
Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah gaya klasik yang terlihat nyaman dan teduh.
Segera Neera membangunkan Ayyub yang tengah tidur disampingnya. Sementara triplets biar nanti digendong saja ke kasur.
"Sayang bangun, kita sudah sampai di rumah Uda" lembut Neera sembari mengelus pipi Ayyub yang terasa sedikit kasar oleh bulu halus.
"Hmmmm"
"Sayang, ayo bangun. Nanti sambung lagi tidurnya di dalam" ulang Neera.
"Iya yang..., udah lama sampainya ?" tanya Ayyub yang masih setengah sadar.
"Baru saja, ayo bangun Uda" lembut Neera sembari membelai lembut wajah Ayyub yang terlihat lucu menurutnya.
"Sayang, kiss" pinta manja Ayyub.
"Ya ampun Uda, udah jadi ayah masih juga manja"
"Gak apa yang, sekali kali juga kan"
"Apanya yang sekali kali, tiap kali Uda selalu begini"
"Iya gapapa yang, buruan"
Dengan menghela napas pelan akhirnya Neera menuruti keinginan bayi besar itu. Namun ketika akan menempelkan bibirnya tiba-tiba saja Ayyub menarik tengkuk Neera dan menahannya membuat kecupan itu berubah menjadi ciuman yang disertai *******.
Ciuman mereka semakin dalam, Ayyub terus mempermainkan bibir bawah dan atas Neera, membuat yang punya menjadi belingsatan.
Tak tanggung-tanggung Ayyub juga menelusupkan lidahnya diantara bibir manis istrinya dan mengabsen setiap penghuni di mulut Neera.
Terjadilah ciuman panas di dalam mobil itu yang membuat panas suasana seketika. Seakan terbawa suasana keduanya hanyut dalam permainan itu hingga Neera tersadar saat tangan sang suami telah merajalela kemana-mana.
Segera ia menarik tubuhnya dan mengecek triplets yang masih ada di belakang, syukurnya mereka masih tertidur pulas sehingga tidak harus menyaksikan tontonan yang seharusnya tidak mereka lihat.
"Uda, suka banget tarik-tarik untung anak-anak gak lihat"
"Hehe maaf yang, habisnya gak tahan lihat bibir kamu udah kangen banget yang" balas Ayyub cengengesan.
__ADS_1
"Yaudah, sabar sedikit kenapa sih yang untung gak kebablasan" omel Neera.
"Habisnya siapa yang bisa tahan coba, lihat kamu aja Uda udah gemes dari tadi kepingin"
"Udah ah, ayo turun dulu. Kasian anak kita dibelakang pasti udah gak nyaman"
Akhirnya mereka keluar dari mobil dan menggendong triplets yang masih tertidur ke dalam rumah setelahnya Ayyub kembali lagi untuk mengambil barang yang masih tersimpan di mobil.
Sudah masuk semua barang Ayyub bergegas ke kamar mereka dan melangkah menuju kamar mandi karena badannya sudah terasa lengket.
Sementara Neera sudah meluncur ke dapur dan tengah lihai memainkan peralatan yang ada disana.
Kurang lebih lima belas menit beberapa jenis makanan sudah tersaji dimeja, segera Neera mencuci bekas penggorengan dan beberapa alat yang kotor dan membersihkan dapur seperti sedia kala.
Setelahnya Neera bergegas ke kamar untuk melihat anak dan suaminya. Mengganti pakaian serta menyegarkan diri ia rasa pilihan yang tepat sekarang.
Senyum terukir dibibir manisnya tatkala melihat pemandangan di kamar luas tersebut. Suami dan anaknya yang tengah tertidur saling berpelukan. Nyaman itulah kata yang tepat untuk menggambarkan isi hatinya saat ini.
Segera Neera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan melakukan beberapa perawatan berhubung suaminya sudah pulang alangkah lebih baik jika ia terlihat cantik meskipun hanya di rumah, bukankah itu berpahala.
Beres dengan segala persiapan Neera ikut mendekat ke ranjang mereka dan ikut merebahkan diri disana. Sejenak ia melepaskan penat meluruskan badan yang sedari pagi tiada henti bekerja.
Sebenarnya ia tidak tega membangunkan empat orang tersayang yang tengah berbaring di tempat tidur empuknya tetapi ia lebih tidak mungkin lagi membiarkan mereka terlelap dengan perut kosong.
Neera membangunkan mereka satu persatu, lama mencoba tidak berhasil juga akhirnya Neera menggendong triplets satu persatu ke kamar mandi untuk mencuci wajah mereka.
Setelahnya Neera membawa mereka ke meja makan dan mendudukan mereka di kursi mereka masing-masing.
Sekarang giliran sang ayah, ketika akan beranjak menuju kamar, Neera telah melihat lelaki tampan itu berjalan menuju ruang makan dengan wajah sedikit basah dan rambut yang berantakan.
"Udah bangun ternyata, baru juga Neera mau ke kamar" sapa Neera dengan tersenyum manis.
"Udah sayang, cantik banget sih istri Uda" balas Ayyub yang langsung memeluk Neera sembari memerikan kecupan di pucuk kepala istrinya.
Mereka menikmati makanan yang dibuat Neera meskipun triplets harus disuapi karena wajah mengantuk mereka yang membuat Neera menjadi kasiahan jika harus menyuruh mereka menyuap sendiri.
Ayyub yang juga kasihan melihat istrinya memilih mendekat dan menyuapi Neera makanan yang sudah diambilkan istrinya tadi.
__ADS_1
Awalnya Neera menolak dengan alasan akan makan nanti tetapi Ayyub terus memaksa, jadilah mereka makan sepiring berdua yang disuapi oleh Ayyub sementara Neera menyuapi anak mereka.
Setelah menyuapi triplets Neera membersihkan wajah dan mulut mereka kemudian menurunkan ketiganya dari kursi makan mereka.
Sementara ia dan Ayyub melanjutkan makan mereka masih dengan disuapi suaminya.
"Sayang, enak juga ya makan berdua. Apa selanjutnya kita makannya sepiring berdua terus ya, jadikan tidak terlalu capek juga mencuci piring" jelas Ayyub.
"Alasan aja Uda, tetapi memang Rasul juga begitu dengan istrinya, boleh deh tapi kalau sempat aja ya Uda" balas Neera.
Akhirnya mereka menyudahi makannya dan Ayyub menyusul ketika anaknya yang telah berbaring di ruang keluarga sementara Neera membereskan bekas makan mereka sekaligus meja makan.
Melihat triplets yang mengantuk tanpa semangat Ayyub jadi teringat sesuatu agar memancing mereka untuk tidak tidur sehabis makan.
"Sepertinya ayah ada sesuatu nih, wah apa ayah kasih bunda saja ya semuanya" pancing Ayyub sembari membawa kardus besar ketengah karpet bulu tebal itu.
Ketiganya langsung bangun seketika dan berlari ke arah Ayyub yang membuat Neera gelang-geleng kepala.
"Apa ayah isinya ?" tanya Qal yang sudah berjongkok di depan kotak yang melebihi besar tubuhnya.
"Buka bareng yuk" ajak Ayyub pada ketiganya.
Mereka langsung menyerbu kotak itu dengan tangan kecil mereka, berebut membuka plester selotip yang merekat pada kotak persegi itu.
Neera yang sudah selesai dengan urusan dapurnya ikut bergabung bersama suami dan anaknya.
Tidak butuh waktu lama kotak itu sudah terbuka dengan beberapa sobekan yang tragis.
Seketika mata mereka berbinar melihat bungkusan miniatur pesawat dan beberapa boneka pesawat dengan berbagai bentuk.
Ketiganya langsung membawa kotak itu keluar dan membongkar semuanya satu persatu seakan menemukan harta karun berharga.
Satu persatu barang itu keluar, diantaranya terdapat baju tradisional korea hanbok yang sengaja Ayyub beli untuk Neera dan anak-anak.
Masih penasaran dengan isi kotak itu, triplets masih terus menelusuri hingga pada ujung kotak membuat ketiganya bingung akantetapi membuat binar di mata Neera
Apakah itu ?
__ADS_1