Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 44


__ADS_3

Malam ini adalah malam terberat bagi Ayyub. Setelah seminggu ini mereka habiskan bersama kini saatnya untuk Ayyub meminta izin pada mereka.


Setelah menimbang cukup lama, akhirnya Ayyub memulai pembicaraan mereka. Suaranya seolah sulit untuk keluar, akan tetapi ia harus melakukan ini karena tanggung jawab atas pekerjaannya.


"Hem...." deheman itu berhasil mengalihkan perhatian mereka.


Kini triplets telah menanti kata selanjutnya yang keluar dari mulut ayah mereka, sementara Neera tengah berusaha menyibukkan diri dengan rajutannya.


Ayyub bukannya tidak tau, seminggu pasca pembicaraan mereka istrinya itu berusaha untuk menghindarinya. Neera selalu mencari cara agar mereka tidak memiliki waktu berdua.


Sementara triplets kini sudah terbiasa dengan kehadiran Ayyub, lidah mereka sudah sangat fasih berucap ayah dan merengek meminta apapun.


Meskipun perkembangan hubungan Ayyub dengan triplets sangat baik tidak mendukung bahwa hubungan dengan Neera juga begitu, mereka terkesan jalan ditempat atau bahkan nyaris mundur.


Mungkin ini perjuangan yang harus Ayyub lewati. Meyakinkan istrinya itu untuk tetap bersamanya. Entah itu nanti, semoga kejadian kedepannya tidak membuat wanitanya itu berpaling lantas pergi meninggalkan dirinya.


"Hemm... sayang ayah akan berangkat kerja besok pagi, mungkin ayah akan kembali lagi dua minggu lagi" ungkap Ayyub.


"Kenapa ayah lama sekali ?" tanya Qee.


"Ayah harus mengantar orang-orang keliling dunia dulu sayang, baru ayah bisa pulang" jelas Ayyub.


"Apakah ayah akan pergi jauh lagi ?" tanya Qal kali ini.


"Tentu saja sayang, ayah harus melintasi satu benua ke benua lainnya" jawab Ayyub.


Seketika triplets menghentikan kegiatan mereka dan beringsut kearah Neera. Mereka langsung memeluk bundanya dan membenamkan wajah mereka ke tubuh Neera.


Lambat laun terdengar suaran isakan yang lama kelamaan menjadi suara tangisan. Mereka menumpahkan isi hati mereka dipelukan bundanya.


Saat itu juga Neera langsung menghentikan kegiatannya dan beralih memeluk triplets dan mengusap lembut punggung mereka bergantian.


Neera sudah menduga hal ini akan terjadi saat nanti Ayyub akan pergi. Mereka baru saja bertemu dan merasakan kasih sayang seorang ayah dan kini mereka ketakutan jika tidak bisa bertemu lagi.


Jika dengan izin bekerja saja mereka sudah begini apalagi saat Ayyub diambil paksa dari mereka. Entah seperti apa hancurnya hati mereka.


Karena inilah Neera berkata lebih baik Ayyub pergi sekarang sebelum nanti mereka sudah sangat terbiasa dengan kehadiran ayahnya itu. Akan lebih dalam luka yang tertoreh di hati triplets.


Terserah jika orang mengatakan Neera jahat atau ibu yang egois tetapi Neera hanya tidak ingin melakukan hal coba-coba yang akhirnya menyakiti anaknya.


Tidak ada yang menjamin bahwa Vina dan keluarga suaminya itu akan melakukan apa saat mengetahui keberadaan Neera dan triplets. Melihat perlakuan mereka terhadap Neera.

__ADS_1


Bahkan mereka sanggup memfitnah bahkan mengusir Neera saat itu. Cukup Neera yang merasakan jangan anaknya. Tidak masalah Neera dihina atau dipukul asalkan triplets tetap aman dan bahagia.


Hal ini yang belum dilihat Ayyub saat bersama keluarganya. Lelaki itu tidak mengerti mengapa ketiga anaknya menjadi diam dan menangis.


Ayyub hanya bisa terbengong melihat mereka yang tengah berada di pelukan Neera dengan badan bergetar. Begitupun dengan istrinya itu, Neera terlihat menahan air matanya yang hendak jatuh.


Kini Ayyub kembali dilema antara dia tidak ingin meninggalkan kenyamanan disini atau membiarkan mamanya marah dan meninggalkan Vina saat tunangan mereka.


Alhasil Ayyub hanya duduk membisu memperhatikan interaksi antara istri dan anak-anaknya. Neera masih menjadi pusat bagi triplets. Meski bagaimanapun tidak ada yang mampu menggantikan kehangatan dan kenyamanan yang ditawarkan istrinya itu.


Setelah keadaan semakin tenang, Neera berusaha berbicara dengan triplets. Agar mereka bisa menerima kepergian Ayyub.


"Sayang, look at bunda"


"Why bunda ?" triplets.


"Bukankah kalian tau apa pekerjaan ayah ?"


Ketiganya mengangguk serentak.


"He's a pilot" Qee.


"Nah, karena ayah pilot sudah jadi kewajiban ayah untuk mengantarkan orang ke tempat jauh lainnya"


"Apakah kalian ingat berapa lama Atuk dan Nana sampai disini ?" tanya Neera.


"Itu sangat lama bunda, bahkan Qal sudah menunggu seharian"


"Nah begitulah sayang, ayah akan ke negara atuk dan sebelumnya ayah harus pergi ke negara lainnya terlebih dahulu".


"Lalu apakah ayah akan kembali lagi bunda ?" Qai.


Celutukan dari anak sulungnya itu mampu membuat Neera menelan kembali kata-katanya. Wanita itu membisu dan mengelus rambut anaknya. Neera tidak ingin memberi harapan pada triplets jika nanti akan mengakibatkan mereka kecewa.


Melihat keraguan di wajah istrinya Ayyub langsung menimpali pembahasan mereka.


"Tentu saja ayah akan pulang, karena disinilah rumah ayah. Ayah akan berjanji untuk pulang secepat yang ayah bisa"


"Apakah kita tidak bisa bermain dan bercerita lagi selama ayah pergi ?" tanya Qal.


"Tidak sayang, kalian bisa menelpon saat kalian merindukan ayah" balas Ayyub.

__ADS_1


"Baiklah ayah boleh pergi, tapi ayah harus janji pulang lagi" ucap Qal yang diangguki dua saudaranya.


"Sekarang jangan sedih lagi dan beri pelukan pada ayah. Ucapkan do'a kaian agar ayah sehat dan selamat saat bekerja" titah Neera.


Segera ketiganya menyerbu tubuh Ayyub dan memberi ciuman di wajahnya. Mereka memeluk erat ayahnya dan merebahkan kepala kecil mereka di dada bidang sang ayah.


"Ayah cepat pulang dan jangan sakit" Qal.


"Ayah semoga ayah selalu sehat dan tidak pesawatnya baik-baik saja" Qee.


"Ayah sehat terus dan rindukan kami" Qai.


"Ayah we love you, we'll be miss u ayah" triplets


Ayyub yang tidak bisa menahan rasa haru yang berhasil membuat air matanya menetes. Belum pernah ia merasakan perasaan sehangat ini. Perpisahan terberat yang pernah dialaminya sekaligus ada semangat baru yang menyeruak di hatinya.


"Sudah sayang, sekarang sudah larut, biarkan ayah istirahat karena besok ayah akan berangkat pagi-pagi sekali" seru Neera.


"Apakah kita akan ke bandara lagi bunda ?" tanya kembali Qee.


"Hmmm" Neera tidak menemukan jawabannya. Jujur saja Neera takut jika nanti bertemu dengan rekan Ayyub yang akhirnya akan membocorkan informasi mereka pada Vina.


"Tidak usah, ayah pergi terlalu subuh nanti kalian bisa kedinginan. Biar ayah pergi sendiri saja ,oke ?" jawab Ayyub.


"Bunda..., Qai ingin pergi"


"Qee juga bunda"


"Qal juga ingin mengantar ayah"


Mereka merayu Neera dengan puppy eyes yang membuat siapapun akan mati kegemasan dan tidak akan sanggup menolak pandangan penuh harap itu.


"Baiklah kalian menang, kita akan mengantarkan ayah besok. Jadi sekarang bergegas ke kamar mandi gosok gigi, cuci muka, kaki dan tangan lalu tidur" titah Neera.


"Baik bunda"


Ketiganya berhamburan masuk kamar tidur dan menuju kamar mandi diikuti oleh Neera yang akan membantu mereka bersih-bersih.


Setelah triplets selesai, Ayyub masuk ke kamar itu dan menceritakan dongeng pada triplets. Sementara Neera tidak melupakan tugasnya sebagai istri, menyiapkan segala keperluan kerja Ayyub esok hari dan mempacking segala kebutuhannya.


Terang saja, Neer memasukkan seluruh baju Ayyub dalam tasnya, menyisakan pakaian couple mereka yang dibeli saat jalan-jalan bersama. Pakaian suaminya itu memang cukup dalam satu tas yang dibawanya saat dua minggu lalu mereka bertemu.

__ADS_1


Setelah semua beres, Neera menggantung seragam kebanggan suaminya itu dan menyiapkan dasi dan topinya disana. Saat merasa semua sudah beres Neera segera melangkah menuju pintu keluar.


__ADS_2