
Setelah membicarakan dengan Neera mengenai permintaan Papa tentang penyelidikan itu Neera menyetujuinya setelah menimbang baik buruknya.
Hari ini mereka berangkat menuju kantor Kaisar Utama Corp. Mereka membawa serta triplets karena memang tidak ada tempat untuk meninggalkannya.
Jadilah hari ini ruangan Tuan Kaisar itu terasa ramai dengan kehadiran tiga cucunya. Tak tanggung-tanggung, kakek itu membelikan mobil yang bisa mereka naiki dan mengesampingkan segala hal yang membahayakan mereka.
Bahkan kemarin Tuan Kaisar sudah menyuruh asisten dan sekretarisnya untuk memasang pengaman setiap sudut meja dan kursi yang mungkin akan membahayakan cucu kesayangannya itu.
Jadilah sekarang mereka tengah duduk berdiskusi di sofa sementara triplets yang seakan tau bahwa orang tua dan kakeknya sedang bekerja mereka anteng bermain sembari masih diawasi oleh bundanya dari posisi Neera duduk.
"Jadi menurut Neera bagaimana Nak solusi tentang permasalahan ini" tanya Tuan Kaisar langsung ke intinya.
"Neera rasa bukti kita saat ini belum cukup kuat, ditambah lagi kita tidak ada data pasti tentang transaksi luar negri mereka. Satu hal lagi yang Neera terus pikirkan Pa, walau apapun yang terjadi nanti Bg Fazreen pasti akan kena karena semua atas pertanggung jawaban dan persetuan beliau Pa, apalagi tanda tangan Bang Fazreen jelas tersemant disana Pa" ungkap Neera.
"Huuuffft, Papa juga sedang memikirkan itu Nak. Papa begitu kasian dengan Fazreen jika memang kasus ini diangkat dia akan kena jerat hukum bahkan mungkin bisa berakhir di sel tahanan akan tetapi ini juga tidak terlepas dari kesalahannya yang kurang teliti dan kurang awas dalam bertindak dan memberikan persetujuan" sesal Ayah 6 anak itu.
"Iya Pa, tapi nanti Ayyub pikir kita bisa menyelamatkan Bang Fazreen saat di pengadilan tapi untuk membiarkan kasus ini begitu saja Ayyub rasa bukan pilihan yang tepat" ungkap Ayyub.
"Iya benar Nak, Papa juga berpikir begitu. Ini sudah tergolong korupsi tingkat tinggi ditambah juga penipuan dan penyelewengan dana perusahaan" ungkap Papa yang terlihat kesal.
"Tapi tenang saja Ayyub sudah bisa menyadap ponselnya tersangka kita dan meletakkan beberapa kamera rahasia saat ke ruangan Fazreen, berikut juga penyadap suara di kamar mereka" ungkap Ayyub.
"Ya Ampun Uda, itu kan melanggar privasi mereka. Masa harus sampai ke kamar" kaget Neera.
"Iya kan tidak apa sayang, toh cuma penyadap suara bukan cctv" jawab Ayyub tanpa beban.
"Iya Papa pikir juga tidak akan dieprmasalahkan nanti" ungkap Papa.
__ADS_1
"Tapi maaf Pa dan Uda, Neera rasa kalaupun kita dapat bukti dari sana kita tidak bisa juga mengangkat ini menjadi barang bukti di pengadilan karena melanggar hukum cara mendapatkannya" jelas Neera.
"Iya kamu benar juga Sayang, tapi nanti hasilnya bisa kita jadikan acuan untuk mencari bukti yang lebih kuat" balas Ayyub yang diangguki Tuan Kaisar.
"Andai saja kita bisa dapatkan bukti transaksi dari bank Swiss itu sudah pasti mereka tidak bisa mengelak lagi" ujar Tuan Kaisar.
"Hmmm soal itu, coba nanti Neera usahakan Pa. Kita berdo's saja mudah-mudahan bisa" ujar Neera yang membuat suami dan mertuanya kaget.
"Loh, gimana cara usahainnya Sayang, itukan bank yang privasinya di jaga ketat mau sebanyak apapun uang kita juga tidak akan bisa menembus itu" jelas Ayyub.
"Ya, do'a kan saja, Insya Allah kita usaha dulu" jawab Neera dengan senyumnya yang teduh.
Tentu saja Neera tau itu, ia tidak akan bicara jika ia belum punya rencananya sendiri. Memang kenyataannya memang begitu tetapi ada yang terlupa bahwa Neera merupakan salah seorang staff ahli PBB yang bertugas di WHO. Tentu saja dia punya link di organisasi dunia tersebut.
Terlebih dahulu Neera telah menghubungi salah seorang temannya yang bertugas di World Bank untuk menanyai hal ini. Memang privasi disana dijaga ketat tetapi jangan lupakan bahwa mereka juga bersangkut paut dengan bank dunia dan tentu saja bukan hal yang sulit untuk mendapatkan itu.
Makanya penting bagi seseorang untuk sukses dan berhubungan baik dengan siapapun maka dunia akan terasa luas dan nyaman untuk ditinggali.
Mendengarkan penuturan dari Neera Ayyub dan Papanya hanya mengangguk antara yakin dan tidak mengenai hal ini.
Akhirnya setelah merapikan beberapa bukti yang sudah ditangan ditambah dengan rekaman yang Ayyub dapatkan mereka akan melaporkan kasus inj secara tersembunyi agar nanti tim penyidik yang akan memeriksa bagian keuangan.
Namun bukti yang dikumpulkan Neera beseeta kaitannya dengan perusahaan masih mereka simpan untuk nanti diujung persidangan jika sekiranya terjadi hal yang tidak diinginkan.
Jangan lupakan Audit ini akan dilaksanakan secara keseluruhan dalam setiap bidang namun diutamakan sekali pada bagian keuangan.
Setelah pembahasan yang panjang dan melelahkan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi makan keluar bersama keluarga kecil Ayyub, kebetulan juga sudah jam makan siang.
__ADS_1
Banyak juga diantara para pegawai kantor itu yang terheran-heran saat melihat orang penting dunia yang beberapa hari belakangan seliweran di televisi ada di kantor mereka.
Mereka sama sekali tidak tau bahwa wanita cantik, putih dan berhijab itu adalah istri dari anak Boss besar mereka bahkan yang membuat mereka semakin bingung dengan adanya tiga balita lucu yang terlihat seperti fotocopyan Ayyub.
Belum reda rasa penasaran mereka tiba-tiba dari arah samping datang Hakim yang menyoraki Ayyub dan terlihat akrab dengan Neera dan triplets.
Jiwa kepo para pegawai itu semakin meronta karena tidak mendapatkan jawaban pasti atas keingintahuan mereka.
Siapa sebenarnya ketiga balita itu dan apa hubungan keluarga ini dengan wanita cantik yang menjadi primadona pengusaha dan orang-orang sukses dunia itu. Karena menurut kabar yang beredar Neera juga dinyatakan masih sendiri dan belum menikah.
Akhirnya rasa keingintauan itu terpaksa mereka telan sendiri meskipun mereka juga sangat bahagia bisa melihat orang penting dunia di depan mata sekaligus calon jodoh impian mereka. Putra Tuan Kaisar yang berprofesi sebagai pilot itu.
"Mungkin Dokter Neera hanya datang sebagai Tamu saja" ungkap salah satu pegawai itu yang disetujui oleh semua orang sebagai kesimpulan sementara.
Sementara keluarga kecil Ayyub sudah pergi bersama Tuan Kaisar dan Hakim yang juga ingin bergabung makan bersama mereka.
Mereka menuju restoran yang sudah dipesan oleh Tuan Kaisar melalui sekretarisnya, satu ruangan private akan mereka gunakan siang ini sehingga triplets akan nyaman saat makan dan bermain.
"Hai triplets, Uncle kangen banget sama kalian. Udah lama banget ya kita gak ketemu, makin pinter aja sih kalian" puji Hakim yang gemas pada ketiganya.
"Makasih Uncle, Uncle kenapa tidak main lagi ke rumah kami ?" tanya Qal.
"Maaf sayang, Uncle beberapa hari ini sangat sibuk, besok Uncle akan datang dan ajak kalian main bersama oke ?" seru Ayyub pada ketiganya.
"Oke Uncle" sorak triplets kegirangan.
Tuan Kaisar yang melihat senyum terukir lagi di wajah anak sulungnya merasa bahagia. Pasalnya ia tau semenjak perceraian Hakim dengan Shintia anaknya itu cenderung lebih diam dan termenung.
__ADS_1
'Semoga saja kebahagiaan akan menantimu di kemudian hari nak' do'a Papa dalam hatinya.