Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 150


__ADS_3

Pagi yang cerah mengawali hari ini. Cuaca yang sangat mendukung membuat mood semua orang begitu bahagia. Tidak terkecuali satu keluarga besar itu.


Sudah sedari subuh triplets begitu bersemangat bahkan saat waktu subuh mereka bangun sendiri meminta dimandikan bundanya dan pergi sholat ke mesjid bersama Ayah dan Opanya.


Sementara Neera yang pagi ini sudah terlihat lebih baik mempacking keperluan mereka dan memasak banyak. Hari ini Neera berencana membawa bekal biar sekalian mereka piknik disana.


Selesai memasukkan semua makanan ke kotak dan disatukan dalam tas khusus Neera beralih ke kamar untuk melihat kesiapan anak-anak dan suaminya.


Neera sudah menyiapkan outfit mereka hari ini bahkan untuk mertuanya juga sudah Neera siapkan beruntung ia memiliki outlet di negara ini jadi ia minta tolong kirimkan saja dengan pegawainya.


Suasana riweh seketika, triplets begitu heboh dengan liburan mereka sehingga suara mereka memenuhi apartemen itu.


"Aduh..., maaf ya Pa Ma jadi ribut begini" segan Neera saat sudah keluar dari kamarnya dan mendapati mertuanya berdiri di dekat pintu.


"Haha gapapa sayang, namanya juga anak kecil, inilah yang sesungguhnya dirindukan dari masa kanak-kanak mereka" ujar Papa.


"Haha iya Pa, yasudah mama dan papa santai dulu ya, Neera siapkan sarapan dulu" ujar Neera.


"Hmm Neera, boleh gak mama bantuin Ayyub aja beresin triplets ?" ragu mama pada menantunya itu.


"Boleh dong ma.., mama ada-ada aja, kan mereka cucu mama juga. Tapi maafkan kalau mereka sedikit bawel ma" ujar Neera dengan candanya.


"Haha kamu ada-ada aja, yasudah mama masuk aja ya" ujar mama pada menantiunya.


"Iya ma, kalau begitu Neera kedapur dulu. Makasih ya ma, sudah mau bantuin" ucap Neera yang dibalas senyuman mertuanya.


Sembari menunggu anak dan cucunya Tuan Kaisar memilih duduk di sofa ruang tengah sembari membuka ipad mengecek email yang masuk karena ia memutuskan tidak masuk kantor hari ini.

__ADS_1


Sementara Neera bertempur di dapur menyiapkan sarapan yang sudah ia buat di meja makan serta membuatkan minuman untuk semua orang.


Sedangakan di kamar utama Ayyub dan Mama masih disibukkan dengan triplets yang begitu cerewet menanyakan kegiatan mereka hari ini dan agak susah dipasangkan baju karena pawang yang ahli hanya sang bunda.


"Yub, lucu sekali ya cucu-cucu mama, sampai saat ini mama masih berasa mimpi kalau kamu udah punya anak. Pantesan pas mama minta cucu kamu bilang tenang aja ternyata memang sudah ada, kamu sembunyiin lagi dari mama" ujar Mama menatap dalam ketiga cucunya.


"Iya, Alhamdulillah ma. Ternyata Ayyub mempunyai anak yang begitu luar biasa inipun Ayyub ketemunya juga udah pada pintar begini" balas Ayyub dengan senyuman hangatnya.


"Sayang, maafin mama ya. Karena mama..." ujar mama yang langsung dipotong Ayyub.


"Sudahlah ma, semua sudah berlalu dan kita baik-baik saja saat ini. Ikhlaskan semua yang terjadi di masa lalu dan Ayyub cuma mohon do'a dan restu dari mama untuk keluarga kecil Ayyub ma. Ayyub juga minta maaf sama mama jika selama ini Ayyub sudah menggoreskan luka dihati mama, bohong sama mama dan menyembunyikan keberadaan cucu mama" sesal Ayyub pada mamanya.


"Ia sayang, mama mengerti semuanya, yang terpenting saat ini mama sudah bisa peluk cucu mama, mama sanggat bahagia sekali. Makasih ya nak, kamu sudah bawa mereka pulang" haru Mama Ayyub.


"Sama-sama Ma, terima kasih juga sudah mau membuka hati dan menerima anak dan istri Ayyub ma" ujar Ayyub yang memeluk mamanya.


"Tentu sayang, mereka adalah menantu dan cucu mama" balas mama yang juga merangkul putra yang sangat disayanginya.


Merasakan kehadiran cucu-cucunya mama merenggagkan rangkulannya dan menarik triplets kedalam pelukan ia dan putranya.


Sungguh tidak terlukiskan kebahagiaan dihati Nyonya Kaisar, tiada lagi kebahagiaan yang mampu ia bayangkan setelah berada ditengah-tengah anak dan cucunya, impiannya selama ini.


Tuan Kaisar yang menyaksikan itu dari pintu yang terbuka ikut bahagia dan lepas sudah separuh beban dari hati dan pikirannya.


Kehadiran Neera dan cucu mereka membawa kebahagiaan yang luar biasa bagi ia dan istrinya. Seakan menemukan oase ditengah tandusnya padang pasir.


Kemudian matanya melirik kearah lain menangkap seorang wanita cantik berhijab yang dengan cekatan mengerjakan pekerjaan dapurnya.

__ADS_1


'Ya Allah, hamba mohon ampun karena kelalaian hamba dalam tanggung jawab mendidik anak-anak hamba yang akhirnya menjadi masalah untuk keluarga hamba sendiri. Andai aku bisa mendidik anakku sebaik orang tua Neera mendidik putri kecilnya tentu mereka akan menjadi gadis yang sholeh, bertanggung jawab, dewasa dan pintar seperti menantuku. Tetapi aku sangat bersyukur Ya Allah telah dikirimkan seorang menantu yang begitu baik hatinya, berbudi luhur dan cerdas dalam segala hal untuk putra kebanggaan hamba' batin Tuan Kaisar menatap jauh menantu kesayangannya.


"Alhamdulillah sudah selesai semua" syukur Neera pada dirinya sendiri yang masih di dengar oleh Tuan Kaisar.


Tidak berselang lama triplets sudah keluar bersama anak dan istrinya.


"Wah... cucu-cucu Opa sudah rapi, keren sekali dandanannya hari ini" puji papa pada triplets.


"Makasih Opa, iya dong kan bajunya disiapkan bunda tapi kami yang pilih" ucap polos Qee.


"Wah, pintarnya cucu Opa, bundanya juga keren sekali ya" puji papa lagi.


"Iya Opa, baju kita kan warnanya hampir mirip jadi sama-sama keren" ujar Qai juga.


"Oma juga, Ayah juga, nanti bunda juga" tambah Qal lagi.


"Asyik dong, kita samaan semua" ujar mama pada ketiganya.


Melihat semua orang sudah pada berkumpul Neera ikut menghampiri dan menyampaikan bahwa sarapan sudah selsai disiapkan.


Semuanya menuju meja makan menikmati sarapan buatan Neera sementara itu yang membuat sarapan pamit sebentar ingin mengganti baju dan berberes sekejap.


Setelah semua sarapan dan sudah dibereskan mereka beranjak segera berangkat karena hari sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Agar mereka sampai di kebun binatang nanti udara masih sangat segar.


Hari ini Tuan Kaisar sengaja membawa mobil perusahaan jenis mini bus yang sangat nyaman dan lega untuk keluarganya. Mereka ingin tetap dalam satu mobil tetapi jika mobil biasa akan terlalu sempit oleh karena itu ia menyiapkan mobil khusus ini.


Mereka juga membawa satu sopir dan satu asisten untuk nanti membantu jika diperlukan.

__ADS_1


Ayyub dan Neera memilih duduk dibelakang Papa dan Mama bersama Triplets yang tetap menggunakan seat car mereka.


Awalnya Neera ingin duduk mengapit anaknya. Namun, Ayyub memaksa untuk duduk disebelahnya dan membiarkan triplets berjejer disamping bundanya. Benar-benar ayah yang tidak mau kalah.


__ADS_2