Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 178


__ADS_3

Kediaman Kaisar kini tak lagi memiliki ketenangan. Semua terasa sesak dan menegangkan. Tuan Kaisar dan Hakim yang memilih menghindar karena proses hukum kini malah dikejutkan oleh kedatangan anak dan menantunya, siapa lagi kalau bukan Fazreen dan Kiki.


"Papa, kenapa Papa lakukan ini semua Pa ?" teriak Fazreen yang langsung menyerbu Tuan Kaisar.


"Apa yang kamu katakan Fazreen, apakah begini caramu berbicara dengan orang tua ?" nada tenang selalu keluar dari bibir paruh baya itu.


"Orang tua mana yang melakukan ini pada anaknya. Kenapa Papa melakukan ini padaku dan Kiki. Apakan Papa tidak percaya pada kami ?" amuk lelaki matang itu sembari menendang apapun yang ada disekitarnya dengan mata nyalangnya.


Mendengar keributan yang terjadi Hakim langsung berlari ke ruang kerja Papanya dan alangkah terkejutnya saat mendapati ruangan itu berantakan sementara Tuan Kaisar masih duduk tenang di balik meja kerjanya.


"Kurang ajar, apa yang kau lakukan hah ?!" marah Hakim pada adiknya itu sembari memukul Fazreen yang masih mengamuk tak jelas.


Sekilas Hakim melihat senyuman licik di wajah Kiki dan makin membuat Hakim naik darah.


"Eh setan, kau yang menghasut adikku supaya beginikan, dia biasanya selalu hormat pada orang tuanya, kau pikir aku tak tau kelakuan bejatmu bersama Dio, dasar perempuan gila" emosi Hakim melihat tampang adik iparnya yang sok polos itu.


"Kenapa kau menghina istriku, dia tidak bersalah. Lelaki tua itulah yang bersalah" pekik Fazreen yang memberontak di tengah cekalan Hakim.


Bugh, satu pukulan mendarat di pipi Fazreen sehingga bibirnya mengeluarkan darah dari bibirnya.


Bukan dari Hakim tetapi Ayyub lah yang melakukannya. Ya, pria tampan itu baru saja datang untuk melihat keadaan rumahnya namun malah dikejutkan dengan suara ribut dan lebih kagetnya lagi ia mendengar teriakan Fazreen dari ruang kerja Papanya.


"Lelaki yang kau sebut 'pria tua' itu adalah ayah kita kalah kau tidak lupa. Beliau yang memberimu makan hingga sebesar ini dan sekarang kau malah menyakiti hatinya. Semoga mata dan hatimu lekas terbuka untuk melihat kebenaran" ucap Ayyub dengan dalam sembari memegangi kerah baju Fazreen lalu menyentaknya dan berlalu menuju Tuan Kaisar.


"Jika kau masih ingin membuat masalah keluarlah dari sini, jangan sampai kau membuat ayah kami terluka lebih dalam lagi" usir Hakim yang juga sudah geram.


Sementara Kiki tak sedikitpun dilirik oleh Ayyub padahal perempuan itu sangat mendamba pada lelaki yang diam-diam menjadi pemanang dihatinya. Apalagi dengan sikapnya yang cuek dan terkesal cool itu.


Itulah alasannya juga membantu keluarga ini mengusir Neera empat tahun yang lalu karena ia lebih menginginkan Ayyub daripada Fazreen.


Tidak lama berselang datanglah beberapa orang kejaksaan bersama petugas kepolisian di kediaman mereka. Kiki yang tak mengetahui itu malah asik dengan barang-barang mewahnya sementara Fazreen juga masih diam di kamar mereka.


Polisi dan petugas kejaksaan itu langsung diantar ke ruangan Tuan Kaisar yang disana sudah ada Papa, Hakim dan Ayyub.

__ADS_1


"Maaf Tuan, setelah kami selidiki dan berdasarkan bukti yang diserahkan oleh Bapak Hakim kemarin maka anak dan menantu bapak juga menjadi tersangka dalam kasus ini dan harus segera dibawa untuk proses penyidikan lebih lanjut" ujar salah seorang petugas pengadilan.


"Ya, silahkan. Keadilan memang harus ditegakkan, tidak pandang anak maupun orang lain. Hukum harus tetap harus berjalan dengan semestinya" ujar Tuan Kaisar yang membuat para petugas itu lega.


"Terima kasih atas kerja samanya Pak, dan kami juga mengharapkan kedatangan Bapak sekalian sebagai saksi dalam persidangan nanti juga agar bapak bisa mengetahui siapa saja yang terjerat dalam kasus ini berhubung ini adalah perusahaan bapak sendiri" ujar salah seorang lagi.


"Baiklah saya akan bekerjasama dengan tim kepolisian maupun tim dari pengadilan. Terima kasih juga atas bantuannya, saya mohon tolong temukan yang bersalah dan hukum mereka dengan semestinya sehingga tidak akan ada lagi orang yang berani untuk melakukan hal ini. Kalah bisa tarik saja aset mereka sehingga mereka tidak akan bisa membayar ataupun menyuap orang agar memberikan mereka keringan hukum dan fasilitas yang bagus di penjara" permintaan Tuan Kaisar.


"Baiklah Tuan, kami akan melaksanakan saran yang Tuan berikan. Kalau begitu kami pamit undur diri dan sekalian membawa Bapak Fazreen dan Ibu Kiki karena kami sudah mengantongi surat penangkapan mereka" ujar tim kepolisian itu.


"Ya, silahkan" balas Tuan Kaisar yang diangguki petugas itu yang berlalu keluar ruangan menuju kamar Fazreen.


Tok tok tok..


Terdengar bunyi ketukan pintu yang membuat Kiki beserta Fazreen saling lirik dalam kebingungan.


"Siapa ?" tanya suara dari dalam.


"Saya Den" teriak pembantu yang kebetulan ikut mengantarkan tim penyidik dan kepolisian itu.


"Ada tamu Ibu dan Aden" jawab Bibi.


"Ya Bi, saya akan keluar" teriak dari dalam.


Tidak berapa lama pintu terbuka menampakkan sepasang suami istri itu yang kebingungan melihat polisi didepan kamar mereka.


Keduanya langsung diringkus dan diborgol oleh petugas itu sehingga membuat mereka memberontak.


"Apa-apaan sih kalian ?" teriak Kiki yang sudah sirna sifat lembutnya.


"Berdasarkan bukti yang kami dapatkan kalian berdua ditangkap atas tuduhan kasus korupsi di perusahaan Kaisar Utama Corp. dan ini surat penangkapannya" ujar polisi sembari membuka kertas itu didepan mata mereka.


"Harap kerjasamanya" ucap polisi itu dan kembali membawa Fazreen dan istrinya keluar menuju mobil polisi untuk sementara diamankan pihak berwajib.

__ADS_1


Mama yang melihat putra dan menantunya digiring polisi menjadi bingung dan shock.


"Fazreen, nak, Fazreen" teriak mama yang menghentikan langkah semua orang dan terpaku pada wanita paruh baya itu.


Segera Nyonya Kaisar berlari dan memeluk putranya serta memegangi wajah anaknya itu dengan beruraian air mata.


"Kenapa nak, ada apa denganmu sayang. Kenapa kamu ditangkap polisi ?" sendu mama sembari masih mengelus wajah putranya yang terlihat jengkel.


"Mama tanyakan saja pada suami mama itu, kanapa dia bisa melakukan ini pada kami. Bahkan aku sama sekali tidak melakukan kesalahan dan dia malah menjadikanku kambing hitam" sinis Fazreen kemudian berlalu tanpa melihat mamanya lagi.


Nyonya Kaisar hanya mampu menangis dan setelahnya luruh di lantai akibat shock yang ia alami.


Beberapa pembantu berteriak terkejut dan memanggil majikan mereka sehingga tidak lama Tuan Kaisar beserta dua putranya mendatangi perempuan yang paling mereka cintai dan mengangkat tubuhnya untuk dibaringkan di kamar.


Setelah memanggil dokter dan diperiksa, mereka duduk di kamar sembari menunggu mama sadar kembali dari pingsannya.


"Huhf...., bagaimana mengatakannya pada mama tentang kejadian ini" desah Tuan Kaisar sedikit frustasi.


Bagaimana tidak, perempuan yang sudah lebih dari 35 tahun menjadi belahan jiwanya malah terbaring lemah di ranjang untuk beberapa kali dalam waktu dekat ini.


Ia mengerti bahwa istrinya itu sangat menyayangi putra-putri mereka. Namun, sikap mama yang cenderung lebih memanjakan dan pencemas membuat ia tidak tahan dengan hal-hal yang mengejutkan.


Itu juga yang mejadi alasan Tuan Kaisar tidak memberi tau segala persoalan pada istrinya dan cenderung lebih berdiskusi dengan Ayyub, putra yang selalu ada disampingnya dalam keadaan apapun.


"Sepertinya kita harus mengatakan semuanya pada mama Pa. Cepat atau lambat mama akan tau, oleh sebab itu kita harus menceritakan pada mama begitu mama sadar nanti" usul Ayyub yang diangguki oleh Tuan Kaisar dan Hakim.


Cukup lama mereka menunggu hingga akhirnya wanita paruh baya itu membuka matanya dan mengerinyit memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.


Dengan cekatan mereka membawa minum dan mengolesi minyak angin di bagian dahi mama serta memijat lembut untuk mengurangi sakitnya.


Setelah keadaan mama sedikit lebih baik, mereka menceritakan apa yang terjadi berdasarkan bukti yang juga diperlihatkan sehingga nyonya kaisar menerima alasan mereka melakukan semua ini.


"Oleh sebab itu, mama tenang saja ya ma. Setelah masalah terpecahkan kita akan berusaha mengeluarkan Fazreen dari sel tahanan" tutup Ayyub yang diangguki oleh Nyonya Kaisar.

__ADS_1


"Yasudah, mama istirahat lagi. Kami akan keluar Ma, Pa" pamit Ayyub dan Hakim yang diangguki oleh orang tua mereka.


__ADS_2