
Keesokan paginya Ayyub berangkat diantar sopir setelah minta izin kepada keluarga Neera. Pagi ini ia akan terbang ke ibu kota.
Sebenarnya ia enggan untuk pulang, apalagi mengingat janjinya yang akan pergi pada sang mama. Tapi apa daya, baktinya sebagai anak tentu tidak boleh terputus pada orang tua terutama ibu yang telah melahirkannya.
Maka pada kesempatan kali ini dia akan berkunjung ke rumah orang tuanya. Berharap keluarganya bisa menerima Neera dan triplets. Bagaimanapun ia harus bisa mendapatkan restu mereka karena hidupnya tidak akan berarti tanpa Neera apalagi sekarang ada anak-anak mereka.
Setelah hampir dua jam penerbangan sampailah ia di ibu kota negara itu. Tempat kelahirannya juga rumah kedua orang tuanya.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalaam, Ayyub ?! Akhirnya kamu pulang nak" seru mama Ayyub.
"Iya ma, mama sehat ?"
"Sehat mama sayang, apalagi lihat kamu pulang. Kemana aja sih kamu, gak bisa dihubungi terus"
"Aku kan sudah bilang ma, tinggal di luar negri"
"Iya, tapi dimana sayang. Mama kan juga pingin kesana"
"Yah, lain kali saja ma. Lagi tidak tentu juga" elak Ayyub.
"Aduh sayang, makanya kamu nikah biar ada tempat pulangnya ya nikah. Anak temen mama ada tuh model, cantik lagi dari kalangan atas juga. Atau kalau kamu bisa nerima Vina lagi mama mah setuju dia udah janji gak bakal ulangi kesalahannya. Dia bakalan berubah demi kamu sayang"
"Udah ma, Ayyub gak mau bahas ini lagi. Lagian Ayyub udah nikah loh ma. Mama lupa ?"
"Aduh sayang, nikah apaan ? Istri kamu kabur gitu, mah gak pantas dia sama kamu sama keluarga kita. Mending nikah sama yang jelas-jelas saja"
"Kurang jelas bagaimana, Ayyub nikah sama yang baik mama bilang dia yang tidak baik sekarang malah mama suruh Ayyub nikah sama yang jelas-jelas tidak baik. Sebenarnya mama sayang tidak sama Ayyub"
"Ya ampun sayang, ya jelaslah mama sayang sama kamu. Makanya mama mau yang terbaik buat kamu"
"Yang terbaik buat aku ya istri aku ma" tegas Ayyub.
"Heh terbaik dari segi mana"
"Mama belum lihat saja bagaimana kehidupannya sekarang, sungguh sangat luar biasa. Dia perempuan hebat ma"
"Heh hebat dari mana, mama rasa dia hidup lebih baik karena menikah dengan lelaki kaya yang sudah diperdayanya"
__ADS_1
"Mama jangan bicara sembarangan, istri aku bukan seperti itu. Dia hidup dengan keringatnya sendiri"
"Halah, tau dari mana kamu. Apa kamu bertemu lagi dengan perempuan sial itu ?"
"Mama, perempuan sial yang mama bilang itu adalah istri aku"
"Istri apaan, dia meninggalkan kamu tiga tahun yang lalu dan sekarang dia sudah bahagia tanpa kamu sementara kamu masih begini-begini aja. Bodoh banget sih jadi orang"
"Tidak, dia adalah istri aku dan aku bahagia dengannya. Dia hidup aku ma, dahulu kini dan selamanya"
"Kenapa sih kamu tiba-tiba sekarang ngotot gini, apa kamu sudah ketemu dia lagi ?" sambar mama Ayyub.
"Hmm tidak ma, aku hanya sempat melihatnya dari jauh" bohong Ayyub sedikit terbata.
"Aduh..., udeh deh sayang. Kamu jangan ngarapin dia datang lagi. Lebih baik kamu cari yang lebih baik aja. Sama Vina juga oke atau anak teman mama yang lain"
"Nggak ma, jangan lagi mama memaksa Ayyub atau aku benar-benar pergi dan tidak akan pulang lagi"
"Haaah terserah kamu yub. Lihatlah kamu sudah umur segitu. Kapan lagi coba mama dapat cucu dari kamu"
"Mama sudah punya kok, tiga malahan" reflek Ayyub.
"Ah ? tidak. Memangnya Ayyub tadi bilang apa, Ayyub tidak bicara apapun"
"Kamu kira mama budeg. Kamu bilang mama punya cucu tiga. Berarti anak kamu dong"
"Enggak ma, Ayyub bilang nanti pingin punya anak minimal tiga ma" elak Ayyub.
"Oh mama kira kamu hamilin anak orang karena frustasi gagal tunangan"
'Emang hamilin anak orang, apalagi orangnya Neera tiap hari pun gak bakal bosan hamilin dia, ah jadi rindu istri' batin Ayyub sembari tersenyum.
"Loh kamu kenapa senyam senyum sendiri ?" tanya mama.
"Gak ada ma, kangen istri" spontan Ayyub.
"Aduh pusing mama sama kamu, dikasih yang bagus malah nolak. Maunya sama yang rendahan mulu selera kamu jelak amat" sinis mama.
"Mama jangan dahulu menilai sebelum tau kebenarannya, mama belum tau saja siapa sebenarnya istri aku. Cobalah mama buka mata dan hati mama. Tidak ada perempuan yang sebaik dan sesempurna mama" jelas Ayyub.
__ADS_1
"Aduuhh, pusing mama. Coba saja kamu bawa dia kehadapan mama. Mama yakin kamu gak akan bisa wong dia sudah nikah sama orang lain" tantang mama Ayyub yakin.
"Baiklah, kalau Ayyub bisa apakah mama juga bisa berjanji untuk menerima istri Ayyub dan memberikan restu ?" tanya Ayyub.
"Cih, baiklah. Coba saja kalau kamu bisa dan kalau dia bersedia"
"Mama udah janji ya dan Ayyub harap mama tidak memperlakukan dia seperti dulu lagi"
"Oke. Kita lihat saja"
Senyuman terbit dari bibir manisnya, sudah tidak sabar ia segera mengatakan bahwa Neera istri luar biasanya itu telah memberikan tiga malaikat untuknya.
Berharap orang tuanya akan menerima keluarga kecilnya karena seburuk apapun mereka adalah orang yang telah melahirkan dan membesarkannya.
"Mam, lihat deh aku dapat baju bagus lagi. Cantikkan mom, nyaman lagi bahannya" teriak kakak Ayyub dari arah luar.
"Kamu baru datang salam dulu kek, malah teriak. Mana bajunya, ini keren banget baju kamu kak"
"Ih mama dibilangin. Ini ma bajunya, baguskan modis lagi"
"Iya sayang, bagus banget ini. Mama juga mau lah. Kamu beli dimana sih ?"
"Ya ampun mama, kemana aja sih mom. Masa gak tau merk baju yang lagi hits sekarang. Mana artis banyak yang pake lagi. Dari luar negri ini mom. Untungnya dia punya toko onlinenya"
"Apa sih merknya Coba mama lihat"
"Ini mom, lihat deh. Aku tunjukkin website resminya. Aduh mana mudah lagi proses belinya. Padahal dari luar negri lo mom, dari UK"
"Pengen juga mama, coba deh liat" ujar mama semangat.
Ayyub yang sekilas melihat tentu saja tau bahwa itu adalah perusahaan istrinya. Bahkan terkadang ia ikut membantu Neera memeriksa laporan dari tokonya jika dilihat istrinya itu sudah terlalu lelah.
"Tapi kan mom, untuk baju tertentu dia limited mom. Harus pesan jauh hari sebelumnya. Buat bulan depan ada summer series jadi harus pesan dari bulan ini mom. Susah banget tau mom, apalagi artis sama pengusaha disana juga sudah ngincar duluan. Kita yang di Indo mah udah syukur dapat waiting list"
"Emang sesusah itu ya kak ?" tanya Ayyub penasaran.
"Eh ternyata ada Ayyub, sorry gak kelihatan tadi. Ih susah banget dek. Kamu gak tau aja"
Ayyub hanya bisa tersenyum, satu lagi fakta Neera yang ia tau. Ternyata perusahaan istrinya itu sudah mendunia. Makin kagum dan tambah cinta.
__ADS_1