Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 93


__ADS_3

Pagi ini Neera terbangun dengan badan yang remuk meskipun begitu ia tetap terjaga saat mendengar suara triplets yang memanggilnya.


Begitulah hati seorang ibu, bagaimanapun lelahnya saat seorang anak membutuhkan maka tiada kata tidak seketika lelah itu akan sirna.


Dengan tertatih Neera turun dari tempat tidur, bergerak dengan sangat pelan. Berharap Ayyub tidak akan bangun karena jika nanti ikut terbangun maka bayi besar itu akan merengek lebih parah dari triplets.


Maka Neera segera membersihkan tubuhnya, dan memakai baju tidur yang baru. Kemudian segera kekamar triplets untuk menenangkan mereka.


"Hai sayang bunda, sudah bangun ya ?" lembut Neera saat mendapati Qee sudah terduduk diatas kasur dengan muka bantalnya.


"Bunda..." rengek kecil khas bangun tidurnya.


"Apa sayang.., sini nak peluk bunda. Udah berdo'a belum. Hayo kita berdo'a dulu. Anak bunda kan anak sholeh dan pintar" bujuk Neera.


Mereka membaca do'a bersama setelahnya Neera memberikan susu untuk buah hatinya sembari quality time bersama Qee sementara saudaranya yang lain masih tidur.


Begitupun hal ini juga berlaku pada Qai dan Qal, karena mereka triplets jadi beginilah cara Neera memberikan full perhatian pada salah satunya karena jika sedang bersama maka Neera harus bersikap adil.


Puas bermain dengan sang bunda, Neera mengajak Qee mandi bersama sembari menunggu waktu subuh dan saudaranya yang lain bangun.


Selesai mandi Neera menyiapkan barang-barang keperluan mereka nanti dibantu Qee dan Qai yang juga sudah terbangun.


Mereka hari ini akan diajak ayahnya berkuda di arena dan liburan bersama sebelum esok sang ayah kembali kerja, terbang menyusuri luasnya angkasa.


Tengah memasukkan keperluan triplets ke dalam tas mereka dikejutkan oleh kehadiran sang ayah yang langsung mencium puncak kepala ketiganya bergantian.


Kemudian dibalas kecupan oleh ketiganya, bahkan Ayyub kini sudah gelendotan di punggung Neera dan membisikkan sesuatu.


"Sayang, kenapa Uda ditinggal yang, kan gak enak. Gak ada sarangnya lagi, dingin yang" bisik Ayyub ditelinga Neera.


Neera hanya bisa membalas dengan cubitan di perut liat suaminya, keras memang tetapi Neera tetap berusaha mencubitnya.


Beruntung triplets tidak mendengar bisikan mereka, keduanya hanya fokus menyusun baju mereka meskipun terlihat acak-acakan.


Akhirnya mereka semua membantu bundanya membereskan keperluan hari ini, menyusunnya dalam sebuah tas dan setelahnya melakukan ibadah subuh bersama.


Lepas subuh, Ayyub mengajari triplets kitab suci dan perlahan menghafalkannya dimulai dari surah yang pendek sementara Neera berperang di dapur untuk membuat sarapan mereka beserta bekal yang nanti akan dibawa.

__ADS_1


Hari ini mereka berangkat agak pagi karena tempat yang juga lumayan jauh. Jadi Ayyub memutuskan demikian agar mereka puas bermain nanti.


"Kesayangan bunda sudah selesai mengajinya ?" tanya Neera dari arah dapur.


"Sedikit lagi bunda" jawaban yang Neera terima.


Beberapa saat kemudian Neera menyusul ke dalam ruang ibadah dan terlihatlah adu gulat yang di prakarsai oleh sang ayah. Sungguh sebuah hal yang membuat Neera ngilu.


Mungkin saat sang ayah bermain dengan anaknya akan terlihat normal demikian tetapi bagi sang ibu itu merupakan siksaan batin.


Bagaimana tidak, dengan mudahnya Ayyub melempar mereka meskipun nanti kembali disambut, dipukul dengan bantal meskipun disana dilapisi busa tebal bahkan kaki mereka ditarik hanya dengan satu tangan.


Memang mereka tengah keasikan, terdengar tawa menggelegar dari triplets tetapi Neera sungguh dibuat senewen.


"Ayo sekarang buruan mandi nanti pada telat" titah Neera.


"Yes bunda" balas mereka semua.


Dengan sekali gerakan Ayyub mengangkat mereka bertiga yang tengah cekikikan malah semakin tertawa.


Neera hanya geleng kepala sembari membereskan kekacauan yang mereka buat. Merapikan perangkat sholat dan Kitab Suci kemudian memvacum setiap sudut.


Selesai dengan itu Neera mempacking makanan kedalam wadah dan memasukkannya kedalam tas sendiri dan berlanjut menyiapkan pakaian.


Beginilah kegiatan ibu-ibu di dunia, dari bangun tidur sudah memulai tugas tanpa henti hingga menutup mata kembali.


Meskipun bagian bawahnya terasa agak sakit dan badannya terasa remuk tak bertulang, Neera tetap menjalani tugasnya karena ketulusannya mengalahkan semua rasa sakit dan lelah itu.


Tidak lama kemudian keluarlah triplets satu persatu dari kamar mandi dengan handuk minion mereka sementara Ayyub melanjutkan mandinya karena sedari tadi ia hanya memandikan triplets sambil sedikit bermain air.


Neera segera memakaikan mereka minyak dan bedak serta baju berkuda dengan atasan polo shirt putih dan bawahan celana khusus berkuda berwarna hitam.


Senada dengan Neera dan Ayyub yang akan dikenakannnya nanti. Lengkap dengan topi putih dan sepatu bootnya.


Sungguh terlihat lucu dan menggemaskan. Neera sengaja memilihkan baju ini untuk mereka pakai agar memudahkan mereka berkuda, jangan lupakan pipi chubby nan putih bak pualam membuat warnanya kontras dengan warna baju mereka.


Setelahnya Neera membawa mereka keluar untuk makan dan mendudukkan pada masing-masing kursi mereka. Setelah triplets makan barulah Neera kembali ke kamar membantu Atyub bersiap dan mengemas isi tas tangannya.

__ADS_1


Kemudian mereka sarapan bersama di meja makan sambil sesekali menyuapi triplets yang masih belepotan makanan.


Selesai makan mereka kembali membersihkan wajah dan tangan dan saatnya berangkat ke istal kuda.


Musik mengalun indah memenuhi ruangan mobil mewah itu, setengah perjalanan triplets sudah tertidur sementara Ayyub masih asik bersenandung sambil sesekali melirik Neera dan menciumi tangannya.


"Sayang, kamu bahagia gak hidup sama aku ?" tanya Ayyub yang tiba-tiba menarik perhatian mereka.


Neera hanya tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya.


"Sayang, kamu bahagia gak sayang. Apa kamu tidak bahagia dengan Uda" ulang Ayyub meminta jawaban.


"Insya Allah bahagia sayang" jawab Neera pada akhirnya.


Merasa belum puas Ayyub kembali menanyai Neera dan kembali dibalas senyum yang tulus dan pandangan meyakinkan.


"Sayang, Uda bersyukur sekali Neera jadi istri Uda dan tidak ada satupun yang bisa menggantikan Neera di hati Uda" ucap Ayyub sembari mengecup punggung tangan Neera.


"Masa iya, bukannya bertahun-tahun lalu Uda kencan dengan Vina" balas Neera bercanda.


Memang perempuan adalah ahli sejarah, selembut dan sepemaaf apapun tetap saja ia masih mengingat kejadian dimasa lalu.


"Sayang, jangan ungkit lagi masalah lalu. Itukan beda perkara kenapa juga kamu dulu kaburnya sejauh ini" elak Ayyub yang selalu malas membahas masalah ini.


"Berarti Neera kaburnya kurang jauh ya Uda" balas Neera.


"Loh kenapa gitu sayang ?" tanya Ayyub yang sudah mulai takut membahas masalah kabur.


"Iya, buktinya Uda nemuin kita lagi. Harusnya Neera mainnya jauh lagi biar gak bisa ditemukan sama sekali" canda Neera.


"Jangan coba-coba sayang, apa Neera mau Uda ikat dirumah dan gak boleh keluar sama sekali ?" ucap Ayyub yang sudah mulai memerah wajah dan telinganya.


"Yah kan seandainya Uda" lanjut Neera yang belum menyadari perubahan Ayyub.


"Sekali lagi Neera bilang begitu, akan Uda buat Neera gak bisa bangun sampai Uda pulang lagi. Uda gak suka dengar Neera bicara begitu" tegas Ayyub yang sudah mulai emosi.


Melihat itu Neera hanya menghela napas pertanda mengalah, memang Ayyub akan sangat sensitif membicarakan masalah ini terlebih ia sangat takut jika Neera hilang dari genggamannya.

__ADS_1


Neera adalah jantung hatinya, apapun akan ia lakukan agar Neera selalu berada disisinya. Setelah kejadian dulu Ayyub sangat trauma saat tak bisa menghubungi Neera oleh karena itu Neera harus selalu stand by dengan ponselnya ketika Ayyub sedang pergi bekerja karena panggilannya harus selalu dijawab.


Neera juga sudah mulai takut mendengar suara tegas Ayyub. Bukan tidak mungkin Ayyub melaksanakan apa yang sudah dikatakannya. Neera sangat tau itu mungkin saja terjadi makanya Neera memilih diam dan tak bersuara.


__ADS_2