
Belum sempat Neera menarik gagang, pintu itu sudah terbuka dari arah luar. Neera mundur beberapa langkah sembari mencari jalan untuk keluar.
Tubuh Ayyub yang besar nyaris menelan badan Neera, bukannya memberi jalan Ayyub malah terus berjalan maju membuat Neera ikutan mundur hingga akhirnya berakhir di ranjang king yang ada di kamar itu.
"Sayang, tunggu sebentar" ucapan Ayyub menghentikan Neera yang tengah berusaha mencari jalan keluar.
"Ada apa ?" tanya Neera sedikit gugup.
"Aku pinta apapun yang terjadi tetaplah menjadi istri yang baik dan aku mohon sekali ini percayalah hanya padaku Neera" seru Ayyub dengan nada serius.
"Insya Allah" hanya itu kata yang keluar dari mulut Neera.
Ayyub perlahan mendekatkan wajah dan mengetatkan kunkungan pada tubuh Neera. Ingin rasanya Neera berlari kelur namun apa daya dia bertindak sebagai istri yang tidak boleh menolak ajakan suaminya.
"Bunda.." tiba-tiba suara panggilan membuat Ayyub terpaksa menghentikan kegiatannya.
Keduanya menghela napas panjang, Ayyub merasa frustasi sementara Neera sebaliknya. Ia merasa sangat lega, panggilan itu menyelamatkannya.
Bukannya Neera tidak ingin melakukannya, hanya saja ia tidak ingin hatinya goyah kembali mengingat apa yang terjadi. Sungguh Neera tidak ingin berharap apapun lagi dari Ayyub.
Secepatnya Neera berjalan keluar kamar itu dan masuk ke tempat triplets. Ternyata baby Qai yang sudah menyelamatkannya.
Meskipun Neera berusaha mengurangi ASI bagi triplets tapi biar saja kali ini ia akan memberikannya dengan senang hati pada Qai. Lebih baik menyusui anaknya dari pada sang ayah.
Tidak berapa lama Neera mengeloni Qai, Ayyub sudah masuk dan ikut bergabung tidur dengan mereka. Pria itu langsung memeluk kedua anaknya yang lain.
Bertubi-tubi Ayyub memberi anaknya ciuman bahkan tidak jenuh ia memandangi wajah mereka lalu menciuminya lagi. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Sebisa mungkin ia menyimpan energi ini sebelum nanti bakal dilanda rindu yang tidak mungkin untuk ditebus.
__ADS_1
Akhirnya mereka tertidur dengan posisi triplets diapit oleh kedua orang tuanya. Menjelang subuh itu Neera hanya tertidur sebentat sementara Ayyub dan tripleta telah tertidur lelap.
Perlahan Neera bangun dan menuju dapur. Segera ia memasaj untuk sarapan dan sedikit bekal untuk Ayyub, berupa dendeng kering, abon dan sedikit rendang yang bisa tahan hingga beberapa hari bahkan minggu.
Meskipun Neera tahu Ayyub bisa membeli kapan saja ia mau tetapi wanita itu terbiasa membuatkan bekal dan menurutnya lebih terjamin gizi dan kehalalannya.
Setelah selesai dengan urusan dapur Neera segera menyiapkan pakaian mereka nanti lengkao dengan jaket, topi hingga sepatu. Kali ini pilihannya jatuh pada warna coklat gelap dengan kombinasi coklat mocca. Dengan sepatu skets.
Tidak mungkin Neera akan memandikan triplets pada jam 3.30 subuh meskipun dengan air hangat. Maka ia hanya menyiapkan tisu basah dan nanti ia akan menggosok gigi mereka dan mencuci muka.
Setelah selesai mandi, make up tipis dan memakai pakaiannya, Neera membangunkan Ayyub dan membantunya bersiap. Setelahnya Neera menyiakan triplets yang masih setengah tidur.
Setelah semua beres, mereka mengendarai mobil menuju bandara. Ayyub kali ini yang menggemudi sementara Neera duduk disampingnya. Triplets tidur di car seat mereka masing-masing.
Selama perjalanan tangan Ayyub selalu menggenggam tangan Neera dan sesekali mengelus kepala istrinya itu. Betapa ia sangat ingin mengungkapkan besarnya cinta yang ada di hatinya namun terasa berat.
Akhirnya mereka sampai di bandara. Setengah jam lagi menjelang keberangkatan Ayyub. Mereka memilih untuk berdiam di mobil. Satu persatu Ayyub memeluk dan menciumin triplets hingga akhirnya mereka terbangun dan meminta untuk dipangku sang ayah.
Setelah beberapa saat, kini waktunya Ayyub masuk ke dalam dan bersiap untuk terbang. Ketiganya tidak mau turun dari gendongan sang ayah yang akhirnya mereka berjalan ke bandara digendong Ayyub sementara Neera dibelakang mengikuti dengan tas dan topi Ayyub.
Sampai di pintu masuk tripleta akhirnya tidak bisa membuat alasan lagi agar memperlambat kepergian ayah mereka. Dengan sedikit tidak rela mereka turun dan memeluk kaki Neera.
"Sayangnya ayah, berjanji jadi anak yang baik ya. Jangan buat susah bunda dan jaga bunda oke ?" nasehat Ayyub pada triplets.
"Oke ayah" jawab ketiganya serentak.
"Kemari, beri ayah pelukan" pinta Ayyub sembari membuka lebar tangannya.
__ADS_1
"'We love you ayah" ketiga serengak masuk ke pelukan Ayyub.
"I love you all sayang, do'akan ayah ya" balas Ayyub yang diangguki ketiganya.
Setelah berpamitan dengan triplets kini Ayyub berdiri dan menatap Neera dalam. Perlahan ia mengelus kepala Neera dan membawa tubuh istrinya itu kedalam pelukannya.
Subuh itu Ayyub merengkuh tubuh Neera posesif semakin lama semakin kuat sehingga membuat Neera sedikit kesulitan bernapas. Sebisa mungkin Ayyub menghirup aroma istrinya itu, dan mengingat jelas wanginya dan bagian-bagian indah itu.
"Sayang, i love you. Demi Tuhan aku sangat mencintaimu. Tetaplah jadi istri yang baik dan aku mohon jangan pernah pergi lagi dari aku, kali ini saja percayalah padaku apapun nanti yang terjadi sayang. Neera i really love you my one and only wife" bisik Ayyub.
Neera hanya mampu terdiam sembari menunduk dalam mendapat pengakuan dari suaminya itu. Ia sudah rela melepas kepergian Ayyub, apapun yang terjadi kedepannya Neera sudah ikhlas. Biar tangan Tuhan yang bekerja.
Seakan tidak sadar dimana mereka berada, Ayyub tiba-tiba mengecup bibir Neera lembut yang akhirnya menjadi lumatan lembut. Terasa begitu dalam seakan menyalurkan segala rasa cinta yang penuh dengan kelembutan.
Setelah cukup lama disana, Ayyub kembali menciumi wajah Neera dan berakhir dengan mengecup dalam ujung kepala Neera. Setelahnya Ayyub mengambil topi dan memasangnya.
Perlahan Ayyub berjalan menjauhi mereka smebari mengiring travel bagnya. Sebelum benar-benar memasuki pintu Ayyub berbalik dan mendapati keluarga kecilnya itu masih berdiri disana sembari melambai daa memberikan kiss bye yang dibalas Ayyub.
"Ayah safe flight and come back home soon" teriak Qee dengan suara khas balitanya.
"Oke sayang, i love you. Don't forgret to calling Ayah oke.
Setelah itu Ayyub benar-benar menghilang dibalik pintu keberangkatan dan menyisakan triplets yang mulai terisak dan memeluk kaki sang bunda erat.
Neera membawa mereka ke tempat yang bisa melihat pesawat terbang sehingga mengalihkan kesedihan yang mereka rasakan.
Kembali mereka berlonjak melihat burung besi itu menyalakan lampu dan berjalan cepat karena akan take off.
__ADS_1
"Bye ayah.." sorak ketiganya.
"Mereka melambai pada pesawat yang baru saja take off beranggapan bahwa itu adalah atah mereka.