Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 48


__ADS_3

Malam itu Ayyub menghabiskan waktu dengan sahabat karibnya. Sadiq sudah banyak membantunya, meskipun dia terkesan cerewet dan bawel tetapi sahabatnya itu selalu ada untuknya.


Meskipun Ayyub juga bersahabat dengan Refan tetapi untuk urusan Neera Ayyub sedikit segan untuk berbicara dengan Refan meskipun sebenarnya mereka sudah saling terbuka.


Setelah puas mengobrol dan menyusun rencana mereka pulang ke tempat istirahat masing-masing. Hari ini Ayyub menginap di hotel yang dekat dengan bandara. Tempat yang sudah disediakan oleh maskapai tempat ia bekerja.


Besok ia akan pulang ke rumah orang tuanya. Meskipun berat tapi tetap saja Ayyub harus bertahan. Tidak mungkin lagi untuknya mundur dan membuat mamanya marah lagi.


Ting ! Terdengar bunyi pesan masuk, tentu saja dari Vina. Gambar sepasang cincin dan pakaian dengan warna silver. Jika orang lain yang melihat mungkin mereka akan terkagum dengan desain dan berlian besar diatas benda bundar itu. Tetapi Ayyub sama sekali tidak tertarik. Ia tengah dilanda rindu memikirkan istri dan anak yang sudah tidak bisa dihubungi semenjak dirinya pergi.


"Bagaimana keadaan mereka, apakah mereka sudah makan, apakah mereka sudah tidur. Hal apa yang mereka lakukan, Apakah hari mereka menyenangkan ?" beribu pertanyaan timbul di kepala Ayyub.


Lusa saat kembali adalah hari pertunangan yang diatur keluarganya dengan Vina. Namun sampai saat ini Neera tidak bisa dihubungi.


"Bagaimana jika istrinya itu tau kebenarannya dari orang lain. Bagaimana jika nanti Neera pergi lagi bersama triplets. Kemana lagi ia harus mencari keberadaan mereka ?" kembali pikiran Ayyub kusut.


Malam itu Ayyub memaksa matanya untuk tidur karena esok hari ia harus menyiapkan tenaga untuk penerbangan panjang mereka. Semoga hari esok berjalan dengan baik, mungkin hanya itulah harapan Ayyub.


Akhirnya hari yang paling berat untuk Ayyub datang, baru saja menapaki kaki di rumah ia sudah disuruh melakukan hal-hal yang menurutnya sangat melelahkan.


Rumah orang tuanya sudah tersimpan beberapa hantaran mahal dan branded yang nanti akan diberikan kepada calon tunangannya.


Jujur hatinya sedikit nyeri melihat hadiah tersebut, Ayyub yakin bahwa barang ini pasti atas kontribusi Vina untuk memilihnya. Lihatlah betapa jelas beda perlakuan orang tuanya antara Vina dan Neera.


Belum jadi menantu saja ia sudah dimanjakan dengan barang mewah, sementara Neera yang sudah jelas istrinya malah diperlakukan sebagai pembantu. Sungguh keluarganya terutama mama dan saudarinya tidak melihat permata sesungguhnya.


Dengan berat hati ia mengikuti perintah mamanya untuk mencoba berbagai pakaian yang akan digunakannya besok lengkap dengan sepatu dan sebagainya.


Wajah tidak suka sangat kentara dari pria itu, selain tidak menginginkannya pikiran Ayyub juga terbagi pada Neera dan anak-anaknya. Sungguh ia teramat merindukan mereka, bagaimana lagi caranya ia harus menghubungi istrinya itu.


Tidak bisa lagi, ia harus segera bertindak sebelum semuanya terlambat. Ayyub tidak ingin membuat keluarganya malu dan orang tuanya maupun orang tua Vina kehilangan muka.


Hubungan ini tidak akan berhasil, ia tidak benar-benar mencintai Vina, mungkin wanita itu juga. Vina hanya terobsesi dengan dirinya. Saat ini ia harus bicara dengan Vina.


"Ma, bisakah Ayyub bicara dengan Vina ?"


"Aduh sayang, kamu tidak sabaran sekali. Nanti malam juga bakal ketemu, puas-puasin deh lihat Vina. Menantu cantik mama itu"

__ADS_1


"Hah..., tunangan saja belum sudah mau jadi menantu"


"Hush ! Kamu ini Yub. Malah niat yang buruk, sama saja tinggal nunggu akhir bulan ini"


"Apa ?! Mama kenapa tidak bilang Ayyub dulu ma, menikah itu bukan perkara gampang. Ayyub yang akan menjalaninya ma"


"Ya mau tunggu apa lagi, keburu Vina berinisiatif sendiri. Kapan lagi mama punya mantu cantik, toh kalian sudah lama bersama"


"Vina yang minta dinikahi ya ?" tanya Ayyub dengan senyuman smirk.


Setelah selesai dengan mamanya Ayyub segera menelpon seseorang untuk meminta informasi.


"Halo, Baik ya sekarang"


"Siapkan yang dasar, semoga berhasil"


"Lokasi sekarang"


"Sial, Baiklah. Thanks bro"


Pria itu lantas mematiakn ponsel dan mengantonginya. Dengan sekali gerakan ia menyambar kunci mobil dan segera berlalu ke tempat yang menjadi tujuannya.


Segera ia berjalan menuju kamar yang dimaksud, ia ingin membicarakan ini baik-baik. Sengaja ia meminta seorang yang telah membantunya agar tidak terjebak lagi. Kali ini ia tidak boleh lengah.


Ting tong...


Suara bel pelayan yang sengaja disiapkan oleh teman Ayyub yang membantunya agar bisa memasuki kamar itu.


Sudah pasti jika ia yang menekan bel orang yang berada di dalam tidak akan membukanya.


Dua kali bel dibunyikan datang seorang perempuan yang tengah menggunakan kimono mandi dengan rambut yang masih basah tergulung handuk.


"Ada apa mas, saya tidak pesan apapun"


"Mohon maaf mengganggu waktunya, tapi kami memiliki tamu untuk anda"


"Bukankah sudah saya bilang, jangan biarkan siapun mengetahui saya dasini. Apa kamu tau saya ini calon menantu keluarga Kaisar, dasar bodoh"

__ADS_1


"Bagus kamu tau bahwa calon menantu Kaisar tetapi di hari pertunanganmu kamu malah berada disini" sambung Ayyub yang tiba-tiba keluar dari belakang daun pintu.


"Sayang, ada apa kamu kesini. Apa kamu sudah tidak sabar untuk bertemu denganku atau kamu menginginkan yang lain. Apakah yang waktu itu belum cukup" ucap menggoda Vina yang sebelumnya pucat namun dengan cepat ia menyembunyikan keterkejutannya.


Dengan sekali sentakan, Ayyub beserta temannya dan pegawai hotel itu masuk ke kamar Vina. Tentu saja dengan kamera tersembunyi. Ayyub harus berjaga entah apa lagi yang akan dilakukan wanita ular ini.


Samar Ayyub mendengar suara air dari kamar mandi. Benar saja, tidak berselang lama keluar seorang pria berumur dengan balutan handuk di pinggang. Ayyub yakin lelaki itu salah satu pengusaha tanah air yang reputasinya lumayan buruk.


"Ada apa ini ?" tanya pria itu dengan nada tidak suka.


Setelah menyapu seluruh ruangan matanya melihat sosok familiar. Ayyub meskipun seorang pilot tapi ia juga bermain di sektor usaha dengan predikat master saham. Sedangkan orang tuanya adalah pengusaha ternama tanah air meskipun tidak yang paling besar.


"Oh, kamu ternyata. Apakah ini tunanganmu ?" tanya pria itu santai pada Vina.


Wanita itu hanya mengangguk dan akhirnya pria itu berpamitan setelah mengenakan kembali pakaiannya. Sementara Vina mulai salah tingkah dan menutup pintu setelah kepergian orang itu.


"Jadi, bisakah kamu batalkan pertunangan kita ?" tanya Ayyub langsung ke intinya.


Sejujurnya ia tidak terlalu terkejut karena sudah sangat lama tau mengenai wanita itu dan telah mengikuti jejaknya didalam maupun diluar negri.


"Dia hanya numpang mandi sayang, aku hanya berbaik hati padanya" ucap manja Vina yang bergelayutan di lengan Ayyub.


"Singkirkan tanganmu Vina, setelah bersama pria lain dengan mudahnya kamu menyentuhku" sinis Ayyub.


"Hmmm, apa kamu sekarang cemburu, hingga membawa pegawai hotel kesini segala. Tenang sayang aku hanya mencintaimu saja, tidak ada yang lain" ucap Vima sembari mencoba mencium bibir Ayyub.


"Singkirkan dia dariku" titah Ayyub yang langsung dilakukan oleh dua orang yang ikut bersamanya.


"Apa-apaan ini Ayyub. Kenapa kamu jadi begini"


"Aku yang harusnya bertanya, tentang kejadian ini" ungkap Ayyub yang terlihat biasa saja.


"Sudah aku bilang, hanya kebetulan saja dan kamu satu-satunya orang yang aku cintai" ungkap marah Vina.


"Baiklah, terserah padamu tapi aku minta saat ini batalkan pertunagan kita dan putuskan semua hubungan kita" jelas Ayyub sembari memberikan selembar surat perjanjian didepan Vina.


"Tidak, aku tidak akan mau. Asal kamu tau aku mengandung anakmu. Akan aku beberkan bahwa kamu yang melakukannya didepan orang tuamu jika kamu berani membatalkan ini. Aku mencintaimu Ayyub" ucap Vina pongah dengan ekspresi kemenangan.

__ADS_1


"Bailklah jika itu maumu, lakukan apapun yang kamu mau. Sampai bertemu nanti malam" ungkap Ayyub yang terkesan mengalah.


Lantas Ayyub dan dua orang itu meninggalkan Vina yang sangat yakin dengan kemenangannya. Tidak mungkin Ayyub akan berani, toh selama ini ia tidak pernah ketahun dan ia sudah membuatkan bukti bahwa Ayyub lah ayah dari anak yang dikandungnya.


__ADS_2