
Setelah menghabiskan harinya di Triplets Bakery keluarga kecil Ayyub dan Neera pulang kerumah dalam keadaan triplets yang tertidur digendongan ayah dan bundanya.
Memang tadi mereka sibuk bermain di taman outdoor yang sudah disediakan untuk wahana anak bermain. Mereka bertiga kelelahan dan kekenyangan sehingga tepar digendongan orang tuanya.
Qaivan dan Qeenan digendong oleh Ayyub sementara Qalundra oleh Neera. Beruntung mereka membawa tiga gendongan sehingga tidak menyulitkan mereka dan triplets tetap tertidur nyaman.
"Ohiya sayang, Uda mau ngomong susuatu nih" mulai Ayyub yang masih merangkul lengan istrinya.
"Mau bicara apa Uda" balas Neera yang melirik sebentar dan kembali menatap jalan.
"Hmm, sayang bukankah sudah saatnya kita mempertemukan triplets dengan oma dan opanya ?" tanya Ayyub pelan sembari mengeratkan pelukan pada istrinya.
Neera yang ditanyai itu hanya diam sejenak dan mencoba mengendalikan hatinya. Tentu saja ia tau yang dimaksud Ayyub adalah orang tuanya.
"Kapan rencananya ?" tanya pelan Neera sembari masih menatap jalan.
"Semua tergantung kamu sayang, Neera bisanya kapan ?" tanya Ayyub yang mendapat tatapan bingung Neera.
"Loh kok Neera sih Uda, kan yang mau ketemu triplets" tanya Neera.
"Ya mana mungkin Uda bawa anaknya tapi bundanya ditinggal. Uda juga harus membawa kamu kehadapan mereka sehingga nanti Uda bisa menegaskan bahwa apapun yang terjadi kamu adalah satu-satunya istri Uda yang Uda cintai sepenuh jiwa dan raga Uda" jelas Ayyub yang mendekatkan Neera pada tubuh besarnya seraya memberi kecupan hangat di pucuk kepala Neera.
Seketika hati Neera menghangat dan menambah keyakinannya pada Ayyub. Semoga memang benar keputusannya menerima Ayyub dan tidak akan merasakan lagi kekecewaan untuk kesekian kalinya.
"Jadi gimana sayang, kapan kamu bisanya ?" tanya Ayyub kembali.
"Mungkin liburan musim panas ini Uda, sekalian Neera juga mau minta izin karena nanti akan ada Paris Fashion Week jadi Neera mendapatkan undangannya" jelas Neera.
__ADS_1
"Oke, jadi setelah dari sana kita langsung berangkat ke tanah air ya" putus Ayyub yang dijawab anggukan Neera.
"Tapi kalau nanti kamu ke Paris triplets sama siapa sayang, kan Uda juga ada jadwal terbang" tanya Ayyub.
"Ya Neera bawalah, memang selama ini Uda kira gimana Neera mengurus mereka bahkan kemanapun itu kami tidak pernah berpisah" jelas Neera.
"Memang ya sayang, Neera itu ibu yang sangat luar biasa. Uda jadi merasa bersalah sama kamu yang" kagum Ayyub disertai nada sendu.
"Udahlah Uda, semuanya sudah berlalu Neera juga sudah terbiasa dan ini sama sekali tidak berat bagi Neera" jelas Neera membesarkan hati Ayyub.
"Baiklah sayang, tapi apapun yang terjadi nanti Neera harus berjanji tidak akan pergi dari hidup Uda dan kita lewati ini bersama-sama sayang. Uda tidak sanggup lagi jika harus kehilangan kamu dan anak-anak" ucap Ayyub disertai tatapan yang dalam.
"Insya Allah Uda, tapi apapun itu tetaplah mengemukakan sopan santun dihadapan keluarga Uda nanti apalagi itu mama Uda walau bagaimanapun kedudukan Neera tetap dibawah mama Uda yang harus Uda hormati. Kita tunjukan akhlak yang baik sehingga mungkin mereka akan terbuka hatinya nanti menerima triplets dan Neera" papar Neera mengingatkan suaminya.
"Iya sayang, Uda bangga banget sama kamu meskipun kamu selalu disakiti oleh mereka tetapi kamu tidak serta merta membalas perbuatan mereka" salut Ayyub sembari mengecup kembali pucuk kepala istrinya.
"Tapi Uda penasaran sayang, emang kamu gak ada perasaan benci dan marah pada keluarga Uda" tanya Ayyub memancing Neera.
"Benci ?" tanya Neera yang dijawab anggukan Ayyub.
"Tidak, tapi kalau marah mungkin iya, apalagi saat mereka mengatai orang tua Neera karena bagi Neera Apa dan Ama adalah segalanya bagi Neera. Mereka yang membawa Neera kemuka bumi ini menghidupi dan mendidik Neera tetapi malah dihina dengan perkataan kasar saat itu. Neera merasakan amarah dan perasaan sedih" jelas Neera yang jelas tergambar diwajah cantiknya.
"Maafkan keluarga Uda ya sayang" sesal Ayyub yang mencokol rasa bersalah dihatinya.
"Neera sudah memaafkan segalanya tapi Uda tau bukan memaafkan dan melupakan adalah dua hal yang berbeda" senyum lembut Neera.
"Iya, Uda mengerti sayang, kamu bahkan berhak untuk membenci" jelas Ayyub.
__ADS_1
"Benci ? sekalipun Neera tidak membenci mereka. Karena bagaimana pun mereka tetaplah kakek dan nenek triplets, darah mereka tetap mengalir kepada triplets melalui Uda. Neera tidak ingin triplets dinodai dengan rasa benci dan dendam sehingga tidak ada alasan bagi Neera untuk membenci toh sekarang Neera baik-baik saja bahkan bisa dibilang sangat baik" jelas Neera disertai senyuman yang tulus.
"Wah.. betapa beruntungnya Uda memiliki istri yang berhati malaikat seperti kamu sayang. Uda tidak akan pernah menyia-nyiakan wanita hebat ini" tekad Ayyub sembari mempererat rengkuhannya pada tubuh Neera.
"Syukurlah, tapi apapun itu Uda harus ingat bahwa Neera juga adalah manusia tempatnya salah dan khilaf Neera terlihat baik mungkin karena Allah menutup aib Neera jadi jangan menyerah untuk selalu membimbing Neera meskipun nanti akan mengecewakan Uda" papar Neera lagi.
"Wow... istriku merendah sekali" goda Ayyub. "Tetapi apapun itu jangan pernah menyerah untuk selalu disamping Uda. Kita sama-sama memperbaiki diri dan saling menerima" balas Ayyub yang mendapatkan senyuman hangat Neera.
"Tapi sayang, bisakah Neera untuk lebih bergantung pada Uda dan lebih rajin lagi menghabiskan uang Uda sayang meskipun Neera juga punya uang sendiri" ucap Ayyub dengan wajah seriusnya.
"Uh.. ya ampun suamiku sombong sekali" rungut Neera sembari mengejek Ayyub.
"Neera ludeskan semua baru tau rasa Uda, padahal anaknya juga udah tiga pasti akan banyak lagi biaya yang kita butuhkan Uda" sambung Neera.
"Sayang, kamu benar-benar kelewatan merendahnya dengan usaha yang kamu miliki sekarang kamu pikir tidak bisa menghidupi mereka bahkan jika kita buat kesebelasan pun masih bisa tapi jangan khawatir sayang Uda juga memiliki perusahaan maskapai dan travel agen lagian juga Uda sudah membangun perusahaan property dan join bersama teman Uda dalam pertambangan jadi masih bisa menjamin kesejahteraan kita semua jika kelak memiliki anak duabelas" papar Ayyub yang membuat Neera tercengang.
"Hah ?! sejak kapan Uda memiliki perusahaan travel agen dan property terus minyak ? Wah kaya sekali suamiku" kaget Neera hampir memekik.
"Sabar sayang, dikontrol mukanya" ucap Ayyub sembari mengusap lembut kepala istrinya.
"Wah, luar biasa sekali. Memangnya apa nama perusahaannya sayang ?" tanya Neera lagi.
"Brightway Coorporation sayang, kamu taukan perusahaan bawahannya terus Uda juga sudah punya saham di sinopac" jelas Ayyub yang membuat Neera makin terkaget.
"Apa ?! Brightway dan sinopac ?" tentu saja ia tahu perusahaan itu sebagai orang yang bergerak dibidang bisnis mustahil ia tidak mengetahuinya.
"Iya sayang, jadi kalau Neera sudah lelah bekerja tidak apa-apa bersantai saja dirumah dan menghabiskan uang yang Uda hasilkan setiap bulannya, oke" lugas Ayyub yang diamini Neera entah dia mendengar atau tidak.
__ADS_1
Tanpa Neera sadari bahwa semua itu sudah terekam dalam video singkat yang disimpan dengan baik.