Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 64


__ADS_3

Malam hari mereka sudah kembali kamar setelah menyelesaikan makan malam dan ibadah sholat isya.


Neera baru selesai menidurkan triplets lantas membisikkan do'a di telinga ketiganya agar nanti menjadi anak yang sholeh dan sholeha kemudian mengecup lembut kening ketiganya.


Bertepatan dengan itu Ayyub masuk ke kamar setelah mengunci semua pintu dan jendela serta meredupkan lampu luar.


"Sayang, belum tidur yang ?" tanya Ayyub.


"Belum Uda, habis nidurin anak-anak aja"


"Kamu gak capek sayang, seharian kesana kemari ngikutin triplets mana masak, beres rumah masih sempat-sempatnya nyuci" heran Ayyub.


"Enggak kok Uda, gak capek Neera. Yaudah Uda tidur aja kasian kan Uda capek seharian" saran Neera saat melihat Ayyub meremas kedua bahu dengan tangannya.


"Iya yang, Uda baringan dulu deh"


"Ohiya, Uda berapa lama terbangnya terus apa aja yang harus dibawa biar Neera bisa beresin tas Uda"


"Semingguan yang, sama Uda juga mau mampir ke Indo sebentar, barangnya seperti biasa aja. Kamu gak lupa kan sayang" tanya Ayyub kembali"


"Iya, Neera packing dulu. Nanti Uda cek lagi kalau-kalau ada yang tinggal. Jam berapa Uda berangkat besok ?"


"Jam setengah 4 subuh yang, kalau Uda ketiduran bangunin ya. Pegel soalnya badan Uda takut kebablasan tidurnya"


"Iya Uda, Neera beresin barangnya dulu"


Tidak butuh waktu lama Neera telah selesai mempack barang Ayyub dan menyiapkan seragam beserta seluruh atributnya. Dari atas hingga bawah. Bahkan sepatu dan kaos kakipun Neera satukan di bawah seragam yang kini telang menggantung di kamar mereka.


"Loh sayang, Uda belum tidur ?" kaget Neera saat mendapati suaminya masih berusaha menempelkan koyo pada punggung dan lengannya.


"Belum yang, Uda mau nempelin ini dulu. Pegal soalnya"


"Masih kerasa banget pegelnya ?" kasihan Neera.


"Iya yang"


"Yaudah, Uda telungkup aja biar Neera pijat"


"Hah ? emang kamu bisa yang ?" tanya Ayyub bingung.


"Insyaallah bisa, Neera pernah belajar akupuntur sama pijat biasa"


"Masyaallah, sayangnya Uda. Apasih yang kamu gabisa jadi gemes deh" ungkap Ayyub sembari mencubit kecil pipi Neera.


"Ah sakit tau" rengek Neera setelahnya.


"Haha lucu banget sih kamu yang" ucap Ayyub sambil menggasak lembut rambut istrinya.

__ADS_1


"Yaudah, Uda telungkup dulu. Mau di bawah apa di atas ?"


"Ah dua-duanya juga boleh yang, asal masuknya mantap" kerling nakal Ayyub.


Neera yang mengerti arah pembicaraan Ayyub segera mencubit pinggang suaminya yang sudah telungkup di karpet bulu yang ada disana.


"Bisa gak otaknya jangan mesum melulu" kesal Neera.


"Haha aduh, iya maaf habisnya kamu kan tanyanya gitu. Biasa sayang, haus belaian kamu selalu"


"Alay banget sih Uda" akhir Neera.


Dengan berbekal ilmu yang sudah dipelajarinya ditambah keterampilan tangannya Neera mulai memijat Ayyub dengan lihai.


"Kalau terlalu kuat bilang ya Uda, nanti sakit"


"Enggak yang, ini udah pas kok. Asli enak banget inimah" racau Ayyub.


Selesai memijat bagian belakang tubuh suaminya dari kaki hingga kepala Neera meminta Ayyub untuk duduk memijat bagian leher, lengan dan kepala.


"Sayang, Uda boleh tiduran gak ?" tanya Ayyub saat Neera hendak memijat bagian kaki.


"Iya boleh kok Uda, tiduran aja"


Awalnya Neera memijat dengan tekun, seperti memijat kebiasaan. Tapi namanya Ayyub sengaja ia menggesekkan bagian bawahnya saat Neera masih memijat otot bagian paha.


Terpaksa Neera pura-pura bodoh hingga pijatan sampai ke kaki dan selesai. Neera sebenarnya mengerti kemauan suaminya tetapi ia takut Ayyub akan kelelahan nantinya.


"Udah, sekarang Uda tidur di kasur saja supaya besok segar bangun paginya" saran Neera hendak berdiri.


"Tapi yang, ini masih pegal" rengek Ayyub.


"Bagian mana ?" tanya polos Neera.


Segera Ayyub mengambil tangan Neera dan meletakkannya diatas junior yang sudah mulau bangun.


"Ya ampun, mesum banget sih jadi orang" tepuk Neera pada perut berotot suaminya saat menyadari bagian mana yang ia sentuh.


"Ayolah yang, tanggung ini. Pusing nanti kalo enggak terselesaikan. Yakali Uda main sendirian di kamar mandi" keluh Ayyub.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Neera juga memijat bagian itu, lebih tepatnya mengurut naik turun hingga tegak sempurna.


Namanya Ayyub ia tidak membiarkan Neera begitu saja, tangannya yang nakal juga sudah mulai merambat kemana-mana yang akhirnya membuat bagian inti Neera merasakan ulah jemari nakalnya.


"Sayang, ayo yang kamu udah banyak nih pelumasnya" goda Ayyub pada Neera.


"Ya iyalah banyak, orang tangan Uda mainin terus. Katanya pegal-pegal sekarang malah minta jatah. Uda yakin besok gak bakalan capek?" tanya Neera khawatir.

__ADS_1


"Aduh yang, masih sempat-sempatnya ngobrol aku udah gak tahan nih, kalau yang beginian mah mana mungkin bikin capek bikin semangat iya" ungkap Ayyub.


Tanpa basa basi lagi Ayyub menaikkan Neera keatas tubuhnya dan memposisikan juniornya memasuki sarang sang istri.


Lembut, hangat, ketat dan kesat itu yang membuat Ayyub nyaman dan nikmat berlama-lama didalam sana.


Bahkan waktunya klimak juga sedikit karena Neera pandai memainkannya sehingga juniornya terasa dipijat dan diremas didalam. Alhasil ia selalu ingin dan ingin lagi bercinta dengan istrinya.


Sekuat tegana Ayyub berusaha untuk tidak menggeram dan mengeluarkan suara, begitupun dengan Neera. Ditengah gelombang kenikmatan mereka masih sadar bahwa triplets berada satu kamar dan beresiko akan terbangun.


Karena tidak tahan Ayyub segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke ruang keluarga tanpa melepaskan penyatuan mereka.


Disana Ayyub menggempur habis-habisan Neera dan menggeram melepaskan hasratnya.


"Ah.. ergghh hmmm arghhh...yang semmmpith ahrg luar biasa ahhh sip i got it., Yang arghhhhhh..." racau Ayyub.


Sementara Neera wajahnya telah merah padam menuju puncaknya terlebih mendengar racauan Ayyub yang tiada habisnya.


Sedikit lagi sampai puncak Ayyub merengkuh bibir Neera dan ******* dalam sedikit kasar. Neera yang terkejut langsung membalas cumbuan itu dan memberikan sensasi nikmat tiada dua.


Keduanya tengah mengatur nafas yang masih terengah dengan posisi Ayyub rubuh diatas tubuh Neera.


Setelah mulai tenang Ayyub bangkit dan mencium dalam kening Neera, ciuman sayang.


"Makasih sayang, kamu udah beri Uda kenikmatan. Kamu yang terbaik tiada tandingan"


"Alhamdulillah, kalau gitu jangan sampai cari yang lain ya"


"Yahh mana mungkin Uda bisa yang, orang Uda cintanya sama kamu apalagi kamu nikmat kayak gini ya mana bisa Uda berpaling" celutuk Ayyub.


"Dasar gombal"


"Engga gombal yang, asli beruntung banget Uda yang akhirnya dapetin kamu. Huhh... Tuhan baik banget sama Uda" tutur Ayyub.


"Alhamdulillah, Neera juga bersyukur punya suami seperti Uda" ucap Neera sembari merebahkan kepalanya didada bidang Ayyub.


"Ayo Uda kita tidur kekamar. Kasian triplets ditinggal sendiri. Lagian Uda juga harus istirahat karena besok kan harus bawa pesawat"


"Yahhh... gak ada ronde berikutnya yang ?" tanya Ayyub dengan wajah sedih.


"Nanti lagi Uda, kalau Uda udah balik. Sekarang tidur dulu nanti kecapean jadi sakit" saran Neera.


"Nanggung yang lagi seru-serunya, nambah sekali ya.." pinta Ayyub dengan wajah memelas.


"Gak apa-apa justru ketika seru itu dihentikan jadi ada motivasi biar cepat pulang" canda Neera yang sedang memperbaiki pakaiannya.


Buru-buru Neera memasang baju kembali karena ia yakin jika berlama-lama maka nafsu suaminya akan naik kembali.

__ADS_1


Setelah selesai mereka kembali ke kamar untuk tidur. Tetap saja Ayyub maunya memeluk erat tubuh Neera hingga istrinya itu tenggelam dalam tubuh tinggi besarnya. Namun bagaimana lagi, itulah tempat ternyaman baginya.


__ADS_2