
"Assamu'alaikum Apa yang paling keren sedunia..." salam Neera penuh semangat.
"Wa'alaikumsalaam anak yang paling cantik sedunia" jawab Apa dengan tawanya.
"How are you Pap, bagaimana kabar orang rumah pa ?" tanya Neera indomie karena Apa Neera juga bisa beberapa bahasa.
"Alhamdulillah i'm oke, and everything is good. Kakak dan triplets bagaimana ?" tanya balik Apa.
"Alhamdulillah Pa, kami semua baik dan mereka makin pintar Pa" sengaja Neera tidak memberi tahu kondisi Qalundra.
"So, what's going on ? Apakah ada sesuatu yang terjadi ?" tanya Apa tepat sasaran.
"Hmmm., yes Pa. He's find me and triplets" jawab Neera lirih.
"So, what happen to you ?" tanya Apa dengan nada tenang.
"Yah.., dia minta penjelasan mengapa Neera pergi dan dia juga meluruskan permasalahan yang terjadi dulu. Neera bingung Pa, Neera tidak tau harus bagaimana" jawab Neera lirih.
"Kenapa bisa tidak tau ?" tanya Apa penuh keheranan.
"Dia memohon untuk berada disisi kami and be a real father for triplets" tutur Neera semakin lirih nyaris tak terdengar.
"Jadi salahnya dimana ?" tanya Apa semakin bingung.
"Hmmmm tidak salah Pa, hanya Neera takut nantinya triplets dan Neera akan terluka jika kami menaruh harapan padanya, terutama triplets, they're my life, my world and all i have now" jawab Neera dengan suara yang mulai bergetar.
"Kakak look, he's cheating from you that time ? or he's hurt you with himself ?" tanya Apa penuh kelembutan.
"No dad, actually that's Vina's trap for me and his family hate me so much" terang Neera yang tau akan faktanya.
"So, what else ?" ucap Apa lagi.
"Pa, tapi dia saat ini memiliki status pacaran dengan Vina, katanya atas paksaan mama dan saudaranya. Dia bilang dia tidak pernah melakukan apapun dengannya hanya karena keadaan, bagaimana menurut Apa ?" tanya Neera panjang lebar.
"Kakak, kalau dipikir lagi kesalahan kakak juga terdapat di dalamnya, kakak pergi dengan status masih sebagai istri, tanpa penjelasan apapun dan tidak pernah memberikan kabar apapun, padahal seharusnya kakak bisa membarikan kabar atau kepastian hubungan kalian, but kakak don't do that" jelas Apa membuka pikiran Neera.
Neera terdiam mencerna semua perkataan Apa mengenai hal yang terjadi dahulu yang ikut menjadi akar permasalahan yang terjadi saat ini.
__ADS_1
"Kakak, do you still love him ?" tanya Apa mengejutkan.
"of course i do" jawab Neera pasti.
"How about him ?" tanya Apa lagi.
"i think so" lirih Neera.
"You must sure for your answer, feel in your heart, once more i ask you, did he still love you ?" tanya Apa dengan sedikit penekanan.
"Yes, he is" jawab Neera singkat.
"Jadi apalagi yang kakak pikirkan ?" tanya Apa dengan nada heran.
"Pa, it's must be hurt for Vina, she's love him so much" jawab Neera lesu.
"Kakak listen, you wife and she's girlfriend and that is force forsure" tutur Apa sedikit menjeda.
"Menurut kakak mana yang lebih berhak atas dirinya ?" tanya Apa menuntut.
"Of course wife" jawab Neera.
"Yes Pa., kakak tidak terpikirkan hal itu" tutur Neera lembut.
"Itulah Nak, sometime kita harus memperjuangkan hak kita dan memberikan kesempatan untuk kita bahagia, apalagi triplets juga nanti akan mendapatkan kasih sayang seorang ayah" Apa kembali memberikan sisi pandangnya.
"Bukan berarti kakak egois dengan merebut Ayyub, tapi itulah hakikatnya karena dia adalah suami kakak apalagi kakak memiliki kewajiban untuk berbakti padanya" kembali Apa menambahkan nasehatnya.
"Kenapa Apa tau isi pikiran kakak ??" seru Neera shock ketika penuturan Apa sama dengan kemelut di otaknya.
"Because you're my daughter" jawab Apa sembari tertawa renyah.
"Oh..., Thanks a lot Pa, i'm the lucky one because having you as a father, i love you so much Pa" seru Neera penuh haru.
"Sama-sama sayang, because i'm the lucky father that have you. I love you more kakak" balas Apa di seberang.
"Tapi Pa, ada hal lain yang ingin kakak tanyakan lagi ?" ucap Neera sedikit ragu.
__ADS_1
"Ya kakak tanyakan saja, Apa itu ?" jawab Apa.
"Apa tau, kami sudah lama terpisah dan kakak sendiri tidak yakin apakah kita bisa bersama begitu saja, tentu saja maksud kakak dengan hal lainnya Pa" tanya Neera dengan penuh kegelisahan.
"Apakah dari Ayyub pernah keluar kata-kata cerai selama ini langsung ataupun tidak, atau ucapan yang menyuruh kakak pulang ke rumah orang tua, apakah diantara kalian berdua pernah mengajukan cerai ke pengadilan, atau apakah kakak pernah meminta cerai dan sudah di setujui Ayyub" tanya Apa panjang lebar.
"Setau kakak tidak ada Pa" jawab Neera.
"Kalau begitu kalian masih suami istri yang sah dan kakak halal untuk Ayyub dan begitupun sebaliknya" terang Apa atas pertanyaan Neera.
"Syukurlah jika begitu, inilah yang kakak takutkan Pa, kakak takut dosa jika ternyata tidak halal" jawab Neera menjelaskan.
"Insyaallah halal" jawab Apa singkat.
"Terima kasih lagi Apa karena sudah menjadi tempat untuk Neera bertanya dan berkonsultasi" tutur Neera tulus.
"Tentu saja kakak, inilah tugas kami sebagai orang tua, membimbing anak-anak mereka. In the end i wish you happy ever after no more tears, no more pain, oke ??" seru Apa penuh kasih sayang.
"i wish too Pa, but let it flow" jawab Neera lirih.
"No kakak, kebahagiaan itu kakak yang menentukan, tanya hati kakak dan temukan jalan kebahagiaan kakak, pilihan ada di tangan kakak sendiri" ucap Apa meyakinkan Neera.
"Baiklah Pa, kakak akan memikirkan semuanya. Terima kasih banyak Apa., kakak sayang Apa.
"Apa juga sangat menyayangi kakak" jawab Apa lembut.
"Yasudah Pa, kakak mau istirahat dulu, Apa jaga kesehatan ya Pa. Kakak titip salam untuk semua yang ada di rumah" pamit Neera mengakhiri percakapan.
"Kakak juga jaga kesehatan, jangan lupa makan. Nanti Apa sampaikan" jawab Apa di seberang.
"Baiklah Pa, Assalamu'alaikum" salam Neera pada Apa.
"Wa'alaikumsalaam" jawab Apa mengakhiri percakapan malam itu.
Lama Neera terdiam setelah perbincangan itu, memikirkan segala kemungkinan dan mencerna segala yang terjadi.
Akhirnya Neera menyudahi lamunannya dan memutuskan membersihkan diri setelah mengisi daya ponselnya agar esok hari tidak kelabakan.
__ADS_1
Malam ini Neera kesulitan tidur, segala sesuatu terjadi dalam sekejap. Hari ini dia bertemu Ayyub, kemudian mereka tertangkap, Qalundra sakit dan akhirnya rahasia yang disimpannya selama ini menguar begitu saja.
"Apakah kali ini aku harus memberikan kesempatan untuk kami, Ya Tuhan tolong hamba menentukan jalan yang terbaik bagiku dan triplets, semoga jalan apapun yang aku ambil nanti bisa membahagiakan bagi kami semua" do'a Neera malam itu sebelum memejamkan matanya dan tidur bersama triplets.