Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
Menuju Kerajaan Part 9


__ADS_3

"Kenapa kalian saling menatap?" Tanya Tara yang mencurigai sesuatu.


"Eee... Tidak ada apa-apa pangeran, hanya saja tadi kami mengkhawatirkan kalian. Disini tadi turun hujan yang sangat lebat disertai dengan petir" Jawab Pengabdi Dewa Zian.


"Lalu, siapa yang sakit?" Jawab Tara.


Ayah Shata dan Pengabdi Dewa Zianpun secara spontan menoleh ke arah belakang. Benar saja, di sana terlihat tabib yang sedang memberikan hormat kepada Pangeran Tara. Tabib itupun menghampiri mereka.


"Salam Yang Mulia, Pangeran Tara" Ucap tabib.


"Siapa yang sakit?" Tanya Tara.


"Itu Pengabdi Dewa Zheyata Pangeran, beliau terkena racun mawar hitam" Jawab Tabib.


"Apa?? Racun mawar hitam?" Jawab Tara.


"Iya Pangeran" Jawab tabib.


"Bukankah mawar hitam sudah langka? Bahkan tidak ada karena setahuku itu adalah kunci dari keberhasilan pasukan kerajaan Baradha" Sahut Shata.


"Iya, itu memang benar. Kamu siapa? Kenapa kamu tahu tentang racun mawar hitam?" Tanya tabib.


"Perkenalkan saya Shata, anak dari pengabdi dewa Bayraza" Jawab Shata. Ya, nama ayah Shata adalah Bayraza.


"Oh.. Seperti itu.. Kamu tahu darimana?" Tanya tabib.


"Aku pernah berkelana dan mendengar banyak cerita mengenai Kerajaan Baradha dari orang-orang tua yang pernah aku temui. Bahkan mereka bercerita bahwa Kerajaan itu telah menjadi lautan saat ini" Jawab Shata.


"Iya memang benar, kerajaan itu kini telah menjadi lautan tapi entah mengapa ada orang yang memberikan busur panah berlumur racun tersebut" Jawab tabib.


"Lalu bagaimana kondisi pengabdi dewa Zheyata? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Tara.


"Untuk saat ini, beliau masih baik-baik saja. Saya telah memberikan perawatan terbaik yang bisa saya lakukan. Saya harap kali ini akan berhasil" Jawab tabib.


"Akan berhasil? Apa maksud kamu? Apakah sebelum-sebelumnya..." Jawab Bayraza, Ayah Shata.

__ADS_1


"Iya kamu benar.. Tidak ada orang yang bisa menetralkan racun tersebut. Hanya orang-orang Kerajaan Baradhalah yang tahu bagaimana cara membuat penawar racun tersebut" Jawab tabib.


"Astaga..!! Bagaimana ini? Semoga saja Zheyata akan baik-baik saja, aku yakin Dewa akan melindunginya" Sahut Pengabdi dewa Zian.


"Sebentar.. Busur panah?" Tanya Tara.


"Iya Pangeran, Jadi tadi ketika saya sedang berdoa, tiba-tiba ada seseorang yang tidak saya kenal memberikan sebuah busur panah, karena saya sedang membawa dupa pemujaan jadi saya meminta tolong kepada pengabdi dewa Zheyata" Jawab Bayraza.


"Berarti orang itu ingin menyelakai ayah, tapi apa ayah terluka?" Tanya Shata.


"Aku tidak papa karena aku tidak menyentuh busur panah itu" Jawab Bayraza.


"Lalu, dimana sekarang busur panah itu?" Tanya Tara.


"Busur panah itu telah di bawa ke kerajaan tuan, untuk di teliti lebih lanjut" Jawab Pengabdi Dewa Zian.


"Kalau begitu, ayo kita cepat ke kerajaan" Jawab Tara sembari menoleh ke arah Shata.


"Baik, Yang Mulia Pangeran" Jawab Shata.


"Tapi untuk ayah saya bagaimana?" Sambung Shata.


"Aku juga akan menemaninya" Jawab Pengabdi Dewa Zian.


"Akan tetapi, apakah tidak papa Shata ikut bersama pangeran?" Tanya Pengabdi Dewa Zian.


"Saat ini dia adalah pengawal pribadiku, dia yang akan menemaniku kemanapun aku pergi" Jawab Tara.


"Lalu bagaimana dengan Zio?" Tanya Pengabdi Dewa Zian.


"Apakah kamu tidak tahu jika Zio bergabung dengan pasukan keamanan kerajaan?" Jawab Tara.


Zio adalah anak dari Pengabdi Dewa Zian. Dia dulunya adalah pengawal pribadi Pangeran Tara. Tetapi semenjak Pangeran Tara memutuskan untuk meninggalkan kerajaan, Zio bergabung dengan pasukan keamanan kerajaan.


"Tidak Pangeran, karena saya sudah lama tidak pernah melihatnya di sekitar istana kerajaan" Jawab Pengabdi Dewa Zian.

__ADS_1


"Mungkin Zio berada di perbatasan, karena dia adalah salah satu pasukan terbaik. Memiliki keberanian dan kekuatan yang hebat. Untuk lebih memastikan, nanti aku tanyakan kepada kepala keamanan kerajaan" Jawab Tara.


"Baik Pangeran, Terima Kasih banyak" Jawab Pengabdi Dewa Zian.


"Iya sama-sama. Kalau begitu aku pergi dulu, Ayo Shata" Ucap Tara sembari mengajak Shata, sahabat sekaligus pengawal pribadinya.


"Baik Pangeran, Ayah paman aku pamit dulu" Jawab Tara sembari berpamitan pada Ayahnya, Pengabdi Dewa Zian dan Tabib.


"Iya hati-hati" Jawab Bayraza.


Pangeran Tara dan Shatapun pergi meninggalkan kuil menuju kerajaan. Di dalam hari pangeran tara, dia sangat penasaran bagaimana ada racun mawar hitam saat ini. Begitupula dengan Shata yang memiliki rasa penasaran yang sama dengan Pangeran Tara serta sangat ingin mengetahui mengenai Zio. Shata tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa Pangeran Tara telah memiliki pengawal pribadi, hal ini disebabkan Pangeran Tara sendiri tidak pernah bercerita mengenai Zio kepadanya.


"Pangeran, apa boleh saya bertanya sesuatu?" Ucap Shata.


"Sekarang sudah pakai saya-anda ya kalau ngomong, biasanya aku-kamu" Ejek Pangeran Tara.


"Hehehe.. Maafkan saya, dulu kan saya tidak tahu kalau ternyata anda adalah seorang pangeran. Saya kira anda sama seperti saya, tidak memiliki siapapun di dunia ini. Anak yang sebatang kara" Jawab Shata.


"Hahaha.. Iya tidak papa, aku juga minta maaf karena tidak memberi tahumu terlebih dahulu. Kalau kamu ingin mengobrol denganku seperti biasanya, aku tidak masalah" Jawab Pangeran Tara.


"Baik pangeran, tetapi saat ini saya akan berusaha seformal mungkin ketika berbicara dengan anda" Jawab Shata dengan tersenyum.


"Senyaman kamu sajalah. Oh, iya kamu mau tanya apa?" Ucap Pangeran Tara.


"Apa boleh saya bertanya mengenai Zio?" Jawab Shata.


"Apa yang ingin kamu ketahui?" Jawab Pangeran Tara.


"Zio itu siapa pangeran? Apakah Zio menjadi pasukan keamanan kerajaan gara-gara saya? Apa saya menggantikan posisinya?" Tanya Shata.


"Wah.. Pertanyaanmu terlalu banyak. Aku akan jawab ketika kita sampai di istana. Aku yang akan langsung mengantarkanmu ke ruanganmu" Jawab Pangeran Tara.


"Baiklah Pangeran, saya minta maaf karena saya sangat penasaran dan sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa Pangeran sebelumnya sudah memiliki pengawal pribadi" Jawab Shata.


"Hmmm.. Ayo percepat jalanmu. Jika kamu ingin segera tahu jawabannya" Ucap Pangeran Tara.

__ADS_1


Merekapun bergegas menuju istana kerajaan. Langkah demi langkah mereka kini kian dekat dengan istana, begitu pula dengan rasa penasaran Shata yang semakin lama semakin membesar, dia ingin segera mengetahui siapakah Zio sebenarnya.


.....


__ADS_2