
Seusai menerima telpon di sudut ruangan yang tidak begitu jauh dari ruang operasi lelaki tampan dan gagah itu kembali bergabung dengan kakaknya dengan wajah yang sudah lebih baik.
"Telepon dari siapa Yub ?" tanya Hakim pada adiknya itu.
"Dari Neera Bang, menanyakan keadaan Nola dan semua yang ada disini" jawab Ayyub.
"Hmmm pasti Neera khawatir itu" balas Hakim.
"Iya Bang" balas Ayyub singkat.
"Beruntungnya kamu memiliki istri seperti Neera Yub, sudah setia, mandiri, pengertian, cerdas, pandai mendidik anak dan tau akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai istri" ujar Hakim dengan mata yang menerawang.
"Alhamdulillah Bang, tapi walaupun begitu setiap rumah tangga juga punya jalannya sendiri Bang. Insya Allah suatu saat nanti abang juga akan menemukan seorang pendamping yang baik juga untuk abang" balas Ayyub yang disertai do'a.
"Amiin makasih Yub" balas Hakim sembari memaksakan senyumannya.
"Sebaiknya kita istirahat sebentar Bang, operasinya kira-kira membutuhkan waktu 7 jam masih ada tiga setengah jam lagi" usul Ayyub yang diangguki Hakim.
Akhirnya mereka berdua menyandarkan diri di kursi ruang tunggu operasi itu sembari mencoba memejamkan mata dan mengistirahatkan pikiran mereka sejenak.
Ada yang bertanya-tanya kemana Fazreen, laki-laki itu sekarang sedang menenangkan istrinya yang masih ngambek gara-gara pertengkarannya dengan Riezka.
Sudah terbayang bagaimana bucinnya Fazreen pada Kiki dan tak salah juga jika ada orang yang berkata "cinta itu buta" memang itulah kenyataannya pada sebagian orang. Mereka akan menutup mata pada sekitar dan hanya berfokus pada pasangannya.
Meskipun begitu kita harus bisa mengendalikan diri dan hati. Mencoba untuk rasional dan merasakan dengan hati.
Begitulah, waktu 7 jam terlewati dengan perasaan gelisah. Saat ini dokter yang menangani Nola telah keluar dengan wajah yang lelah begitu juga Ayyub dan Hakim yang menghampiri mereka.
"Bagaimana keadaan adik kami dokter ?" tanya Ayyub dengan wajah tegangnya.
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, tetapi untuk sementara pasien harus bedrest total mengingat operasi yang dilakukan merupakan operasi besar dan kami juga harus memberitahukan bahwa kemungkinan pasien mengalami kelumpuhan sementara karena gangguan dari syaraf motorik yang ada di tulang belakang tetapi untuk lebih pastinya akan kita pastikan setelah pasien sadar. Sebentar lagi perawat akan membawa pasien ke ruang rawat" ujar dokter yang masih mengenakan pakaian OKA itu.
"Baiklah, terima kasih dokter" balas Ayyub sembari menyalami mereka satu persatu.
__ADS_1
"Sudah tugas kami Tuan, kalau begitu kami permisi dulu" jawab dokter itu lagi.
"Oh ya, silahkan" balas Ayyub.
Tidak lama brankar yang ditiduri Nola keluar dari ruangan itu bersama dengan alat-alat medis yang masih terpasang di tubuh adik mereka itu. Lantas keduanya mengikuti petugas medis itu menuju ruang rawat yang sebelumnya sudah mereka pesan.
Ruangan itu tepat berada di samping ruangan Tuan dan Nyonya Kaisar saat ini. Masih di ruang VVIP yang begitu mewah layaknya hotel. Sengaja Nola ditempatkan sendiri karena ruangannya harus benar-benar steril apalagi pasca operasi yang ia lakukan.
Seminggu sudah waktu berlalu, keluarga Kaisar masih disibukkan dengan kondisi Nola meskipun mereka tetap menjalankan kewajiban sebagai pimpinan Kaisar Utama Corp.
Ayyub sendiri masih sibuk bolak balik rumah sakit dan perusahaan. Sangat jarang ia punya waktu di rumah bahkan terkadang sampai tidak pulang.
Sementara Neera masih setia mengirimkan makanan ke rumah sakit setiap harinya. Mengirimkan kebutuhan mereka yang menjaga Nola yang kini sudah sadar namun sepertinya mengalami depresi ringan saat mengetahui keadaannya. Wanita itu cenderung diam dengan tatapan kosong dan menjawab setiap pertanyaan dengan satu kata atau bahasa tubuhnya.
Neera tidak mempermasalahkan Ayyub yang sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk mereka. Bahkan triplets seakan mengerti dengan situasi yang ada sehingga mereka tidak rewel dan menanyakan ayah mereka. Tentu saja dengan pengertian dari bunda mereka.
Ayyub dan Tuan Kaisar masih mencari tau tentang penyimpangan dana itu sementara Hakim disibukkan dengan urusan kantor yang sangat penumpuk pasca beberapa hari ia tidak masuk kantor.
Tentu saja Neera masih diam-diam mengikuti kasus pencucian uang itu bahkan saat ini ia telah mendapatkan beberapa bukti lagi berupa transaksi yang baru saja terjadi beberapa hari ini. Sepertinya mereka memanfaatkan momentum, disaat keluarga Kaisar tengah ketar ketir dengan masalah ia malah diam-diam mencaplok dana perusahaan. Tidak diragukan lagi mereka memang orang yang terdekat dengan keluarga Kaisar karena masalah yang terjadi tidak sedikitpun orang luar yang tau.
Akhirnya setelah lama menimbang Neera mengirimkan semua bukti yang ia dapat, berkas yang sudah disusun rapi, menandai semua kesalahan laporan dan juga kondisi keuangan perusahaan keluarga kiki tetapi Neera masih memberikan note dalam penyelidikan di bagian perusahaan Kiki yang diduga berkaitan dengan hilangnya uang itu karena data pastinya belum Neera dapatkan.
Semua itu Neera kirimkan melalui laptop Ayyub dan tentu saja dengan email suaminya itu pada Tuan Kaisar. Data ini bersifat pribadi dan tidak boleh bocor sehingga tidak mungkin ia mengirimkan ke email perusahaan.
Sementara itu di ruang kerja Tuan Kaisar ia mendapatkan email pribadi dari putranya. Segera ia buka beberapa berkas yang terlampir. Senyum smirk tercetak jelas di wajah penuh wibawa itu. 'Ternyata seperti ini cara main mereka' pikir Presdir itu.
Tidak lama setelahnya Ayyub masuk ke ruangan itu setelah mendapatkan izin dari Papanya.
"Wah.. memang luar biasa sekali anak Papa ini, ternyata secepat ini kamu sudah bisa menganalisis kasus ini bahkan kamu juga bisa mendapatkan data keuangan perusahaan itu. Papa menjadi semakin yakin bahwa merekalah pelaku di balik semua ini. Papa bangga padamu Son" ujar Tuan Kaisar sembari menghampiri putranya dengan senyum puasnya.
"Ah ? maksud Papa apa ?" tanya Ayyub yang bingung.
"Kenapa kamu seperti orang linglung begitu Nak, bukankah kamu yang baru saja mengirim email pada Papa" ujar Tuan Kaisar sembari menunjuk pc nya.
__ADS_1
Dengan tergesa Ayyub segera ke kursi Papanya dan mengecek email tersebut. Satu persatu ia buka hingga terbitlah senyum penuh makna di wajah tampannya. Tentu saja ia tau siapa pelakunya.
"Ah kebetulan sekali Pa. Ayyub juga baru saja mendapatkan bukti lain dari rekaman cctv perusahaan dan rumah kita. Beberapa percakapan juga sempat Ayyub simpan yang mengarah pada mereka" ujar Ayyub kembali ke sofa tempat Tuan Kaisar duduk.
"Kenapa kamu terlihat bingung begitu saat Papa bilang dapat email. Apa itu bukan kamu pengirimnya ?" tanya Papa yang masih fokus dengan ekpresi Ayyub.
"Haha memang bukan tapi Ayyub tau siapa yang melakukannya" ujar Ayyub santai.
Tuan Kaisar yang melihat putranya seakan tanpa beban itu semakin bingung.
"Bisa-bisanya kamu tertawa saat emailmu di bajak orang. Bagaimana kalau ternyata ia mengambil data-data pentingmu" heran Papa.
"Tidak akan Pa" ujar Ayyub.
"Memang siapa pelakunya ?" tanya Tuan Kaisar yang malah penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan menantu Papa itu haha" ujar Ayyub diakhiri tawa.
"Maksud kamu Neera ?" tanya Papa seakan tidak percaya.
"Iya, memangnya Ayyub punya istri lain selain Neera" balas Ayyub.
"Tapi bagaimana bisa ?" heran Papa.
"Tentu saja bisa, Neera itu memang sulit ditebak Pa, sering mengagetkan" jawab Ayyub.
"Iya juga ya, bagaimana mungkin dia bisa sesukses sekarang jika tidak memiliki kemampuan yang luar biasa" ujar Papa lebih ke dirinya sendiri.
"Ya, begitulah Pa. Ayyub malah tidak terpikir untuk mengecek data perusahaan itu dan menghubungkannya dengan kasus ini tetapi dia sampai memikirkan itu" jawab Ayyub.
"Bagaimana kalau kita ajak saja menantu Papa itu bergabung dalam penyelidikan kita ini. Papa yakin Neera akan sangat membantu kita" usul sekaligus permintaan Papa pada Ayyub.
"Ayyub rasa tidak ada salahnya juga Pa. Baiklah nanti Ayyub akan coba bicarakan dengan Neera di rumah Pa" jawab Ayyub.
__ADS_1
"Papa rasa sebaiknya kamu juga pulanglah sekarang. Sudah seminggu ini kamu sibuk kesana kemari dan tidak ada waktu dengan keluarga kecilmu" saran Papa.
"Iya Pa, Ayyub juga tadi mau minta izin juga. Ayyub akan menyalin beberapa bukti ini dan setelahnya Ayyub akan pulang" balas lelaki tampan itu dan segera menuntaskan pekerjaannya.