiamkannya lagi perihal masalah dengan Neera kemarin.
Baru Nola akan menjawab dan mencari perlindungan Mamanya tiba-tiba saja perutnya bergejolak dan lari terbirit-birit ke kamar mandi. Ia memuntahkan semua isi di dalam perutnya dan membuat matanya menjadi berkunang-kunang.
"Sayang kamu kenapa nak, ayo kita ke rumah sakit sekarang. Kita periksa keadaan kamu, bagaimana bisa kamu begini" panik Mama yang berusaha membantu anak perempuannya itu berjalan dari kamar mandi.
"Tidak Ma" pekik Nola yang membuat Nyonya dan Tuan Kaisar bingung.
"Kamu kenapa sayang, kita kan hanya ke rumah sakit buat periksa bukan mau periksa kehamilan, kenapa kamu sampai berteriak ketakutan begitu" kelakar Mama yang membuat Nola semakin pucat.
"Eng...eng... gak Ma. Maksud Nola.. hmm.. kan.. kan tadi Abang Fazreen sudah panggil dokter kesini, sudah dikasih obat" gagap Neera yang semakin membuat Tuan Kaisar curiga.
"Mama obatnya sini Mama lihat, biar mama tau kapan waktu minumnya" tanya Mama pada Nola yang langsung bungkam.
"Ma, lebih baik mama biarkan Nola istirahat dulu. Nanti kita akan lihat kesini lagi" ujar Papa yang sudah memahami keadaan ini.
"Ah ya.. baiklah Pa. Yasudah sayang, kamu istirahat dulu ya nanti kalau ada apa-apa kamu panggil mama saja" lembut Mama pada putrinya.
"Iya ma, makasih ya Ma" jawab Nola lirih.
"Sama-sama sayang" ucap Mama yang langsung berdiri setelah mengecup kening putrinya.
__ADS_1
Setelah semua keluar dari kamar itu Tuan Kaisar menghentikan langkahnya dan diam untuk beberapa saat.
"Tidakkah ada yang ingin kalian jelaskan pada Papa dan Mama ?" tanya Tuan Kaisar.
Tidak diragukan lagi insting seorang Tuan Kaisar. Bukan tanpa alasan perusahaan Kaisar Utama Corp. berdiri kokoh hingga hari ini, tentu saja karena sosok yang memiliki kecerdasan yang tinggi dalam semua aspek.
Kedua putra Kaisar itu diam membisu dan mengikuti langkah ayah mereka menuju ruang kerja. Begitu juga Mama yang sebenarnya dalam keadaan bingung namun memilih dian dan mengikuti suami dan anaknya.
"Jelaskan" satu kata perintah dari Tuan Kaisar yange membuat Hakim serta Ayyub membeberkan segala yang sudah berlaku di keluarga mereka.
Hakim menjelaskan permasalahannya serta alasannya beberapa hari ini tidak ada di rumah lalu kemana mereka pergi dan apa saja yang mereka dapatkan selama ini.
"Astaghfirullah Nak.., kenapa Hakim tidak bilang pada mama sayang. Ya Allah kenapa ini semua terjadi pada kamu sayang.." tangis Mama yang langsung memeluk anak tertuanya itu.
"Hal yang kamu lakukan sudah bagus. Semua keputusan ada di tanganmu, kamu yang tau pasti apa yang terbaik untukmu" jawab Tuan Kaisar yang sudah sedikit tau tentang hal ini.
"Lalu bagaimana dengan adik kalian ?" tanya Tuan Kaisar.
"Mengenai Nola, dia saat ini hamil dan ayah dari janin yang dikandungnya adalah Dio" jelas Ayyub yang langsung membuat kedua orang tuanya shock.
"MAMA ?" kaget mereka yang langsung membaringkan Nyonya Kaisar di sofa yang luas ini sementara Ayyub mengambilkan air minum yang sudah ada disana.
"Mama minum dulu ma" ujar Ayyub yang menyodorkan air ke mulut mamanya yang kini ditopang oleh Papa.
Cukup lama mereka menenangkan mama yang akhirnya kini sudah duduk di sofa didampingi Papa yang terus memijat kepalanya.
"Sudah, mama sudah lebih baik. Maafkan mama, coba kalian lanjutkan lagi bagaimana ini bisa terjadi" ujar Mama yang ingin tau kejadiannya.
"Saat kami tengah mencari bukti perselingkuhan istrinya Bang Hakim kami juga tidak sengaja melihat perbuatan Dio dengan Nola. Ini bukan tentang perbuatan sepihak tapi keduanya. Bahkan mereka tertangkap berkali-kali melalukan itu dari cctv" jawab Ayyub.
"Cctv ? Darimana kalian mendapatkannya ?" tanya Mama bingung, yang mebuat Ayyub melirik Papanya.
"Oh itu, Papa yang memberikannya pada Ayyub. Sebenarnya di rumah kita ada cctv tapi tidak terlihat sengaja disembunyikan untuk berjaga-jaga. Tapi ini rahasia, hanya Papa yang tau lalu Ayyub" jelas Tuan Kaisar pada istrinya.
"Lanjutkan Ayyub" titah Tuan Kaisar.
__ADS_1
"Lalu saat kami akan pergi kesini untuk menanyakan masalah ini pada Nola dan Dio kami mendapatkan telepon dari Fazreen bahwa Nola pingsan sehabis bertengkar dengan Mbak Kiki dan tengah hamil" jelas Ayyub.
"Apa yang mereka pertengkarkan, mengapa sampai begitunya. Tumben sekali keduanya ribut, biasanya mereka akur" heran Mama pada anak dan menantunya.
Ayyub memberi kode pada Papanya, seakan mengerti Tuan Kaisar mengalihkan perhatian istrinya.
"Sudahlah ma, sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan Riezka. Sungguh Papa merasa gagal sebagai seorang Ayah dan kepala keluarga" lirih Tuan Kaisar dengan air muka yang menyedihkan.
"Tidak Pa, ini salah Mama. Sedari awal mama yang tidak becus mendidik mereka, mama yang 24 jam bersama mereka tapi tidak tau, mama yang selalu memanjakan mereka. Bahkan mama yang menjadi pendukung terbesar saat Riezka memilih untuk menikahi Dio" sesal Mama dengan deraian air mata.
"Sudahlah Pa, Ma. Papa dan Mama sudah menjadi orang tua terbaik untuk kami. Ini bukan hal yang harus disalahkan pada Papa dan Mama. Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada gunanya kita menyalahkan diri sendiri. Lebih baik kita selesaikan permasalahan ini dengan benar" ujar Ayyub yang tidak ingin melihat kedua orang tuanya selalu menyalahkan diri sendiri.
"Baiklah Nak, benar apa yang kamu katakan. Sekarang kita tunggu Riezka dan suaminya pulang dan akan kita dudukkan bersama Nola dan Shintia sekaligus" ujar Tuan Kaisar.
"Dan Hakim, Papa bangga padamu Nak. Kamu sudah mampu bertahan dengan baik dan menyelesaikan permasalahan yang Papa yakin sangat tidak mudah untukmu. Terima kasih karena sudah baik-baik saja dan apapun yang terjadi kamu tetaplah anak Papa dan Mama dan kamu tau tempat kamu untuk pulang Nak" ujar Papa yang sudah berkaca-kaca pada anak sulungnya yang saat ini menunduk dengan air mata yang bercucuran.
"Kesinilah Nak, peluk Papamu. Kami akan selalu ada untukmu. Kami akan selalu berdiri di belakangmu. Hidupmu masih panjang Anakku, masa depanmu masih membentang. Tetap semangat Nak, Do'a Papa dan Mama selalu mengiringimu" ujar Papa yang saat ini tengah merengkuh anak sulung mereka.
Semua yang ada di ruangan itu menitikkan air mata. Bahkan Hakim yang kini sudah berada dipelukan Papa dan Mama menangis tersedu seakan mengadukan semua kesedihan dan kepahitan yang selama beberapa hari ini ia tahan.
"Terima kasih Pa, terima kasih Ma. Abang sangat mencintai Papa dan Mama. Terima kasih sudah selalu mendukung Abang, dan Terima kasih untuk do'a yang tidak putus untuk Abang" tangis Hakim pada kedua orang yang paling ia sayangi di dunia ini.
"Tentu saja Nak, kamu putra kebanggaan mama. Mama sangat mencintai Abang" ujar Mama dengan air mata yang terus mengurai dimata beningnya.
Ayyub yang tidak tahan melihat pemandangan itu menunduk menyembunyikan air matanya yang terus jatuh tanpa bisa ditahan. Ia mengerti posisi kehilangan seorang istri karena ia juga pernah mengalaminya dengan posisi yang sama. Saat itu Neera juga difitnah berselingkuh di hotel dan ia mempercayainya.
Sakit sudah pasti, sedih jangan ditanya lagi. Tapi Allah masih baik padanya, Allah mengembalikan istrinya dan membuka matanya atas apa yang sebenarnya terjadi. Ia menyesal tapi juga sangat bersyukur.
"Hey son, kemarilah. Papa juga bangga padamu. Kalian adalah putra kebanggaan Papa" ujar Tuan Kaisar yang melihat Ayyub duduk menunduk di sofa seberang.
Ayyub lantas mendekat dan ikut bergabung bersama mereka.
"Terima kasih kamu sudah tumbuh menjadi anak yang baik dan penuh kasih sayang. Kamu sudah membantu banyak hal yang seharusnya menjadi beban Papa" ujar Papa menepuk punggung Ayyub yang tengah direngkuhnya.
"Sudah seharusnya Pa" balas Ayyub yang mengeratkan pelukannya. Sungguh ia rindu sekali dengan kenyamanan dari pelukan Papanya yang sudah sangat jarang ia dapatkan.
__ADS_1
Akhirnya di ruangan itu tercipta suasana haru yang begitu hangat. Memang selalu ada hikmah dalam setiap kejadian. Dengan adanya masalah ini membuat hubungan emosional antara kedua orang tua dangan anaknya begitupun dengan sesama saudara terjalin semakin dalam. Mereka yang selama ini terkesan kaku kini lebih leluasa dan terasa lebih hangat.