Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 59


__ADS_3

Malam itu setelah bergumul hebat mereka memutuskan untuk tidur akibat kelelahan dan jam juga sudah menunjukkan dini hari.


Disela-sela mata yang menanti kantuk Ayyub membuka pembicaraan diantara mereka.


"Sayang, Uda benar-benar gak nyangka kamu bisa seliar ini di ranjang loh. Mengagumkan diluar ekspektasi" ungkap Ayyub sembari mengusap lembut kepala Neera yang bersandar di bidang dadanya.


"Apaan sih Uda, jangan dibahas lagi Neera sudah cukup malu" sontak istri mungilnya itu menengadahkan kepala melihat sang suami.


"Malu kenapa, perasaan tadi kamu sangat percaya diri melakukannya, terlihat sangar roar" kekeh Ayyub sembari mempraktekkan auman sang raja hutan itu.


"Sudah Uda, jangan diungkit lagi. Lain kali Neera tidak akan melakukannya lagi"


"Jangan dong sayang, masa gak mau memuaskan suami sendiri" panik Ayyub.


"Iya habisnya, Neera udah berusaha mati-matian Uda malah ledekkin terus" rajuk Neera.


"Enggak sayang, Uda cuma heran saja. Bagaimana bisa Neera melakukannya, kamu kan pemalu banget, kalem iya juga lembut apalagi. Kok bisa-bisanya coba" ungkap Ayyub.


"Ya bisa saja untuk suami. Uda tau tadi Neera ganti baju berkali-kali, bolak balik kamar sampe di depan pintupun Neera masih sangat gugup. Tapi yasudahlah, dicoba saja hehe" aku Neera.


"Uda cuma tidak menyangka saja, apakah kamu ingat saat malam pertama kita dulu ?" tanya Ayyub mengingat memori mereka.

__ADS_1


"Memangnya kenapa ?" tanya Neera yang mencoba bersikap tenang meskipun sebenarnya dia malu mengingat hal itu.


"Apa kamu melupakannya sayang, bahkan di malam pertama kita kamu berpura-pura bodoh dan sibuk sendiri" ungkap Ayyub.


"Ah mana mungkin" balas Neera.


"Iya, Uda tau kamu waktu itu menghindar karena tidak mau melakukan hal itu dan juga kamu sangat susah untuk digoda, bahkan untuk jebolin kamu Uda harus usaha keras berkali-kali" kenang Ayyub.


"Hehe, kenapa Uda bisa tau ?" Neera yang sudah tidak bisa mengelak lagi hanya cengengesan.


"Makanya sekarang Uda kaget kamu bisa lebih aktif begini tapi Uda senang melihatnya" ungkap Ayyub.


"Saat itu berbeda Uda, Neera pernah belajar fisiologi reproduksi jadi Neera tau bagaimana proses itu ternadi dan Neera membayangkan pasti sakit jika ada benda asing masuk ke tubuh kita" jelas Neera.


"Mana ada dalam buku dibilang kalau itu nikmat yang ada malah sakit pake segal harus dirobek, memikirkannya saja Neera sudah ngeri sendiri" ujar Neera bergidik.


"Tapi sekarang gimana sayang, nikmat kan??" tanya Ayyub sembari menaik turunkan alisnya.


"Iya" jawab Neera malu-malu.


"Aduh yang, kamu gemesin banget sih yang" ucap Ayyub yang mencium pipi istrinya.

__ADS_1


"Udah ah sayang, ayo kita tidur. Takut nanti bangun kesiangan sayang" ajak Neera.


"Ayo sayang, good night sayangku, istriku yang sholeha Zaneera Khalisha, I love you"


"I love you too suamiku"


Akhirnya malam itu mereka tutup dengan mimpi yang indah sembari masih memeluk memberi kehangatan pada tubuh masing-masing.


****


Subuh sudah menyapa memberi sentuhan dingin pada insan yang tengah meringkuk dibawah selimut.


Perlahan terlihat gerakan kecil dari tubuh seorang wanita yang masih anteng didalam dekapan suaminya.


Sedikit demi sedikit cahaya ruangan yang samar memasuki retina yang membuat Neera membuka mata dengan sempurna.


"Sayang, bangun sudah subuh" lembut Neera pada suaminya, namun Ayyub hanya bergeming.


"Sayang bangun" kali ini disertai kecupan.


Dengan sekali gerakan Ayyub bangun dan hendak buru-buru mendekap Neera akan tetapi Neera lebih lincah lagi dan segera berlari ke kamar utama tempat triplets tidur untuk mandi.

__ADS_1


Akhirnya Ayyub juga memutuskan mandi dikamar yang semalm mereka tempati agar lebih cepat selesai dan bisa mengerjakan ibadah subuh ke mesjid.


__ADS_2