Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 36


__ADS_3

Siang itu Neera membawa keluarganya ke Triplets Bakery karena janjinya. Sampai disana pegawai langsung membukakan pintu dan menyapa Neera beserta triplets.


Setelah mendapatkan meja Neera ikut bergabung dengan keluarganya. Neera tidak ingin mengecek toko walau biasanya ia tidak pernah absen ketika mengunjungi toko.


Kali ini ia ingin memfokuskan perhatian pada keluarganya dan ia juga menghargai Ayyub yang juga hadir bersama mereka.


"Bos, apakah ingin dibawakan laporan ?" ucap Valen.


"Tidak Val, tolong bawakan kami menu saja" jawab Neera.


"Baiklah Bos" jawab singkat Valen yang merasa aneh dengan sikap bosnya kali ini.


"Baiklah sayang, kalian bisa pilih apapun hari ini" ucap Neera pada triplets.


"Yeayy thank you bunda" ucap ketiganya serentak.


"Sayang, kamu pesan apa ?" tanya Neera pada Ayyub yang masih diliputi rasa bingung.


Belum habis terkejutnya atas kejadian di pusat perbelanjaan tadi kini ia kembali dikejutkan oleh toko kue ini.


Pasalnya toko ini adalah favoritnya ketika mengunjungi Edinburg, sekarang apa pegawainya memanggil istrinya bos dan jelas saja toko ini diberi nama Triplets Bakery. Bagaimana bisa istrinya begitu mengagumkan sekarang sementara dulu ia hanya seorang istri full time atau sebenarnya Ayyub lah yang tidak mengetahui istrinya secara keseluruhan.


"Sayang, kamu pesan apa ?" kembali Neera mengejutkan lamunan Ayyub.


"Eh ah iya, apa saja. Aku menyukai semua" ucap Ayyub yang mulai pendiam.


Terang saja Neera merasa tidak enak atas semua kejadian sedari tadi. Neera takut kalau Ayyub merasa tersinggung atau rasa terluka harga dirinya.


Tetapi mau dibuat apalagi, tidak mungkin juga Neera akan menyembunyikan semuanya. Sementara ia ingin semuanya dimulai dengan keterbukaan dan kejujuran agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama.


"Sayang, aku akan menjelaskan semuanya nanti, maafkan aku untuk hari ini" ucap Neera sembari menggenggam tangan Ayyub meminta pengertiannya


"Tidak sayang, aku yang harus meminta maaf" ucap Ayyub lirih.


Selebihnya hanya percakapan antara Neera dan triplets yang asyik bercanda untuk mengembalikan mood mereka yang jatuh akibat kejadian tadi.


Sulit bagi Neera harus terjebak antara suami dan anak. Akantetapi ia memutuskan untuk mengembalikan senyum triplets sembari memberikan pengajaran pada mereka tentang hari ini karena Neera tidak ingin anaknya terjebak dalam pikiran ilusi yang dibuat oleh kepala mereka sendiri.


Anak seusia mereka memang harus dibimbing dan diberi penjelasan yang baik agar tidak salah mengambil pengajaran dan menganggap segala sesuatu patut ditiru.


Sementara untuk Ayyub ia akan memberi berbicara empat mata dari hati kehati nanti. Banyak hal yang harus ia sampaikan agar nanti tidak terjadi miss communication dan berakhir dengan konflik lagi.


Setelah puas memanjakan perut dengan aneka dissert dan minuman akhirnya mereka memutuskan pulang karena hari sudah mulai gelap.


Walau sedikit cangung Neera berusaha mencairkan suasana dengan mengajak triplets bercanda dengan membawa Ayyub sesekali.

__ADS_1


Jelas saja triplets masih kesal dengan Ayyub terutama Qal mengingat sang ayah tidak mempercayainya dan malah memarahinya tanpa mendengarkan penjelasaanya.


Sementara Ayyub bingung dengan segala yang terjadi dan juga ia masih merasa bersalah terhadap triplets terutama Qalundra.


Setelah sampai dirumah segera Neera memandikan triplets dan ikut membersihkan diri. Setelah ibadah asar ia masuk ke dapur dan menyiapkan makan malam mereka.


Seharian bermain membuat triplets lelah sehingga tidak berapa lama setelah makan malam usai mereka sudan tertidur tanpa harus ditidurkan.


Setelah memastikan triplet aman dan nyaman Neera segera berganti pakaian tidur mini yang biasa ia pakai namun kali ini Neera sengaja memilih yang lebih minim dan terbuka berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya.


Segera ia menyusul Ayyub yang tengah istirahat di kamar lain. Perlahan Neera berjalan mengatur napas menghilangkan grogi.


Sudah lama sekali ia tidak pernah berpakaian seperti ini didepan laki-laki dewasa. Sulit dijelaskan rasanya, meski bagaimanapun inialh cara yang terpikirkan oleh Neera untuk membujuk suaminya itu jika nanti tidak mempan dengan kata-kata.


Tok.. tok.. tok...


"Assalamu'alaikum sayang, aku boleh masuk ?" tanya Neera lirih.


"Masuk saja, pintunya tidak dikunci" ucap singkat Ayyub.


Perlahan Neera menyusupkan kepalanya terlebih dahulu, melihat situasi dan kondisi. Jantungnya tiba-tiba tidak karuan dan langsung ia menutup mata rapat.


Ayyub tengah bersandar di kepala tempat tidur dengan telanjang dada, ditambah dengan otot perut kotak-kotak dan dada yang bidang dihiasi otot lengan yang kokoh. Melihatnya membuat Neera malu sendiri.


"Ada apa sayang ?" tanya Ayyub yang heran melihat Neera yang hanya memperlihatkan kepala dengan mata tertutup.


"Tidak, aku selalu tidur begini. Masuk saja toh kamu juga istriku"


Mendengar kalimat itu membuat Neera tersadar dan mencoba berani membuka daun pintu dan perlahan melangkah ke dalam kamar.


Deg ! Ayyub menahan napas melihat sosok wanita cantik dan sexy yang berdiri dengan balutan piyama mini itu. Seketika bagian bawahnya berdiri hanya dengan melihat Neera dengan balutan kain hitam itu.


Dengan susah payah ia telan saliva yang tergenang di pangkal tenggorokannya. Ia tau maksud Neera ingin berbicara padanya, tapi jika melihat pemandangan ini fokusnya mulai buyar dan bisa dipastikan tidak akan kembali.


"Sayang, kenapa kamu begitu menggoda" spontan kalimat Ayyub.


"Hah ? Haruskah aku kembali dan mengganti pakaian ?" balas Neera dengan muka seperti tomat masak.


"Ah tidak usah, seperti itu lebih cantik tapi junior tidak bisa diam" ucap Ayyub memandang Neera penuh arti.


Satu persatu langkah Neera mendekati kasur hingga sampai di depan Ayyub yang telah duduk dipinggir ranjang. Tanpa basa basi Ayyub segera menarik pinggang Neera dan membawanya kedalam pangkuan.


"Sayang, may i ?" ucap Ayyub dengan napas memburu.


"Hm" ucap singkat Neera yang hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


Ayyub langsung ******* bibir indah Neera dan menekan tengkuk belakang Neera sehingga memperdalam cumbuan mereka. Lidahnya melesat masuk menari di rongga mulut Neera yang mulai kesusahan mengimbangi permainan Ayyub.


Pria itu terlihat tidak sabar, seperti anak yang kehausan, entah karena emosi yang menyelimutinya ataukah karena memang puasa panjang yang telah dijalaninya.


Merasa kurang puas kini Ayyub mulai menelusupkan tangan kedalam pakaian Neera. Meraba setiap jengkal tubuh indah istrinya itu.


Kini jari-jari nakal itu telah bermain di bagian sensitif tubuh wanita yang masih dibuai nafsu itu. Lenguhan sesekali keluar dari bibir indahnya membuat Ayyub semakin menggila.


Tanpa basa basi Ayyub langsung meloloskan pakaian yang ada di tubuh istrinya, kini Neera telah polos tanpa sehelai benangpun.


Sejenak Ayyub terdiam, saliva kini hampir menetes dari mulutnya, inilah kali pertama ia melihat tubuh polos istrinya setelah tiga tahun berlalu.


Betapa menakjubkan, jauh melebihi ekspektasinya. Buah dada yang penuh membusung indah dengan perut rata, pinggang ramping dan panggul berisi padat.


Lebih indah dari gitar spanyol seperti kata orang kebanyakan. Sepertinya dada istrinya lebih besar dari terakhir kali ia melihatnya, entah karena faktor menyusui atau karena istrinya rajin olahraga. Begitu juga bagian bawah yang bersih dengan sedikit bulu-bulu halus yang menambah gairahnya.


Lama Ayyub memandangi tubuh putih polos di depannya yang telah dibuatnya telentang. Hingga Neera mulai malu dan risih, perlahan ia merapatkan kakinya dan menutupi bagian dada dengan menyilangkan tangannya.


"Sayang, jangan ditutup. Aku belum puas" ucap Ayyub yang menyingkan tangan Neera dan menahan kaki Neera agar terus membuka.


"Sayang, aku malu" ucap Neera yang sudah sepertu kepiting rebus.


"Ohiya aku belum menguncj pintu"


Perlahan Ayyub berdiri dan berjalan kearah pintu membuat Neera menghembuskan napas panjang yang sedari tadi ditahannya.


Tidak bertahan lama, kini Ayyub kembali lagi dengan tatapan aneh dan kilatan dimatanya. Seperti singa kelaparan dan melihat mangsa didepannya.


Neera mulai tersudut dan secara spontan mundur kebelakang hingga terbentur kepala tempat tidur. Posisinga kini tersudut dengan lutut terangkat menutupi bagian dada, tapi ia lupa bahwa bagian bawahnya terekspos memperlihatkan lubang kenikmatan yang menjadi surga dunia bagi suaminya itu.


Melihat pemandangan itu darah Ayyub kian berdesir, nafsu telah naik keubun-ubun, terlebih melihat Neera seolah tersudut membuat Ayyub memiliki kepercayaan diri penuh atas pengendalian permainan ini.


Secepat kilat Ayyub menarik kedua pergelangan kaki Neera sehingga membuat tubuh putih polos itu terlentang diatas tempat tidur dengan gunung kembar yang masih bergoyang akibat sentakan kuat ditubuhnya.


Neera gugup dan sedikit ngeri, ia tidak menyangka Ayyub akan menjadi sebrutal ini. Namun hal itu diam-diam juga ternyata mampu membangkitkan nafsunya.


Rasanya seperti pertama kali bercinta, mengingat Neera tidak pernah memikirkan apalagi melakukannya. Membuat Neera ketakutan juga penasaran.


Setelah puas memandangi tubuh istrinya perlahan Ayyub membungkuk, ******* bibir yang menjadi candu baginya itu kemudian perlahan berpindah ke daun telinga dan leher indah Neera. Disana ia membuat banyak tanda merah yang mampu meloloskan lenguhan sensual istrinya.


Sembari memberikan cumbuan disetiap jengkal tubuh Neera tangannya merayap kesana kemari mengecek bagian tubuh putih itu.


Menangkup bagian dada dan meremasnya kemudian mencubit kecil bagian puncaknya dengan warna kecoklatan itu. Setelah puas bermain disana kini jari nakal itu perlahan berpindah kebagian bawah mencari memainkan bulu-bulu halus yang ada disana.


Tidak hanya itu kini telapak tangannya mulai menggesek bagian sensitif itu dan menelusupkan jari tengah pada bagian lubangnya. Namun ternyata diluar dugaannya, jarinya sulit masuk kesana. Bukannya kesal ia malah tersenyum dan menatap wajah Neera yang masuk merem melek. Perlahan wanita itu bingung karena tiba-tiba sentuhan di tubuhnya berhenti mendadak.

__ADS_1


"Sayang, kamu sangat menjaga diri selama ini. Aku sangat mencintaimu" ucap lembut Ayyub sembari mengecup lama dahi Neera.


Perempuan itu hanya mampu membalas dengan senyuman hangat meski ia tidak terlalu mengerti maksud suaminya itu.


__ADS_2