
Sampai di mobil Ayyub memasukkan anak-anak mereka dahulu baru setelahnya ia masuk dan disusul Papa dan Mama karena posisinya Ayyub dan keluarga kecilnya duduk dibelakang sementara Papa dana Mama di kursi tengah yang mana jaraknya lumayan jauh karena kursi itu bisa dijadikan tempat tidur juga dan sangat nyaman.
Sementara sopir dan satu asisten sudah duduk di kursi depan yang disekat dengan layar lcd besar.
Neera segera membantu triplets naik ke seat carnya dan memasangkan seatbelt mereka sementara Ayyub langsung mengambil posisi di pinggir dekat jenadela.
Saat Neera sudah selesai dan kembali duduk barulah Ayyub tersadar dan menatap istrinya dengan lekat sembari tersenyum penuh makna.
"Istriku sudah cantik sekali, sudah cantik wangi lagi, hmmm makin sayang deh" bisik Ayyub tepat di telinga Neera yang tertutup hijab sementara tangan kekar itu membelit posesif pinggang ramping istrinya.
"Subhanallah.., Uda ini bikin kaget aja. Jangan begini Uda, nanti malu dilihat Papa dan Mama ada triplets lagi" bisik Neera yang bulu bulu remangnya mulai berdiri.
"Sttt sayang sebentar saja, Uda kangen berat nih, daritadi gak bisa puas peluknya" bisik Ayyub yang makin membuat Neera tak nyaman.
"Apaan dari tadi juga Uda juga sudah curi-curi peluk sampai Neera malu sendiri dilihatian orang-orang" kesal Neera pada suaminya.
"Gak cukup sayang, Uda maunya peluk lama kayak gini sambil menghirup aroma yang sangat menenangkan ini" bisik Ayyub yang kali ini mendekatkan hidung mancungnya ke lipatan leher Neera yang masih ditutupi hijab.
"Awas sayang, jangan cari masalah sendiri. Neera lagi masa periode ya, gak bisa meladeni nanti malah pusing sendiri" peringat Neera pada suaminya.
"Ah iyaa...., Uda sampai lupa, kamu sih yang" lesu Ayyub yang malah manjatuhkan kepalnya di pundak Neera.
"Loh kok Neera yang disalahin, Neera gak ngapa-ngapain Uda" bingung Neera.
"Iya, habisnya Neera cantik banget terus wangi lagi terus bikin gak tahan, nagih terus, jadi candu" gumam Ayyub yang masih bisa didengar Neera.
"Itu salahnya Neera ya ?" tanya Neera dengan senyuman.
__ADS_1
"Gak sayang, Uda ajalah yang salah. Tapi nanti kalau gak bisa tahan bantuin ya sayang, pakai yang lain juga boleh, kan masih bisa tangan sama mulut kalau yang itu tidak bisa. Biar gak kasihan sayang main, masa harus solo karir" bisik Ayyub lagi yang hanya ditanggapi Neera dengan gelengan tak percaya.
Suaminya sudah masuk mode manja dan ingin diperhatikan. Susah-susah gampang memang memiliki suami sejenis manusia yang disebelahnya ini.
Kadang ia bisa menakutkan saat marah, kadang bisa terkesan cuek saat diluar rumah, terkadang bisa tegas membuat orang tidak berkutik, terkadang juga seperti anak-anak yang haus kasih sayang dan perhatian dan adakalanya manja dan selalu ingin dibelai. Bahkan yang paling parah minta jatah yang tak ada habis-habisnya membuat Neera sangat kuwalahan sendiri mengimbangi suaminya.
Beruntung Allah itu Maha Adil karena suaminya itu tidak selalu dirumah karena pekerjaan yang menuntut pria tinggi tegap itu harus keluar negri dan hanya pulang beberapa waktu.
Berbeda lagi kalau sudah pulang, Neera harus lebih berfokus pada bayi besarnya itu dan sebisa mungkin memenuhi segala permintaan dan memanjakan dirinya.
Disamping semua itu, Ayyub adalah sosok imam yang sangat bertanggung jawab, yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman, sosok suami dan ayah yang terbaik, memberikan cinta dan kasih sayang yang besar pada keluarga kecilnya serta sosok pekerja keras yang begitu mementingkan dia dan anak-anaknya terlebih lagi Ayyub adalah suami yang telah dikirim Allah untuknya.
Akhirnya setelah hampir setengah jam perjalanan mereka sampai di restoran mewah berbintang, terpaksa Neera harus membangunkan suami yang masih betah menyandarkan kepala dibahu dan tangan yang anteng memeluk pinggang hingga perutnya.
"Sayang, bangun yang. Kita sudah sampai, makan dulu" bisik Neera sembari mengusap pipi Ayyub.
"Sayang, ayolah kasihan triplets. Mereka juga pasti sudah kelaparan dari tadi" ujar Neera yang masih berusaha menyadarkan Ayyub.
Benar saja, mata itu langsung terbuka saat Neera menyebutkan triplets, segera ia angkat kepalanya dan tidak lupa mencuri satu kecupan di pipi dan bibir Neera sebelum benar-benar bangkit.
Papa dan Mama sudah keluar duluan, sedangkan Ayyub dan Neera berusaha menggendong triplets yang masih tertidur.
Ayyub memutuskan memakai gendongan depan dan belakang toh nanti mereka juga akan di dudukan di kursi makan sendiri terlalu ribet kalau harus membongkar stroler.
Setelah membantu Ayyub untuk menggendong Qee dan Qal, Neera memutuskan memakai gendong samping untuk Qai.
Sengaja ia mengambil Qai yang beratnya paling unggul karena Neera juga merasa kasihan pada suaminya yang lelah ditambah jika harus menggendong dua anak dengan berat yang lumayan apalagi suaminya itu selalu menurut saat anaknya minta digendong seharian ini.
__ADS_1
Beruntung Ayyub bukan tipikal ayah yang jaim dan malu saat harus menggendong buah hatinya bahkan ia dengan bangganya berjalan dengan gendongan depan belakang yang sejujurnya malah menjadikan ia seorang pria keren, hot daddy yang malah digilai para perempuan.
Segera Neera menyusul di belakang dengan kain gendongan yang menutup seluruh tubuh putranya.
Mereka memasuki ruangan privat yang sebelumnya sudan direservasi oleh mama bersama sopir dan asisten yang mereka bawa.
Baru hari ini kedua orang itu disuruh ikut serta karena biasanya mereka akan menunggu di luar ruangan jika menemani keluarga Kaisar yang lain.
Tetapi saat mereka akan memisah Neera memanggil mereka dan menyuruh mereka masuk sekalian bersama dengan yang lain.
"Pa, Ma, Pak Danu dan Mas Khalid biar gabung sekalian aja ya, boleh kan Pa Ma" izin Neera dengan senyum hangatnya yang langsung diangguki Tuan dan Nyonya Kaisar yang tidak sanggup menolak permintaan menantunya terlebih setelah melihat ukiran kehangatan dari wajah Neera.
Akhirnya mereka makan bersama dalam satu meja. Benar saja, makanan yang tersaji begitu banyak pilihan tepat untuk mengajak kedua orang yang sudah bersusah payah sedari pagi tadi membantu keluarga majikannya.
"Masya Allah, banyak sekali hidangannya. Untung Pak Danu dan Mas Khalid gabung disini, bisa kewalahan kita ngabisinnya kalau cuma berenam bareng triplets, kan mubazir jadinya. Ayo Pak, Mas jangan sungkan-sungkan" ujar Neera yang disetujui Papa Mama dan Suaminya.
"Iya Nak, banyak sekali ini. Papa.sama tadi pesan satu hidangan keluarga ternyata banyak juga ya" setuju Papa.
"Yasudah, ayo kita makan dulu Pa. Nanti disambung ngobrolnya" seru mama.
"Iya, ayo semua silakan dimakan" ujar Papa pada semuanya.
"Iya Pa, biar Ayyub pimpin do'a dulu ujar Ayyub yang akhirnya mengangkat tangan diikuti semua yang ada disana.
Sekarang triplets sudah duduk anteng dikursi mereka dengan mata sayu tetapi masih berusaha menyuapkan makanan ke mulut kecil mereka.
Sama dengan yang lainnya, mereka merasa sangat lapar hanya saja kantuk juga menyerang disat bersamaan. Ingin Neera menyuapi tetapi ditolak oleh Ayyub karena merasa kasihan istrinya juga pasti lapar ditambah lagi triplets juga mau makan sendiri.
__ADS_1