Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 60


__ADS_3

Seminggu sudah Ayyub menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Beruntung sekali mereka memiliki kesempatan untuk jalan-jalan dan liburan singkat.


Neera memang sibuk dengan pekerjaannya akantetapi namanya Neera ia akan selalu memfokuskan diri dengan keluarganya dan memilih untuk menyerahkan beberapa urusan usaha pada orang kepercayaannya disamping ia juga mengecek.


Sementara Ayyub seminggu ini juga lebih gencar mengincar dan membeli saham beberapa perusahaan penerbangan sehingga nanti saatnya tiba ia tidak harus lagi terbang kesana kemari dan bisa dekat dengan keluarga kecilnya.


"Sayang, lusa Uda sudah harus terbang lagi. Jadwal penerbangannya sudah keluar dan akan pulang lagi minggu depan" terang Ayyub saat malam itu mereka tengah bersantai di ruang keluarga.


"Kemana Uda akan terbang kali ini ?" tanya Neera yang sudah memutar duduk kearah suaminya.


"Ke beberapa negara di Asia dan kemungkinan besar Uda akan berhenti di Indonesia" balas Ayyub sedikit ragu.


"Bagus dong, sekalian Uda bisa melihat keluarga Uda disana karena sudah beberapa lama Uda tidak pulang" jelas Neera.


"Tapi sayang, apa kamu tidak khawatir jika nanti mama memaksa Uda menikah lagi?" tanya Ayyub.


"Menikah saja lagi" jawab Neera santai.


"Hah?! Sayang, bagaimana bisa kamu berbicara sesantai itu, apa kamu tidak khawatir jika Uda direbut orang ?" tanya Ayyub sedikit kesal.


"Yaa nikah saja jika Uda bisa dan ucapkan perpisahan pada triplets sebelum pergi" ucap Neera santai.


Mendengar penuturan istrinya membuat Ayyub membeku dan bibirnya sedikit pucat. Niat hati ingin melihat istrinya cemburuaalh berakhir dengan menggali kuburannya sendiri.


"Tidak sayang, mana mungkin Uda nikah lagi. Kamu adalah yang terakhir dan satu-satunya dalam hidup Uda" rayu Ayyub pada istrinya sembari melingkarkan tangannya pada perut rata Neera.


"Dasar gombal" kesal Neera.


"Memangnya kenapa gombal dengan istri sendiri" goda Ayyub pada Neera.


"Ya terserah Uda saja, besok Neera akan menyiapkan perlengkapan Uda dan jangan lupa bicarakan dengan anak Uda agar mereka nanti tidak kecarian dan menanyakan kepulanganmu" jelas Neera.


"Itu pasti sayang, ohiya apa besok kamu harus ke kampus dan bekerja ?" tanya Ayyub serius.


"Hmmm besok tidak ada jadwal mengajar, jadwal operasi juga tidak ada hanya praktek di klinik dan mengontrol perusahaan dan toko-toko saja" jelas Neera.


"Hmmm bagaimana jika kita menghabiskan waktu bersama seharian besok, mengingat Uda akan pergi subuh esok harinya ?"


"Baiklah, Neera akan mengatur semuanya dan mencancel jadwal besok hari"


"Hmmmm terima kasih sayangku, Uda tau kamu sibuk tapi kamu tidak keberatan meluangkan waktumu untuk kita"


"Itu sudah kewajiban Neera sebagai istri dan ibu rumah tangga Uda, itu tugas utama Neera yang lainnya adalah tugas sampingan. Asalkan.."

__ADS_1


"Asalkan apa sayangku ?" tanya Ayyub sembari mengelus kepala Neera sayang.


"Asalkan Uda akan menanggung biaya kita semua jika Neera bankrut" canda Neera.


"Hahaha itu pasti sayangku, tanpa kamu mintapun Uda akan memenuhi kebutuhan kalian semua dan berusaha memberikan yang terbaik" ungkap Ayyub sembari membawa Neera dalam dekapannya.


"Jika ingin jujur Uda tidak ingin melihat kamu kecapekan lagi bekerja siang malam, cukup dengan membesarkan anak-anak kita tapi Uda tau semua ini adalah hasil kerja keras kamu sayang, sudah cukup dahulu Uda mengekang kamu dalam kepedihan dan sekarang saatnya kamu mengepakkan sayap indahmu, asalkan kamu masih mengutamakan keluarga kita" jelas Ayyub yang mengenang kepedihan yang diberikannya pada istri cantiknya itu.


"Terima kasih sayangku, Uda sudah mengerti Neera dan Neera berjanji akan selalu mengutamakan keluarga kita. Juga maafkan Neera yang selama ini telah mengambil hak Uda dengan triplets untuk saling menyayangi sebagai ayah dan anak" ucap Neera sembari mengusap air mata yang sempat turun mengingat masa lalu mereka.


"Tidak sayang, Uda yang seharusnya minta maaf karena tidak mampu menjaga kalian dengan baik dan selama ini tidak menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Jangan terlalu mandiri, sekarang Uda ada untukmu dan anak-anak kita kelak keluhkan apapun itu pada suamimu ini, sekecil apapun itu jangan menyimpannya seorang diri" balas Ayyub sembari mengelus lembut punggung Neera.


"Baiklah Uda, Neera akan ceritakan jika kelak mata Neera kelilipan dan baju Neera tidak cocok" canda Neera.


"Anything sayang, asalkan jangan menceritakan anjing tetangga kita saja" balas Ayyub mengakhiri percakapan mereka dengan tawa.


"Qai, Qal lihat bunda dan Ayah berpelukan tapi tidak mengajak kita" lapor Qeenan yang melihat ayah dan bundanya berpelukan di sofa.


"Ayah, Bunda kenapa tidak mengajak kami pelukan ?" tanya Qal yang sudah memberungut.


"Hahaha kemarilah sayang-sayangku, ayah akan memeluk kalian semua" ucap Ayyub sembari membentangkan tangannya.


Tentu saja triplets berlarian kearah Ayyub dan Neera sembari menyerbu ayah dan bunda dan mereka berpelukan bersama.


Setelah puas bermanja-manja dan menciumi masing-masing anaknya, Ayyub membalikkan mereka yang masih berada di pangkuan ia dan Neera kearahnya.


"Apa itu ayah ?" tanya Qal yang mulai penasaran.


"Apakah ayah akan terbang lagi ?" tanya Qai yang lebih peka dari ketiganya.


Mendengar pernyataan putra sulungnya Neera memandang Neera dan mencari kekuatan disana.


"Apa ayah akan meninggalkan kita lagi dan pergi tanpa kabar apapun ?" tanya Qeenan yang mengingat insiden terakhir kepergian ayah mereka.


Neera menghela napas dan membisikkan maaf ditelinga Ayyub, ia sadar sedikit banyaknya hal itu merupakan kesalahannya yang memutus komunikasi diantara mereka.


Ayyub kemudia mengelus punggung istrinya mengatakan bahwa semua baik-baik saja dan mulai fokus kembali dengan ketiga anaknya.


"Anak ayah yang pintar, bukankah kalian sudah tau bahwa ayah seorang pilot, tentu saja ayah pergi untuk bekerja dan mendapatkan uang untuk sekolah dan belanja kalian" terang Ayyub sebisa mungkin.


"Benar kami tau, tapi apa ayah akan berjanji untuk pulang ?" tanya Qal yang mulai meragu.


"Tentu saja sayangku. Disini rumah ayah, kemana lagi ayah harus pergi" jelas Ayyub sembari tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, tapi apakah ayah akan pergi lama ? Bagaimana jika kami merindukan ayah ?" tanya Qee yang mulai menerima kenyataan kepergian ayahnya.


"Ayah akan pergi untuk seminggu lebih, jika kalian rindu telpon saja ayah kapanpun itu, ayah akan mengangakatnya kecuali saat ayah terbang ?" terang Ayyub.


"Baiklah ayah, kemana ayah akan pergi ?" tanya Qai lagi.


"Ayah akan ke beberapa negara di Asia"


"Dimana Asia itu ayah ?" tanya Qee yang mulai penasaran.


"Itu adalah tempat dimana ayah dan bunda lahir" jelas Ayyub kembali.


"Wahhhh, apakah kita juga boleh ikut kesana ayah ?" pertanyaan polos Qee yang membuat kedua saudaranya mengangguk senang dan menatap penuh harap pada Ayyub.


Deg..


Jantung Neera seakan tercubit mendengar penuturan polos anaknya, memang kehidupan mereka sekarang lebih stabil dan baik tapi tetap saja Neera masih takut dengan kemungkinan terburuk yang terjadi saat mereka membawa triplets ke tanah air.


Ayyub yang mengetahui kekhawatiran Neera segera melihat muka pucat istrinya yang kini tengah menunduk menutupi segala kekhawatiran yang berkecamuk dihatinya.


"Baiklah sayang, tapi tidak sekarang. Saat ini ayah pergi bekerja dan bunda juga tidak memiliki waktu libur, jadi kita akan pergi suatu saat nanti jika semuanya bisa" jawaban diplomatis Ayyub yang membuat triplets tertunduk lesu.


"Tapi sebagai gantinya, ayah akan membelikan kalian mainan dari beberapa negara yang ayah datangi"


"Yeay sorak mereka bertiga kegirangan"


"Tapi ayah, bolehkan jika kami menitipkan surat dan beberapa hadiah untuk atuk, nana dan uncu" pinta Qai yang kini sudah memainkan jemarinya.


"Tentu saja sayang, ayah akan menyampaikan pada mereka. Apakah kalian merindukan atuk dan nana ?" tanya Ayyub kembali.


Kali ini terlihat sedikit gurat kesedihan dalam pertanyaan Ayyub apakah jika mereka mengetahuinya juga bahwa mereka memiliki kakek dan nenek yang lain mereka akan menyayangi Neera seperti orang tua Neera.


Neera yang melihat perubahan wajah suaminya segera mendekatkan diri dan merangkul suaminya beserta anak-anak mereka.


"Baiklah, sekarang sudah malam dan saatnya kita tidur karena besok ayah akan mengajak kita bermain seharian" seru Neera yang berusaha mengalihkan kesedihan suaminya.


"Yeay.., ayah yang terbaik" sorak ketiganya.


"Apa maksud kalian, apakah bunda tidak yang terbaik juga ?" tanya Neera yang pura-pura mengambek.


"Tentu saja bunda yang terbaik tapi dalam hal cerewet" celoteh Qal yang sudah bersiap berlari dengan dua saudaranya.


"Wah.... mentang-mentang sekarang ada ayah, lihat bunda akan membuat kalian menyesal mengatakannya" ungkap Neera yang mulai memburui triplets hingga ke kamar.

__ADS_1


Tentu saja Ayyub melihat mereka dengan senyuman hangat dibibirnya.


"Beruntungnya aku memiliki kalian dan terima kasih Neera sudah memberikan kebahagiaan untuk hidupku"


__ADS_2