
Waktu kian berlalu kini sebulan telah terlewati begitu saja, janji yang awalnya hanya dua minggu ternyata tak sesuai praduga, banyak sekali hal yang harus diurus Ayyub berbenturan dengan jadwal terbangnya yang sama sekali tidak ada daerah UK. Sementara waktu istirahat terbangnya sudah tersita untuk mengurusi perusahaan yang kebetulan saat ini kian membesar.
Semakin banyak kerja sama semakin sedikit pula waktu yang Ayyub miliki untuk bersama dengan keluarga kecilnya. Meskipun selalu menyempatkan waktu untuk berkomunikasi tetapi tetap saja tak selesai saat berjumpa langsung.
Beruntung Neera adalah tipikal istri mandiri yang mampu menghandle semua hal sehingga Ayyub tidak begitu khawatir meninggalkan keluarga kecilnya di rumah. Meski dalam keadaan hamil Neera tetap aktif mengurus ketiga buah hatinya ditambah rutinitas kehamilan yang kini mulai ia jalani, seperti senam dan periksa kehamilan berkala.
Entah bagaimana saat Ayyub tak ada kehamilan yang Neera jalani terasa bersahabat hanya sesekali keinginan akan sesuatu muncul akantetapi dapat ia penuhi sendiri tanpa menyusahkan siapapun. Kepada Ayyub ia kerap kali mengaku tak memiliki keinginan. Begituah Neera seorang wanita independen yang sejatinya tidak mau merepotkan sisapapun akan ia kerjakan sendiri jika memang mampu untuk ia tangani.
Sebulan ini juga Neera kembali aktif praktik di rumah sakit hewan kepunyaannya. Meskipun perusahaan di handle Ayyub namun Neera juga masih terjun langsung mengurusi berbagai hal di perusahaan yang ia rintis sendiri. Begitu juga dengan Triplets Bakery Neera tak pernah melupakan tempat yang menjadi awal mula kebangkitannya di kota ini.
Bedanya sekarang, setelah menjemput triplets dan makan siang Neera akan ikut tertidur bersama triplets. Jika biasanya waktu luang akan ia manfaatkan untuk bekerja namun kini Neera harus memberikan waktu istirahat untuk tubuhnya yang tengah berbadan tiga.
Triplets juga lebih mandiri dan banyak membantu bunda mereka. Seiring berjalannya waktu mereka juga semakin mengerti kesulitan bundanya. Terkadang mereka sudah tidak banyak merengek ataupun tantrum juga mereka lebih banyak mengungkapkan cinta dan melakukan hal yang membuat Neera selalu tersentuh. Maka waktu berjalan dengan begitu indah tanpa sedikit pun Neera merasakan beban akan hari yang mereka jalani.
Bulan depan adalah bulan tersibuk untuk Neera. Jabatan yang diembannya kini sebagai salah seorang tim ahli dari WHO mengharuskannya untuk bergabung untuk menguji hasil kerja dari bahan penelitiannya. Produk kesehatan yang sebentar lagi akan dikeluarkan dan perlu terlebih dahulu persetujuan dari Neera karena ia merupakan ketua tim dari penelitian tersebut.
Kebetulan proyek kali ini dilakukan di laboratorium NY, sehingga Neera berencana menyusul suaminya. Sejujurnya Neera merasa sedikit bersalah dan kasihan pada suaminya. Ia sebagai istri tentu belum sempurna dan tidak bisa selalu ada mendampingi suaminya padahal sejatinya nafkah yang Ayyub berikan sudah lebih dari cukup dari apa yang mereka butuhkan bahkan lebih ke mewah.
Akantetapi tanggung jawab yang membuat Neera harus menjalani perannya. Meskipun kini Ayyub sudah kembali tetapi banyak karyawan yang menggantungkan hidup dari usahanya dan rasa tanggung jawab terhadap mahasiswa yang membuat Neera terus menjalani perannya dengan lebih baik bukan hanya semata karena uang.
__ADS_1
Oleh sebab itu akhir bulan ini hingga beberapa bulan kedepan Neera berencana memboyong serta triplets ke NY sehingga mereka bisa berkumpul lagi dengan ayah tercinta. Sama halnya dengan Neera beban pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan mengharuskan mereka menjalani hubungan jarak jauh. Jika memang Ayyub tidak bisa ke UK maka Neera yang akan menyusul Ayyub ke NY.
Malam ini kembali mereka melakukan panggilan video ternyata Ayyub baru saja mendarat dan saat ini sedang berada di perusahaannya. Ayyub memilih untuk beristirahat di kamar khusus yang ada di ruangannya. Esok hari ia harus masuk kantor lagi oleh sebab itu Ayyub memilih tidur di kantor lagipula dia merasa kesepian jika harus pulang ke apartemen atau rumah yang sudah ia bangun.
Untuk saat ini Neera masih merahasiakan kabar keberangkatannya dari triplets ataupun Ayyub. Ia akan memberikan surprise pada mereka semua. Jadi diam-diam Neera sudah mentransfer triplets sementara di sekolah dengan yayasan yang sama jadi mereka tidak akan kesulitan mengikuti mata pelajaran di kelas.
Sementara triplets asik bercerita dengan ayahnya Neera berjalan menuju ruang wardrobe menyiapkan beberapa pakaian seragam triplets dan pakaian wajibnya sendiri tidak lupa Neera membawa jas dokter yang menjadi pakaian wajib kerjanya. Sisanya nanti mungkin mereka akan membeli disana atau Neera akan menyiapkan dari butiknya karena untuk keadaan sekarang tidak memungkinkan untuk Neera membawa banyak barang.
Surat-surat penting sudah masuk ke dalam satu koper kecil yang bisa berjalan sendiri sementara satu koper besar berisi pakaian dan perlengkapan mereka semua.
Sedari kemarin Neera juga sudah mengurus surat menyurat mengenai keberangkatan mereka, surat transfer sekolah triplets, surat izin tinggal mereka, surat tugas Neera, begitu juga surat izin berangkat dari dokter berhubung saat ini Neera tengah hamil.
Saat Neera menyelesaikan pekerjaannya saat itu pula ia melihat triplets sudah tertidur serampangan di kasur mereka meninggalkan telepon video yang masih tersambung disana Neera melihat Ayyub yang menatap penuh kerinduan pada buah hatinya sembari tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Jelas saja, mungkin rindu sudah membuncah diantara ayah dan anak itu. Sebulan bukan waktu yang sebentar bagi sebuah perpisahan.
Usai membenarkan posisi tidur triplets dan menyelimuti mereka tak lupa dengan kecupan dan bisikan do'a Neera mengambil alih ponsel yang masih menampilkan wajah suaminya.
"Hai sayang, apa kabar cinta Uda ?" sapa Ayyub dengan senyuman yang setia menghiasi wajah tegasnya.
"Alhamdulillah Neera baik Uda, Uda disana bagaimana kondisinya. Sudah makan Uda ?" tanya balik Neera.
__ADS_1
"Alhamdulillah Uda baik sayang, tapi hanya sangat merindukan anak dan istri" jawab Ayyub disertai kekehan ringan.
"Uda sudah makan ?" tanya Neera kembali yang belum mendapatkan jawaban.
"Sudah sayang, Uda sudah makan. Terima kasih karena selalu mengingatkan cinta bahkan Uda sering mendapatkan titipan dan paket makanan, terima kasih sudah berusaha memenuhi kebutuhan Uda meskipun sedang berjauhan, my best wife" ungkap Ayyub pada istrinya.
"Sudah seharusnya Uda. Sekarang sudah larut tidurlah Uda bukannya besok Uda harus bekerja" ujar Neera yang dijawab gelengan ringan Ayyub.
"Sebentar lagi sayang, Uda masih rindu. Besok Uda hanya di kantor seharian. Akan ada meeting bersama beberapa kolega dan BA apartemen yang akan dirilis minggu depan selebihnya Uda akan sibuk mengurus peresmiannya" cerita Ayyub yang diangguki Neera, tanpa ia tanya suaminya sudah memberi tau sendiri jadwalnya sehingga Neera tidak harus susah payah mencari Ayyub esok saat sampai disana.
"Baguslah, jaga kesehatan Uda meskipun sibuk. Jika memang tidak sempat jangan memaksakan untuk menelpon kami, triplets pasti mengerti" saran Neera yang kembali mendapatkan gelengan Ayyub.
"Tidak sayang, kalian adalah yang utama tidak ada kesibukan jika untuk menghububgi anak dan istri terlebih saat ini kita sedang menjalani LDR, Uda rindu sekali tidur bersama Neera dan triplets. Bagaimana babies, apakah mereka merepotkan didalam sana ?" tanya Ayyub yang mendapatkan jawaban video dari perut Neera yang sudah jelas membesar.
"Alhamdulillah babies okay, mereka sangat pintar sama sekali tidak merepotkan bunda ya nak, hanya saat ini bunda jadi suka sekali makan, jadi ayah jangan kaget jika nanti bunda seperti bola" canda Neera yang disambut kekehan Ayyub.
"Bunda akan selalu cantik apapun keadaannya dan ayah akan semakin mencintai bunda setiap harinya. Jadi bunda tidak perlu khawatir karena bunda adalah wanita tercantik bagi ayah. Apalagi sekarang ada babies pasti terlihat semakin seksi, ayah jadi tidak sabar untuk pulang" goda Ayyub yang mulai menatap dengan mata elang mencari mangsa.
"Aduh sudah mulai lagi setan mesyumnya. Ayah istrirahat sana bunda juga akan tidur sebentar lagi. Jangan terlalu sering menggombal apalagi pada para gadis ingat sudah mau punya buntut lima" canda Neera yang dibalas tawa puas dari suaminya.
__ADS_1
"Bukan gombal sayang tapi betulan, duh jadi makin gak sabar buat pulang. Insya Allah seleaai launching apartemen ini Ayah akan sempatkan untuk pulang beberapa hari" ujar Ayyub yang disambut senyuman Neera.