Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 70


__ADS_3

Sore ini Ayyub telah sampai di tanah air tepatnya di rumah keluarga Neera. Memang orang tua Neera tinggal di tanah minang sementara dirinya di ibu kota.


Dengan gagah ia keluar dari pintu kedatangan sembari membawa travel bag di tangan kiri yang diatasnya terdapat beberapa tas belanjaan untuk keluarga istrinya.


Sementara hadiah untuk Neera dan triplets sudah lebih dulu dikirim ke kantor maskapai yang ada di bandara Edinbrug agar nanti tidak kerepotan. Tentu saja selain dari kalung berlian yang khusus dibeli untuk istrinya itu.


Sebelumnya Ayyub telah menelpon adik laki-laki Neera yang ada di ibukota provinsi itu sehingga nanti mereka bisa pulang bersama dengan mobil Ayyub yang baru saja dibelinya.


Dengan langkah pasti ia menuju mobil yang sudah terparkir di bandara menuju tempat tinggal adek Neera untuk menjemput iparnya itu.


Setelahnya mereka pergi ke restoran terdekat mereka butuh amunisi untuk perjalanan dua jam lebih ke kediaman orang tua Neera.


"Bang, ini mobil siapa bang ?" tanya Adek yang sedari tadi penasaran karena setaunya itu adalah mobil keluaran terbaru tidak mungkin mobil sewaan.


"Mobil abang" jawab singkat Ayyub.


"Loh ?! sejak kapan abang punya mobil disini ?" kaget adek.


"Sejak tadilah" jawab Ayyub dengan santai.


"Lah gimana ceritanya ? kapan abang belinya ?"


"Kemarin sebelum berangkat kesini abang pesan ke teman abang, yaudah sekalian kita bawa pulang"


"Terus nanti abang pergi mobilnya gimana, masa dijual lagi. Mubazir bang" inilah kesederhanaan keluarga Neera yang tidak mau segala sesuatu akan tersia-siakan meski mereka juga bergelimang harta.


"Ya kamulah dek, siapa lagi ?" jawab Ayyub.


"Hah ?! Aku ?! gak mau ah bang. Abang tau sendiri aku gak dikasih Apa bawa mobil sendiri. Harus belajar mandiri gitu"


"Yah gapapa dek, nanti abang bilangin Apa. Hitung-hitung upah jagain mobil abang hehe"


"Ya ampun abang, abang kenapa harus beli mobil sih. Kenapa tidak minta jemput orang rumah saja. Gak perlu repot beli mobil segala"


"Gapapa dek, sekalian investasi. Lagian abang kok yakin ya nanti kak Neera dan triplets bakal pulang biar gak ribet"

__ADS_1


"Ya tetap aja banyak mobil dirumah bang"


"Ah gak enak dek, kan ada Uni juga di rumah. Takutnya dia juga butuh."


"Yeee itukan mobil Apa, lagian mobil gak cuma satu dirumah bang" seru Adek.


"Sudah jangan berdebat lagi, nanti kita bakal gak pulang ini"


"Yaudah bang, ayo kita berangkat sekarang saja"


Merekapun akhirnya berjalan memasuki mobil setelah membayar makanan. Keduanya telah duduk di kursi masing-masing. Hari ini Ayyub akan menyetir sendiri mobilnya.


Setelah melewati perjalanan yang panjang mereka sampai di rumah klasik besar dengan model spanyol. Rumah itu berdiri indah ditengah hamparan hijau sawah dan perbukitan. Tempat yang begitu indah dan asri.


Sudah lama sekali Ayyub tidak menginjakkan kaki di tempat ini. Rasa rindu menyeruak dari dadanya ingin untuk dilepaskan.


Orang tua Neera sudah menyambutnya didepan rumah. Mereka sudah mengetahui kedatangan menantunya itu dari Ayyub sendiri selain itu Neera juga sudah menelpon jauh hari sebelumnya.


"Assalamu'alaikum Apa Ama"


"Wa'alaikumsalaam nak"


Keduanya adalah sosok yang sangat Ayyub hormati dan sayangi. Sosok lelaki yang berwibawa, tegas, tetapi hangat dipadu dengan seorang perempuan jenaka, friendly dan lembut.


Menciptakan perpaduan orang tua yang sempurna. Saling mengisi dan bersinergi membangun karakter kelurga.


Orang tua Neera segera membawa Ayyub masuk dan mereka berbincang sejenak di ruang tamu melepas lelah sembari ngeteh sore.


"Gimana nak, perjalanan Ayyub disana ?"


"Alhamdulillah lancar pa, ini Ayyub baru saja berangkat dari Korea"


"Wah..., jauh juga perjalanannya. Apa Ayyub tidak jetlag nak ?" tanya Apa sedikit khawatir.


"Haha Alhamdulillah tidak Pa, sudah biasa"

__ADS_1


"Ayo-ayo makan dulu cemilannya, ini Ama baru selesai bikin putu ayu kesukaan Ayyub"


"Haha Ama masih ingat saja" kekeh Ayyub.


"Tentu saja, kalian anak Ama tentu saja Ama mengingat semuanya"


Tiba-tiba Ayyub diam sebentar, menarik napas dalam dan menguatkan hati. Memang orang tua Neera memperlakukannya dengan baik tetapi batinnya belum tenang sebelum mengungkapkan isi hatinya.


Ayyub berdiri dan tiba-tiba berjalan dan berlutut di depan kedua orang tua Neera yang duduk di sofa yang berdekatan.


"Apa, Ama Ayyub minta maaf dan mohon ampun. Ayyub tidak bisa menjaga anak Apa dan Ama dengan baik. Ayyub lalai dan gagal menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan Ayah. Ayyub telah melalaikan amanah yang sudah Apa dan Ama berikan. Maafakan Ayyub Pa, Ma. Ayyub berjanji tidak akan terjadi lagi. Ayyub akan menyerahkan hidup Ayyub untuk mereka selamanya" ungkap Ayyub menunduk dalam dengan nada penyesalan dan putus asa.


Semua yang ada disana tercengang sebelum benar-benar memahami apa yang terjadi. Mereka mengerti perasaan Ayyub tetapi mereka tidak menyangka bahwa seorang Ayyub akan melakukan hal ini.


"Sudahlah nak, semua sudah berlalu. Apa tidak menyalahkan Ayyub sepenuhnya meskipun kekecewaan pasti ada tetapi jika Ayyub sudah menyadari letak kesalahan diri dan berjanji untuk memperbaikinya maka Apa sudah sangat senang. Sudah sedari dulu kami memaafkan Ayyub, hanya saja Apa mohon jagalah anak Apa itu dengan sepenuh hati dan jangan sakiti dia apapun keadaan kalian nanti"


"Iya Apa, Ayyub akan berjanji dengan sepenuh hati dan terima kasih Apa dan Ama masih menerima Ayyub sebagai menantu"


"Benar sayang, rumah ini selalu terbuka untukmu nak"


"Maafkan Ayyub ma, Ayyub mohon ampuni kesalahan Ayyub dimasa lalu"


"Sudah, sudah berdirilah nak, memohon ampun itu hanya pada yang kuasa. Sudah cukup dengan menyesal dan memperbaiki kesalahan maka itu adalah bentuk permintaan maaf yang sesungguhnya"


"Iya Pa, Ayyub akan berusaha. Terima kasih atas kebaikan Apa dan Ama"


"Sudah, ayo berdiri. Pasti anak ama ini sudah lelah dan lapar.


"Istirahatlah dikamar kalian dan membersihkan diri. Nanti Ama panggil jika makanan sudah siap. Masih ingatkan ?"


"Tentu saja masih ma, tidak perlu repot-repot ma. Ayyub akan makan apapun yang ada"


"Oh tidak bisa dong, Ama harus menyambut anak ama pulang. Pokoknya Ayyub tinggal tunggu beres saja. Ayo Adek bantu bawakan tas bang Ayyub"


"Iya Ma, terima kasih Ma"

__ADS_1


Seperti biasa, Ayyub akan membersihkan diri di kamar mandi setelah membongkar isi tas, Ayyub tidak memindahkan isinya karena cuma hanya sedikit dan dia tidak akan lama disana.


Setelah segar Ayyub kembali membongkar tasnya dan memisahkan kiriman surat dan oleh-oleh dari Neera dan triplets beserta hadiah dari dirinya untuk masing-masing orang.


__ADS_2