
Sesuai rencana selepas dari bandara Neera pergi melaporkan diri ke kantor, sebenarnya Neera mendapat satu jatah mess dengan fasilitas lengkap tetapi ia memilih untuk tinggal bersama suaminya sementara mess akan di tempati oleh asistennya saja, mungkin ia hanya akan beristirahat sejenak atau sholat disana.
Selesai urusan kerjaan Neera bersama triplets menuju kantor Ayyub. Mereka pergi bersama sopir kantor yang nantinya akan mengantar Neera kemanapun. Sopir ini juga yang tadinya menjemput mereka di bandara.
Cukup lama Neera mencari kantor suaminya yang ternyata berada di jantung kota, dimana berjejer gedung-gedung pencakar langit sarat akan kota metropolitan dengan sejuta kesibukannya.
Berbekal petunjuk dari cerita Ayyub serta googling internet sampailah Neera di salah satu gedung yang mewah dan tinggi. Penampakan lobby yang mewah menggambarkan betapa indahnya bagian dalam gedung dengan profit yang besar.
Lantai dasar itu juga dilengkapi dengan ruang tunggu dengan sofa yang nyaman dan berbagai ruangan lain yang mana banyak manusia yang lalu lalang disana.
Neera berpikir tidak mungkin ia akan langsung masuk keatas karena sekelas perusahaan besar ini mereka punya aturan sendiri untuk bertemu dengan orang yang bekerja di dalam terlebih yang akan mereka temui adalah orang nomor satu di kantor ini. Sudah pasti tidak akan semudah itu urusannya.
Oleh sebab itu, Neera sudah menyiapkan makanan berhubung saat ini sudah lewat jam makan siang maka ia hanya bisa menyiapkan snack sore untuk coffee break atau tea time. Neera cukup banyak membeli dikarenakan ia akan membagikan pada beberapa karyawan Ayyub terlebih ini adalah pertama kalinya ia berkunjung hitung-hitung sebagai salam perkenalan.
Sekarang Neera sudah punya alasan untuk meminta Ayyub turun dan memberikan surprise pada suaminya.
"Assalamu'alaikum Uda, Uda lagi sibuk sekali ya ?" begitu bunyi pesan Neera.
Sementara Ayyub yang saat ini akan menuju ruang meeting langsung membuka ponsel karena bunyi notif di handphonenya. Jelas saja ia bergegas karena nada untuk panggilan dan pesan Neera khusus di atur oleh Ayyub maka dalam keadaan apapun ia akan langsung membuka pesan atau mengangkat panggilan istrinya.
Bukannya membalas pesan melainkan Ayyub langsung menghubungi nomor istrinya ketika akan keluar ruangan. Saat ini ia bersama seorang brand ambasador yang akan mengiklankan hunian mewah yang akan diluncurkan.
Kebetulan saat itu seorang model hollywood yang sedang naik daun tengah membersamai langkah Ayyub yang diiringi asisten dan sekretarisnya. Tatapan memuja dan penuh minat sedari tadi terpancar dari wanita itu, bahkan beberapa kali selebriti itu mencari kesempatan berdekatan dengan lelaki matang yang terlihat berwibawa dengan setelah jasnya.
__ADS_1
"Halo sayang, ada apa yang ?" sapa Ayyub dalam bahasa negaranya sehingga membuat orang yang membersamainya kebingungan karena tidak mengerti.
"Iya Uda, apakah Uda sedang sibuk ?" tanya Neera kembali.
"Tidak sayang, Uda sedang dalam perjalanan ke ruang meeting" balas Ayyub yang tidak menganggap semua tidak penting saat mendengar suara istrinya padahal sejatinya saat ini ia tengah di tunggu orang-orang penting.
"Bisakah Uda ke lobby kantor, ada paket khusus yang harus Uda sendiri yang pergi mengambilnya, bisa Uda ?" tanya Neera yang membuat Ayyub sedikit heran, tidak biasanya istrinya meminta ia mengambil paket langsung.
"Harus Uda sendiri yang ambil pokoknya, mau ya Uda, sekarang juga karena sudah di tunggu di lobby sana" pinta Neera kembali semakin membuat Ayyub bingung.
"Baiklah sayang, Uda akan kebawah sebentar" meskipun heran tetapi Ayyub tidak mampu menolak keinginan istri tercintanya.
Akhirnya Ayyub turun menggunakan lift hingga lantai bawah, tempat dimana lobby berada. Awalnya lelaki itu menyuruh yang lain untuk langsung ke ruang meeting tetapi sang selebriti yang berjalan disamping Ayyub menolak dan memilik ikut CEO muda itu. Jadilah manager dan asisten artis itu juga ikut serta.
Ketika sampai di lantai bawah perempuan itu justru semakin agresif entah karena ingin memanfaatkan moment atau mencari perhatian publik ia malah semakin berusaha mendekati Ayyub beberapa kali bahkan ia menggesekkan dadanya ke punggung pria itu meakipun selalu mendapatkan penolakan.
Mendekati lobby Ayyub semakin berjalan cepat meninggalkan rombongan yang terdiri dari lima orang itu.
Neera yang juga sudah melihat suaminya turun di lantai lobby menurunkan triplets satu persatu. Sedikit terganggu dengan wanita yang masih berusaha mengejar suaminya tetapi Neera tidak akan berpikiran sesempit itu, ia sudah memberikan kepercayaan pada Ayyub dan kalaupun perlu nanti Ayyub pasti akan menceritakan langsung padanya jadi ia mengesampingkan praduga meskipun sulit apalagi ia saat ini sensitif karena hormon yang tidak stabil.
"Sayang, dimana paketnya ? Uda sudah di lobby sayang" terdengar suara Ayyub dari sambungan telepon yang masih terhubung sehingga membuat Neera tersentak dari lamunan sejenak.
Melihat suaminya yang sudah mendekat ke pintu lobby, Neera segera membawa triplets mendekat. Begitu juga triplets yang menyadari ada ayahnya segera menghadap Neera meminta kepastian.
__ADS_1
"Surprise..!!! ya itu ayah, go ahead kalian bisa memeluk ayah" ujar Neera yang menherti kode dari buah hatinya.
"Ayah.....!!!!!" teriak triplets yang mengalihkan seluruh perhatian manusia yang ada disana.
Terlebih seorang lelaki gagah yang kini tengah berdiri dengan mata membesar, mulut menganga dan tangan yang masih setia berada di telinga meskipun sambungan teleponnya sudah terputus.
Ya, Ayyub begitu shock dan tidak bisa bergerak saat melihat anak dan istrinya berjalan ke arahnya. Bukan, lebih tepatnya triplets berlari dan disusul bundanya yang berjalan santai di belakang dengan senyuman yang sudah pasti menggoda iman Ayyub.
"Baby..." teriak Ayyub yang kembali sadar ketika triplets menubruknya dengan pelukan hangat.
Tinggi mereka yang hanya sekaki Ayyub membuat pria itu segera berjongkok lantas memeluk erat dan menciumi mereka satu persatu.
Saking bahagianya Ayyub mengangkat mereka sekaligus dan menggendong mereka sembari berputar. Sungguh pertemuan yang begitu mengharukan hingga membuat beberapa orang itu terhanyut.
Sementara rombongan yang membersamai Ayyub justru terkecut bahkan shock terlebih selebriti wanita yang berusaha mendekati Ayyub. Merasakan panas seketika di dadanya terlebih melihat saat ini lelaki incarannya justru berlari mendekati seorang wanita bertubuh mungil dengan pakaian serba tertutup yang ia yakini tidak akan lebih cantik dan lebih **** darinya.
Benar, saat ini setelah menurunkan triplets, Ayyub berlari menyongsong Neera dan langsung mendekap erat istrinya bahkan tanpa tau malu mengecup bibir indah itu dan menciumi seluruh wajah Neera hingga membuat perempuan itu engap sendiri dan berusaha mendorong wajah suaminya yang hobi nyosor dadakan.
"Uda, Uda.. Neera sesek, gak bisa napas" protes Neera yang akhirnya membuat Ayyub melepaskan wanita itu.
Tentu saja tidak benar-benar lepas, lelaki gagah itu justru kini berlutut memeluk pinggang Neera dan menciumi perut wanita hamil itu membuat Neera malu sendiri karena saat ini mereka jadi pusat perhatian semua orang.
Namun, melupakan rasa malunya, Neera justru mengusap lembut kepala lelaki yang saat ini tengah berbicara dengan buah hatinya yang ada di perut, sesekali menciumi lagi hingga ia berdiri menjulang di depan istrinya.
__ADS_1