Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 68


__ADS_3

Setelah mendapatkan jadwal penerbangan yang panjang akhirnya Ayyub dapat menelpon istrinya meski sebelumnya hanya bisa melalui pesan chat


Beberapa kali mendengarkan nada sambungan akhirnya telepon video itu tersambung dengan istrinya diseberang sana.


Terlihat wanita yang sangat ia cintai itu tengah duduk bersandar dikasur mereka dan dua anaknya tengah nemplok ke badan Neera yang ia yakin tengah menyusu.


Sementara Qalundra tengah meminum madu dicampur air di botol minumnya.


"Hi Sayang, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalaam Ayah"


"Sedang apa kalian disana, ayah rindu" tatap Ayyub berseri-seri.


"Sedang ndusel-ndusel ayah" jawab Neera karena ketiga anaknya tengah mengisi mulut mereka masing-masing dan terkesan mengacuhkan Ayyub.


"Loh kenapa, kok jagoan ayah mimik bunda sayang ?" tanya Ayyub.


"Habis rewel ayah, gak mau berhenti nangis katanya ditinggal ayah"


"Loh, kan ayah sudah izin kemarin. Kenapa mesti nangis kan kasihan bunda"


"Ayah tidak bangunkan kami, ayah jahat" ucap Qeenan yang sejenak melepas dada Neera yang menyebabkan Ayyub menelan kasar ludahnya.


"Matanya kondisikan ayah" tegur Neera yang melihat Ayyub mulai tidak fokus.


"Oh iya" ucap Ayyub yang mengelap salivanya berusaha mengembalikan fokus meski masih tetap bertahan melihat pemandangan indah dari gunung kembar istrinya.


"Ah.. tadi ayah berangkat sangat subuh. Kalian masih tidur, jadi ayah hanya mencuimi putra dan putri ayah saja. Tapi kan kalian ikut mengantar ayah ke bandara" jelas Ayyub.


Ketiganya masih bergeming sementara Qeenan sudah kembali menyesap ASI dari bundanya.


"Ah.. baiklah. Kalau semuanya ngambek berarti kita tidak jadi naik pesawatnya saat ayah pulang" pancing Ayyub yang mendapatkan respon mereka.


Ketiganya langsung melepaskan apa yang ada dimulut mereka dan mendekat ke ponsel yang sedang menampilkan visual Ayyub.


Kebahagiaan sekaligus cobaan terbesar bagi Ayyub. Senang akhirnya anaknya tertarik dan cobaan saat melihat pemandangan gunung Neera yang ditinggal penjajahnya.


Tentu saja bagian bawahnya bereaksi. Begitulah Ayyub, hanya dengan melihat bagian tubuh istrinya hasratnya langsung bangkit. Apalagi melihat bagian yang menjuntai indah tadi.


Dengan cepat Neera mengembalikan lagi gunung itu ke tempatnya dan menyimpan dengan aman.


"Yah yang, kenapa dimasukin lagi sih" kesal Ayyub yang langsung dibalas pelototan oleh istrinya.


Paham akan situasi mereka saat ini Ayyub kembali fokus pada triplets yang tengah meminta kejelasan ayah mereka.


"Ah.. ayah kan sudah berjanji nanti saat ayah kembali akan membawa kalian untuk naik pesawat"


"Kapan ayah pulang ?" tanya Qaivan.


"Seminggu lagi sayang"


"Berarti sangat lama dong ayah" sedih Qalundra.


"Sabar dong sayang, ayah kan lagi kerja"


"Ayah dimana ?" tanya Qeenan penasaran.


"Ayah sedang di hotel di Jepang"


"Wah Jepang, dimana itu ayah ?"


"Ini tempat detective conan dan naruto berasal"


"Wah.. apakah yang ada bunga sakuranya ayah ?" tanya kembali Qeenan.


"Iya sayang, tapi sekarang belum musim semi jadi tidak ada"

__ADS_1


"Bunda, apakah kita bisa kesana ?" tanya Qal yang beralih pada Neera.


"Tapi perjalanannya sangat jauh sayang, kalian akan kelelahan" jelas Neera.


"Tidak bunda, kami berjanji tidak lelah dan akan jadi anak yang baik" sambung Qai.


"Haha baiklah, nanti akan bunda pikirkan dulu" putus Neera yang tidak ingin membuat anaknya kecewa.


Ayyub yang mendengar permintaan anaknya tentu saja akan langsung mengabulkannya tetapi ia juga harus mempertimbanhkan keputusan Neera karena bagaimanapun tidak mungkin mereka pergi tanpa Neera.


"Ayolah bunda, Qal ingin kesana" rengek Qalundra yang tidak puas dengan jawaban Neera.


"Sabar sayang, kita tidak mungkin langsung bisa pergi begitu saja. Bunda bekerja dan ayah juga bekerja jadi kita kumpulkan dulu uang agar kita bisa pergi kesana, okay ?" jelas Neera lembut pada putrinya.


"Apakah kita membutuhkan banyak uang untuk sampai kesana bunda ?" tanya polos Qeenan.


"Tentu saja sayang, tempatnya sangat jauh dari rumah kita"


"Tapi kenapa ayah bisa mudah pergi kesana?" tanya Qal.


"Apakah kesayangan bunda lupa ayah bekerja sebagai pilot, jadi ayah bukan main kesana tapi bekerja membawa orang kesana" jelas Neera.


"Benarkah ayah ?" tanya Qal.


"Tentu saja sayang, ayah bahkan tidak bisa pergi bermain karena besok ayah harus membawa orang lagi pergi ke Korea"


"Apakah ayah lelah ?" tanya Qee yang mulai berkaca-kaca.


Dalam bayangannya ayahnya harus bekerja keras membawa penumpang tidak pernah berhenti semenjak Ayyub pergi.


Melihat kekhawatiran anaknya Ayyub menjadi terharu dan matanya memanas mendapatkan cinta dan perhatian mereka.


"Tidak sayang, lelah ayah sudah pergi karena melihat kalian" ungkap Ayyub.


Setelahnya Ayyub menatap penuh arti pada Neera sebagai ungkapan terima kasih yang dibalas tatapan teduh dan senyuman hangat Neera.


"Baiklah ayah akan dengan senang hati mendengarnya" senyum Ayyub.


Satu, dua, tiga...


"Ayah semangatlah,


Kami disini untukmu~~~


Ayah semangatlah,


Kami semua menyayangimu~~~"


Sebuah lagu dengan lirik korea yang sering mereka dengar, tentu saja Ayyub mengerti maksud dari lagu tersebut.


Butiran bening berhasil lolos dari mata tajamnya, entah kenapa Ayyub belakangan menjadi orang yang mudah menangis jika menyangkut keluarganya. Apalagi anak dan istrinya.


Setelah apa yang sudah ia lakukan dahulu mereka dengan senang hati memaafkan bahkan memberikan cinta yang begitu besar.


"I Love You Ayaahhhhh" sorak mereka bersama sembari membuat tanda hati diatas kepala dengan tangan kecilnya"


"Oh buddy, i love you so much more and more" ungkap Ayyub sembari tersenyum dan menangis di waktu bersamaan.


"Believe me, you're love and my endless love in my life" sambung Ayyub.


"Semangat Ayah, cepat pulang ayah." sorak mereka berikutnya.


"Of course Buddy, i will" ungkap Ayyub.


""Kenapa ayah menangis ?" tanya Qai yang melihat air mata Ayyub.


"Apakah ayah sedih ?" sambungnya lagi.

__ADS_1


"No, buddy. Ayah sangat bahagia memiliki kalian. Anak-anak ayah yang luar biasa. Ayah sangat mencintai kalian"


"Benarkah begitu ayah ?" tanya Qee.


"Of course buddy, believe me"


"Oh.... jadi bahagianya cuma punya anak saja ni, punya bundanya tidak ?" ucap Neera mencoba mencairkan suasana.


"Of course honey, kalau itu tidak perlu dipertanyakan lagi. I really love you" ungkap Ayyub sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Oh astaga Ayyub, dasar" batin Neera.


"Jadi apakah yang kalian lakukan seharian tadi. Apakah anak Ayah ini begitu menyusahkan bunda ?" tanya Ayyub pada ketiganya.


"No ayah, kami hanya menangis menanyakan ayah dan sedikit mengambek" aku polos Qee.


"Oh astaga, begitu kalian bilang tidak menyusahkan bunda" geleng Ayyub yang mendengar pengakuan sang anak.


Sementara Neera hanya tersenyum mendengarkan percakapan ayah dan anak itu.


"Tidak kok, benarkan bunda" tanya Qee pada sang bunda.


"Tidak sayang, kalian tidak pernah menyusahkan bunda. Tapi bunda harus minta hadih untuk itu" ungkap Neera memajukan wajahnya.


Ketiganya bergantian mencium sang bunda dan memeluk Neera sembari mengucapkan maaf.


"Ahhhh ayah juga ingin dicium dan dipeluk juga kata Ayyub sembari merentangkan tangannya"


Ketiganya lantas menciumi layar hp sang bunda dan berebut mendekatkan dirinya.


"Oke ,oke baiklah. Sekarang ucapkan salam untuk ayah karena besok ayah harus bekerja lagi" titah Neera.


Ketiganya kembali duduk dan melambaikan tangan pada ayahnya yang ada diseberang sana.


"Bye ayah, semangat ayah, we love you" ungkap ketiganya serempak.


"Thank you buddies, I Love you all" ungkap Ayyub yang setelahnya beralih pada Neera.


"Sayang, titip anak-anak. Ayah akan berangkat besok pagi ke Korea dan setelahnya akan pulang ke tanah air sebentar. Setelah itu penerbangan lagi sampai minggu depan mungkin baru sampai di Edinbrug"


"Baiklah ayah, hati-hati, jaga kesehatan dan selalu berdo'a" titah Neera.


"Pasti sayang, do'akan ayah. Btw apakah bunda ada yang ingin dibelikan ?" tanya Ayyub.


"Tidak ayah, cukup ayah pulang dengan selamat tanpa kurang satu apapun"


"Oh so sweet, love you"


"Love you more ayah. Baiklah sekarang bunda tutup telponnya dan selamat istirahat ayah"


"Ya bunda, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalaam ayah" putus Neera.


Keduanya memang selalu memanggil dangan panggilan ayah bunda atau panggilan sayang yang biasa digunakan bersama jika berada disekitar anak mereka, takut jika nanti triplets akan mengikuti panggilan mereka karena anak diusia triplets cenderung akan meniru apapun dari orang sekitar terutama orang tuanya.



Berhubung beberapa hari tidak up jadi author memberikan beberapa episode sekaligus agar readers tetap bahagia.


Please banget like dan comment nya ya sayang.....


Semoga kalian suka.


Love


Author

__ADS_1


__ADS_2