
Sangat lama waktu yang mereka habiskan untuk menunggu proses operasi besar tersebut. Bahkan Ayyub juga sudah mengabari Neera bahwasannya ia akan di rumah sakit terlebih dahulu.
Ayyub dan Hakim bergantian pergi sholat dan sekedar melepas dahaga sembari harap-harap cemas menunggu hasil operasi Nola.
Walau sebesar apapun kesalahan Nola tetap saja mereka adalah adik perempuan yang keduanya sayang. Kecewa sudah pasti tapi tidak akan sampai mereka melepas tanggung jawab dan mengabaikan wanita itu begitu saja.
Papa dan Mama sudah lebih tenang dan sekarang sedang beristirahat di ruang rawat. Neera sudah mengirim makanan kesana karena apapun yang tengah terjadi mereka harus mengisi perut apalagi tenaga mereka yang sudah habis terkuras apalagi emosi jangan ditanya lagi.
Sebenarnya Neera ingin pergi ke rumah sakit namun ia juga tidak mungkin membawa buah hatinya yang masih kecil apalagi rumah sakit bukan tempat yang bagus bagi balita itu. Oleg sebab itu Neera akan mendukung keluarga suaminya dengan caranya sendiri.
Bukannya lantas bersantai, istri kesayangan Ayyub itu kini tengah mendalami kasus penyelewengan dana perusahaan Kaisar itu yang ternyata bukan main-main.
Ia membuka semua berkas yang dibawa Ayyub dari perusahaan keluarganya dan meneliti dimana letak ketimpangan itu. Sekilas memang terlihat sempurna akan tetapi jika dilihat lagi secara mendetail dana itu dicaplok dengan jumlah yang tidak terlalu mencolok tetapi di setiap aspek sehingga tidak ada data yang kurang.
Sepertinya mereka yang bermain memang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam bidang ini. Namun, bukan Neera namanya jika tidak bisa melihat semua kejangalan itu meskipun sangat sulit.
Beberapa kali Neera mencocokkan data beberapa tahun belakangan ternyata sudah sangat banyak total uang yang sudah digelapkan. Nyaris 50 M hingga membuat Neera kaget seakan tidak percaya.
"Wah... parah sekali nih. Huft gak mikir nih orang mau korupsi sampai sebanyak ini tapi baru sekarang disadari, lama-lama bisa pailit nih perusahaan atau bahkan bankrut" monolog Neera.
Cukup lama perempuan dengan piyama tidur pendek itu memikirkan kemana uang itu dialirkan dan bagaimana hubungannya dengan orang yang mereka curigai.
Karena sangat penasaran Neera menjadi gemas sendiri dan tidak bisa tidur sebelum ia memuaskan keingintahuannya. Ya, itulah salah satu sifat yang dimiliki Neera. Jika sudah tertarik dengan suatu hal apalagi mengenai urusan rumit perusahaan dan pekerjaan ia akan mengusut tuntas hingga ke akarnya.
Cukup lama ia berpikir hingga terlintas di benaknya untuk mengecek perusahaan keluarga Kiki yang saat itu ia tau statusnya masih start up atau masih berkembang.
Neera masih menimbang-nimbang apakah ia harus membobol data perusahaan itu atau mencari cara yang lebih halus. Sebenarnya kalau untuk mencuri data sekelas perusahaan itu ia sudah sangat paham saat dulu diajari salah seorang temannya namun ia masih menimbang asas kesopanan.
Lama ia berperang dengan batinnya hingga rasa penasarannya lah yang menang. Dengan cekatan Neera masuk ke portal perusahaan dan memasukkan sederet angka-angka rumit. Jari putihnya bergerak lincah di keyboard laptop keluaraan terbaru itu dan klik, keluar semua data inti perusahaan itu.
Beruntung saat ini triplets sudah tidur sehingga Neera lebih leluasa berselancar di dunia hack itu meskipun saat ini ia masih di sofa kamar mereka sembari mengawasi buah hatinya yang tengah terlelap.
Semakin ia melihat keuangan perusahaan itu semakin ia merasakan sesuatu yang ganjal. Dana pemasukan atau omzet perusahaan itu kecil bahkan bisa dikatakan tidak seimbang dengan dana operasional perusahaan.
Normalnya suatu perusahaan akan bankrut jika dalam posisi ini namun perusahaan itu tetap berjalan bahkan sanggup produksi dalam jumlah besar dan melalukan beberapa pembangunan gudang baru.
Dengan serius Neera mengamati sumber dana masuk dari perusahaan itu. Ada satu yang aneh saat dana itu berasal dari luar negri yang membuat rasa penasaran Neera semakin menjadi.
Semakin Neera menelusuri semakin jauh akhirnya ketahuanlah kalau dana itu berasal dari bank yang ada di Swiss. Memang orang lebih suka menyimpan uang dan aset disana karena privasinya yang sangat ketat.
Sampai disini Neera paham, mulai ada titik terang dalam permasalahan ini. Dengan semangat Neera menyimpan dan mencetak semua data yang ia dapatkan dari perusahaan keluarga Kiki itu lantas setelah itu ia kembali ke perusahaan keluarga Kaisar lagi.
Ia coba cari apakah dana yang selama ini bocor itu ditransfer ke bank yang ada di luar negri dan rincian transaksinya. Dan yups.... sesuai dugaan awal, memang benar adanya bank itu yang melakukan transaksi selama ini namun masalah belum selesai.
__ADS_1
Inilah bagian tersulitnya, bank itu tidak akan pernah mau memberikan data apapun pada siapapun mengenai nasabah yang ada di bank mereka. Bukan hal mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Hal inilah salah satu penyebab selama ini tidak diketahui kemana aliran dana tersembunyi itu. Memang ternyata ini sudah sangat kronis, bukan hanya sebulan dua bahkan sudah bertahun-tahun.
Hari sudah larut seiring dengan tuntasnya rasa penasaran wanita itu, sekarang pr mereka adalah mencari bukti kejahatan pelaku yang nanti akan ia bicarakan dengan Ayyub karena bagaimanapun disini sebenarnya bukan ranahnya untuk ikut campur terlalu banyak, ingatkan jika saat ini ia hanya penasaran hehe....
Setelah membereskan beberapa barang dan merapikan sofa hingga meja yang terdapat begitu bayak berkas Neera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu melakukan beberapa perawatan malamnya.
Ia merangkak menuju kasur dan bersandar di kepala ranjang mereka. Setelah menimbang akhirnya ia mengambil ponselnya untuk menghubungi sang suami tercinta, sejujurnya ia khawatir dengan keadaan Nola dan semua orang disana. Secara garis besar ia sudah tau kejadian yang berlaku di rumah mertuanya itu namun ia tidak terlalu detail untuk menanyakan karena belum saatnya membahas hal itu disaat ini. Ia hanya ingin tau keadaan adik ipar dan semua orang yang ada disana.
Belum selesai dering pertama telepon itu sudah bersambut dangan suara dalam suaminya.
"Assalamu'alaikum Uda..." salam Neera pada pujaan hatinya.
"Wa'alaikumsalaam sayang" balas Ayyub lembut namun terdengar lesu.
"Uda, bagaimana keadaan disana, Uda sudah makan ?" tanya Neera lembut yang terasa mengguyur hati Ayyub yang panas.
"Sudah sayang, Uda tadi makan yang Neera kirim" jawab Ayyub mesra.
"Alhamdulillah kalau begitu, Jaga kesehatannya sayang. Terus bagaimana Nola apakah sudah selesai operasinya, mama dan papa bagaimana keadaannya sekarang ?" tanya Neera.
"Hmm iya sayangku terima kasih. Nola saat ini masih belum selesai operasinya. Mama dan Papa masih di ruang perawatan sudah Uda paksa buat makan tadi. Sekarang Uda sama Bang Hakim yang berjaga di depan ruang operasi" cerita Ayyub.
"Semoga Nola baik-baik saja ya Uda, dan keadaan akan kembali membaik. InsyaAllah besok Neera usahakan ke rumah sakit. Uda jaga kesehatan ya, Uda sama Bang Hakim istirahat sebentar ya karena operasinya akan memakan waktu yang lama biasanya sekitar 7 jam an" ujar Neera.
"Ya walau bagaimanapun kan Neera tetap bergerak di bidang medis Uda, jadi sedikit banyaknya harus tau" balas Neera.
"Yaaaaaang....." sapa Ayyub tiba-tiba manja.
"Iya, ada apa suami ?" tanya Neera dengan lembut.
"Kangen banget, pengen peluk. Rasanya seharian ini terlalu berat" keluh Ayyub.
"Yang sabar Uda, namanya kita diuji yang harus sabar dan tawaqal. Jangan mengeluh sayang" bujuk Neera lembut.
"Tapi pingin lihat mukanya sayang, video call ya ?" pinta Ayyub.
"Eh Neera sudah pakai pajama Uda, nanti terlihat yang lain" tolak Neera halus.
"Gak apa-apa sayang, Uda juga sendiri di sudut ruangan. Gak enak juga nelpon istri di depan Bang Hakim yang baru cerai" ujar Ayyub.
"Yasudah, boleh Uda" setuju Neera memenuhi keinginan suaminya.
Segera panggilan itu beralih ke video yang menampakkan wajah tampan yang terlusut kusut dan lesu.
__ADS_1
"Sayang..." senyum lelaki tampan itu yang langsung berbinar saat mendapati wajah teduh istrinya yang sedang tersenyum dengan lesung pipi yang begitu manis.
"Iya sayang" balas Neera masih setia dengan senyumnya.
"Sayang, itu bajunya baru ya, perasaan Neera belum pernah pakai sebelumnya" tanya Ayyub yang melihat baju tidur pendek dengan tali spageti itu.
"Engga sudah lama kok Uda, cuma baru sekarang saja Neera pakainya" balas Neera
"Kok pakainya sekarang sayang, kenapa tidak saat Uda di rumah ?" tanya Ayyub dengan menautkan alisnya.
"Sengaja, kalau ada Uda bisa bahaya" kekeh Neera yang memecahkan tawa Ayyub.
Biarlah pembicaraan mereka ini membahas hal yang nyeleneh setidaknya bisa menghibur hati suaminya yang tengah kalut.
"Huft jadi kangen pulang sayang, tapi disini tidak mungkin juga Uda tinggal. Anak-anak sudah tidur sayang ?" tanya Ayyub sembari menyampaikan keluh kesahnya.
"Sudah Uda, ini mereka sudah pulas. Tadi pas sholat mereka selalu do'ain Ayah, katanya biar tetap kuat dan sehat. Juga supaya ayahnya jangan sedih" kisah Neera pada suaminya sembari satu persatu Neera mengarahkan satu persatu wajah damai itu ke kamera ponselnya.
"Titip cium sayang Ayah untuk mereka, bilang ayah kangen malaikat-malaikat kecil ayah. Terus buat bundanya jangan begadang, segera tidur dan istirahat ya Bunda sayangnya triplets" ujar Ayyub saat kamera sudah mengarah lagi pada istri cantiknya.
"Siap laksanakan Boss" canda Neera sembari memberi tanda oke dengan wajah lucunya.
"Masya Allah, istri siapa ini imut sekali sih jadi gemes" kekeh Ayyub melihat wajah baby face yang terlihat lucu itu.
"Hmmm pura-pura amnesia ya, yang sudah punya anak dan istri" ujar Neera dengan muka lucunya lagi.
"Enggak dong sayang, ya suaminya Ayyub Ghliz Kaisar dong, siapa lagi kalau bukan pilot ganteng ini" ujar Ayyub narsis.
"Rasa percaya diri Uda tinggi sekali ya" ujar Neera terang-terangan.
"Haha tentu saja, kan tebar pesona masa istri" canda Ayyub.
"Haha, ada-ada saja Uda" balas Neera dengan kekehannya.
"Yasudah sayang tidurlah, sudah larut. Kalau ada apa-apa langsung telpon Uda ya" titah Ayyub pada istrinya.
"Iya Uda, Uda juga disana baik-baik ya. Jaga kesehatan juga nanti kalau ada apa-apa kabari Neera" ujar wanita cantik itu.
"Baiklah sayang, Bye sayangku. Selamat tidur, Muuuuach" ujar Ayyub sembari memberi kecupan jarak jauh.
"Bye sayang, Assalamu'alaikum Uda" balas Neera sembari mengucao salam.
"Wa'alaikumsalaam sayang" balas Ayyub yang mengakhiri sambungan video itu.
__ADS_1