Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 75


__ADS_3

Semua orang masih membisu di ruangan itu hingga tiba-tiba sang kakak menyelutuk sesuatu.


"Eh Yub, walaupun kamu balikan sama istri kamu tapi please lah baju itu, soalnya kakak pengen banget tau, dapat satu series aja kakak udah bahagia banget, iya kan ma ?" sambar kakak mengalihkan pembicaraan.


"Iya bener sayang, kalaupun kamu sama yang ini mama juga seneng kok" balas mama.


"Ya ampun ma.., masih aja. Yaudah sebentar, Ayyub telpon dulu. Mudah-mudahan masih bisa" balas Ayyub.


Pilot itu segera beranjak menuju balkon untuk menelpon kekasih hatinya. Tentu saja tidak akan mungkin ia menelpon ditengah keluarganya, yang ada mereka malah jantungan saat tau siapa yang ia hubungi.


Setelah deringan ke tiga terdengar suara dari seberang sana.


"Assalamu'alaikum sayang"


"Wa'alaikumsalaam Uda"


"Kamu lagi ngapain sayang, kok lama angkatnya. Sibuk ya ?"


"Enggak yang, lagi keluar sama triplets. Tadi masih dijalan nanggung kalo diangkat"


"Hmmm kemana sih, kok ayahnya gak diajak"


"Ke taman bermain, ayah kan kerja"


Deg.. Seketika Ayyub terdiam, bukan dia saat ia bukan bekerja tetapi berlibur di rumah orang tuanya. Sementara Neera lagi lagi harus mengurus ketiga anaknya sendiri.


"Hmmm yang, sebenarnya Uda saat ini lagi di rumah habis penerbangan kemarin"


"Rumah ? rumah yang mana ?"


"Rumah mama sayang, Uda lagi nginap disini"


"Hmm bagus dong, kenapa ngomongnya gitu kan anak tu harus sering tengokin orang tuanya, bikin senang orang tua terutama mama"


"Neera gak marah yang ?"


"Kenapa Neera harua marah, harusnya senang dan sekaligus makasi juga kemarin Uda sudah wakilin Neera tengok Apa dan Ama di kampung sekarang ya giliran orang tua Uda lah"


"Makasi sayang, kamu baik banget sih. Emang kamu gak marah sama keluarga Uda, sama mama ?"


"Hmmm enggak Uda, Neera sama sekali tidak marah dan dendam. Neera sudah mengikhlaskan segala apa yang Neera alami karena Neera sudah punya triplets. Mereka mampu mengubur semua kepedihan di masa lalu Neera"


"Hmmm berarti Uda dikubur juga dong" sambar Ayyub mengalihkan suasaan.


"Katanya Uda masa depan, jadi mau jadi masa lalu ceritanya, gausah pulang lagi kalo gitu"


"Eh eh yang, ya enggak dong kamu dan anak-anak kita adalah masa lalu, kini dan depan Uda"


"Ya makanya, atau mau sekalian Neera kubur ni Uda nya ?"


"Yah... jangan dong sayang, kalau di kuburnya di hati kamu aja gapapa yang"


"Gembel"


"E eh kok gembel, gombal dong sayang"


"Iya, gombal"

__ADS_1


"Gombalnya kan sama kamu doang yang"


"Haha iyadeh"


"Sayang, kamu lagi di luar banget ya, mau video call dong. Kangen yang"


"Iya lagi di luar, yaudah Uda alihkan saja jadi panggilan video"


"Oke sayang, makin cinta deh"


Tidak ada sahutan dari seberang, hanya terdengar suara teriakan istrinya itu dalam bahasa asing memanggil ketiga buah hatinya.


"Hai sayangnya ayah"


"Halo Ayah, we miss you (kami merindukan ayah)"


"Ayah juga sangat sangat sangat merindukan kesayangan ayah"


"Ayah kapan pulang ?"


"Nanti sayang, minggu depan Insyaallah ayah pulang"


"Ayah lagi apa ?"


"Ayah lagi nelpon anak ayah sayang"


"Ayah, belikan mainan yaa"


"Iyaaa nanti ayah belikan. Tanya dulu sama bunda. Mainnya boleh dibeli tidak"


"Bunda..." alih ketiganya pada Neera.


(Tidak, kalian sudah memiliki banyak mainan di rumah)


"Please bunda ?" pinta ketiganya.


"Hmmm boleh aja, tapi sebagai gantinya kalian harus kasih satu mainan yang lama untuk teman kalian yang kurang beruntung"


"Oke bunda, jawab ketiganya semangat"


"Yasudah, kalian jangan nakal ya. Kasiahan bunda, nanti ayah pulang kita bakal pergi main lagi, oke ?"


"Oke ayah, we love you"


"Love you too sayang"


Ketiganya malah kabur kembali asik dengan permainannya.


"Sayang, Uda mau minta sesuatu sama kamu yang"


"Apa itu Uda ?" tanya Neera lembut.


"Uda masih bisa beli baju kamu yang keluar bulan depan gak yang ?" tanya Ayyub.


"Hah ? maksudnya Uda ?" tanya Neera bingung.


"Itu loh sayang, baju kamu yang keluar bulan depan yang ada seri nya"

__ADS_1


"Iya, tapi kan buat Uda sudah ada kan sampelnya udah dikirim buat kita. Lagian tumbenan Uda pake dibeli segala" lembut Neera.


"Bukan sayang, ini beda. Bukan buat Uda" jelas Ayyub.


"Iya terus buat siapa ? Kan waiting listnya udah penuh semua Uda" jawab Neera yang sedikit kesal karena berpikiran Ayyub membelikan untuk wanita lain.


"Hmmm itu yang, kakak, adek sama mama Uda pingin banget baju itu. Tapi sudah tidak bisa lagi karena udah penuh semua listnya" jawab Ayyub ragu.


"Ohh, yaudah nanti Neera suruh bikin tiga lagi buat edisi ini, nanti Neera kasih tau kalau udah keluar bajunya"


"Hah ?! beneran yang. Kamu gak marah, beneran ni kamu gak apa-apakan ?" tanya Ayyub cemas.


"Yah gak apa-apa. Kan mereka keluarga Uda. Nanti kirim aja size nya. Gak usah beli juga, kayak minta sama orang lain aja Uda"


"Masyaallah sayang, kamu hatinya kayak malaikat. Bersih dan suci, kemana lagi coba Uda cari yang begini ini"


"Kan gombal lagi. Jadi mau cari yang lain lagi ni"


"Engga dong sayang, Udah mentok ini"


"Hmmm yaudah, Neera lihat triplets dulu ya Uda"


"Iya sayang, hati-hati ya. Love you sayangku"


"Love you too Uda"


Setelah menghabiskan waktu menelpon dengan keluarga kecilnya. Ayyub segera melangkah menuju ruang keluarga tempat mereka berkumpul.


"Gimana sayang, dapat tidak ?" tanya mama antusias.


"Alhamdulillah dapat, nanti mama atau kakak kirimin size aja sekalian sama adek"


"What ?! serius Yub ? semuanya, tiga-tiganya dapat ?" kaget kakak Ayyub.


"Iya kak"


"Tau gitu tadi adek minta tas aja sekalian"


" Huh kamu gak bersyukur banget dek, syukur itu Bang Ayyub bisa dapet" sela abang Ayyub.


"Ya kan sekalian bang"


"Sekalian, sekalian. Kamu pikir gampang dapetinnya. Iya gak Yub ?" alih Abang ke Ayyub yang hanya membalas dengan senyuman.


"Eh enak juga ya Yub kalau kamu sama pemilik Zein jadi dapat edisi terus gak perlu masuk waiting list dulu" ucap kakak.


"Iya Yub, mama juga setuju banget. Jadikan bisa bangga pas arisan. Lagian juga jarang-jarang orang di negara kita kebagian, mesti keluar negri dulu biar dapat. Palingan sampe sini cuma ada sebiji dua biji doang, itupun direbutin" papar mama.


"Iya terserah mama aja, do'a kan saja yang terbaik buat Ayyub"


"Kenalin dong bang sama mbak yang punya Zein, cantik gak ?" celutuk adek Ayyub.


"Iya Yub, kenalin dong sama kakak juga. Kali aja gitu"


"Iya nanti kalau ada waktu Ayyub kenalin"


Seketika adek, kakak dan mama Ayyub kegirangan. Seakan mendapatkan jackpot, dikenalkan dengan seorang pemilik brand fashion terkenal yang menjadi primadona bagi banyak orang di dunia. Siapa yang tidak mau coba.

__ADS_1


Lain dengan para wanita di keluarga itu, abang, adek laki-laki dan papa Ayyub menjadi sedikit curiga dengan Ayyub.


Jarang sekali Ayyub sesantai itu menyetujui memperkenalkan temannya terlebih wanita kepada keluarganya. Sementara mereka semua tau secinta apa Ayyub pada istrinya.


__ADS_2