Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 100


__ADS_3

Pesawat dengan tujuan Paris kini tengah menunggu waktu take off. Setelah tadi bertemu triplets dari arah belakang kembali diriuhkan dengan percakapan kekaguman pada triplets yang lucu dan sangat pintar.


Para awak kabin itu juga memuji Neera yang sangat cantik, baik dan tidak sombong. Mereka masih bertanya-tanya mereka itu siapanya kapten. Tetapi sejauh ini tidak ada yang berani bertanya hanya mampu menduga.


Sampai pada saat pesawat akan take off dan dilakukan demo pemakaian alat oleh pramugari terdengarlah pengumuman dari sang kapten bahwa pesawat akan lepas landar dengan jam dan tujuan.


Akantetapi setelah itu terdengar lagi suara tidak biasa dari pengumuman keberangkatan itu.


"Saya mohom maaf menggunakan pengeras suara ini namun saya hanya ingin mengungkapakan sesuatu pada orang yang saya cintai. Zaneera sayang, istriku tercinta Uda kangen banget sama kalian jangan marah istriku. Maafkan Uda jika ternyata memiliki salah padamu. Buat putra dan putri ayah tercinta, Qaivan, Qeenan dan Qalundra ingatlah ayah selalu menyayangi kalian, ayah kangen kalian. Sekarang ayah akan bawa kalian pulang. Nanti kita pulang sama-sama ya, bilang bunda untuk tungguin ayah, oke sayang. Ayah bawa pesawat dulu semoga kita semua selamat sampai tujuan. I love you Zaneera, istriku tercinta" ucap Ayyub mengakhiri pengumuman siang itu yang disambut riuhnya tepuk tangan dari penumpang dan awak kabin.


Jangan tanyakan reaksi Neera, ibu muda itu tentu saja malu dan terlihat biasa saja. Beruntung mereka saat ini sudah pindah ke first class sehingga orang-orang tidak akan tau siapa yang dimaksud sang pilot. Tetapi tidak untuk kru kabin karena mereka sudah mengetahui siapa istri dan buah hati dari sang kapten terhormat.


Lain halnya dengan triplets, mereka kegirangan bukan main mendengar bahwa pilot hari ini adalah ayah yang sangat dirindukan.


Bagaimana mungkin mereka tidak saling merindu sudah sebulan penuh mereka tidak bertemu. Semenjak Ayyub pamit pergi kerja hingga akhirnya mereka pergi bersama bundanya.


Meski waktu mereka disibukkan dengan bermain dan jalan-jalan bersama bundanya tetap saja perasaan rindu itu ada, hanya mereka tidak sering mengungkapkan takut sang bunda sedih.


Neera dapat menagkap itu dari triplets. Mereka terlihat sangat berharap dan tergantung pada ayahnya. Bagaimanakah akhirnya, apakah yang harus ia lakukan.

__ADS_1


Disatu sisi ia kasihan melihat triplets disisi lain hatinya juga terluka dan butuh untuk disembuhkan. Ia tidak akan sanggup bersikap biasa terhadap Ayyub saat ini. Meskipun ia sabar namun tetap saja ia seorang perempuan yang memiliki sisi hati yang lemah.


Sekilas ia melihat raut wajah bahagia triplets dan kemudian ia memejamkan mata sejenak. Haruskah ia menggugat cerai Ayyub yang memiliki dua kekuatan hukum negara yaitu Indonesia dan Inggris. Memang saat Ayyub kembali Neera langsung meminta seseorang mengecek status pernikahan mereka di catatan sipil dan ternyata memang masih menikah sah secara hukum dan agama.


Saat ini ada keinginan Neera untuk meninggalkan Ayyub jika tidak cerai haruskah ia break untuk beberapa lama. Namun tidak mungkin dengan statusnya sebagai istri yang memiliki kewajiban terhadap suami.


Apa yang harus ia lakukan saat bertemu nanti, Neera sangat takut. Mungkin bisa ia memaafkan saat pertama kali dahulu tapi ini sudah yang ketiga kalinya bukan tidak mungkin akan ada yang keempat, kelima dan selanjutnya.


Neera mencintai Ayyub juga mencintai keluarganya tetapi ia tidak ingin menjadi bodoh membiarkan hatinya terus disakiti dan terluka lagi.


Ia bisa tanpa Ayyub tapi apakah triplets mampu tanpa Ayah mereka. Karena bagaimanapun jika sudah bercerai Neera tidak ingin menikah lagi karena ia tidak menginginkan anaknya memiliki ayah yang berbeda. Namun apakah Ayyub bisa tanpa menikah lagi, tetap saja triplets akan memiliki saudara tiri.


Ia tidak ingin triplets terluka menerima keputusannya dan berakhir dengan tekanan mental dan batin bagi ketiga buah hatinya namun ia juga tidak ingin mengabaikan hatinya yang luka dan membiarkan ini berlalu karena akan menjadi sebuah penyakit dalam rumah tangganya.


Lelah dengan pemikirannya Neera menghela napas panjang dan kembali mengawasi triplets karena walau bagaimanapun mereka tetaplah balita yang berumur dua setangah tahun yang selalu ingin tau seperti anak balita pada umur itu.


Mungkin karena dipenerbangan sebelumnya mereka telah tertidur dan kini mereka sangat aktif bergerak dan bertanya ini dan itu sampai Neera harus meminta menerima pertolongan dari seorang pramugara karena anaknya yang ingin ke toilet sementara yang dua lagi asik berdiri dan merengsek disamping jendela karena iangin melihat awan.


Berbeda halnya di bisnis class mereka hanya disatu kursi meskipun memiliki fasilitas yang mewah sementara di first class lebih terlihat seperti hotel sehingga triplets lebih leluasa bergerak.

__ADS_1


Berbeda dengan Ayyub, pilot tampan itu terlihat sangat bahagia dengan wajah berbunga-bunga. Ia dengan semangat memandu burung besi itu dan berharap akan cepat sampai.


Saat mengungkapkan isi hatinya Ayyub benar-benar berdo'a dan berharap semua akan baik-baik saja. Ia begitu mencintai Neera, apapun akan ia lakukan agar Neera memaafkannya.


Disela perjalanan saat mode auto pilot Ayyub sedikit mengintip pada kursi penumpang first class yang kebetulan berada dibelakang cockpit. Meskipun tidak jelas namun ia bisa melihat wajah istri dan anak yang sangat ia cintai dan rindukan sebulan ini.


Tiga jam berlalu dengan sendirinya, akhirnya mereka sampai di Bandara Edinburg. Saat pesawat sudah berhenti sempurna Neera segera bersiap-siap mengambil barang mereka dan meminta triplets melepas sabuk pengaman dan turun namun mereka dikejutkan oleh ketangan ketua pramugari yang meminta mereka untuk menunggu dengan sangat sopan. Karena merasa tidak enak akhirnya Neera bersedia menunggu tetapi mereka sudah siap sedia akan turun.


Setelah beberapa menit menunggu dari arah depan datang seorang lelaki tampan dan kekar dengan seragam kebanggaannya. Dengan sumringah ia merentangkan tangannya menyapa keluarga kecil yang sangat dirindukannya itu.


"Assalamu'alaikum.. selamat siang kesayangannya Ayah, I miss you and love you so much" teriak Ayyub di kabin yang sudah kosong penumpang itu.


"Ayah...." teriak triplets kaget dan apalagi sudah oasti mereka berlarian memeluk sosok pahlawan mereka itu dengan suka cita.


Sementara Neera diam terpaku ditempatnya berusaha menahan air mata yang mendesak ingin menyeruak disela kelopak indahnya. Ia tidak tau apa yang harus dilakukan, rindu dan sakit yang ia rasakan disaat bersamaan hanya mampu membuatnya menunduk dan diam ditempat.


Meskipun tidak ada yang mengetahui tetapi Neera melihat sekilas wajah putus asa, gurat kesedihan dan keletihan dari wajah suaminya. Ingin ia segera berlari dan memeluk juga tetapi hatinya juga butuh disembuhkan terlebih dahulu.


Bukankah saat ingin membahagiakan orang kita harus bahagia dulu hal yang sama juga berlaku jika kita ingin mengobati luka seseorang kita harus mengobati hati terlwbih dahulu. Bahkan saat dalam keadaan darurat dipesawat pun kita diharuskan memakai masker dahulu baru setelahnya memakaikan pada anak, bagaimana bisa menyelamatkan buah hati jika kita saja tidak selamat

__ADS_1


__ADS_2