
Walau terus berlalu tanpa bisa dihentikan. Siang dan malam menyapa makhluk bumi membiarkan mereka bertebaran mencari rizki dan mengistirahatkan diri dengan baik.
Begitupun dengan Ayyub dan Neera, mereka sudah begitu sibuk sejak beberapa minggu yang lalu. Ayyub yang sudah melanglang buana dengan burung besi dan bisnisnya sementara Neera juga sudah disibukkan dengan kegiatan mengajar, praktek dan bisnisnya terutama persiapan fashion show yang akan digelar ujung minggu ini.
Neera dengan segala rutinitasnya tentu saja tidak meminggalkan triplets, ia membawa buah hatinya selain ke kampus bersama nanny mereka dan membiarkan mereka bermain mengeksplor segala yang ada.
Bahkan kini ketiganya tengah final fitting baju yang akan mereka kenakan nanti sebanyak lima baju masing-masing untuk edisi summer. Tiga baju berbeda dan dua lagi baju khusus kembar yang diberi nama triplets edition. Tentu saja yang mereka kenakan adalah limited edition yang nanti akan diperebutkan oleh para penggila fashion di seluruj dunia.
Menjelang hari H Neera sudah mempersiapkan segalanya semaksimal mungkin bersama tim yang bertugas. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan vendor untuk make up dan talent model.
Kegiatan kampus yang sudan memasuki libur musim panas juga sudah selesai yang akan masuk kembali tahun ajaran baru bersama para mahasiswa baru lainnya.
Sementara izin juga sudah Neera kantongi dari suami dan kampusnya. Klinik ia tinggalkan bersama dokter kepercayaannya begitupun dengan triplets bakery dan florist. Untuk saat ini ia harus berfokus pada fashion dahulu.
Saat ini Neera sudah berada di bandara memboyong seluruh tim yang hampir memakan setengah sepertiga kursi pesawat. Kali ini Neera akan menggunakan bussines class bersama tim yang lain.
Kali ini perusahaannya mengajukan kerjasama dengan perusahaan maskapai penerbangan suaminya yang tentu saja dengan sedikit sokongan Ayyub sehingga mereka bisa menempati bussines class dengan harga yang miring sehingga sesuai budget malah lebih rendah.
Tidak lupa Neera memberikan feedback dengan memasukkan perusahaan suaminya sebagai sponsor dan memposting di akun sosial media perusahaan mereka dan pribadinya. Sebuah kerja sama yang menguntungkan karena bisnis tetaplah bisnis kalau di rumah barulah suami istri.
Setelah memasukkan semua hasil rancangan yang akan diperagakan beserta kelengkapan asesoris dan sepatu mereka terbang mengudara dan tetap saja kali ini mereka memilih hotel Aynee lagi sebagai tempat penginapan mereka kebetulan memang hotel ini juga yang disiapkan oleh panitia acara karena merupakan hotel bintang lima dan dekat dengan tempat acara.
Semua tim kebetulan disediakan kamar dilantai 20 sementara Neera sendiri sebenarnya juga sudah disediakan kamar ditempat yang sama tetapi karena menghargai pembarian suami maka ia akan menginap dilantai tentinggi yang terdapat satu hunian pribadi yang memiliki satu lift khusus dilantai 40 menuju lantai 41 pintu itu hanya bisa dibuka dengan menggunakan kartu khusus yang saat ini dipegang Neera.
Kamar yang seharusnya ditempati Neera bersama triplets digunakan sebagai tempat penyimpanan barang dan baju-baju yang nanti akan diperagakan diajang fashion week.
Untuk hari ini mereka akan rehat sejenak melepas penat setelah penerbangan yang lumayan panjang. Beruntung triplets tidak rewel dan banyak sekali tim yang membantu Neera mengawasi triplets yang sangat aktif kesana kemari.
Setelah sampai di kamar pribadi Ayyub yang luas dan lebih terlihat seperti apartemen itu mereka segera menuju satu kamar utama yang sangat luas dan mewah. Tentu saja mereka sangat terkagum akan arsitektur dan penataan ruang hunian ini sungguh indah dengan nuansa klasik dan glamor.
Neera membawa triplets mandi dan setelahnya menidurkan mereka yang sudah rewel sedari tadi karena mengatuk.
__ADS_1
Tidak menunggu waktu lama mereka sudah terlelap jauh menuju mimpi indah. Segera Neera membatasi kedua sisi dengan guling dan bantal agar mereka tidak berakhir jatuh kebawah meskipun dibawah sudah ada karpet yang tebal dan lembut.
Selesai dengan urusan dirinya Neera juga merebahkan dirinya disofa yang ada dikamar membuka jendela yang menampilkan menara eifel dari sisi samping. Karena bangunan ini tinggi maka terlihat juga beberapa bangunan lain yang berada disekitarnya, sungguh indah.
Masih terbayang wajah bingung resepsionis dan manager hotel tadi saat Neera menunjukkan kartu yang dipegangnya. Mereka memang tau nama Neera tetapi mungkin karena belum bertemu langsung jadi mereka tidak ada ekspektasi mengenai siapa istri dari pemilik hotel tempat mereka bekerja.
Setelah menerima telpon dari Ayyub barulah Neera diantarkan dengan sangat hormat dan dilayani sebaik mungkin. Sangat tidak nyaman bagi Neera.
Memang pegawainya ramah dan sopan tetapi setelah mengetahui bahwa Neera istri bos mereka maka pelayanannya terasa berlebihan sekali sehingga Neera meminta mereka untuk bersikap biasa saja meskipun mendapatkan penolakan pada awalnya.
Akhirnya Neera sedikit tegas agar mereka harus bersikap biasa setidaknya saat ia mengikuti kegiatan sebagai peserta ajang fashion week itu atau saat ia bersama team yang lain agar tidak menimbulkan kecurigaan dan dianggap diskriminatif oleh peserta lain karena hotel ini merupakan partner kerja pagelaran busana yang diikutinya.
Jadilah karyawan hotel ini setuju dan tetap saja ia diantarkan oleh managernya menuju kamar mereka dan sedang disiapkan makanan juga.
Tengah asik dengan lamunannya Neera dikejutkan oleh dering ponselnya yang menunjukkan panggilan video.
"Assalamu'alaikum sayang" sapa diseberang saat Neera selesai menggeser gambar video di layar ponselnya.
"Wa'alaikumsalaam Uda" jawab Neera.
"Alhamdulillah suka, inimah bukan kamar jatuhnya udah kayak apartemen pake segala ada ruangan makan dan ruang keluarga juga, dapurnya juga lengkap banget lagi" papar Neera panjang dengan sungutan yang terlihat lucu dimata Ayyub.
"Aduh.. gemes deh jadi pingin gigit" canda Ayyub dari seberang sembari mempraktekkan gigitannya didepan layar.
"Ih apaan sih Uda, kayak apel aja digigit" seru Neera.
"Ya gak apa, dinikmati saja sayang dan disyukuri semoga kamu dan anak-anak nyaman kalo ada apa-apa nanti kabari Uda lagi" balas Ayyub dengan senyuman hangatnya.
"Sayang, Uda ngomong apaan sih sama managernya sampai mereka lebay gitu pelayanannya" kesal Neera yang masih ingat ia tidak diizinkan memegang apapun karena semua diambil alih oleh para manager dan petinggi hotel itu bahkan sampai tas tangannya pun juga dibawakan.
"Namanya juga istri bos ya wajarlah sayang, mereka hanya ingin memberikan yang terbaik aja yang mereka bisa" jelas Ayyub.
__ADS_1
"Ya nggak wajarlah sayang, mareka seakan merendah sekali dihadapan Neera padahal kan kita sama saja, sama pekerja. Ya cukuplah mereka menghormati Neera sesuai dengan porsinya jangan berlebihan seperti itu Neera jadi merasa tidak enak sendiri Uda" keluh Neera pada suaminya.
'Memang mulia sekali hatimu sayang, disaat semua orang ingin disanjung-sanjung dan dielukan bak raja kamu malah memikirkan kesetaran mereka dihadapanmu padahal kamu ada diposisi yang memungkinkan kamu untuk meninggi, sungguh Allah baik mengirimkan perempuan berhati malaikat ini dihidupku' batin Ayyub.
"Uda, uda dengar Neera gak sayang, nanti Uda tolong bilang sama mereka ya untuk biasa saja, sewajarnya saja" ulang Neera kembali.
"Iya, iya sayang. Nanti Uda bilang sama mereka. Ohiya anak-anak mana yang ?" tanya Ayyub.
Mendengar pertanyaan itu Neera melangkah sedikit bergegas ke kamar dan membalik arah kamera menuju triplets yang sedang tidur. Memperlihatkan wajah pulas mereka satu persatu.
"Ah... Uda jadi kangen mereka. Ingin segera kesana tapi besok ada penerbangan lagi" keluh Ayyub.
Karena tidak ingin mengganggu tidur triplets dan menyebabkan mereka rungsing Neera keluar kamar lagi dan menuju sofa ruang tengah.
"Sabar sayang, namanya juga kerja. Nanti kan bisa ketemu lagi" balas Neera membesarkan hati Ayyub.
"Iya sayang, nanti kalau sempat Uda susul kesana tetapi kalau memang gak bisa nanti kita ketemu di rumah aja sekalian pulang ke Indo" balas Ayyub.
"Iya Uda. Uda lagi dimana sih kok masih pake seragam pilot ?" tanya Neera yang melihat backround ruangan dengan logo maskapai di layar ponselnya..
"Lagi di kantor sayang, habis dari penerbangan Moskow makanya belum sempat ganti baju" jelas Ayyub.
"Jangan terlalu diforsir sayang tenaganya, harus istirahat yang cukup. Udah makan Uda ?" tanya Neera.
"Siap bu bos, kamu juga sayang. Itu udah sampai makanannya sayang" jawab Ayyub yang membalik arah kameranya menuju meja sofa yang sudah tersusun makanan.
"Yaudah makan dulu Uda, matikan dulu. Nanti Neera telpon lagi kalau triplets udah bangun" saran Neera yang mendapat rungutan Ayyub.
"Sayang, temanin dong Uda makan, jangan dimatikan dulu Uda kan masih kangen sama Neera. Neera udah makan" protes Ayyub sembari menanyakan kembali.
"Sudah, tadi Neera dan anak-anak makan bareng team yang lain" jelas Neera yang kini memposisikan badan tidur menyamping di sofa yang telah ia setel menjadi tempat tidur mini.
__ADS_1
Siang itupun dipenuhi dengan canda tawa keduanya membahas hal apapun yang menurut mereka menarik sembari diselingi godaan Ayyub pada permaisurinya hingga sang ratupun tertidur di sofa dengan ponselnya yang masih tersambung.
Melihat istrinya yang telah tertidur Ayyub tersenyum hangat. Tergambar jelas kebahagiaan diwajahnya melihat wajah ayu dengan paras indahnya tidur bak bidadari. Selalu cantik dan menawan. Rasa sayang untuk mengakhiri momen itu maka Ayyub membiarkan napas halus dan teratur Neera menemaninya menyelesaikan pekerjaan hingga telpon itu mati sendiri akibat habis baterai.