Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 181


__ADS_3

Hakim yang mendengar teriakan Ayyub beranjak menuju asal suara dan mendapati adiknya itu tengah memeluk anak-anaknya sembari menciumi mereka.


"Ada apa Yub, kenapa berteriak ?" tanya Hakim.


"Ini Bang, coba lihat apa yang ditemukan triplets" ujar Ayyub sembari memperlihatkan beberapa berkas hasil cetakan transaksi bank, ponsel dan flashdisk itu.


"Alhamdulillah, dimana mereka mendapatkan ini ?" tanya Hakim.


"Dibawah tempat tidur Bang, lihatlah ada bolongan disana" ujar Ayyub sembari menyingkap seprei yang menjuntai ke lantai.


"Brilliant Triplets" puji Hakim sembari high five dan memberikan pelukan pada ketiganya.


"Sayang, masih ada gak harta karunnya disana ?" tanya Ayyub pada triplets.


"Masih Ayah, ada banyak disana" lapor Qai.


"Sekarang Ayah punya tugas untuk kalian, kalian harus mengumpulkan semua harta karun itu, tidak boleh ada sisa satupun dan nanti Ayah akan berikan hadiah untuk anak-anak ayah yang pintar ini" seru Ayyub yang disambut antusias oleh mereka.


"Oke Ayah, kita mencari harta karun dulu ya Ayah" sorak ketiganya yang langsung ambil posisi merayap dan dalam sekejap ketiganya sudah sampai di ujung ranjang.


Posisi ruang gerak yang sangat lumayan sempit membuat badan kedua pria yang kekat itu begitu sulit untuk masuk kesana, sementara dipan itu sangat besar dengan kayi jati asli yang sangat sulit untuk diangkat berdua.


Hanya sebentar ketiga balita itu sudah berhasil mengumpulkan harta karun mereka dan menyerahkannya pada Ayah dan Uncle mereka.


"Sudah tidak ada yang ketinggalan lagi Nak ?" tanya Ayyub pada ketiganya.


"Tidak Ayah, sudah semuanya Yah" lapor mereka.


"Are you sure baby ?" (Apakah kalian yakin, sayang ?) tanya Ayyub lagi.


"Sure Ayah" sorak ketiganya dengan wajah bangga mereka.


"Oke, kita keluar dulu. Nanti Ayah akan kasih hadiah untuk kalian" ujar Ayyub yang disambut sorak bahagia ketiganya.


Ayyub mengantongi benda-benda yang mereka dapatkan itu dalam sebuah totte bag karena takut di rumah ini ada mata-mata yang bekerja untuk Kiki. Jadi mereka harus selalu waspada akan segala kemungkinan.


Triplets yang masih bahagia berlari kearah bundanya karena mereka sudah kehausan dan membutuhkan air segera.


Sementara Ayyub dan Hakim berlalu menuju ruang kerja Papanya untuk menyimpan barang bukti itu dan nanti akan mereka bahas saat malam hari.

__ADS_1


Keduanya lantas menyusul Neera dan triplets yang tengah duduk di ruang keluarga sembari meminum air yang baru saja Neera ambilkan untuk triplets.


"Okay Triplets, sekarang kalian mau apa sayang ?" tanya Ayyub yang sudah mendudukkan dirinya disamping Neera.


"Qee mau kuda Ayah" ujar Qeenan


"Qal mau taman bemain Ayah" ucap Qalundra.


"Qai juga mau sepeda Ayah" sorak Qaivan yang tidak mau kalah.


"Oke, kalian akan mendapatkannya" ujar Ayyub dengan mudahnya sembari menunjukkan jempolnya.


"Uda...." tegur Neera yang menatap penuh arti pada suaminya yang menurutnya terlalu berlebihan itu.


"Tidak apa-apa sayang, mereka sudah menyelesaikan tugas penting hari ini, kita berutang banyak pada mereka" lirih Ayyub pada istrinya.


"Apa Uda ?" tanya Neera tanpa suara.


"Mereka sudah menemukan bukti kuat kasus korupsi di kamar Fazreen sayang" bisik Ayyub yang diangguki Neera.


"Tapi tetap saja, jangan terlalu berlebihan Uda" lirih Neera yang masih terdengar oleh Hakim yang berada di samping Ayyub.


"Kalau begitu Ayah yang akan membelikan kuda untuk kalian" putus Ayyub.


"Triplets tidak bisa pelihara kuda Nak" tentang Neera sebelum ketiganya sempat berteriak.


"Kenapa Bunda ?" tanya Qee yang menginginkan hewan itu.


"Kuda itu butuh dirawat sayang, mereka juga butuh rumah, sama seperti kita Nak. Nanti kalau sudah pulang, bagaimana dengan kudanya. Apa Qee akan tinggalkan mereka begitu saja tanpa rumah ?" ujar Neera mencoba memberi pengertian pada putranya.


"Biar Opa yang bangunkan rumah untuk kudanya Triplets, nanti Opa akan buatkan juga lapangan untuk kalian berkuda. Apa Qee sangat suka naik kuda ?" tiba-tiba Tuan Kaisar datang dari arah kamarnya sembari duduk disamping cucunya itu.


Seketika sinar yang meredup kembali cerah saat keinginannya terpenuhi oleh Opanya. Neera hanya bisa pasrah, tidak mungkin ia akan menolak keinginan papa mertuanya itu.


"Bolehkan Bunda ?" tanya Qee yang masih ingin meminta persetujuan Bundanya.


"Boleh sayang, tapi Qee harus janji untuk selalu merawat kudanya selama disini" akhirnya Neera harus menyetujui permintaan putranya.


"Bunda, Qai juga mau Kuda Bunda" tiba-tiba Qaivan juga ingin memiliki kuda juga setelah mendengar bahwa Opanya akan membuat lapangan untuk berkuda.

__ADS_1


"Qal juga mau Bunda" rengek Qalundra yang mengikuti kedua saudaranya.


"Kalian kan sudah punya kuda di rumah sana, kenapa harus banyak-banyak Nak ?" lembut Neera pada kedua buah hatinya yang masih merengek.


"Tapi Qee juga punya kuda disini Bunda" bantak Qal yang tidak terima.


"Tapi kan Qee tidak ada sepeda dan taman bermain" protes Qee pada saudaranya.


Beginilah salah satu kesulitan memiliki anak kembar, saat satu ada semuanya harus punya karena mereka tumbuh bertiga jadi keadilan menurut mereka adalah harus memiliki hal yang sama dengan saudaranya.


"Sayang, kan nanti bisa sharing sayang" bujuk Neera.


"Bagaimana kalau nanti Qal mau naik kuda terus Qee juga lagi naik kuda Bunda ?" ujar gadis kecil itu yang masih belum menyerah dengan keinginannya.


'Entah kenapa hari ini triplets terasa sedikit susah dikasih tau, biasanya mereka akan mudah mengerti dan menuruti perkataan bundanya, mengapa hari ini mereka jadi punya banyak alasan. Apa mereka tau kalau sekarang mereka punya banyak pendukung' batin Neera.


"Yasudah, kalau begitu Uncle belikan sepedanya tiga dan Uncle juga buatkan taman bermain yang besar biar nanti kalian bisa sharing, Oke ?" ujar Hakim yang dijawab anggukan ketiganya.


"Bunda, bolehkan belinya kudanya juga tiga ?" tanya Qai dan Qal pada Neera dengan wajah puppy eyes nya yang terlihat begitu lucu, siapa yang bisa menolak jika sudah diberi tatapan seperti itu.


"Boleh, tapi kalian tanya dulu sama Ayah dan Opa, kan Ayah yang mau belikan kudanya dan Opa yang mau buatkan kandangnya" setuju Neera pada akhirnya.


"Ayaaaaaaah., bolehkan Ayah ?" tanya ketiganya dengan menggelayuti kaki Ayahnya tidak lupa dengan muka mereka yang menggemaskan.


"Cium dulu, baru Ayah belikan" putus Ayyub yang juga luluh melihat wajah imut ketiganya.


Setelah Ayahnya mereka juga melakukan hal yang sama pada Opanya bahkan mereka lebih menggemaskan lagi. Mereka menumpu tangan kecilnya dibawah dagu dan menggerjapkan mata dengan lucu yang membuat Tuan Kaisar tertawa renyah.


Setelah keinginan mereka terpenuhi, ketiganya bersorak gembira sembari berpelukan dan meloncat-loncat bersama.


"Mereka lucu sekali" ujar Hakim tersenyum lebar dan masih memperhatikan tingkah keponakannya itu.


Bagitu juga dengan Tuan Kaisar dan Ayyub. Setelah hati berat yang mereka lalui ternyata ada kebahagiaan yang menghangatkan hati mereka saat melihat senyuman polos dan tawa riang dari triplets. Seakan kehadiran mereka menjadi obat bagi kegundahan para orang dewasa itu.


"Sayang, bilang apa Nak kalau sudah dikasih hadiah, anak pintar ?" interupsi Neera pada ketiganya.


"Terima kasih Ayah, Opa, Uncle" seru ketiganya berlari memeluk satu persatu anggota keluarga Kaisar itu.


Terakhir mereka memeluk Bundanya dan mengucaokan terima kasih sembari mencium wanita yang sangat mereka sayangi itu.

__ADS_1


__ADS_2